
Setelah kepergian pak Jojo,Sherly pun langsung memakan bakso yang ia beli.
Sherly memakan bakso miliknya dengan sangat lahap,dan tiba-tiba Sherly menghentikan acara makannya saat ia melihat Alex tidak memakan bakso yang ada di hadapannya itu.
“Kenapa Nggak di makan?,ayo di makan! kalau ngga biar aku yang suapin kamu aja”ucap Sherly.
Sedangkan Alex yang awalnya hanya diam sambil menatap bakso di hadapannya itu,ia hanya diam karena ia sedang mengingat betapa sakit nya perut yang terasa mulas di saat ia terkena diare.
Tapi setelah ia mendengar Sherly yang hendak menyuapinya secara langsung,ia pun menjadi semangat,walaupun ia harus rela berkorban untuk merasa kan lagi rasa sakit yang pernah ia alami dulu.
Mungkin makanan ini memang sehat dan bisa di makan oleh Sherly,tapi berbeda dengan Alex yang sangat sensitif dengan yang namanya makanan.
Sherly yang melihat Alex hanya diam saja,tanpa menjawab itu,ia pun langsung mengambil sesuap bakso dari mangkuk milik Alex.
Dan Sherly pun langsung mengarahkan sendok yang berisi bakso ke depan wajah Alex.
Alex yang melihat hal itu,ia pun hanya menghela nafas pasrah.
‘Sudahlah terima saja,tidak apa-apa jika aku akan merasa kan rasa sakit karena diare untuk beberapa hari asalkan lili bahagia,aku juga pasti akan bahagia,lagipula aku akan tetap senang karena di suapi oleh lili,mungkin inilah harga yang harus aku bayar ’. batin Alex pasrah.
Dan saat Alex hendak membuka penutup wajahnya itu,tapi sebelum itu,Sherly tiba-tiba menghentikan Alex.
“Tunggu!”ucap Sherly sambil memegang penutup wajah milik Alex,seakan melarang Alex untuk membuka penutup itu.
“Kenapa?”tanya Alex penasaran.
“Sepertinya kamu nggak bisa makan di sini deh,soalnya nanti kalau kamu buka penutup wajah,orang-orang bakal tahu kalau itu kamu,lagipula aku nggak ingin membuat suasana menjadi ramai”ucap Sherly menjelaskan tentang suasana tempat di mana mereka makan saat ini,yang terlihat sangat ramai pengunjung.
Setelah itu,Sherly pun langsung menyuapkan sendok berisi bakso itu itu ke dalam mulutnya,bukan ke dalam mulut Alex.
Alex yang melihat hal itu hanya menghela nafas,entah itu sebuah helaan nafas yang mengandung rasa kecewa karena Sherly tidak menyuapinya,ataupun helaan nafas lega karena ia tidak akan merasa kan rasa sakit saat ia terkena diare.
“Biar nanti kamu kalau makan bakso kamu bisa di bungkus aja ya?”ucap Sherly menjelaskan.
“Tidak usah,kamu saja yang makan aku hanya akan memperhatikan kamu makan,tapi ini bakso yang satunya memangnya kamu bisa habis kan juga?”tanya Alex meyakinkan
“Iya,pasti akan aku habiskan”jawab Sherly yakin.
__ADS_1
Setelah itu,Sherly langsung memakan kedua baksonya dengan sangat lahap,sedangkan Alex hanya diam memperhatikan Sherly yang terlihat sangat lahap saat memakan bakso.
“Kalau begitu aku ke toilet sebentar,kamu tunggu sebentar ya?!”ucap Alex secara tiba-tiba sambil bangkit dari duduknya.
“Oh iya,kebetulan di sini ada toilet umum yang cukup jauh,kamu tinggal lurus saja nanti juga ketemu toiletnya”ucap Sherly menjelaskan
“Oke”jawab Alex.
Setelah itu Alex pun pergi meninggalkan Sherly.
Dan setelah cukup lama Alex meninggalkan Sherly,tiba-tiba datang seorang lelaki yang berjalan menghampiri Sherly.
Kemudian lelaki itu pun duduk di tempat Alex tadi.
Sherly yang melihat laki-laki itu,ia hanya dapat menatap heran ke arah laki-laki itu,seakan ia tidak mengenal lelaki itu.
“Neng sendirian aja”tanya laki-laki itu basa-basi.
Sherly yang mendengar ucapan laki-laki itu,ia hanya diam,dan mengabaikan laki-laki itu,
“He...he...,si neng di tanya diam aja,jawab dong neng,oh iya kenalin nama saya Tama”ucap Tama sambil mengulurkan tangannya.
“Sherly”jawab Sherly sedikit cuek,lagipula Sherly harus hati-hati dengan orang yang tidak ia kenal.
Sherly pun hanya fokus memakan makanan miliknya,tanpa mempedulikan Tama yang sedang menatap ke arahnya
“Dih si neng kok cuek sih,jangan gitu lah neng,senyum dikit kek,pasti cantik kalau si neng senyum”gombal Tama.
‘Siapa sih orang ini Sok kenal banget,masih mending kalau kenal,tapi ini kenal pun enggak, eh dianya malah sok akrab’. batin Sherly sambil menatap tak suka ke arah laki-laki itu.
“Maaf anda kenal saya?,tapi kok saya merasa tidak pernah mengenal anda ya?,jadi saya mohon jangan sok akrab dengan saya”ucap Sherly dengan bersikap formal.
“Eh...,si neng, kita memang nggak kenal,tadi maka nya saya kenalan dengan si neng”ucap Tama menjelaskan.
“Mohon maaf ya,bisa tidak anda jangan berbicara sok akrab dengan saya,saya ini sudah punya suami,jadi kalau suami saya lihat saya dengan anda,dia pasti bakalan marah sama saya”ucap Sherly yang terpaksa langsung menghentikan acara makannya.
Padahal bakso miliknya sudah habis,tapi bakso milik Alex yang sedang ia makan masih tersisa setengah mangkuk.
__ADS_1
‘Jadi nggak selera aku makannya,ini orang nanya terus sih dari tadi,mau nya apa sih ni orang’. batin Sherly sambil menatap kesal ke arah Tama.
“Masa sih neng,jangan bohong deh,kalau kata orang jaman dulu itu pamali,gak boleh neng!,gak boleh sok jual mahal,nanti takutnya si neng nggak laku-laku loh”ucap Tama dengan sedikit bercanda,ia tidak percaya akan ucapan Sherly tadi.
“Pak tolong jangan panggil saya neng terus,nama saya Sherly jadi tolong panggil saya Sherly”ucap Sherly yang tidak terima di sebut neng oleh Tama
Tapi meski begitu Sherly tetap tersenyum setelah ia mengatakan itu,Sherly tersenyum seakan sedang menutupi rasa kesalnya yang saat ini sedang ia rasakan.
Meski pun pak Jojo yang merupakan pedagang bakso memanggilnya neng,Sherly merasa tak masalah,lagipula ia telah cukup akrab dengan pak Jojo dan pak Jojo juga seumuran dengan ayahnya jadi Sherly merasa nggak masalah,karena Sherly sudah mengaggap pak Jojo seperti pamannya sendiri.
“Dih iya iya saya panggil Sherly nih,tapi jangan panggil saya pak dong,memangnya saya setua itu,lagipula umur kita mungkin seumuran,atau saya yang lebih tua sedikit dari pada kamu,yah minimal kamu panggil saya mas lah”ucap Tama panjang lebar.
Saat Sherly hendak berbicara tapi sebelum itu,Tama melanjutkan kembali ucapannya.
“Eh iya,kamu tadi pas senyum cantik banget, sering-sering ya senyum ke saya,pasti lama-lama saya jadi diabetes,tapi nggak apa-apa,yang penting bisa lihat senyum kamu itu sudah cukup”Lanjut Tama dengan nada lebay,
seakan sedang menggombal Sherly.
‘ Dih ni orang apaan sih,gila kali ya,gombal banget sih,dasar modus’. batin Sherly kesal.
Karena sudah tak kuat lagi menahan kekesalannya itu,ia pun langsung bangkit dari duduknya.
Tama yang melihat hal itu,ia pun ikut bangkit.
Sedangkan saat ini Alex yang sedang berjalan menghampiri Sherly,dan saat ia telah sampai di hadapan Sherly ia pun hanya diam untuk sejenak.
“Ada apa ini?”ucap Alex secara tiba-tiba saat melihat Sherly yang sedang berdiri dan menghadap ke arah Tama yang juga berdiri menghap ke arah sherly.
Mereka berdua terlihat saling berhadapan dan hanya di batasi oleh sebuah meja panjang.
Sedangkan Sherly yang mendengar ucapan Alex ia merasa kaget.
****
Maaf bila ada salah kata.
Mohon dukungannya🤗
__ADS_1