
Saat sampai,Sherly pun turun dari mobil.
“Apa kamu ingin mampir untuk istirahat sebentar,dan bila perlu akan aku buatkan minuman juga”ucap Sherly berbasa-basi.
“Tidak usah nona,ada hal yang harus saya urus,kalau begitu saya pamit dulu”tolak Fani secara halus.
Sherly yang mendengar itu,ia pun hanya menjawab dengan anggukan.
Tak lama setelah itu,mobil yang di kendarai Fani pun pergi meninggalkan Sherly.
Dan Setelah memastikan mobil yang Fani kendarai tidak terlihat lagi.
Sherly pun mulai melangkah menuju rumahnya.
Ia langsung pun membuka pintu rumah dan melangkah masuk,tetapi saat Sherly hendak melewati ruang tamu,tiba-tiba terdengar sebuah suara yang berhasil menghentikan langkahnya.
“Sherly”panggil Mira
Sherly yang mendengar itu,ia pun menoleh, dilihatnya Mira yang sedang duduk di sebuah sofa,dengan kaki kiri yang menopang kaki kanan.
“Sini kamu!”ucap Mira lagi dengan nada perintah,sambil menggerakkan tangan kanannya,seolah menyuruh Sherly untuk mendekat ke arahnya.
Sherly yang melihat itu,ia pun melangkah mendekat sesuai perintah Mira.
“Ada apa kak?”tanya Sherly langsung.
Tanpa menjawab ucapan Sherly,Mira pun langsung berdiri,dan menghadap ke arah Sherly.
Mira kemudian menatap Sherly dengan tatapan merendahkan,sambil tersenyum sinis kepada Sherly.
“Sherly,kamu dengar baik-baik ucapan kakak...”ucap Mira yang menjeda sejenak ucapannya itu, dilihatnya Sherly yang hanya diam,menunggu apa yang ingin ia katakan.
“Kamu harus jauhi dafa!,karena Dafa hanya milik kakak!!,kamu kan tahu jika kakak gak suka kalau sampai kamu dekat dengan Dafa?”lanjut Mira dengan penuh penekanan, dan menatap tajam ke arah Sherly.
“Iya kak,Sherly pasti jauhin kak dafa”ucap Sherly terdengar sedikit lirih,ia kecewa
karena Sherly pikir kakaknya,ingin berbasa-basi dengan dirinya,dan menanyakan kemana ia pergi,tetapi ternyata kakaknya tidak akan peduli dengan apa yang akan di perbuat oleh dirinya,karena kakaknya hanya peduli terhadap apa yang menjadi miliknya.
Sedangkan Mira ia langsung mengatakan tujuan dirinya memanggil Sherly.
Karena saat itu,pada saat Mira mendapatkan informasi,dari salah satu temannya yang melihat Sherly dan Dafa sedang berbicara di taman,ia pun menjadi sangat marah,dan berniat mencari Sherly,tetapi ternyata Sherly sedang izin dan ia tidak tahu kemana perginya Sherly,oleh karena itu,Mira pun langsung pulang dan menunggu kedatangan Sherly.
Dan saat Mira melihat wajah Sherly yang kecewa,ia pun berpikir kalau Sherly kecewa karena tidak bisa mendekati Dafa.
“Bohong!,kamu pasti suka kan sama dafa?, jangan berlagak seolah kamu tidak suka, padahal sebenarnya kamu suka,iya kan? ”tanya Mira dengan suara sedikit membentak,dan tidak percaya akan ucapan Sherly tadi.
“Nggak kak!,Sherly gak mungkin ngerebut kak dafa dari kakak!,Sherly juga hanya anggap kak dafa itu seperti seorang kakak bagi Sherly,dan nggak lebih dari itu,lagi pula Sherly juga gak suka sama kak dafa”ucap Sherly mencoba meyakinkan Mira bahwa ia tidak mungkin merebut sesuatu milik kakaknya sendiri.
Sherly tidak ingin kakaknya salah paham terhadap dirinya.
“Ha..ha..ha..”tiba-tiba Mira tertawa mengejek terhadap
__ADS_1
Sherly.
“Mana ada maling ngaku?!”lanjut Mira,ia berkata sambil menggerakkan tangan kanan nya,seakan mengatakan bahwa dirinya tidak percaya dengan perkataan Sherly.
Mira melangkahkan sedikit kakinya ke depan,
agar lebih dekat dengan Sherly.
“Dengar baik-baik!,kalau sampai saya
melihat kamu,dan Dafa sedang berduaan di belakang saya,awas!!!,kamu pasti tahu apa yang akan saya lakukan ke kamu?” ucap Mira dengan penuh ancaman,ia berkata tepat di telinga Sherly.
“Baik”hanya itu yang dapat Sherly katakan,ia tak ingin memperpanjang masalah.
karena Sherly tahu,jika pun ia menjelaskan, kakaknya itu tak akan pernah percaya.
“Kalau begitu Sherly ke kamar dulu kak”pamit Sherly.
Tapi sebelum Sherly melangkah,tiba-tiba Mira mencengkram dan menarik tangannya dengan erat.
Sherly yang diperlukan seperti itu,ia pun sedikit meringis.
Lalu Sherly pun mengangkat kepalanya dan menatap ke arah mira “sakit kak”ucap Sherly.
“Mau kemana kamu?!,kakak belum selesai bicara sama kamu,jadi jangan coba-coba untuk lari dari masalah ini!!”ucap Mira dengan tegas.
”Tapi tolong lepasin tangan Sherly dulu kakak”pinta Sherly
Sherly hanya mampu memohon agar kakaknya melepaskan cengkeramannya itu, karena ia tidak berani memberontak,jika pun ia memberontak maka kakaknya akan lebih marah terhadapnya.
Sherly yang melihat itu,ia pun sempat berfikir bahwa kakaknya kasihan terhadap dirinya dan melepas cengkraman itu.
'Tidak apalah walau cuma kasihan,tapi semoga suatu saat kakak bisa sayang sama aku'pikir Sherly sambil tersenyum penuh harap.
Tetapi ternyata pikiran Sherly salah,Mira melepaskan cengkraman itu karena ada seseorang yang sedang mendekat ke arah mereka berdua.
Saat Sherly sadar bahwa pemikiran Sherly
salah,Sherly merasa sedikit kecewa,.
Sekarang Sherly sadar bahwa Mira tidak akan pernah merasa iba terhadapnya,meski ia memohon sekali pun.
Roy orang yang sedang melangkah mendekati mereka berdua saat ini.
Dan saat Roy telah sampai di hadapan mereka,Mira pun merubah ekspresinya,ia pun tersenyum sambil menatap Sherly lembut
seolah-olah ia sangat menyayangi Sherly.
“Sayang”panggil Roy,entah untuk siapa panggilan sayangnya itu,hanya Roy yang tahu.
“Eh ayah,ada apa kesini?”ucap Mira sambil menatap kearah Roy,dengan ekspresi yang terlihat terkejut.
__ADS_1
Padahal Sherly tahu jika Mira sudah menyadari akan kedatangan Roy sebelum ia sempat menyadarinya.
‘kakak memang hebat!!! ’batin Sherly mengomentari akting Mira,entah itu sebuah pujian atau hinaan,hanya Sherly yang mengetahuinya.
“Kalian sedang apa disini?,tadi ayah lihat dari jauh kalau kalian seperti sedang mengobrol,memangnya apa yang sedang kalian membicarakan?”tanya Roy kepada Mira.
“Nggak ada apa-apa ayah,ini hanya urusan anak muda,biasa lah,ayah pasti tahu,ayah kan pernah muda dulu”ucap Mira cepat,Mira berkata dengan nada yang terdengar misterius,tetapi bagi Roy itu adalah sebuah
candaan belaka.
Kemudian selesai Mira mengatakan itu,Roy dan Mira tiba-tiba tertawa secara bersama-sama.
Sedangkan Sherly yang melihat itu,ia hanya diam dengan kedua tangan mengepal erat.
Karena Sherly benar-benar tak tahu harus merespon seperti apa.
Perasaan Sherly saat ini campur aduk,antara marah dan sedih bercampur menjadi satu.
‘Sherly kamu harus kuat!,jangan sampai menangis atau pun marah di depan kak Mira dan ayah!!’batin Sherly meyakinkan dirinya untuk menjadi anak yang kuat dan tidak lemah.
Sherly juga berusaha untuk tidak meluapkan emosinya itu.
Mira yang melihat ekspresi Sherly saat ini,ia tersenyum bahagia dalam hatinya.
“Senyum dong Sherly!”ucap Mira tiba-tiba sambil menepuk pundak Sherly pelan,seakan ia sedang meledek terhadap Sherly.
“Iya kak”jawab Sherly dengan cepat,agar suaranya tidak bergetar.
Kemudian Sherly pun sedikit tersenyum walau terpaksa.
“Oh iya,aku lupa”ucap Mira tiba-tiba,saat ia telah puas tertawa dengan ayahnya,ia berkata sambil menepuk jidatnya pelan,seolah ia memang benar-benar telah melupakan sesuatu.
“Ada apa nak?” tanya Roy Roy langsung kepada Mira.
“Aku ada urusan penting yah,kayaknya aku gak bisa lama-lama disini,maaf banget ya yah”ucap Mira sambil mengetu-ngetuk pelan jidatnya,dan itu terlihat nyata seakan ia telah mengingat sesuatu yang sempat iya lupakan.
“Kalau begitu Mira duluan yah,maaf gak bisa ngobrol lama-lama,dah” lanjut Mira menoleh sambil ke arah ayahnya,sebelum roy sempat menjawab.
Mira pun langsung berlari dengan tergesa- gesa,dan dengan sengaja menyenggol Sherly.
Sherly yang di perlakukan seperti itu,beruntung nya ia tidak terjatuh,dan hanya mundur beberapa langkah saha.
“Maaf,aku gak sengaja”ucap Mira seakan ia memang tidak sengaja menabrak Sherly,Mira meminta maaf kepada Sherly sambil berteriak,dan berlari tanpa menghentikan langkahnnya,seakan Mira memang sedang terburu-buru,dan itu membuat Roy percaya.
Sedangkan Sherly tahu bahwa Mira sengaja melakukan itu kepadanya,tetapi ia tidak berani mengatakan itu kepada ayahnya.
'Walupun aku tahu jika kakak melakukan itu dengan sengaja,dan aku ingin mengatakan itu pada ayah,tapi mana mungkin ayah akan percaya dengan apa yang akan aku katakan'pikir Sherly,ia hanya dapat diam atas perlakuan Mira terhadapnya.
Roy yang melihat perlakuan Mira itu,ia pun hanya dapat mengeleng-geleng kepala,karena menurut Roy itu merupakan hal yang lucu.
Saat melihat jika punggung Mira sudah tidak terlihat lagi,Roy pun langsung menoleh ke arah Sherly.
__ADS_1
“Ikuti ayah Sherly!,ayah ingin bicara sama kamu”ucap Roy sambil menatap ke arah Sherly.
Tanpa menunggu jawaban Sherly,Roy pun langsung berjalan pergi,karena menurut Roy,ia tidak butuh jawaban dari Sherly,yang hanya ia butuhkan adalah Sherly menerima ucapannya tanpa perlawanan atau penolakan.