ISTRIKU TERSAYANG

ISTRIKU TERSAYANG
Season 2 (Eps.15)


__ADS_3

Fani yang mendengar ucapan Sherly itu,ia pun sedikit tersentak kaget.Tapi meski begitu Fani tak langsung menghentikan mobilnya,karena ia memelankan laju mobilnya,baru setelah itu Fani menghentikan mobilnya.


“Maaf nona,saya tidak bisa menghentikan mobil ini secara mendadak,karena keselamatan anda itu lebih penting”ucap Fani mengungkapkan alasannya itu.


Sherly yang tidak terlalu mendengar ucapan Fani,karena kini matanya masih menatap ke arah seseorang melalui kaca yang sedikit terbuka.


“Mundur!”ucap Sherly pelan,dengan nada terdengar seperti perintah perintah.


Fani yang mendengar itu,ia langsung memundurkan mobilnya dengan hati-hati.


“Stop,di sini saja”ucap Sherly yang membuat Fani menghentikan mobilnya itu.


Dan tanpa menunggu respon Fani,saat mobil berhenti Sherly langsung keluar dari dalam mobil.


“Kamu tunggu di sini,aku ada urusan penting”ucap Sherly saat pintu mobil telah di tutup.


Fani yang sedikit mendengar ucapan Sherly itu,ia pun hanya diam.Fani tak tahu harus apa,ia ingin ikut untuk menjaga Sherly,tapi karena Sherly memerintahkan dirinya untuk diam,maka ia pun hanya diam.


Walaupun Fani tahu jika selain dirinya ada Bagas yang juga mengawasi Sherly dari jarak jauh,tapi ia masih juga tak tenang untuk diam saja.


“Sebentar saja,beri waktu seperti yang nona ingin kan”ucap Fani pada dirinya sendiri,seakan ia akan diam sesuai permintaan Sherly,tapi ia akan diam hanya untuk sejenak.


Sementara Sherly yang saat ini telah berjalan menjauh dari mobil,ia pun langsung berjalan menuju kerumunan.


“Kemana?”tanya Sherly pada dirinya sendiri saat ia tidak melihat orang yang dicarinya itu.


“Tadi benar kok ada di sini,tapi di mana ya?”gumam Sherly yang terlihat bingung.


Sherly pun terus berjalan menyusuri kerumunan,ia terus berjalan dengan kepala yang ia arahkan ke arah kanan,kiri,belakang atau pun depan,tetapi ia masih tidak menemukan orang itu.Seakan tak ingin menyerah,Sherly terus mencari hingga tak lama ia merasa lelah.


Sherly yang tak kunjung menemukan orang yang dicarinya itu,ia pun memilih untuk duduk di kursi yang ada di hadapannya.


Sherly duduk di kursi panjang bercat coklat.


“Kemana?,kemana aku harus mencarinya?”


ucap Sherly dengan raut wajah yang terlihat sedikit sedih.


Sherly merasa seakan rasa rindu yang selama ini ia tampung itu meluap,ia rindu orang itu,ia rindu pelukan orang itu,ia juga rindu senyuman dari orang itu.

__ADS_1


Orang itu adalah seorang wanita,wanita yang sangat Sherly rindukan setiap hari.


Sherly selalu bertanya-tanya kemana wanita itu selama ini?.


Wanita itu....


Wanita kuat yang menurut Sherly adalah orang yang paling hebat,wanita yang telah memberinya kehidupan.


Yaitu ibunya.


Ya! Sherly baru saja melihat dari jarak lumayan jauh,ia melihat seorang wanita yang mirip ibunya,atau lebih tepatnya itu mungkin memang ibunya.


Wanita itu tadi masih ada,ia sedang berjalan diantara kerumunan saat Sherly tadi masih di dalam mobil.Dan karena Sherly sangat mengenal wanita itu,ia seakan hanya terpaku pada wanita itu meski banyak orang yang tadi berlalu lalang.Tapi pada saat ia menoleh ke arah Fani untuk waktu sejenak,tiba-tiba wanita itu menghilangkan.


“Nona”ucap seorang wanita yang tiba-tiba menepuk bahu Sherly dengan pelan.


Sherly yang merasakan tepukan dibahunya itu.Ia yang sedang menunduk itu langsung mendongakkan kepalanya,dan menatap ke arah atas.


“Fani”itulah kata yang pertama Sherly ucapkan saat melihat wanita yang baru saja menepuk bahunya tadi.


“Maaf,saya terpaksa menyusul anda,karena anda telah keluar dari dalam mobil cukup lama.Saya tahu jika Bagas juga sedang menjaga dan mengawasi anda dari jauh,tapi saya masih merasa tidak tenang jika saya belum melihat anda secara langsung.Saya hanya ingin memastikan jika anda sedang dalam keadaan baik-baik saja”ucap Fani panjang lebar.


“Kamu sudah melakukan tugas kamu dengan baik”ucap Sherly dengan nada memuji,ia bangkit dari duduknya saat mengatakan itu.


“Ayo,aku ingat jika Bella masih menunggu kedatangan kita”ucap Sherly saat ingat akan janjinya dengan Bella.


“Pasti ia saat ini sedang kesal dan marah karena menunggu terlalu lama”gumam Sherly yang merasa sedikit bersalah.


Kemudian setelah itu mereka pun berjalan menuju mobil.


........


Saat ini Fani yang sudah memarkirkan mobilnya itu,ia pun langsung turun dan membukakan pintu untuk Sherly.


Tempat yang Sherly datangi itu adalah sebuah restoran elit.Sherly memang sengaja memesan sebuah ruangan yang ada di restoran itu agar lebih nyaman.


Tak lama setelah Sherly melangkah,akhirnya ia sampai di sebuah ruangan yang ia pesan.


“Akhirnya kamu sampai juga,aku kira kamu nggak akan datang”ucap Bella dengan nada yang terdengar sedikit menyindir di telinga Sherly.

__ADS_1


“Bel,maaf”ucap Sherly dengan nada yang terdengar sedikit bersalah,ia berkata sambil melangkah masuk.


Sedangkan Fani yang melihat itu,ia memilih untuk menunggu di depan pintu ruangan yang Sherly pesan.


“Maaf?,kamu bilang maaf itu gampang,aku yang sudah nunggu kamu dari tadi,hampir satu jam aku tungguin kamu,dan rasanya kaki aku kram tahu”ucap Bella dengan mendengus kesal.


“Iya aku tahu aku salah,aku minta maaf,kalau kamu masih marah,kamu ingin aku ngelakuin apa supaya kamu nggak marah?”ucap Sherly yang membuat Bella menghela nafas panjang.


“Maaf mungkin aku terlalu emosional”ucap Bella yang seperti nya memiliki banyak masalah,tapi pada saat ia melihat jika Sherly seperti nya juga memiliki masalah,akhirnya ia pun penasaran.


“Kamu kenapa?,ada masalah?”ucap Bella perhatian.


Sherly yang mendengar itu,akhirnya ia memilih cerita tentang apa yang baru saja ia alami dan apa saja yang ia alami selama satu tahun ini tentang ibunya.


Bella yang mendengar cerita Sherly itu,ia pun merasa bersalah karena telah marah pada Sherly yang menurutnya itu berlebihan.


“Maaf,aku nggak tahu tentang masalah kamu”ucap Bella pada Sherly.


“Nggak masalah,aku tahu kamu berkata seperti itu karena banyak masalah”ucap Sherly berusaha mengerti.


“Jadi selama satu tahun kamu di tempat itu,kamu tidak pernah berhubungan kontak atau mendengar suara ibu kamu melalui telepon?”tanya Bella yang seolah tahu jika Sherly khawatir padanya tentang masalahnya,tapi ia lebih memilih untuk membahas masalah Sherly.


“Kurang lebih begitu”jawab Sherly singkat.


“Kamu nggak tahu ibu kamu kemana?”tanya Bella lagi.


“Nggak,aku juga sudah minta bantuan pada suamiku untuk mencari tahu tentang keberadaan ibu”ucap Sherly menjelaskan.


“Oh begitu,yang sabar ya sher,semoga ibu kamu cepat ketemu.Nanti aku juga bakal minta bantuan sama Bara untuk mencari keberadaan ibu kamu”ucap Bella dengan nada menenangkan.


“Terima kasih”ucap Sherly sambil tersenyum senang mendengar ucapan Bella tadi.


*****


Waktu itu author sempat baca komentar,katanya ada yang minta perbanyak adegan romantis antar Alex dan Sherly.


Dan author akan usahakan itu semaksimal mungkin,sambil menyusun konflik secara perlahan-lahan.


Jadi mohon bersabar.

__ADS_1


Semoga author nggak mengecewakan kalian semua.


__ADS_2