ISTRIKU TERSAYANG

ISTRIKU TERSAYANG
Season 2 (Eps.9)


__ADS_3

Sesampainya di mansion.


Sherly pun langsung melangkah kan kakinya menuju pintu mansion.


Dan seperti biasa,Rani yang seolah tahu jika


Sherly sudah datang,ia pun langsung membuka kan pintu dan mempersilahkan Sherly masuk.


“Apakah anda sudah makan nyonya?,jika belum akan saya buatkan makanan untuk anda”ucap Rani menawarkan.Ia akan mengatakan hal yang sama saat Sherly pulang dari tempatnya mengajar,yaitu menawarkan Sherly untuk makan.


“Tidak perlu,kebetulan hari ini aku baru saja membeli cemilan di supermarket sebelum aku pulang tadi”ucap Sherly memberitahu.


“Tapi itu sesuatu hal yang berbeda nyonya,dan mungkin cemilan tidak akan membuat anda kenyang”ucap Rani lagi dengan nada yang lebih sopan.


“Tidak apa-apa,aku akan makan setelah siang saja.Itung-itung makan siang”balas Sherly seolah menolak halus tawaran Rani.


“Jika itu keinginan anda,saya tidak bisa memaksa.Kalau begitu saya permisi dulu nyonya”ucap Rani yang langsung di jawab anggukan oleh Sherly.


Sherly yang melihat Rani berjalan menjauh darinya,ia pun langsung melangkah kan kembali kakinya,dan menaiki beberapa anak tangga hingga sampai ke kamarnya.


Di kamar.


Sherly kini sedang duduk di sofa yang ada di kamarnya.Ia hanya diam seolah sedang mengistirahatkan kakinya yang terasa pegal setelah berjalan cukup jauh.


“Capek juga ternyata”ucap Sherly pada dirinya sendiri sambil melepaskan sepatu yang ia pakai.


Saat Sherly merasa jika rasa pegalnya mulai berkurang,ia pun langsung bangkit dari tempat duduknya dan berjalan menuju kamar mandi.


Tak lama kemudian,Sherly pun keluar dari kamar mandi dengan mengenakan pakaian lengkap yang telah di sediakan oleh Rani tadi,karena hal itu merupakan rutinitas Rani agar Sherly tak perlu repot untuk mengambil pakaian di lemari.


Sherly kembali mendudukkan dirinya di sofa,ia pun mulai mengeringkan rambutnya menggunakan handuk kecil yang Sherly bawa tadi.Tapi tiba-tiba aktifitas terhenti saat ia mengingat masalah Bella.


“Kasihan juga Bella...,aku nggak menyangka jika ia sedang menghadapi masalah serumit ini.Tapi meski begitu aku merasa senang, karena setidaknya dia mau cerita sama aku,dan semoga saja setelah ini ia akan merasa beban di kepalanya sedikit berkurang”gumam Sherly pelan.


Dan setelah berkata seperti itu,Sherly pun langsung mengambil ponselnya dan menelpon Bella.


“Hallo bel”ucap Sherly memulai pembicaraan.


“Iya,kenapa Sher?”jawab Bella diakhiri pertanyaan.


“Kamu sudah sampai di rumah?”tanya Sherly mengungkapkan tujuannya menelepon.


“Sudah,duh perhatian banget kamu ini,kan aku jadi sayang jadinya.Bagaiman kalau kita menikah saja sher?,kamu itu tipe aku banget”ucap Bella dengan diakhiri sebuah pertanyaan yang bermaksud candaan.

__ADS_1


“Gila kamu bel!,aku ini sudah menikah,


lagipula aku ini masih normal”ucap Sherly pada Bella.


“Becanda sher,kamu ini nggak asik banget sih”ucap Bella dengan diakhiri kekehannya.


“Oh,aku pikir kamu nggak normal”ucap Sherly yang merasa senang jika Bella sudah mulai hangat kembali seperti dulu.


“Ya nggak lah,aku juga masih normal.Aku masih suka laki-laki,apalagi laki-laki tampan yang tampannya kayak artis”ucap Bella yang terdengar seperti sedang membayangkan.


“Bukannya Bara juga tampan ya?,nggak kalah tampan dengan artis juga kok”ucap Sherly sedikit meledek ke arah Bella.


“Issh,kenapa harus di ingetin sih,jadi nggak mood kan,padahal aku ini lagi kesal sama dia”ucap Bella dengan nada sedikit menggerutu.


“Kenapa?,ada masalah apa?”tanya Sherly yang terdengar kepo,atau lebih tepatnya ingin tahu.


“Masa pas tadi kita janjian untuk makan di restoran,terus aku lihat ada cewe berusaha dekatin dia,tapi dia nya itu nggak peka kalau si cewe itu sedang berusaha untuk akrab dengannya.Dan akhirnya setiap cewe itu bertanya dia akan jawab,walau terdengar singkat sih,tapi tetap aja aku kesal!”ucap Bella sedikit menggerutu.


“Cie,udah mulai cemburu nih”ledek Sherly.


“Ah Sherly!,kamu malah ngeledek aku”ucap Bella dengan sedikit kesal dan terdengar menggerutu.


“Ya sudah bel aku tutup teleponnya dulu,udah waktu makan siang nih”ucap Sherly yang sadar jika sudah waktunya makan siang.


Kemudian setelah itu,panggilan pun berakhir.


Sherly yang tahu jika Bella kini sedang dalam keadaan baik-baik aja,ia pun langsung menghela nafas lega.Tapi sebelum ia merasa benar-benar lega,tiba-tiba ia mendengar suara deheman.


“Ekhmm”terdengar suara deheman yang terasa familiar di telinga Sherly.


Sherly yang mendengar itu,ia pun langsung menatap ke arah alex.Dan saat ia melihat tatapan Alex itu,tiba-tiba bulu kuduknya sedikit meremang entah karena apa.


“Memuji ketampanan laki-laki lain ya”ucap Alex terdengar sarkas di telinga Sherly.


“He..he..Lexi,sejak kapan kamu datang?”tanya Sherly dengan sedikit cengengesan.


“Sejak kapan?,sejak kamu menelepon sahabat kamu.Dan aku dengar ada seseorang yang memuji ketampanan laki-laki lain,selain suaminya sendiri”ucap Alex dengan sedikit datar,tapi juga sarkas.


“Ah,nggak kok,bukan kayak gitu”jawab Sherly berusaha mengelak.


Sherly merasa sedikit takut saat melihat wajah Alex yang terlihat datar,karena sedang marah,atau lebih tepatnya cemburu.


“Coba katakan mana yang lebih tampan antara aku dan laki-laki yang kamu puji tadi”ucap Alex yang berkata sambil menatap ke arah Sherly,dengan langkah kaki semakin mendekat ke tempat Sherly.

__ADS_1


Sherly yang mendengar itu,ia pun hanya bisa diam karena entah kenapa tubuhnya kaku,ia seakan ingin lari saat melihat tatapan intimidasi dari Alex.


“Kenapa hanya diam?.Coba katakan siapa yang lebih tampan,aku atau laki-laki!”ucap Alex dengan sedikit penekanan diakhir kalimat.


Lagi-lagi Sherly hanya diam tidak tahu harus merespon seperti apa.Dan tanpa di duga Alex langsung mencium bibir Sherly.


“Cup”Sherly kaget saat Alex menciumnya tanpa permisi.


Sementara Alex yang melihat Sherly hanya diam,ia pun langsung ******* bibir Sherly dan menciumnya dengan semakin dalam.


Saat cukup lama mereka berciuman,Alex tak juga melepaskan pangutannya itu.Dan pada saat Sherly memukul bahu Alex dengan lumayan keras,karena merasa jika ia sudah benar-benar kehabisan oksigen.Baru setelah itu Alex melepaskan pangutannya itu dari bibir Sherly.


“Ini hukuman untuk kamu”ucap Alex yang entah itu hukuman karena Sherly yang dari tadi hanya diam,atau karena Sherly yang sudah berani memuji ketampanan orang lain selain dirinya.


Sedangkan Sherly yang mendengar itu,ia tidak terlalu mempedulikan ucapan Alex,karena saat ini ia sedang berusaha untuk mengambil nafas sebanyak mungkin untuk mengisi oksigen di paru-paru nya.


“Suruh siapa kamu tatap aku segitunya,aku kan jadi takut dan tak tahu harus ngomong apa”ucap Sherly setelah nafasnya mulai stabil,ia berkata dengan nada sedikit kesal terhadap Alex.


“Tinggal katakan saja aku atau dia yang lebih tampan”ucap Alex lagi dengan nada santainya tapi masih terdengar datar karena cemburu.


Sherly yang mendengar itu,ia pun tidak tahu harus berkata apa.Jujur Sherly ingin mengatakan jika Alex lebih tampan dibandingkan dengan Bara,tapi ia takut jika itu hanya menurut pendapatnya saja yang kini sedang jatuh cinta pada Alex.Lagipula Sherly sedikit malu untuk mengatakan hal itu.


“Kamu...,kamu lebih tampan dibandingkan Bara”ucap Sherly pada akhirnya,dengan wajah sedikit merona karena malu.


Alex yang mendengar itu,ia pun langsung tersenyum puas,karena baginya pujian Sherly lebih penting dibandingkan pujian wanita-wanita yang tergila-gila padanya.


Seandainya Sherly tahu jika sudut pandang orang itu sama dengan pendapat nya,karena Alex lebih tampan dibandingkan dengan Bara,dengan rahang yang tegas,mata yang tajam,serta hidung yang mancung,mungkin hal itu akan membuat wanita menjerit tak tertahan saat melihatnya.Tapi meski begitu Bara juga sangat tampan,hanya saja wajahnya terlihat sedikit macho dan dewasa.


“Nah gitu dong,tinggal jawab aja apa susahnya sih”ucap Alex bangkit dari duduknya.


Alex langsung mengambil handuk kecil dari tangan Sherly,dan membantu Sherly untuk mengeringkan rambutnya menggunakan handuk kecil tadi.


“Kenapa kamu nggak menggunakan hairdryer untuk mengeringkan rambut?”tanya Alex sambil menggesek-gesekkan rambut Sherly menggunakan handuk.


“Ya nggak apa-apa,cuman aku takut jika keseringan pakai itu,nanti rambut aku akan bercabang dan rusak”jawab Sherly.


“Sini biar aku saja yang keringkan”ucap Sherly lagi dan hendak mengambil handuk dari tangan Alex.


“Tak masalah,biar aku saja”jawab Alex cepat.


*****


Maaf kemarin nggak up karena ada halangan.

__ADS_1


Tapi sekarang author akan up dua bab kok.


__ADS_2