
“Ya ampun sher,kami nggak merasa terbebani kok,kita sebagai sahabat kamu malah senang,jika kamu cerita ke kita,berarti kamu sudah anggap kita sahabat kamu”ucap Bella menjelaskan.
“Terima kasih bel”ucap Sherly senang,setelah itu,Sherly pun langsung memeluk Bella dengan erat,dan Bella pun ikut memeluk Sherly dengan erat.
“Dih,kok aku nggak ikut”ucap citra hendak memeluk Sherly
Tapi sebelum itu,Bella angkat suara dan menghentikan citra yang hendak memeluk Sherly.
“Jangan!,dih jorok kamu cit,cuci tangan dulu sana!”ucap Bella,saat ia etlah melepaskan pelukannya dengan Sherly.
“Dih nggak adil banget sih”gerutu citra tak terima
Citra pun melihat tangannya yang sedikit kotor,akhirnya ia pun memilih untuk tidak memeluk Sherly.
“Ya sudah yuk bangun,sebentar lagi kita bakal pulang”ucap Sherly mengingatkan.
Setelah itu,ketiga sahabat itu pun berjalan pergi meninggalkan taman.
Sementara itu di tempat lain,saat ini Alex sedang duduk di kursi ke besaran miliknya,ia saat ini sedang berada di perusahaan miliknya.
Dan di dalam ruangan Alex juga terdapat Doni yang saat ini sedang berjalan menghampiri Alex.
“Bagaiman?,apakah hari ini ada jadwal meeting?”tanya Alex sambil menatap ke arah Doni
“Hari ini sepertinya tidak ada tuan”jawab Doni saat ia telah sampai di hadapan Alex.
Alex yang mendengar itu,ia pun melihat jam yang ada di pergelangan tangannya itu.
“Ya sudah ayo kita pulang,sebentar lagi Lili juga akan pulang”ucap Alex,sambil bangkit dari duduknya.
Doni yang mendengar itu,ia hanya mengangguk,dan setelah itu mereka berdua pun berjalan keluar dari ruangan milik Alex.
Sementara saat ini Sherly yang sedang berdiri di depan gerbang dan menunggu ke datangan Fani,ia pun hanya diam,tapi tak lama setelah itu,sebuah mobil berhenti di hadapan Sherly.
Sherly yang melihat itu,ia pun berjalan mendekat ke arah mobil tersebut,karena ia tahu mobil tersebut adalah milik sahabatnya citra.
“Sherly kamu pulangnya bareng kami aja”ajak Citra saat kaca mobil ia turunkan,sehingga Sherly dapat melihat wajah Citra.
“Hmm,gimana ya?,ya udah deh aku ikut,tapi tunggu sebentar,aku mau kasih tahu seseorang dulu”ucap Sherly menjelaskan
Setelah itu,Sherly pun mengambil handphone yang ada di tasnya,ia pun menyalakan handphone miliknya itu,dan mengirim SMS kepada Fani,yang mengatakan jika ia akan pulang bersama sahabat-sahabatnya
Setelah itu,Sherly pun langsung masuk ke dalam mobil.
Dan tak lama setelah itu,mobil tersebut pun berjalan meniggalkan gedung universitas tempat mereka kuliah.
Setelah cukup jauh menempuh perjalanan,
__ADS_1
akhirnya mobil Citra pun sampai di mansion milik Alex.
“Beneran ini mansionnya,bagus banget sher”ucap cita dengan nada lebaynya.
“Dasa lebay banget kamu cit”ledek Bella.
Sebenarnya Bella juga merasa kagum akan mansion Alex,tapi ia tetap bersikap biasa saja.
“Ya sudah aku turun ya?!,kalian ingin mampir dulu ngga?”ucap Sherly menawarkan
“Aku sih ingin,tapi sayangnya aku masih memiliki sesuatu yang harus aku urus”ucap citra dengan wajah yang terlihat sedih.
“Sudah lah cit,lebay banget kamu tuh,nanti juga kapan-kapan kita bisa mampir”ucap Bella menimpali.
Setelah itu,Sherly pun langsung membuka pintu mobil,ia pun keluar dari dalam mobil
Dan tak lama setelah Sherly turun,mobil yang di kendarai citra pun berjalan pergi.
Sherly yang melihat itu,ia pun masuk ke dalam gerbang mansion,dan Sherly pun terus berjalan hingga ia sampai di depan pintu mansion,dan saat Sherly hendak mengetuk pintu,tapi sebelum itu,pintu mansion pun telah di buka oleh Rani.
“Terima kasih”ucap Sherly,saat Rani telah membuka kan pintu untuknya.
Sedangkan Rani yang mendengar itu,ia pun hanya menjawab dengan senyuman.
Sherly pun berjalan memasuki mansion,dan ia pun berjalan melewati beberapa anak tangga,dan tak lama ia pun sampai di depan pintu kamarnya.
“Eh kamu sudah pulang,ya sudah sana kamu mandi dulu!,kamu pasti lapar biar aku ambilkan makanan buat kamu”ucap Alex sambil berjalan melewati Sherly.
Sedangkan Sherly yang mendengar itu,ia pun hanya mengangguk,Sherly pun menaruh tas miliknya di sofa
Kemudian Sherly pun berjalan ke kamar mandi,setelah sampai Sherly pun langsung masuk,dan ia pun berniat untuk membersihkan tubuhnya itu.
Tak lama setelah itu,Sherly keluar dengan mengenakan pakaian lengkap.
Sherly pun berjalan menuju sofa,kemudian ia pun duduk di sofa.
‘Duh kok perut aku sakit ya’.batin Sherly sambil memegang perutnya.
Dan tak lama Alex pun masuk dengan membawa makanan dan minuman untuk Sherly
“Kamu kenapa?”tanya Alex khawatir.
Setelah itu,Alex pun langsung duduk di samping Sherly
“Nggak apa-apa kok,mungkin aku hanya lapar”jawab Sherly .
“Ya sudah kalau begitu aku suapin kamu makan nya”ucap Alex.
__ADS_1
Dan tanpa basa-basi,Alex pun langsung menyuapi Sherly dengan telaten dan hati-hati.
Tak lama Sherly pun telah menghabiskan makanannya iyu.
Dan secara tiba-tiba Sherly pun bangkit dari duduknya.
“Kamu mau kemana?”tanya Alex.
“Aku mau ke kamar mandi”jawab Sherly.
Setelah itu Sherly pun berjalan hendak ke kamar mandi,tapi tiba-tiba suara Alex menghentikan langkahnya
“Sherly”panggil Alex.
Sherly yang mendengar itu,ia pun berbalik dan menatap ke arah Alex.
“Kok celana kamu berdarah?”tanya Alex.
Sherly yang mendengar itu,ia pun memegang celana nya,dan ternyata benar.
‘Duh sekarangkan waktunya datang bulan’.batin Sherly.
Setelah itu,Sherly pun langsung masuk ke kamar mandi dengan secara terburu-buru.
Alex yang melihat itu,ia pun langsung bangkit dari duduknya,dan berjalan ke kamar mandi.
" Tok tok tok " Alex mengetuk pintu kamar mandi beberapa kali.
Setelah itu,pintu kamar mandi pun sedikit terbuka,dan Alex pun dapat melihat kepala Sherly yang muncul di balik pintu.
“Kamu datang bulan ya?”tanya Alex.
“Ha?”balas Sherly.
Sherly tak menyangkan jika Alex tahu jika dirinya sedang datang bulan.
Padahal semenjak Alex telah mengungkapkan perasaannya terhadap Sherly,Alex selalu belajar artikel tentang wanita.
Alex benar-benar berniat untuk menjadi orang yang dapat mengerti Sherly
“Iya kamu lagi haid kan”ucap Alex menegaskan.
“Iya”jawab Sherly merasa sedikit malu,saat ia mengatakan itu
‘Duh aku lupa beli pembalut lagi,gimana sih kamu sher,kenapa kamu bisa lupa begini’. batin Sherly merutuki dirinya sendiri.
“Ehm...,bisa minta tolong nggak,tolong minta Rani untuk beli pembalut buat aku”ucap Sherly dengan wajah tertunduk karena malu.
__ADS_1