ISTRIKU TERSAYANG

ISTRIKU TERSAYANG
EPISODE 134


__ADS_3

Dan saat ini mereka yang hanya diam, tiba-tiba perhatiannya teralihkan kearah Bagas yang terlihat lemas karena lumayan banyak darah yang keluar dari perutnya.


Dan sebelum ambruk,Bagas dengan cepat angkat suara.


“Nyonya,sebaiknya anda secepatnya mencari tempat aman untuk sembunyi"ucap Bagas pada Sherly.


Setelah itu,Bagas benar-benar ambruk.


Sherly dan Bella yang melihat itu,mereka pun berteriak meminta tolong,sambil melihat kearah sekitar yang terlihat sangat sepi.


Setelah cukup lama minta tolong, akhirnya ada seseorang perempuan yang memakai pakaian dokter menghampiri mereka.


“Apa bisa saya membantu anda?,kebetulan saya seorang dokter”ucap dokter itu.


Sherly yang mendengar itu,ia langsung mengangguk.


Setelah itu,dokter itu pun membawa Bagas dan yang lainnya ke sebuah klinik yang lumayan dekat.


Dan saat ini,Sherly,Bella,dan Bagas telah berada di klinik itu.


Tiba-tiba dokter itu,keluar dari sebuah ruangan.


Rupanya ruangan itu adalah tempat dimana Bagas dirawat.


“Apa anda keluarganya?”tanya dokter itu sambil menatap kearah Sherly dan Bella bergantian.


“Bagaimana keadaannya dok?”tanya Sherly langsung,tanpa menjawab ucapan dokter itu.


“kondisinya baik-baik saja,itu karena ketahanan tubuhnya yang cukup kuat, dan untungnya luka tersebut tidak berbahaya,jadi mungkin saja besok dia akan langsung siuman,tapi saat ini dia sedang beristirahat jadi harap tidak ada yang mengganggunya saat ini”ucap dokter itu menjelaskan.


Sherly dan Bella yang mendengar itu,mereka pun hanya menjawab dengan anggukan tanda mengerti.


“kalau begitu saya kembali keruangan saya”lanjut dokter itu,sambil tersenyum ke arah Sherly dan Bella.


Sedangkan Sherly dan Bella hanya menjawab dengan anggukan kepala.


Setelah itu,dokter perempuan tersebut langsung berjalan pergi meninggalkan Sherly dan Bella.


Dan suasana diantara mereka cukup lama hening,tapi setelah itu Sherly langsung angkat suara.


“Gimana bel dengan keadaan Citra saat ini,aku merasa khawatir banget sama dia”ucap Sherly memulai pembicaraan.


“Sama,aku juga khawatir banget,tapi kita bisa apa sher?”jawab Bella dengan sedikit putus asa.


“Kalau begitu kita langsung cari Citra sekarang”ajak Sherly.


“Jangan!”ucap Bella menolak halus ajakan Sherly.

__ADS_1


“Kenapa?,apa kamu nggak khawatir sama Citra?,dia kan sahabat kita”tanya Sherly langsung.


“Apa kamu nggak dengar ucapan terakhir Bagas sebelum ia tak sadarkan diri?”tanya Bella kepada Sherly.


Sherly yang mendengar itu,ia pun hanya diam,tidak tahu harus menjawab seperti apa.


Sedangkan Bella yang melihat keterbungkaman Sherly itu,ia pun kembali angkat suara.


“Aku tahu kamu khawatir sama Citra,dan aku juga khawatir sama dia,tapi kita nggak boleh gegabah sher,bukannya


Bagas menyuruh kamu untuk sembunyi,dan itu menandakan jika nyawa kamu dalam bahaya,jadi lebih baik kita sembunyi di sini untuk sementara waktu,kita tunggu saja sampai Bagas siuman”ucap Bella menjelaskan.


“Tapi apakah di sini aman?”tanya Sherly lagi.


“Aku yakin tempat ini aman untuk sementara waktu,apa kamu tidak lihat,jika jalan yang kita lalui untuk sampai ke sini itu lumayan sempit dan sulit di lalui oleh kendaraan,apalagi tempat ini juga cukup terpencil,jadi untuk sementara kita akan baik-baik saja di sini”ucap Bella menjelaskan kembali.


Sherly yang mendengar itu,ia pun langsung mengangguk setuju dengan usulan Bella.


Keesokan harinya.


Disaat kondisi Bagas yang lumayan membaik,dan telah bangun dari tempat tidurnya itu,ia pun langsung berjalan keluar dari kamarnya,dan berniat mengajak Sherly untuk pulang.


“Nyonya,sebaiknya kita pulang secepatnya,saya takut jika tuan akan merasa khawatir kepada anda”ucap Bagas saat telah berada di hadapan Sherly.


“Tapi apa kamu yakin jika keadaan kamu sudah baik-baik saja?”tanya Sherly.


“Saya yakin nyonya”jawab Bagas cepat.


Dokter itu berkata sambil berjalan kearah Bagas.


“Oh iya dok,baiklah anda bisa ikut, kebetulan saya belum bayar administrasinya,nanti akan saya bayar jika telah sampai rumah”Ucap Bagas yang ingat belum bayar administrasi.


“Tidak usah,nyonya itu telah bayar biaya anda”ucap Dokter itu sambil menunjuk kearah Sherly.


“Terima kasih nyonya”ucap Bagas pada Sherly.


“Iya tak masalah,kalau begitu ayo kita kembal!”jawab Sherly.


Setelah itu,mereka semua pun berjalan melewati jalan-jalan terpencil.


Tiba-tiba karena merasa kebelet,Sherly pun izin ke toilet umum yang tepat berada di samping parkiran dekat taman.


Sedangkan yang lainnya menunggu di tempat yang cukup jauh.


Tak lama saat Sherly keluar dari toilet,dan tiba-tiba ada seseorang yang memeluknya.


Sherly pun langsung menoleh dan ternyata orang itu adalah Alex.

__ADS_1


Sedangkan Bagas yang melihat Alex dari kejauhan,ia pun mulai berjalan mendekat kearah tempat Alex dan Sherly diikuti oleh Bella,dan dokter yang ikut berjalan di belakang bagas.


Flasback end.


Sontak Alex yang mendengar itu,ia pun langsung menatap kearah Sherly dengan tatapan bersalah.


“Maaf,maafkan aku,mungkin ini tidak akan terjadi jika aku lebih memperhatikanmu,dibandingkan dengan pekerjaanku sendiri”ucap Alex dengan nada bersalah miliknya.


“Nggak,ini bukan salahmu,mungkin ini sudah takdir,jadi jangan salahkan diri kamu sendiri”ucap Sherly sambil mengangkat kedua tangannya,lalu menggerakkan kedua tangan itu seolah mengatakan jika itu bukan kesalahan Alex.


Meski Alex tahu,jika ini bukan kesalahannya seutuhnya,tapi tetap saja ia menyalahkan dirinya sendiri.


Tapi setelah itu,Alex pun langsung menatap kearah Bagas.


“Terima kasih atas kesetiaan mu,aku sangat menghargai hal itu”ucap Alex dengan nada datarnya,tapi meski begitu,perkataan Alex tadi mengandung sebuah ketulusan.


“Iya tuan,anda tidak usah berterima kasih kepada saya,karena itu memang merupakan tugas saya”ucap Bagas merendahkan dirinya sendiri.


Dan sementara saat ini di tempat Reon.


Reon kini telah berada di sebuah hotel,jauh dari tempat Rendi.


“Ha...ha...,pasti si tuan Rendi yang terhormat itu sedang mencari-cari aku”ucap Reon dengan nada meledek.


“Tapi masa bodolah,lagipula apa yang di katakan oleh si Bagas itu ada benarnya juga sih”ucap Reon yang menyebut nama Bagas dengan nada tak sukanya.


Lalu setelah itu,Reon menyenderkan kepalanya dan membayangkan tentang di mana ia menculik Citra.


Flasback.


Di dalam mobil.


Reon yang sedang mengendarai mobilnya itu dengan terburu-buru,ia pun sempat memukul setir mobil di karenakan ia merasa kesal tidak berhasil menculik Sherly.


“Lepaskan,lepaskan saya!,dasar kamu penjahat!”teriak Citra di belakang mobil.


“Diam!”ucap Reon dengan nada teriaknya.


Sontak Citra yang tidak pernah di sentak itu,ia pun langsung bungkam.


Setelah sampai di sebuah tempat yang ingin ia tuju.


Reon pun langsung masuk dengan membawa Citra,dan mengikatnya di kursi yang ada di gedung tuan.


“Dasar penjahat,cepat lepaskan aku!”teriak Citra marah,ia sudah berusaha meronta berkali-kali,tapi ikatan itu tak juga terlepas.


“Silahkan kamu teriak sepuas kamu,karena di sini tempat yang sangat terpencil,maka tidak akan ada yang mendengar teriakan kamu itu”ucap Reon sambil tersenyum kejam.

__ADS_1


Setelah itu,Reon pun langsung keluar dari dalam gudang itu,ia pun langsung masuk ke dalam mobil,dan berjalan menuju tempat tuannya itu.


“Gimana ini,jika tuan tahu kalau aku gagal dalam melaksanakan tugas,dia pasti akan sangat marah,tapi setidaknya aku kan sudah menculik temannya dari orang yang bernama Sherly itu”ucap Reon pada dirinya sendiri.


__ADS_2