ISTRIKU TERSAYANG

ISTRIKU TERSAYANG
Season 2 (Eps 2)


__ADS_3

Setelah puas terkekeh,Alex pun langsung menghentikan kekehannya itu.


“Apakah ada suatu tempat yang ingin kamu kunjungi,kalau iya,kamu bisa katakan itu langsung padaku”ucap Alex sambil menatap ke arah Sherly.


Sontak Sherly yang mendengar itu,ia pun langsung menatap ke arah Alex dengan diam,ia seolah sedang berfikir akan kemana ia pergi nantinya.


“Kalau begitu aku nggak akan sungkan lagi untuk mengutarakan keinginanku ini,karena kamu yang minta”ucap Sherly sambil menatap Alex lekat-lekat.


“Ya katakan!”ucap Alex terdengar seperti sebuah perintah.


“Aku ingin ke taman kota yang berada di dekat alun-alun”ucap Sherly mengutarakan keinginannya.


Alex yang mendengar itu langsung tahu tentang tempat yang ingin Sherly kunjungi.


Taman kota yang dimaksud Sherly memang berada di sekitar alun-alun,dan taman kota itu kebetulan baru dibangun beberapa bulan lalu.


Tanpa menjawab ucapan Sherly tadi,Alex pun langsung berdiri dari duduknya.Ia berjalan ke dalam rumah dan meninggalkan Sherly yang sedang menatap bingung ke arahnya.


Sherly yang melihat itu,ia pun tertunduk dengan lesu.


‘Kenapa Alex tidak menjawab ucapan aku sama sekali'pikir Sherly yang merasa bingung dengan sikap Alex.


“Atau jangan-jangan Alex nggak suka tempat itu ya?...,iya juga sih,itu kan tempat yang selalu ramai dikunjungi banyak orang,Dan lagi pasti itu akan membuat wajah Alex dan aku terekspos dengan mudah,dasar bodoh kamu Sherly!,masa gitu aja nggak ngerti”gumam Sherly pelan,ia berkata dengan sedikit menggerutu disertai makian untuk dirinya sendiri.


Di saat Sherly sibuk dengan pikirannya sendiri, tiba-tiba Alex datang dengan pakaian yang telah berganti.


“Ayo!”ajak Alex tiba-tiba.


“Hmm?”Sherly bergumam tak mengerti.


“Katanya kamu ingin kita ke taman kota.Maka itu,ayo kita ke sana!”ucap Alex lagi dengan nada yang terdengar tenang.


Sherly yang mendengar itu,ia pun langsung bangun dari duduknya.Ia pun hanya diam sambil menatap ke arah Alex.


“Kenapa diam?,ayo!.”ajak Alex sambil menarik tangan Sherly dengan lembut dan menuntunnya keluar dari mansion.


Saat telah berada di luar mansion,tiba-tiba Sherly tersadar dari lamunannya.


“Tunggu!”ucap Sherly yang langsung menghentikan aktivitas Alex yang hendak membawanya masuk ke dalam mobil.


“Ada apa?”tanya Alex heran sambil menatap ke arah Sherly dengan tatapan bingung.


“Kamu tadi masuk ke dalam mansion karena ingin ganti baju?”tanya Sherly tak percaya.

__ADS_1


Alex yang mendengar itu hanya mengangguk.


Lalu Sherly yang melihat anggukkan dari Alex,ia pun mulai menatap penampilan Alex dari atas hingga bawah.


Alex saat ini memakai celana hitam panjang,dengan kaos oblong berwarna putih,dan dibalut dengan jaket kulit hitam.


Dua kata yang cocok Sherly katakan saat melihat penampilan Alex,yaitu 'sangat tampan'


“Tapi kenapa aku tidak di suruh ganti baju juga?”tanya Sherly mengutarakan keberatannya.


“Kamu lihat penampilan kamu saat ini?.Kamu sudah cantik dengan penampilan kamu ini.Dan apa kamu tidak lihat kalau apa yang kamu pakai dan apa yang aku pakai itu sama,bedanya hanya dalam desain dan modelnya saja”ucap Alex menjelaskan.


Sherly yang mendengar itu,ia pun langsung menatap bajunya.Memang benar apa yang Alex katakan,karena baju yang Sherly dan Alex pakai itu merupakan baju couple.


Mungkin desainnya saja yang berbeda,karena pakaian yang Sherly pakai terlihat feminim di tubuhnya,sedangkan pakaian yang Alex pakai saat ini akan terlihat maskulin dan elegan di tubuh Alex.


“Tapi celana aku sedikit basah,apa kamu tidak lihat jika tadi aku sempat mencelupkan kakiku di kolam?”ucap Sherly lagi,ia takut jika baju yang ia pakai saat inivterlihat jelek di tubuhnya .


“Tidak masalah itu hanya basah sedikit,dan sekarang itu sudah mulai kering.Lagipula kamu tetap cantik dengan pakaian itu”ucap Alex menenangkan.


Sherly yang mendengar itu sedikit merona karena malu dengan pujian Alex.Tapi meski begitu,ia berusaha untuk bersikap tenang.


“Apalagi saat kamu tidak memakai pakaian sama sekali,itu jauh lebih cantik”ucap Alex dengan sedikit menggoda.Meskipun ia belum pernah melihat tubuh Sherly yang tidak mengenakkan pakaian,tapi ia juga tahu sedikit tentang hal-hal yang berbau dewasa


“Dasar mesum”ucap Sherly dengan nada terdengar kesal.


“Ha...ha...”Alex terkekeh melihat ekspresi Sherly itu.


Sherly yang melihat Alex tertawa dengan ucapannya itu,ia hanya bisa mendengus kesal.Ternyata semakin Sherly mengenal Alex,ia tahu jika Alex itu suka sekali menggoda dirinya,juga kadang sering bersikap jahil padanya.


“Tapi ingat hanya aku yang berhak melihat itu semua,tidak ada yang lain”ucap Alex lagi yang tiba-tiba terdengar posesif di telinga Sherly.


Ya!Sherly mengerti maksud dari nada posesif Alex itu,yang seakan menegaskan jika dirinya itu hanya milik Alex.Lagipula Sherly selalu di perintahkan Alex untuk selalu memakai pakaian yang berlengan dan berkaki panjang.Karena semua pakaian pendek milik Sherly hanya boleh di pakai saat di kamar saja,atau saat hendak tidur.


“Ya sudah ayo kita berangkat!”ajak Sherly yang sudah tidak memiliki keberatan dipikirannya.


“Tunggu Sebentar!”kini giliran Alex yang hendak mengutarakan keberatannya.


Lalu tanpa menunggu respon Sherly,Alex pun membuka pintu mobil,ia mengambil topi berwarna hitam,yang salah satu dari topi itu terdapat sebuah kata'Handsome'di bagian depan.


Alex langsung memakai topi itu,tak lupa ia juga memakai masker untuk menutupi wajahnya.


“Kamu juga harus memakai ini”ucap Alex sambil menunjukan topi hitam yang terdapat kata'cute'di depannya.

__ADS_1


Sherly yang mendengar itu,ia hanya mengangguk pasrah.


Kemudian Alex pun mengulurkan tangannya.Dan ia pun merapikan anak-anak rambut yang menutup wajah Sherly,dan mengaitkannya di balik telinga Sherly.


Setelah itu Alex baru memakaikan topi yang berwarna sama dengan topi miliknya itu,di kepala Sherly.


“Cantik,sangat cantik”puji Alex.


Sherly yang mendengar itu hanya tersenyum kecil,berusaha untuk tidak merona dengan pujian Alex itu.


‘Bisa gila kalau kayak begini terus’pikir Sherly dengan sedikit menggerutu.


“Tunggu ada yang kurang”ucap Alex sambil memakaikan masker untuk menutupi wajah Sherly.


“Kenapa aku juga harus ikut pakai masker?”tanya Sherly bingung.


“Bukannya kamu akhir-akhir ini sedang terkenal karena sedang menjadi incaran para wartawan dan awak media”ucap Alex sambil menatap ke arah Sherly.


Sherly yang mendengar itu pun mengerti.Memang benar jika ia sedang menjadi orang yang dicari hampir seluruh para wartawan dan media yang ada di negara ini.


Karena saat kedatangannya waktu itu,Alex sudah mengumumkan akan statusnya dan itu membuat media publik mencarinya untuk menanyai tentang kapan tepatnya pernikahannya dilakukan,atau pun alasan pernikahan nya itu di sembunyikan.


Dan masih banyak lagi yang ingin media korek informasi darinya.Dan hal itu tidak Sherly dan Alex gubris,karena Alex dan Sherly enggan untuk mengklarifikasi itu secara jelas.


Itu juga termasuk alasan agar Sherly tetap di mansion.


Dan jika Sheryl keluar dari mansion,Fani pasti akan ikut dengannya,serta Bagas yang juga ikut melindungi Sherly dari jarak cukup jauh atas perintah Alex


“Apa yang kamu katakan memang benar.Dan mungkin ada baiknya juga kita memakai pakaian serta penutup wajah seperti ini agar tidak terekspos ”jawab Sherly yang akhirnya setuju dengan usulan Alex.


Alex yang mendengar itu tersenyum puas.


Andai saja Sherly tahu jika pun ia tidak sedang menjadi carian para wartawan,Alex pun tak ingin Sherly menunjukkan wajahnya yang semakin cantik itu di depan banyak orang,apalagi itu laki-laki.Karena ia tak terima jika ada laki-laki yang menatap Sherly secara langsung.


Hanya sekali saja Alex menunjukkan itu di depan publik,atau lebih tepatnya di salah satu stasiun televisi miliknya,itu pun sebagai bentuk tanda kepemilikannya.Dan juga agar tidak ada laki-laki yang berani mendekati Sherly,dan mengira jika status Sherly masih lajang.


Karena dengan status Sherly saat ini,maka laki-laki akan mundur dengan teratur tanpa Alex harus melakukan apa-apa.


*****


Mohon maaf bila ada salah kata,dan mohon dukungannya.


Mohon dukungannya.

__ADS_1


__ADS_2