
Sherly berjalan keluar dari kampus tempat ia kuliah,sedangkan kedua sahabatnya telah pulang lebih dulu.
Saat Sherly sudah berada tepat di depan kampus,tak lama datanglah sebuah mobil berwarna merah,yang sering di kemudikan oleh Fani,dan keluarlah Fani dari dalam mobil,Fani pun membukakan pintu mobil.
Sedangkan Sherly langsung masuk sambil berterimakasih kepada Fani,mobil tersebut pun berjalan ke arah sebuah mansion pribadi milik Alex.
Setelah sampai,mereka berdua pun turun dari mobil.
“Ini mansion milik siapa”tanya Sherly setelah ia turun dari mobil.
“Ini Mansion pribadi milik tuan Alex,beliau tinggal di sini,mari saya tunjukkan dimana kamar tuan alex”ucap Fani.
Mereka pun berjalan dengan Fani yang menuntun jalan,mereka berdua berjalan dengan lambat,sambil mengobrol.
“Fani memang disini yang tinggal siapa aja?”tanya Sherly di belakang Fani,sambil berjalan.
“Di sini tuan Alex tinggal sendiri,karena ini mansion pribadi jadi hanya tuan Alex dan beberapa pekerja yang tinggal di mansion ini”jawab fani.
“Kenapa gak ada ibunya,ayahnya,atau keluarganya gitu?”tanya Sherly lagi.
“Kamu bisa bertanya langsung ke tuan Alex,dia pasti bakal kasih tau ke kamu dimana keluarganya berada,jika kamu bertanya langsung kepadanya”ucap Fani,ia tidak berani ikut campur masalah pribadi tuannya.
Selesai mengatakan itu,mereka pun kembali berjalan sambil mengobrol.Mereka menaiki beberapa anak tangga,dan berhenti di sebuah kamar paling besar dari kamar lainnya.
“Silahkan masuk!”ucap Fani sambil membuka
pintu yang bercat coklat tersebut.
“Sherly,semua yang kamu butuh kan sudah ada disini,jadi kamu gak perlu khawatir jika membutuhkan sesuatu,kamu tinggal panggil
__ADS_1
pelayan di rumah ini,dan tuan Alex berpesan agar kamu tidak usah sungkan,untuk melakukan apa yang kamu inginkan”ucap Fani yang langsung pergi saat telah pamit pada Sherly.
Sherly yang melihat Fani telah pergi,ia pun masuk kamar tersebut,saat ia masuk ke kamar tersebut,saat pertama kali masuk ke kamar tersebut,ia dapat melihat ruangan yang di dominasi bernuansa emas, juga terdapat nuansa coklat di dalam kamar tersebut,interior ruangan juga terlihat modern,dan klasik.
Sherly menaruh tasnya di sofa,ia berjalan ke kamar mandi,setelah beberapa menit Sherly, Sherly keluar dengan mengenakan handuk,Sherly berjalan ke arah lemari,ia pun mengambil sebuah gaun berwarna merah,dan
mengenakannya.
Setelah rapi sherly berjalan keluar kamar,ia berniat ke dapur untuk mencari makanan,karena perutnya sudah berbunyi minta diisi.
Sherly pun berjalan menuruni tangga,tak lama seorang pelayan datang menghampirinya.
“Nyonya apakah anda membutuhkan sesuatu?”tanya pelayan tersebut,saat berada tepat di hadapan sherly.
“Oh,iya aku ingin makan kebetulan perut aku udah keroncongan minta di isi”ucap Sherly dengan jujur karena itu yang ia rasakan, ia juga mencoba tersenyum menutupi rasa malunya.
“Mari ikuti saya nyonya!”ucap pelayan itu membawa Sherly ke arah ruang makan.
“Silahkan duduk nyonya!,akan saya buatkan makanan untuk anda?”ucap pelayan tersebut yang berjalan ke ruangan yang bersebelahan dengan ruang makan,yang ternyata adalah dapur,dengan Sherly yang tetap mengikuti pelayan tersebut.
“Nyonya,kenapa anda kesini?,anda seharusnya menunggu di ruang makan!”ucap pelayan itu baru sadar akan kehadiran Sherly.
“Gak apa-apa saya bisa masak sendiri”jawab Sherly sambil tersenyum.
“Gak usah nyonya itu sudah tugas saya,karena saya bekerja di sini, sudah seharusnya saya melayani anda,karena tuan Alex sudah berpesan untuk menuruti semua keinginan anda,kepada kami para pekerja yang bekerja disini”ucap pelayan itu dengan jujur.
Sherly yang mendengar itu hanya menatap heran ke arah pelayan itu, akan maksud perkataan pelayan tersebut.
Sedangkan pelayan itu hanya diam,tidak mengerti dengan tatapan Sherly,walau pikirannya berkecambuk ia tidak berani bertanya.
__ADS_1
‘Apa! tuan Alex berkata seperti itu pada mereka’batin Sherly,tidak mengerti maksud Alex berkata seperti itu.
“Kalau tuan alex,sudah berpesan seperti itu,kalau begitu saya ingin masak sendiri,kamu juga boleh kok bantuin saya,tapi jangan larang saya untuk memasak”ucap Sherly mutlak.
“Baik nyonya,karena itu keinginan anda,saya tidak punya pilihan lain”jawab pelan itu menurut
Setelah itu mereka berdua memasak bersama,mereka memasak nasi goreng dan telur ceplok,agar lebih cepat menurut Sherly.
Setelah itu Sherly dan pelayan itu membawa makanan tersebut ke ruang makan,Sherly pun menggeser kursi dan ia pun duduk.
“Hey mau kemana,ayo makan bareng, kamu kan sudah bantuin aku masak”tanya Sherly saat melihat pelayan itu akan pergi.
“Tidak usah nyonya,saya sudah makan”ucap pelayan itu.
“Kalau begitu kamu mau kemana?,terus nama kamu siapa?,kayaknya kita juga seumuran”tanya Sherly lagi.
“Saya Rani nyonya,saya masih ada urusan lain yang harus saya kerjakan,tetapi jika anda sudah selesai makan, biarkan saya yang cuci piringnya, saya permisi nyonya”ucap Rani setelah itu ia pun pergi.
Sherly mengangguk,ia pun langsung memakan makanan tersebut,setelah kepergian Rani.
Selesai memakan makanan tersebut,Sherly berjalan menuju kamar milik Alex.
Saat sampai di kamar miliknya,Sherly yang merasa ngantuk itu,ia pun berjalan ke arah sofa,dan tertidur dengan pulas.
Tak lama Alex pun masuk ke dalam kamarnya,ia melihat Sherly yang tertidur di sofa.Ia pun berjalan mendekat ke arah sofa di mana Sherly tidur.
‘ Kenapa tidur disini sih’ batin Alex yang saat itu berhenti tepat di samping Sherly
Alex pun mengangkat tubuh Sherly dan berjalan ke arah kasur,ia pun meletakkan tubuh Sherly di kasur king size miliknya dengan hati-hati dan menarik selimut dan menyelimuti tubuh Sherly.
__ADS_1
“Semoga mimpi indah”ucap Alex sambil mengusap ujung rambut Sherly pelan.
Alex pun berjalan keluar kamar,untuk mengerjakan urusan kantor yang belum selesai,Alex datang ke kamarnya hanya ingin melihat keadaan Sherly saja.