ISTRIKU TERSAYANG

ISTRIKU TERSAYANG
EPISODE 36


__ADS_3

Hari berlalu begitu cepat,tidak terasa pernikahan Sherly dan alex,sudah memasuki usia 1bulan.


Semenjak kejadian waktu itu,dimana Alex menyuruh Roy untuk tidak mengganggu kehidupan Sherly,hingga saat itu sampai saat ini Sherly tidak pernah bertemu dengan Mira dan Roy lagi.


Sherly dan Alex mereka juga mulai memahami satu sama lain,dan mereka juga sedah lumayan dekat,walau begitu Sherly masih sedikit segan terhadap alex.


Tapi ada satu hal yang baru Sherly ketahui dari sifat Alex yaitu,sifat jahil.


Contohnya seperti hari ini,Sherly yang telah selesai memakai pakaian lengkap miliknya,


pun keluar dari kamar tersebut.


Saat Sherly telah sampai di ruang makan,di sana sudah ada Alex yang sedang duduk sambil mengutak-atik ponselnya.


Sherly yang berniat untuk sarapan pagi,ia pun menggeser salah satu kursi untuk ia duduk,


tetapi sebelum Sherly duduk,tiba-tiba suara Alex menghentikan,ia yang akan duduk.


“Sherly,tolong buatkan saya kopi!”ucap Alex tanpa mengalihkan pandangannya dari ponsel.


Sherly yang mendengar itu sontak saja menatap ke arah Alex,ia hampir saja akan duduk,tetapi karena ucapan Alex ia pun kembali berdiri tegak.


“Kopi seperti apa yang tuan ingin saya buatkan”tanya Sherly sambil berdiri.


“Kopi yang sedikit gulanya,tapi jangan terlalu pahit,sama jangan terlalu manis”jawab Alex.


Sherly yang mendengar itu pun mengangguk,ia pun berjalan ke arah dapur,setelah sampai, Sherly pun mengambil gelas,gula,dan kopi,setelah itu ia takar sesuai keinginanan Alex,setelah selesai Sherly membawa kopi tersebut,dan menaruh di hadapan Alex,Sherly yang awalnya ingin berjalan ke kursi,tetapi lagi-lagi suara Alex menghentikan langkahnya.


“Sherly”panggil Alex,Sherly yang mendengar Alex memanggilnya itu,ia pun berbalik dan menatap ke arah Alex.


“Iya,tuan ada apa lagi?,apa anda membutuhkan sesuatu yang lain?”tanya Sherly.


“Hari ini sepertinya,saya tidak ingin meminum kopi,saya ingin yang lain tolong kamu buatkan teh manis,tetapi gulanya sedikit aja,jangan terlalu manis atau terlalu pahit”ucap Alex,ia berkata sambil tetap fokus ke layar handpone miliknya.


“Baik tuan”ucap sherly dengan tersenyum yang di paksakan,sambil tangan terkepal menahan amarah.


“Gak jelas banget sih tadi katanya kopi,sekarang teh,nanti apa lag?i”ucap Sherly,ia berkata sambil berjalan menuju dapur dan menggerutu dengan pelan, berharap Alex tidak mendengar ucapannya itu.


“Kamu gak terima saya suruh-suruh?”ucap Alex yang mendengar Sherly menggerutu.


Sherly yang mendengar itu pun berbalik dan menatap alex“enggak tuan,saya tidak menggerutu,mungkin anda salah dengar kali”ucap Sherly beralasan,sambil berusaha untuk tersenyum.


“Saya gak tuli,dan saya dengar ucapan kamu tadi”ucap Alex,tanpa menatap Sherly.


Sherly yang mendengar itu hanya tersenyum sejenak,katena tak tahu harus merespon seperti apa“kalau gitu saya permisi tuan,saya akan membuatkan teh manis sesuai keinginan anda”ucap Sherly,setelah itu ia berbalik dan berjalan ke arah dapur.

__ADS_1


Sherly pun membuat teh manis sesuai takaran yang di inginkan oleh alex,setelah selesai Sherly membawa minuman itu ke ruang makan, dan menaruh di hadapan Alex.


Saat Sherly telah duduk dan berniat,


mengambil sarapan,lagi-lagi suara Alex menghentikannya.


“Sherly,tiba-tiba saya ingin makan jus mangga,pasti enak kalau jus mangga di minum pagi-pagi begini,tolong buatkan saya jus mangga,tapi gulanya sedikit aja”ucap Alex,yang langsung membuat Sherly menatap ke arahnya langsung.


Sedangkan Alex,yang mendapat tatapan dari Sherly,seolah tak melihat akan tatapan sherly, Alex pun menyimpan ponsel di sakunya,dan mengambil majalah,yang di letakkan di depan wajahnya,dan ia berusaha untuk terlihat fokus menatap majalah.


Sherly yang melihat Alex,seolah tidak melihat tatapan mata yang ia berikan untuk Alex sebagai bentuk protes itu,hanya dapat mendengus pelan akan kelakuan Alex itu.


Sherly pun bangkit dari duduknya,dan berjalan ke arah dapur,ia pun menyiapkan alat,dan bahan-bahan untuk membuat jus,setelah semua siap dan ia telah mengupas buah mangga.


Dan saat Sherly telah memasuki semua bahan-bahannya ke dalam blender,tiba-tiba ia memiliki ide.


Sherly pun memasuki garam ke dalam blender“Kasih terus sherly, kesel banget sih, itu orang kayak sengaja banget,setiap suruh-suruh,tetapi malah kayak niat buat kerjain aku,kan kesel jadinya,biar tau rasa tuh orang, asin ya asin”ucap Sherly sambil terus memasukkan garam ke dalam blender.


Setelah itu tak lama jus pun jadi,Sherly pun menuangkan jus tersebut ke dalam gelas.


Saat Sherly sedang membawa jus itu dan akan berjalan,tiba-tiba ia berhenti sejenak.


“Kasih enggak ya,kalau aku kasih, aku kasih alasan apa”ucap Sherly sambil menimang dan berfikir.


“Ah iya,bilang aja salah masukin garam,nanti juga tuan Alex gak bakal tahu kan kalau aku sengaja ngelakuinnya,iya benar Sherly kamu pintar”ucap Sherly pada dirinya sendiri.


“Tuan anda ingin berangkat kerja,tetapi jusnya belum di minum,ini tuan jus nya tuan”ucap Sherly menyerahkan jus tersebut kepada Alex.


Tetapi Alex menolaknya“Buat kamu aja, lagian saya sudah gak merasa haus lagi,lagian saya sudah meminum kopi sama tehnya”ucap Alex sambil menunjuk ke arah kopi dan dan teh yang di buat Sherly tadi,


tetapi sekarang sudah habis di minum Alex.


Sherly yang melihat itu hanya diam mematung“terus ini gimana tuan?,atau saya buang aja gitu,kan anda juga sudah tak menginginkannya lagi”ucap Sherly hendak berbalik dan membuang jus tersebut,tetapi sebelum itu Alex mencegahnya.


“Jangan!, kamu aja yang minum,kamu kan yang buat jus itu,pasti kamu haus,kamu minum aja sendiri”ucap Alex ,yang tersenyum tanpa sepengetahuan Sherly,entah apa maksud senyum itu.


“Enggak usah tuan saya gak haus”ucap Sherly mencoba menolak.


“Kenapa,kamu seperti takut untuk meminum jus itu?,atau jangan-jangan kamu mau racuni saya”ucap Alex memicing curiga.


“Enggak tuan gak ada racunnya”ucap Sherly sambil mengelengkan kepalanya.


“Ya udah Kalau gitu kamu minum,dan buktikan kalau kamu tidak berniat meracuni saya”ucap Alex seolah menantang,Sherly untuk meminumnya.


“Apa harus di minum langsung sama saya, agar anda lebih yakin gitu?”tanya Sherly .

__ADS_1


“Iya”jawab Alex singkat.


“Beneran tuan”ucap Sherly lagi,berharap Alex menghentikannya untuk meminum jus itu


“hmm”jawab Alex hanya berdehem.


Sherly pun dengan berat hati terpaksa untuk meminum jus itu,Sherly mengangkat gelas itu dengan kedua tangannya,secara perlahan menuju mulutnya,setelah itu Sherly membuka mulut,dan meneguknya dengan sedikit demi sedikit.


‘Asin,asin banget,tadi aku kasih garamnya berapa sendok sih,kok asin banget’batin Sherly saat ia sedang meminum jus tersebut,


karena tak kuat untuk meminum jus itu lagi,Sherly pun menyudahi meminum jus tersebut,padahal ia hanya minum sedikit,ia pun menaruh jus tersebut di meja yang ada di hadapannya .


“Kenapa gak di habisin?”tanya Alex.


“Gak apa-apa tuan,soalnya saya sudah kenyang”ucap sherly dengan senyum tepaksa berusaha menahan rasa asin.


“Ya sudah kalau gitu,saya kerja dulu”ucap Alex sambil mengusap kepala Sherly dengan sayang,sedangkan Sherly hanya diam mematung.


Tetapi sebelum berangkat,Alex menundukkan kepala dan mendekatkan wajahnya ke wajah sherly.


Sherly yang melihat itu tidak tahu harus berbuat apa,ia berfikir Alex akan menciumnya,


secara refleks Sherly menutup matanya.


Saat Alex sudah berada tepat di depan wajah Sherly,ia melihat Sherly memejamkan matanya,dan Alex tersenyum untuk sejenak.


Sedangkan Sherly yang sedang menutup matanya,ia tak tahu harus berbuat apa,ia hanya diam mematung sambil memejamkan matanya karena gugup,tetapi tiba-tiba ucapan Alex membuat ia naik pitam,atau lebih tepatnya marah


“Maka nya kalau gak mau kena karma jangan kerjain orang lain”ucap Alex tepat di telinga Sherly.


Selesai berbicara seperti itu Alex berjalan pergi,sedangkan Sherly yang sedang menutup matanya itu,tiba-tiba langsung membuka matanya lebar-lebar,setelah mendengar ucapan Alex.


Saat Sherly membuka matanya ia melihat Alex sedang berjalan menjauh, ke luar dari mansion,Sherly yang melihat itu hanya mengepalkan tangan.


‘Sial ’batin Sherly kesal,merasa di kerjain oleh Alex.


Melihat kepergian Alex,tiba-tiba Sherly merasakan mulutnya sangat asin,ia baru ingat jika dirinya telah memakan jus mangga yang penuh garam.


Sherly pun buru-buru berjalan ke arah dapur,ke tempat dimana wastafel berada,Sherly pun berkumur beberapa kali,untuk mengurangi rasa asinnya.


“Sial banget sih,kena karma kan,niatnya mau ngerjain orang itu,malah aku sendiri yang kena.”ucap Sherly menggerutu.


Maaf jika ada salah kata.


Mohon dukungannya🙂

__ADS_1


Jangan lupa komen, rate,dan like,terimakasih


__ADS_2