ISTRIKU TERSAYANG

ISTRIKU TERSAYANG
EPISODE 55


__ADS_3

Dan saat ini Alex dan sherly telah berada di dalam mobil,mereka berdua saat ini telah duduk di kursi bagian belakang mobil.


Sedangkan Doni sedang duduk di kursi bagian depan mobil,tepatnya di kursi kemudi.


Dan saat ini mobil tersebut sedang berjalan menuju tempat di mana Sherly inginkan.


“Lexi tadi aku melihat ada seorang wanita yang di tarik keluar oleh Doni,apakah itu salah satu karyawan mu yang merasa tidak terima karena di pecat?”tanya Sherly menatap ke arah Alex yang duduk di sampingnya.


Dan disaat Alex hendak menjawab pembicaraan Sherly,tapi sebelum itu mobil tersebut pun berhenti di tempat tujuan mereka.


“Tuan,kita sudah sampai”ucap Doni.


Alex yang mendengar itu,hanya mengangguk paham.


“Ayo kita turun”ajak Alex.


Sherly yang mendengar itu,ia pun hanya mengangguk setuju.


Tak lama Doni pun keluar terlebih dahulu,ia pun berjalan menuju kursi di mana Alex duduk,kemudian Doni membukakan pintu mobil tersebut,dan tak lama Alex pun turun dari pintu yang telah di bukakan oleh Doni.


Setelah itu,Sherly pun ikut turun melalui pintu yang sama dengan pintu mobil di mana Alex turun.


“Tuan kalau begitu saya pamit undur diri”pamit Doni.


Alex yang mendengar itu,ia hanya menjawab dengan sebuah anggukan kepala tanda setuju,setelah itu Doni pun masuk ke dalam mobil,dan tak lama mobil itu pun berjalan pergi.


Seperi biasa,Alex selalu menyuruh para bawahannya yang saat ini sedang memantau mereka berdua dari jarak yang cukup jauh,


karena Alex takut terjadi sesuatu yang tak di inginkan kepada sherly,oleh karena itu, Alex telah menyuruh bawahannya untukmenyamar sambil memantau mereka berdua, dan terlebih lagi Alex lebih mengutamakan keselamatan Sherly dibandingkan keselamatan dirinya sendiri.

__ADS_1


“Kenapa kamu ingin kita jalan-jalan di tempat ini lagi?,kenapa tidak memintaku untuk jalan-jalan ke tempat yang lebih bagus dari ini,jika kamu meminta aku untuk jalan-jalan ke tempat lain pasti akan aku turuti”ucap Alex.


Sherly yang mendengar hal itu hanya diam.


Sedangkan Alex yang melihat Sherly hanya bungkam dan diam itu,ia pun ikut diam.


Tak lama setelah itu,mereka pun melanjutkan perjalanan mereka dengan tangan Alex yang memegang tangan Sherly dengan erat.


Mereka pun berjalan-jalan hingga mereka kelelahan,dan tak lama setelah itu,mereka berdua pun berhenti di sebuah pohon yang di bawahya terdapat sebuah kursi panjang,


tempat itu merupakan tempat di mana Sherly dan Alex berhenti waktu itu,di saat mereka berdua kelelahan berjalan-jalan


Kemudian Alex dan Sherly pun duduk di tempat tersebut.


“Kamu tadi belum menjawab,kenapa kamu ingin kita ke tempat ini lagi?,padahal kan kita bisa mencari tempat yang lebih bagus lagi”tanya Alex sambil duduk,dan menatap kearah Sherly yang duduk di sampingnya.


Sherly yang mendengar pertanyaan Alex,ia tiba-tiba mempunyai ide jahil di kepalanya.


“Aku sih ke sini karena aku merasa bosan berada di mansion terus,dan lagi kenapa harus berjalan-jalan ke tempat yang jauh,kalau di sini saja sudah banyak orang-orang yang sama sedang berjalan-jalan seperti kita,apalagi di sini juga banyak laki-laki tampan,lumayan lah buat cuci mata”ucap Sherly panjang lebar,diakhiri sebuah senyum jahil tanpa sepengetahuan Alex.


Sedangkan Alex yang mendengar hal itu,ia pun sontak langsung bangkit dari duduknya.


Alex pun berjalan ke arah belakang,di mana tempat Sherly berdiri,ia pun melingkarkan tangan kanannya di kedua pundak Sherly,


seolah ia sedang memeluk Sherly dari belakang dengan posesif,kemudian setelah itu,Alex pun menutup kedua mata Sherly menggunakan tangan kirinya.


“Aku gak akan biarkan hal itu terjadi,kamu kan sudah tahu,aku pernah bilang ke kamu waktu itu,kalau aku akan berusaha untuk menjadi orang yang paling terbaik,diantara orang-orang terbaik,dan aku gak akan biarkan kamu untuk melihat orang lain selain aku,bahkan untuk melirik saja pun kamu tidak boleh”ucap Alex tepat di telinga Sherly.


Kemudian setelah itu,Alex pun memajukan kepalanya,dan ia pun meletakan kepalanya di pundak Sherly.

__ADS_1


“Kamu dengar apa yang aku katakan tadi kan,jadi jangan coba-coba untuk menatap ke arah laki-laki lain selain aku,mengerti!!”ucap Alex tegas dan lembut.


Sherly yang mendengar itu,ia pun hanya tersenyum sekilas,kemudian Sherly pun meraih tangan Alex yang sedang menutupi kedua matanya,ia pun berusaha untuk melepaskan tangan Alex yang telah menghalangi penglihatannya itu,tapi justru Alex tidak juga menjauhkan tangannya di kedua mata Sherly.


“Lepaskan dulu,mata ku nanti menjadi rabun kalau kamu tutupin terus menggunakan tangan mu itu”ucap Sherly.


Alex yang mendengar itu,ia pun langsung menjauhkan tangannya dari kedua mata Alex.


“Kamu juga tolong lepaskan tangan kamu dari pundak ku,kalau aku dalam posisi seperti ini terus,gimana aku bisa bicara dengan kamu”ucap Sherly lagi.


Setelah itu,Alex pun melepaskan pelukannya di kedua pundak Sherly.


Dan tak lama setelah itu,Sherly pun langsung berbalik,ia pun menatap ke arah Alex,dan diam sejenak


“Buat aku,kamu tidak perlu untuk menjadi orang yang paling terbaik,diantara orang-orang terbaik,karena bagiku dengan kamu yang telah berusaha untuk melakukan hal yang terbaik untuk ku,aku juga sudah merasa senang,apalagi kamu adalah orang yang sangat tampan,jadi buat apa aku mencari orang lain lagi,tadi aku cuman hanya bercanda saja,tapi kamu seakan mengaggapnya serius” ucap Sherly di akhiri sebuah senyum tulus.


“Aku hanya takut kehilangan kamu saja,


makanya aku bersikap posesif seperti itu,aku memang akan selalu berusaha untuk menuruti semua keinginan dan kemauan kamu,asalkan kamu tidak pergi meninggalkan aku”ucap Alex dengan yakin,dan wajahnya terlihat bersungguh-sungguh.


Sherly yang melihat suasana menjadi terlihat serius,ia pun mencari ide untuk mencairkan suasana.


“Padahal aku cuman mau balas perbuatan jahil kamu waktu itu,berarti sekor kita sama 1:1 iya kan?”ucap Sherly sambil tersenyum jahil kepada Alex.


Alex yang melihat itu,ia pun langsung menarik hidung mancung milik Sherly dengan sedikit keras.


“Awww,sakit nanti hidungku bisa merah,kamu mau hidung aku copot ya?!”ucap Sherly dengan nada kesalnya.


Setelah itu,Sherly pun langsung menjauhkan tangan Alex dari hidungnya,ia pun mengusap hidungnya dengan pelan dan lembut.

__ADS_1


“Kamu salah Lili,sekor kita itu 2:1,apa kamu gak ingat waktu kamu lari kejar aku,dan aku malah ikut berjalan cepat,padahal kamu sudah suruh aku berhenti,berarti sekor sebenarnya adalah aku dua,sedangkan kamu satu”ucap Alex tak mau kalah,diakhiri dengan senyum penuh kemenangan.


Sherly yang mendengar itu,ia pun hanya melotot,dan kemudian ia pun memukul pundak Alex dengan sedikit keras.


__ADS_2