
“Aya..h”ucap Sherly dengan suara yang bergetar.
Sherly seakan tak tahu ia harus berbicara seperti apa saat ini,karena ia merasa jika dirinya dalam suasana 'sedih' sekaligus 'terharu'
Sherly merasa sedih akan kematian ayahnya itu,tapi di sisi lain ia merasa terharu karena ayahnya masih ingat akan keinginannya dulu
Sherly pun hanya diam melamun untuk waktu cukup lama,ia merasa tak menyangka jika ayahnya masih ingat dengan permintaannya di saat ia kecil dulu.
Kemudian setelah lama hanya melamun,Sherly pun bangkit dari duduknya,ia pun mulai berjalan kearah lemari kecil yang berada tepat di samping kasurnya itu.
Setelah melangkah beberapa langkah dengan sedikit sempoyongan,akhirnya Sherly pun sampai.
Sherly pun mulai berjongkok kearah lemari itu,setelah itu ia pun mulai membuka lemari itu.
Dan setelah lemari itu terbuka,Sherly pun mengambil boneka beruang berukuran mini,persis seperti yang Sherly inginkan.
“Ayah terima kasih karena telah membelikan boneka ini untuk Sherly, meskipun ini sudah terlambat,tapi yang terpenting bagi Sherly adalah orang yang membelikan boneka ini adalah ayah,itu sudah cukup bagi Sherly”ucap Sherly sambil memeluk boneka itu erat,seolah ia merasa sangat sayang kepada boneka itu,karena orang yang memberikan boneka itu adalah ayahnya.
Setelah cukup lama memeluk boneka itu,mata Sherly pun teralihkan dengan sebuah celana jeans pendek selutut.
Sherly pun mengambil celana itu,dan ia pun hanya diam sambil menatap celana itu untuk waktu yang lama.
Sherly ingat jika saat kecil dulu ia memang pernah meminta ayahnya agar membelikan celana itu disaat kakaknya di belikan celana jeans panjang,tapi bedanya ia ingin di belikan versi pendeknya.
Dulu saat Sherly meminta celana jeans pendek,karena waktu itu ia berfikir jika harga celana jeans pendek lebih murah dibandingkan celana jeans panjang yang di belikan ayahnya untuk kakaknya dulu.
Sherly berfikir seperti itu,agar tidak terlalu membuang-buang uang,karena ia ingin ayahnya tidak terlalu keras dalam bekerja.
Dan sekarang Sherly yang telah di belikan oleh ayahnya sesuai dengan apa yang ia inginkan,tapi bedanya celana jeans ini versi dewasa dan pas untuknya.
__ADS_1
Sherly pun tetap diam seolah sedang melamun.
Tak terasa Sherly pun terisak,dan isak tangis sherly pun semakin menjadi,kemudian ia pun
langsung memeluk celana itu,bersama dengan boneka mini yang sedang ia pegang .
“Ayah..sherly ng..gak...tahu la...gi ha...rus berkata..apa”ucap sherly dengan nada suara bergetar.
Setelah itu Sherly pun memiringkan kepalanya,dan menempelkan kepalanya itu atau lebih tepatnya pipinya di samping kasur untuk bersandar,ia pun hanya menangis sambil melamun.
Tiba-tiba saat Sherly sedang menangis,Alex memasuki kamar Sherly,dan saat pertama kali Alex masuk,ia melihat Sherly sedang menempelkan kepalanya kearah kasur,dengan posisi yang membelakanginya.
‘Aku tahu kamu pasti sedih sekali saat tahu kenyataan ini,aku juga tak menyangka jika akan terjadi hal seperti ini,andai saja waktu bisa berputar kembali,aku ingin sekali mempertemukan kamu dan ayah kamu,tapi sayangnya itu tidak mungkin,maaf karena aku tidak mengizinkan ayah kamu untuk bertemu denganmu,karena aku pikir dia hanya berpura-pura menyesali kesalahannya itu'.pikir alex yang saat itu hanya diam sambil menatap punggung sherly,ia merasa menyesali akan hal yang telah terjadi.
Sedangkan Sherly yang kini tak sadar akan kehadiran Alex itu,ia pun hanya diam dengan tangisan terisak.
“Ya sherly akan berkunjung ke makam ayah”lanjut sherly dengan yakin.
Alex yang saat itu sedang berdiri diam,ia pun langsung mendekat kearah sherly.
“Kamu ingin berkunjung ke makam ayah kamu?”tanya Alex setelah sampai di samping Sherly.
Sontak sheyrly yang mendengar ucapan Alex itu,ia pun langsung menghapus air mata yang ada di kedua pelupuk mata dan pipinya itu dengan cepat.
Setelah itu, Sherly pun berbalik dan menatap kearah Alex yang saat ini sedang berdiri menatap kearahnya.
“Lexi kamu ada di sini?,sejak kapan?”ucap sherly berusaha berkata dengan senormal mungki,ia tidak ingin terlihat lemah ataupun cengeng di depan Alex.
Alex yang mendengar ucapan Sherly itu,ia pun langsung berjongkok dan menghadap kearah sherly.
__ADS_1
“Kamu tidak usah berusaha untuk bersikap tegar di depan ku,karena aku tahu kamu merasa sedih akan kenyataan ini,jadi kamu bisa menangis sepuas kamu,karena aku akan akan sabar menunggu dan berusaha untuk membuat kamu ceria lagi”ucap Alex sambil mengusap rambut sherly dengan pelan.
Sherly yang mendengar itu,ia pun hanya menjawab ucapan Alex dengan senyum kecil miliknya.
Saat ini Sherly hanya berusaha untuk tetap tegar di depan alex,ia hanya ingin menunjukkan jika ia bisa tegar dan kuat menghadapi kenyataan ini.
“Aku lebih suka kamu yang apa adanya,aku nggak akan benci atau marah jika kamu menangis di depanku,walau sebenarnya aku merasa sangat sedih akan hal itu,tapi aku akan berusaha untuk ada dan menguatkan dirimu”ucap Alex dengan wajah yang terlihat serius.
Alex ingin agar sheyrly dapat meluapkan rasa sedihnya itu,bukan karena ia senang jika Sherly menangis,tapi karena alyex tahu jika rasa sedih yang di pendam akan lebih menyakitkan di banding dengan rasa sedih yang telah di luapkan.
“Aku ingin mengunjungi makam ayah”ucap Sherly sambil menunduk,ia berusaha untuk tidak menangis karena sedih sekaligus terharu akan ucapan Alex tadi.
“Oke aku juga akan mengantar kamu ke sana, Tapi ingat jika kamu tidak kuat untuk menahan air mata kamu lagi,kamu bisa menangis sepuas kamu,tapi setelah itu kamu harus bangkit”ucap alex yang langsung membantu sherly berdiri.
Alex sebenarnya merasa bersalah akan keadaan Sherly saat ini,dulu saat Sherly menangis karena perbuatan Roy,ia telah berjanji untuk tidak membuat Sherly menangis lagi,tapi apa?,sekarang ia hanya bisa memendam kekesalan dan marah untuk dirinya sendiri.
Setelah itu,Alex pun berjalan keluar dari kamar Sherly.
Alex berjalan keluar dengan menuntun Sherly.
Saat di luar kamar,Mira dan yang lainnya yang melihat itu,mereka pun langsung berjalan kearah Sherly.
“Nak,kamu jangan telalu terlalut dalam kesedihan ini,kita semua juga sedih,tapi kamu harus bangkit ya sayang”ucap Dewi sambil memeluk Sherly.
Sedangkan Sherly yang mendengar itu,ia hanya diam,tak tak tahu harus berkata dan berbicara seperti apa.
“Sherly,aku ingin minta maaf atas kesalahan aku dulu padamu,maaf aku bukan kakak yang baik,aku sadar dengan kesalahanku dulu,semoga kamu mau memaafkan aku”ucap Mira sambil menatap kearah Sherly dengan mata berkaca-kaca.
Sherly yang mendengar itu,ia pun hanya mengangguk sambil tersenyum,seolah telah memaafkan Mira.
__ADS_1