
Alex dan Sherly yang telah sampai di sebuah taman dekat alun-alun itu,mereka pun turun dari mobil.
“Sebaiknya kita cari tempat yang lebih sepi,dan jauh dari keramaian”ucap Alex memberi usul.
Sherly yang mendengar itu,ia pun langsung mengangguk setuju.
Kemudian Alex dan Sherly pun mulai mengedarkan pandangannya,dan mencari di mana tempat yang aman.
Saat mata Alex tak sengaja melihat tempat di balik pohon yang cukup tersembunyi,dengan tempat duduk yang terbuat dari coran bercat coklat.Alex pun langsung menarik tangan Sherly.
“Ayo kita kesana”ajak Alex sambil menunjuk ke arah tempat yang ia pilih.
“Meskipun lumayan jauh dari taman yang berada di sekitar alun-alun.Tapi setidaknya dari sana kita masih bisa melihat pemandangan taman itu”lanjut Alex.
“Tunggu dulu!”ucap Sherly yang berhasil menghentikan langkah Alex.
“Kenapa?”tanya Alex heran.
“Aku ingin makan es krim yang ada di sana!”ucap Sherly sambil menunjuk ke arah penjual eskrim.
“Tidak bisa!”jawab Alex cepat.
“Kenapa?,aku kan hanya ingin es krim,tapi kenapa tidak boleh”ucap Sherly sedikit sedih.
Alex yang mendengar itu,ia pun menghela nafas panjang sebelum mengatakan alasannya.
“Jika kamu membeli es krim sekarang, otomatis kita harus langsung memakan es krim itu sebelum mencair.Tapi apa kamu sadar jika kita tidak bisa membuka masker sembarangan,jadi mungkin nanti saja kita akan beli es krim di supermarket terdekat”jawab Alex menjawab secara detail.
“Oh benar juga”ucap Sherly yang akhirnya tersadar dan paham dengan apa yang Alex maksud.
Setelah itu mereka berdua pun berjalan ke arah tempat yang di tunjuk oleh Alex.
Tempat itu terlihat sangat rindang dan nyaman,ditambah dengan udara sejuk yang membuat siapa saja betah untuk duduk berlama-lama di sana.
Alex pun membersihkan sedikit debu di tempat duduk,lalu setelah itu ia mempersilakan Sherly duduk.
Hal itu membuat Sherly sedikit tak percaya.
Alex yang melihat itu hanya tersenyum dibalik masker.Lagipula hal ini bukan masalah untuknya.
Apa salahnya untuk melakukan hal spesial kepada orang yang di sayangi,mungkin itu yang ada di pikiran Arnam saat ini.
“Cuacanya sangat sejuk dan nyaman,apalagi pemandangan taman kota di sekitar alun-alun,itu menambah rasa nyaman kita di sini”ucap Sherly sambil menatap lurus ke depan.
Suara burung yang saling bersahutan seperti melodi yang berputar indah.Belum lagi awan yang tidak terlihat mendung,dan sinar matahari yang juga tidak terlalu terik,seakan menambah sentuhan romantis dalam suasana itu.
“Ya aku sengaja memilih tempat ini,karena selain jarang terjamah,tempat ini juga lumayan tertutup”jawab Alex singkat.
Tak terasa waktu berjalan begitu cepat,setelah puas bercengkeraman dan mengobrol,dengan sesekali bercanda.Alex dan Sherly langsung meninggalkan tempat itu.Lalu setelah mereka pun masuk ke dalam mobil yang tidak terlalu jauh dari tempat mereka berada.
__ADS_1
Di dalam mobil.
Kini Fani yang sedang berada di kursu kemudi itu,ia pun langsung menyalakan mobilnya.Fani tidak ikut melihat-lihat taman bersama Alex,karena itu perintah Alex langsung.
“Kita berhenti di supermarket terdekat”ucap Alex pada Fani.
“Baik tuan”jawab Fani singkat.
“Ke supermarket?,untuk apa?”tiba-tiba Sherly bertanya dengan heran.
Sepertinya Sherly telah melupakan keinginan nya itu.Mungkin karena cukup lama mereka berada di taman,itu menjadi salah satu alasan ia lupa tentang keinginannya.
“Kamu sekarang sudah menjadi orang yang mudah lupa ya?.Ada masalah apa sih hmm?,coba katakan saja langsung padaku jika kamu memiliki masalah”ucap Alex dengan sedikit menyentil jidat Sherly karena gemas dengan tingkah laku Sherly.
“Auwww”ucap Sherly refleks dengan sedikit berteriak karena sentilan Alex.
“Nggak,nggak ada masalah apa-apa”ucap Sherly yang merasa sulit untuk mengungkapkan keinginannya.
“Bilang saja,tidak usah merasa sungkan seperti itu”perintah Alex sedikit lembut.
“Sebenarnya aku ingin kembali ke dalam rutinitas ku dulu,yaitu menjadi guru”ucap Sherly yang langsung membuat Alex terdiam dan menghela nafas panjang.
“Aku bisa membiayai hidup kamu tanpa harus kamu capek-capek bekerja”ucap Alex seakan menolak halus keinginan Sherly.
“Bukan seperti itu,kamu juga tahu kan kalau aku menjadi guru bukan karena materi,itu semua karena cita-cita ku,dan lagi aku suka banget sama anak kecil.Apalagi jika aku hanya di mansion saja,itu terasa sangat membosankan”ucap Sherly yang akhirnya mengatakan keinginan secara terbuka.
“Biar nanti aku pikirkan”ucap Alex pada akhirnya.
Dan tepat saat itu Fani memberhentikan mobilnya di salah satu supermarket yang cukup besar.
Alex pun turun dari dalam mobil saat Fani membukakan pintu untuknya.Sedangkan Sherly yang melihat itu,ia pun hanya berani mengekor Alex dari belakang,disertai Fani yang juga berjalan tepat di belakang Sherly.
Setelah masuk kedalam supermarket,Sherly hanya diam,karena merasa tidak enak pada Alex yang juga sedang diam.
‘Sepertinya aku itu memang pantas disebut perusak suasana!’pikir Sherly seakan memaki dirinya sendiri.
Alex yang melihat Sherly hanya diam saja,ia pun menoleh ke arah Sherly yang tertunduk.
“Hufff”Lagi-lagi Alex menghembuskan nafasnya saat melihat Sherly merasa bersalah padanya.
Tiba-tiba Fani datang dengan membawa sebuah troli yang besar di tangannya.
“Biar aku yang bawa”perintah Alex mutlak tanpa ingin di bantah.
“Baik tuan”akhirnya Fani pasrah akan keinginan tuanya itu.
Setelah menerima troli itu,Alex melambaikan tangannya seakan menyuruh Fani untuk keluar.
Fani pun sedikit menunduk sebelum keluar.
__ADS_1
Tiba-tiba Alex mengangkat tubuh Sherly ke atas.
“Ahhh”teriak Sherly refleks karena kaget.
Dan tanpa di duga,Alex meletakan Sherly di troli itu.
Sherly yang melihat itu terlihat kaget.
“Diam di situ biar aku yang dorong troli ini!”ucap Alex disertai nada perintah.
Sherly yang mendengar itu hanya pasrah.Dan untungnya tubuh Sherly yang ramping itu muat untuk duduk di troli besar itu.
Tanpa menunggu lama,Alex pun mendorong troli itu menuju rak-rak belanjaan.
“Kamu ingin beli apa saja selain es krim?”tanya Alex yang akhirnya membuat Sherly ingat akan keinginannya saat di taman tadi.
“Aku ingin eskrim rasa coklat,coklat batang,coklat bubuk,wafer coklat,karamel coklat,pokoknya yang berhubungan dengan coklat aku ingin”ucap Sherly menyebutkan keinginannya itu saat suasananya sudah mulai membaik.
Alex yang mendengar itu,ia pun hanya mengangguk mengerti.
Memang benar semenjak kepulangan Sherly waktu itu,ia semakin menyukai coklat,dan Alex yang awalnya sangat membenci coklat itu,lama kelamaan terpaksa ikut memakan cokelat.Walaupun tidak terlalu menyukainya,karena menurut Alex itu terlalu manis untuknya.
Saat mereka sedang berkeliling mencari cemilan dengan rasa coklat.Banyak ibu-ibu mau pun anak muda yang menatap ke arah mereka.Dan untunglah mereka saat ini sedang memakai masker,jadi tidak ada yang mengenali mereka.
“Nak pengantin baru ya?”tanya seorang ibu-ibu kepada Arnam.
“Iya saya pengantin baru”jawab Arnam sedikit datar tapi sopan.
“Oh pantesan”balas ibu itu sambil tersenyum.
“Yah ternyata sudah menikah,aku kira masih pacaran”ucap seorang gadis muda berbaju cream yang dari tadi melihat ke arah Arnam yang sedang memperlakukan Sherly dengan manis.
Gadis muda itu yakin jika wajah Alex sangat tampan,meski ia hanya melihat kedua mata dan alis Alex,itu tidak menutupi kharisma yang di miliki Alex.
“Dan jika pun mereka masih pacaran memangnya kamu mau apa?,toh belum tentu juga kamu jadi kekasihnya”balas gadis berbaju biru,yang merupakan teman si gadis berbaju cream.Walaupun ia perempuan ia juga merasa sedikit kagum pada penampilan Sherly,dan ia juga yakin jika dibalik wajah Sherly yang memakai masker itu,memiliki kecantikan dan kharisma tersendiri.
Si gadis berbaju cream pun hanya mendengus tak suka mendengar sindiran temannya itu.
Alex yang melihat banyak tatapan mata padanya dan Sherly,ia terlihat tak peduli.
Sedangkan Sherly hanya diam sambil menoleh ke arah Alex.
“Pengantin baru”beo Sherly,tapi setelah itu ia pun diam saat paham dengan maksud Arnam.
Mungkin lebih tepatnya baru bertemu lagi setelah sekian lama mereka berpisah.
Lagipula di saat dulu awal mereka menikah,mereka masih belum terlalu akrab satu sama lain.
Lalu tanpa menunggu lama,Alex kembali melangkah menuju rak-rak dan mencari apa yang ingin Sherly beli.
__ADS_1