
Keesokan harinya
Sherly yang telah bersiap-siap itu,ia langsung keluar dari kamarnya.
Sepertinya hari ini Sherly memiliki jadwal kuliah pagi.
Saat telah sampai diruang makan,di sana
sudah ada ayah,ibu,juga kakaknya yang
tengah menunggu kedatanganya,untuk makan bersama,karena itu merupakan kebiasaan keluarganya.
Tanpa menunggu lama,Sherly pun langsung menggeser kursi di samping Mira,lalu setelah itu ia duduk dengan menghadap langsung
kearah ibunya.
“Ayo kita mulai acara makannya!”ucap Roy dengan nada perintah.
Saat mereka mendengar ucapan Roy,mereka pun memulai acara makan dengan keadaan
hening.
Sherly pun berusaha untuk fokus terhadap makanannya,ia memakan makanannya dengan tenang.
‘Ayo Sherly kamu pasti bisa!,kamu harus bisa untuk bersikap tenang,seolah masalah kemarin itu tidak pernah terjadi,dan jangan sampai ibu curiga apalagi mengetahui tentang pembicaraan mu dengan ayah waktu itu’pikir Sherly,ia berusaha untuk menguatkan dirinya sendiri.
Setelah menyelesaikan sarapannya,Sherly pun berpamitan kepada ibu,ayah,dan kakaknya,
“Ibu Sherly langsung berangkat kuliah dulu ya Bu ”ucap Sherly yang berpamitan kepada ibunya.
“Iya nak,kamu hati-hati di jalan”nasehat Dewi pada anaknya.
Saat Sherly berpamitan kepada ibunya itu,matanya tak sengaja menatap kearah ayahnya,Sherly pun seolah tertegun sejenak.
‘Haruskah aku berpamitan juga ke ayah?,tapi aku masih merasa kesal dengan kejadian kemarin?, sudahlah Sherly walaupun kamu merasa kesal,dia tetap ayah kamu,jadi jangan berperilaku tidak sopan kepada ayah kamu sendiri’.pikir Sherly pada dirinya sendiri.
‘Lagipula jika aku tak berpamitan dengan ayah,ibu pasti akan merasa curiga’.batin Sherly.
“Nak,kamu kenapa?,ayo dong kamu berpamitan dengan ayah”ucap Dewi menyadarkan Sherly dari lamunannya.
“Iya Bu”jawab Sherly langsung.
__ADS_1
Sherly pun mulai melangkah dan berjalan kearah ayahnya yang terlihat bersikap biasa saja.
Tak lama Sherly pun selesai berpamitan dengan ayah dan kakaknya,ia pun langsung berjalan keluar rumah dan berjalan menuju garasi tempat motornya berada.
Kini Sherly yang telah memasuki garasi,ia pun langsung naik dan menyalakan mesin motornya,dan mulai berjalan menuju menuju tempat kuliah.
Sepanjang perjalanan menggunakan sepeda
motor itu,Sherly menikmati suasana jalanan di pagi hari,yang masih jarang kendaraan berlalu lalang.
“Huhh udara sejuk banget kalau di pagi hari,coba aja pas siang nanti,pasti jalanannya panas dan banyak polusi”ucap Sherly pada dirinya sendiri.
Waktu berlalu,akhirnya Sherly pun sampai di universitas tempatnya kuliah,yang merupakan salah satu universitas favorit dan bergengsi di kota tersebut.
Sherly pun langsung memarkirkan motornya di parkiran yang dikhususkan untuk sepeda motor.
Selesai memarkirkan motornya itu,ia pun langsung berjalan menuju kelasnya berada,ia menyusuri sepanjang koridor sekolah,seperti
biasa setiap kali ia berjalan banyak mata yang
memandangnya.
mempedulikannya,Sherly hanya tetap berjalan fokus menuju kelasnya.
‘Rasanya dulu saat aku melihat tatapan yang mereka berikan,aku seolah merasa takut akan hal itu,tapi mungkin sekarang karena sudah terbiasa,jadi aku tidak takut lagi’pikir Sherly.
Tak lama ia pun sampai di ruangannya itu,Sherly pun berjalan menuju kursi barisan ketiga,di sana sudah ada kedua sahabatnya yang sedang mengobrol.
“Hai,lagi ngomong apa nih?”tanya Sherly setelah sampai di hadapan kedua sahabatnya itu.
Citra dan Bella itulah nama sahabatnya.
“Eh Sherly kamu udah datang,ayo duduk,aku mau curhat nih sama kamu”ucap Citra dengan wajah di tekuk.
Sherly yang mendengar itu,ia pun langsung menggeser kursinya dan meletakan
tasnya itu,lalu ia pun duduk di kursinya,dan menghadap kearah belakang tempat citra berada.
“Curhat?,curhat apa?”ucap Sherly pada Citra.
“Aku nggak mau jelasin,kamu tanya aja sama Bella”ucap Citra tiba-tiba.
__ADS_1
“Dih aneh,tadi bilang mau curhat,giliran di tanya malah suruh aku tanya Bella”ucap Sherly sedikit gemas akan perkataan Citra tadi.
Sherly pun langsung menatap kearah Bella yang berada tepat di samping kirinya itu.
“Kenapa sih ni anak aneh banget”tanya Sherly pada Bella.
“Nggak,ini si citra katanya dia baru putus dari
pacarnya si putra itu loh”jawab Bella menjelaskan.
Sherly yang mendengar itu,ia terlihat tersenyum sekilas,lalu setelah itu,ia pun angkat suara.
“Bagus dong kalau citra dan putra putus, berarti Bella nggak nge-jomblo sendirian”ucap Sherly yang sontak saja membuat citra melotot kearahnya.
Sedangkan Sherly hanya cengengesan,
menanggapi pelototan citra padanya.
Dan Bella yang mendengar itu,ia hanya dapat memutar bola matanya malas.
“Kok bagus sih?,aku kan teman kamu sher,kamu nggak kasian sama aku yang lagi patah hati,bukannya di hibur atau apalah,yang terpenting aku nggak sedih lagi,eh kamunya malah ngomong kayak gitu ”ucap Citra,ia berkata dengan nada tidak suka miliknya.
Sedangkan Sherly yang mendengar ucapan Citra tadi,ia hanya terkekeh kecil.
‘bukan tanpa alasan jika aku tidak suka dengan hubungan kamu dan si putra itu,
karena kamu merupakan anak yang polos dan baik cit,sedangkan putra adalah orang yang hanya memanfaatkan kepolosan kamu,putra itu seorang playboy yang sering
gonta ganti pacar,dan kalau boleh jujur,aku malah senang kamu putus dengan dia’Pikir Sherly yang hanya diam Sambil tersenyum kearah Citra.
Andai Sherly dapat mengatakan itu secara langsung,tapi mungkin citra tak akan percaya sebelum ia melihat keburukan putra secara langsung.
Dan saat ini Citra pun hanya diam,dengan wajah yang di tekuk,sebagai bentuk protes atas jawaban sherly tadi,citra seolah menunggu agar Sherly untuk menenangkannya.
“Sabarlah cit,nanti juga kamu bakal dapat laki-
laki yang jauh lebih baik dari si putra”ucap Sherly berusaha untuk menghibur Citra.
Citra yang mendengar perkataan Sherly itu,ia pun langsung tersenyum.
“Nah gitu,itu baru namanya sahabat aku”ucap Citra yang langsung membuat Sherly dan Bella tertawaan,karena ucapan Citra tadi.
__ADS_1