ISTRIKU TERSAYANG

ISTRIKU TERSAYANG
Season 2 (Eps.11)


__ADS_3

Dan pada saat mereka berdua memasuki mal itu,banyak orang-orang yang menatap


Ke arah mereka.Entah itu tatapan penasaran,


aneh atau pun kagum.Tapi yang jelas Sherly hanya bersikap santai dan mengabaikan itu.


Karena Sherly sudah biasa dengan tatapan itu,tapi saat ini Sherly yakin jika tatapan kagum itu bukan di tunjukkan padanya,tapi pada Fani yang memang terlihat cantik dengan kecantikan dewasa.


Duh,andai Sherly tahu jika orang-orang itu juga menatap kearahnya,karena aura dan kharismanya yang terasa seperti magnet yang mampu membuat orang tanpa sadar ingin selalu menatap nya.Meskipun dalam keadaan Sherly saat ini yang sedang memakai masker.


“Nona Apakah anda ingin membeli perhiasan untuk teman anda?,atau anda ingin membeli pakaian untuk teman anda itu”tanya Fani berusaha membuat Sherly nyaman.


Mereka berdua terus berjalan masuk semakin dalam dengan langkah santai dan anggun,seolah abai dengan tatapan itu.


“Sepertinya aku ingin membelikan dia pakaian saja”ucap Sherly yang tidak mungkin untuk memberi hadiah perhiasan,karena hadiah itu untuk laki-laki.


“Mari nona,akan saya tunjukkan butik yang paling bagus yang ada di mal ini”ucap Fani dengan berjalan seolah menuntun ke tempat yang ia ketahui.


“Di sini nona,ini tempat yang menjual pakaian wanita,dengan model dan motif yang sangat cantik”ucap Fani membawa Sherly ke suatu butik yang ada di mal tersebut.Butik tersebut bukan hanya butik sembarangan,karena butik ini merupakan merek terkenal,dan sering di pakai oleh artis-artis atau pun selebriti ternama,serta istri-istri dari seorang pejabat.


“Bukan di sini,aku ingin membeli pakaian untuk laki-laki,tapi dengan model yang bagus,dan juga merek ternama”ucap Sherly seolah ingin membeli pakaian untuk orang yang spesial baginya.


Fani yang mendengar itu,ia pun langsung mendengklik dan menatap ke arah Sherly curiga.


Fani tak habis pikir dengan apa yang sedang di rencanakan Sherly,bukankah Alex melarang Sherly agar tidak bergaul dengan laki-laki,apalagi ini memberi hadiah yang terkesan spesial untuk laki-laki itu.Jangan kan laki-laki,di saat Sherly bergaul dengan banyak perempuan,Alex pasti akan cemburu,


karena Alex tidak ingin waktu nya dengan Sherly berkurang karena kedekatan Sherly dengan teman-teman perempuannya,


jadi hanya beberapa teman perempuan yang boleh dekat dengan Sherly.


“Kenapa hanya diam,ayo antar aku ke tempat yang aku inginkan”ucap Sherly dengan wajah terlihat polos.


Entah Fani harus mengatakan apa,ia pun hanya mengangguk pasrah dan mengantar Sherly ke tempat yang Sherly inginkan.


Saat sampai di depan butik itu,Fani pun berhenti.Ia seolah merasa enggan untuk masuk,apalagi saat ia telah mendengar jika Sherly akan membeli hadiah ulang tahun untuk laki-laki.Dan bisa di pastikan jika Alex tahu,ia pasti akan murka besar,bahkan bisa menggila mungkin.


“Ayo bantu aku pilihkan pakaian laki-laki yang bagus di butik ini”bujuk Sherly pada Fani.


“Nona bukankah tuan melarang anda untuk bergaul dengan laki-laki.Tuan juga pasti akan sangat marah saat mendengar anda dekat dengan laki-laki,apalagi sampai tuan tahu jika anda membeli hadiah untuk laki-laki”ucap Fani mengungkapkan keberatannya.Ia seolah memberitahu Sherly untuk tidak berbuat macam-macam tanpa sepengetahuan Alex.


Sherly yang mendengar itu,ia hanya menjawab dengan senyuman.Bukan senyum biasa yang Sherly perlihatkan melainkan senyum yang terkesan misterius.


Dan tanpa diduga,Sherly pun langsung menarik tangan Fani untuk berjalan masuk ke dalam butik.


“Selamat pagi nona-nona,ada yang perlu saya bantu?”tanya seorang penjaga butik seolah menyambut kedatangan Sherly dan Fani.


“Boleh kami melihat beberapa baju untuk kami pilih?”tanya Sherly sopan dengan suara sedikit terendam karena memakai masker.


Sang penjaga butik itu pun langsung menatap Sherly,ia melihat penampilan Sherly dari atas hingga bawah.Meski pun Sherly memakai pakaian tertutup dan terlihat kasual,tapi sangat jelas jika semua yang Sherly pakai adalah pakaian bermerek yang sangat terkenal.


“Silahkan nona!,dan jika ada sesuatu yang anda perlukan,anda bisa langsung memanggil saya”ucap penjaga itu sopan,ia merasa tidak bisa menyinggung Sherly sembarangan.


Sherly yang mendengar itu,ia pun mengangguk dan menarik menarik Fani untuk membantunya memilih pakaian.

__ADS_1


“Menurut kamu pakaian yang mana yang bagus?”tanya Sherly pada Fani saat mereka telah berdiri di depan pakaian yang berjejer rapi.


“Saya tidak tahu nona,saya tidak terlalu pandai memilih”ucap Fani sopan seolah menolak halus permintaan Sherly.


Sebenernya Fani memiliki selera fashion yang baik,tapi di saat dia berfikir jika itu bukan untuk tuanya,maka ia seolah enggan untuk memilih pakaian.


“Ayolah,pilih saja yang menurut kamu bagus”ucap Sherly sedikit memaksa.


Dan dengan terpaksa,Fani pun memilih pakaian dengan sembarang.


Fani mengambil kemeja yang berwarna hijau tua,itu terlihat kolot jika di pakai.Sepertinya meski mengambil barang sembarangan,Fani masih bisa memilih kemeja yang menurutnya jelek.


Sherly yang melihat itu,ia pun hanya diam.


“Sepertinya biar aku yang pilihkan”ucap Sherly pada akhirnya,ia pun memilih kemeja berwana putih,tak lupa juga ia memilih jas berwarna hitam,disertai celana panjang yang berwarna senada dengan jas hitam itu.


Setelah selesai memilih Sherly pun langsung meminta tolong pada Fani untuk membayar.


Di luar butik


Saat ini Sherly yang sudah berada di luar butik itu,ia pun seolah belum ingin untuk kembali ke mansion.


Sherly pun langsung menatap ke arah Fani yang dari tadi hanya diam dengan membawa belanjaan di tangannya.


“Kita minum dulu yuk ke cafe terdekat,aku lihat kamu seperti merasa haus dan kecapean”ucap Sherly sedikit beralasan.


Fani yang mendengar itu langsung menatap ke arah Sherly.


Dan tanpa menunggu lama Sherly langsung berjalan menuju kafe terdekat.


Di dalam cafe.


Sherly pun langsung duduk dengan tenang di kursi bundar,ia kini sedang menunggu minuman yang baru ia pesan.


“Kamu nggak duduk?”tanya Sherly pada Fani yang hanya diam.


“Tidak nona,saya lebih nyaman berdiri”ucap Fani sopan.


Sherly yang mendengar itu,ia hanya mengangguk mengerti.Karena Sherly tidak bisa terlalu memaksa kehendak nya jika Fani sudah merasa nyaman.


Tak lama pelayan pun datang,dan meletakan minuman yang Sherly pesan.


Sherly yang melihat itu,ia pun langsung meneguk minumannya.


“Nona”panggil Fani sopan saat pelayan cafe telah meninggalkan tempat mereka.


“Iya”jawab Sherly singkat saat telah meminum jus pesanannya.


“Apa anda benar-benar memberi hadiah itu untuk laki-laki?”tanya Fani sopan.


“Iya”balas Sherly singkat.


“Apakah anda ingat jika tuan melarang anda bergaul dengan laki-laki”ucap Fani lagi.

__ADS_1


“Iya”ucap Sherly cepat.


“Lalu?”lanjut Sherly bertanya dengan singkat.


'Lalu'itulah kata-kata yang sedang berputar-putar di kepala Fani,ia pun terdiam sejenak sebelum buka suara.


“Apakah anda tidak takut jika tuan akan marah saat tahu anda memberikan hadiah untuk laki-laki?”tanya Fani mengungkapkan isi pikiran nya.


“Tidak,kenapa dia harus marah?”ucap Sherly santai.


“Ha?”gumam Fani refleks saat mendengar ucapan sekaligus pertanyaan yang tidak di mengerti olehnya.


“Maksud anda apa nona,bukankah sudah jelas jika tuan akan marah saat tahu hal ini,lalu kenapa anda bisa sangat yakin jika tuan tidak akan marah pada anda akan hal ini?”ucap Fani sopan tapi terlihat jelas jika ia merasa tidak suka dengan ucapan santai Sherly tadi.


Sherly yang mendengar pertanyaan dari Fani itu,ia pun langsung menoleh dan melihat sekeliling.


“Hussh,kamu jangan kasih tahu jika hadiah ini sebenarnya bukan untuk teman aku”ucap Sherly saat memastikan keadaan sekitarnya terlihat aman menurutnya.


“Ini untuk Lexi,atau lebih tepatnya hadiah ini untuk Alex”lanjut Sherly menjelaskan saat melihat tatapan tak mengerti dari Fani.


Fani yang mendengar itu mulutnya sedikit terbuka karena terkejut.


“Kenapa anda tidak bilang dari tadi kalau ini untuk tuan Alex?”tanya Fani bingung.


“Hussh,bicaranya pelan-pelan dong.Jadi sebenarnya aku sengaja beli kado untuk Lexi karena sebentar lagi dia ulang tahun.Dan kenapa aku tidak mengatakan tujuan aku ini pada saat di mansion,karena tadi ada Bagas yang sedang mengawasi kita.Kamu juga kan tahu setiap apa yang dilakukan kita itu selalu di awasi oleh Bagas,dan dia juga orangnya nggak bisa diajak kompromi,jadi aku takut jika Bagas akan memberitahu Alex tentang rencana aku ini”ucap Sherly yang sepertinya berencana memberikan surprise untuk Alex.


“Tapi untungnya Bagas tidak mengikuti kita sampai ke dalam Mal”lanjut Sherly dengan nada lega miliknya.


Sherly pun hanya diam sambil membayangkan jika kejutan yang ia siapkan untuk Alex akan berjalan dengan lancar.


“Oh ternyata tuan akan ulang tahun sebentar lagi”ucap Fani baru tahu.


“Kenapa kamu baru tahu?”tanya Sherly heran.


“Karena sebenarnya tuan jarang mengadakan acara ulang tahun,dan ia juga tidak pernah memberitahu siapapun tentang hari ulang tahunnya.Karena menurutnya itu tidak penting,tapi sekarang ia sepertinya sudah mulai berubah dan dan sedikit terbuka,dan itu karena anda nona”ucap Fani dengan nada yang terdengar sedikit terharu,sambil tersenyum tulus.


“Lagian tadi saat kamu memilih baju seperti tidak berniat untuk memilih”ucap Sherly pada Fani yang sepertinya bisa menebak gelagat Fani.


Fani yang mendengar itu,ia hanya tertunduk malu.


“Maaf”ucap Fani karena sempat berfikir buruk pada Sherly.


Bukan tanpa alasan jika Fani terlihat sangat memihak pada Alex,karena bagi Fani Alex sudah seperti kakaknya sendiri.


*****


Ha...ha...,Hayo apa ada yang seperti Fani yang sempat berfikir buruk pada Sherly?🤣😂.


Sebelumnya maaf kalau ada kesalahan kata.


Dan untuk konflik sedang di rencanakan


Jadi mohon dukungan dan pengertiannya 🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2