ISTRIKU TERSAYANG

ISTRIKU TERSAYANG
Extra part terakhir


__ADS_3

Seperti dugaan,dua hari setelah berada di rumah sakit.Akhirnya Sherly benar-benar mengalami kontraksi hebat.


Dan saat ini Sherly sedang di tuntun oleh Alex,mereka sedang melakukan pemanasan sebelum melahirkan.


“Apakah masih terasa sakit?”tanya Alex pada Sherly.


Sherly yang kini sedang berjalan pelan-pelan dengan di bantu Alex itu,ia pun hanya tersenyum.Seolah senyumnya berusaha untuk menenangkan kekhawatiran Alex.


“Maaf,aku tidak bisa bantu apa-apa”ucap Alex dengan rasa bersalahnya.Harusnya di saat seperti ini,Alex bisa lebih tenang.Tapi saat melihat wajah Sherly yang terlihat menahan kesakitan,ia malah terlihat khawatir.


“Nggak usah merasa bersalah,lagipula tadi dokter sudah memberikan suntikan untuk mengurangi rasa sakitnya”ucap Sherly berusaha menenangkan Alex dengan nada suaranya yang terdengar lembut.


“Silahkan berbaring”ucap salah satu dokter wanita dengan sopan.


Sherly tadi memang sengaja di minta oleh dokter untuk berkeliling sekitar kamar,mungkin itu dilakukan sambil menunggu pembukaan lengkap.


.....


Di Sore hari.


Di sebuah ruangan operasi,terdengar suara bayi menangis dengan sangat keras.


Alex yang berada di luar ruangan itu langsung mendekat ke arah ruangan operasi itu.


Tak lama keluarlah seorang perawat wanita dari ruangan operasi tadi.


“Tuan”ucap seorang perawat yang memanggil Alex dengan sopan.


“Bagaimana keadaannya?,apakah saya sudah bisa masuk?”tanya Alex langsung, biasanya saat ingin melakukan apapun,Alex akan langsung melakukan itu tanpa meminta izin.Tapi di saat seperti ini,justru ia khawatir jika masuk sembarangan akan berdampak buruk pada Sherly.Lagipula ia ingin memastikan keadaan Sherly baik-baik saja.


“Operasa berjalan lancar,kebetulan istri anda masih belum sadar karena masih berada dalam pengaruh obat bius.Tapi anda tidak perlu khawatir,sekarang keadaan istri anda telah stabil”jawab perawat itu menjelaskan dengan ramah dan sopan.


“Kalau begitu saya permisi.Dan jika ingin masuk anda bisa langsung masuk tanpa meminta izin pada saya”ucap perawat itu merasa sedikit sungkan.Ia takut menyinggung Alex yang notabennya adalah investor terbesar rumah sakit itu.Karena hampir 65% dana rumah sakit berasal dari Alex.Dan otomatis dia akan merasa takut jika melakukan kesalahan hingga harus di pecat.


“Terima kasih”ucap Alex secara langsung.Entah pertama atau sudah kebeberapa kalinya Alex berterima kasih pada seseorang selain ibu dan istrinya secara langsung.Biasanya jika Alex akan berterima kasih,ia tidak akan mengucapkan itu secara langsung,tapi ia akan mengungkapkan rasa terima kasih nya dalam bentuk lain.Dan kini berkat Sherly kepribadian Alex berubah menjadi lebih baik.


“Tidak perlu berterima kasih,itu sudah tugas saya”jawab perawat itu sedikit tidak enak.Sudah sewajarnya ia melakukan kewajibannya itu,apalagi berkat Alex rumah sakit tempatnya bekerja semakin maju dan terkenal,itu semua karena semakin lengkapnya alat-alat rumah sakit yang berkualitas.


Setelah itu perawat itu pun benar-benar pergi.


.....


Keesokan harinya.


Hampir seharian Alex menunggu Sherly bangun,ia dengan sabar terus berada di samping Sherly.


Dan kini Sherly sudah di pindahkan keruang pribadi.


“Shhh”Sherly tiba-tiba meringis,ia dengan perlahan membuka matanya.


“Anak kita?”tanya Sherly saat melihat Alex ada di sampingnya.Kata itu yang pertama kali terucap dalam bibirnya.Mungkin Sherly merasa khawatir dengan keadaan anaknya.


“Dia baik-baik saja,kamu tidak perlu khawatir”jawab Alex sambil menghela nafas lega saat melihat Sherly telah siuman.


Tiba-tiba pintu terbuka,dan tak lama masuklah Mira beserta Dafa.


“Bagaimana keadaan kamu?”tanya Mira yang terdengar khawatir.


“Sudah lebih baik,kakak tidak perlu khawatir”ucap Sherly disertai senyuman yang terlihat lemah.


“Lebih baik kamu tidak perlu banyak gerak dulu.Kakak ke sini cuman ingin memastikan keadaan kamu saja,sekalian ingin melihat anak kalian”ucap Mira yang langsung membantu Sherly bersender dengan nyaman.


“Terima kasih”ucap Sherly sambil menatap ke arah Mira.


“Sherly”terdengar suara jeritan senang dari sahabatnya Citra yang langsung berjalan masuk.

__ADS_1


“Gimana kabar kamu?”tanya Citra yang langsung memeluk Sherly begitu sampai.Hingga Sherly pun sedikit meringis karena jahitan bekas operasi sedikit tersenggol.


“Eh maaf maaf,aku benar-benar lupa”ucap Citra yang langsung melepaskan pelukannya itu.


“Tidak masalah”jawab Sherly langsung,ia tahu jika Citra berbuat seperti itu hanya karena terlalu senang saat melihatnya.


“Selamat ya sher,sekarang kamu sudah memiliki anak,otomatis kamu sudah benar-benar jadi ibu”ucap Bella turut senang.


“Oh iya,ngomong-ngomong bayinya mana?”tanya Citra yang ingin bertemu dengan bayinya Sherly.


Setelah Citra berkata seperti itu,tiba-tiba datang seorang suster yang membawa bayi beserta tempat khusus bayi.Sepertinya Alex benar-benar memperlakukan anaknya layaknya berlian,terbukti dengan sikap Alex yang bersikap seolah-olah anaknya perlu di perlakukan secara khusus.


“Kalau begitu saya permisi”pamit suster itu sopan.


Citra yang melihat itu langsung menghampiri bayi Sherly yang berjenis kelamin laki-laki.


“Ya ampun!!”pekik Citra kaget hingga membuat bayi dari Sherly sedikit bergerak tidak nyaman karena tidur nya sedikit terusik.


“Apaan sih,jangan teriak-teriak!,kamu memangnyanggak kasian.Padahal bayinya sedang tidur dengan sangat nyaman”nasehat Bella yang berada di samping Citra.


“Kenapa cit?”tanya Sherly sedikit khawatir,ia takut anaknya kenapa-napa.


“Anak kamu tampan sekali sher,aku jadi kepengen punya bayi”ucap Citra dengan nada lebaynya,wajahnya terlihat sedikit membayangkan sambil menatap ke arah anaknya Sherly.


“Dasar lebay,memangnya kalau kamu ingin punya bayi,siapa suaminya”ucap Bella terdengar meledek.Meski Sebenarnya ia benar-benar mengagumi bayi Sherly yang benar-benar sangat tampan dan lucu,tapi ia tidak suka dengan nada bicara Citra.


“Apaan sih kamu ini,aku kan bilang ingin punya bayi,bukan ingin punya anak.Lagipula bisa kan adopsi bayi,atau kalau nggak aku anggap aja bayi dari Sherly juga anak aku.Lagian aku belum siap menikah apalagi punya anak”ucap Citra sedikit mendengus tak suka.


“Bolehkan kakak gendong anak kamu sher?,mungkin aja nanti kakak juga ketularan hamil.Apalagi jika anaknya bisa setampan ini”ucap Mira terdengar membayangkan.


Meski ucapan Mira ada benarnya,tapi ia tidak setuju jika anaknya harus mirip orang lain.Tapi setidaknya dia sadar diri jika ia tidak setampan Alex.


“Boleh,hati-hati ya kak”ucap Sherly yang langsung mengangguk setuju.


Pada saat itu,mereka yang ada di ruangan bisa melihat dengan jelas seberapa tampan bayi itu.


“Coba kamu lihat sher,hampir 85%dari keseluruhan wajah anak kamu mirip dengan ayahnya.Alisnya,hidungnya,bibirnya,percis dengan ayahnya”ucap Citra yang merasa sedikit kagum akan hal itu.


“Ya wajar kan,Alex kan ayahnya jadi nggak masalah jika anak itu mirip dengan ayahnya sendiri”ucap Sherly santai,tapi di dalam hatinya Sherly juga sedikit menggerutu.Padahal jelas-jelas jika ia sangat mendambakan anak itu,bahkan hampir setiap hari mengajak anaknya mengobrol saat di kandungan.Tapi kenapa wajah anaknya bisa sangat mirip dengan Alex,sedangkan dengan dirinya hanya memiliki sedikit kemiripan.


Alex yang mendengar itu,ia langsung menggenggam tangan Sherly dengan lembut.Ia juga menatap Sherly dengan tatapan penuh kasih sayang dan terima kasih.


“Terima kasih.Terima kasih karena kamu sudah melahirkan seorang pangeran,aku tidak tahu harus mengatakan apa lagi,tapi yang jelas aku tahu jika ucapan terimakasih ku tidak akan membalas jasa kamu.Bahkan jika kata terimakasih ini di ucapkan seribu atau mungkin sepuluh ribu kali,dan bagi ku itu tidak akan cukup untuk membalas jasa kamu”ucap Alex tulus.Baginya,anaknya adalah seorang pangeran,seorang pangeran yang terlahir di sebuah kerajaan cinta milik Alex dan Sherly.Alex bahkan tidak tahu harus melakukan apa untuk membalas jasa Sherly yang telah rela susah payah demi melahirkan anaknya.Betapa besarnya jasa seorang ibu,ia sendiri sempat melihat langsung bagaimana susahnya Sherly melahirkan.Dan baginya,jasa Sherly yang telah susah payah melahirkan anaknya itu,tidak akan cukup hanya dengan memberikan harta atau kemewahan untuk istrinya itu.


“Kebahagian yang telah kamu berikan itu sudah jauh lebih dari cukup”jawab Sherly yang juga merasa beruntung bisa memiliki Alex.Orang yang selalu sabar dan sayang padanya entah bagaimana pun keadaan nya itu.Bahkan di saat Sherly benar-benar seolah sedang menguji Alex,justru Alex akan langsung menuruti itu sekalipun hal itu tidak Alex sukai.Walau Sebenarnya Alex juga pernah menolak permintaan Sherly,dan itu berhubungan dengan kesehatannya.Alex tidak ingin mengambil resiko dengan keselamatan istri nya,maka itu Alex akan bersikap tegas pada istri nya.


“Oh ya,kamu sudah memiliki nama yang cocok untuk anak kamu belum sher?”tanya Citra sambil menatap ke arah Sherly dan anak dari Sherly itu secara bergantian.


“Nama?,aku belum tahu.Sebenernya aku ingin Alex yang memberi nama anak kita secara langsung”ucap Sherly jujur.


Saat melihat tatapan Sherly seolah bertanya kepadanya,Alex pun langsung angkat bicara.


“Nama?,kebetulan aku sempat menyiapkan dua nama yang cocok untuk anak kita”ucap Alex memberitahu.


“Kenapa harus dua?,bukankah kamu tahu jika anak kita itu cuman satu”tanya Sherly heran.


“Ya aku sengaja,bukankah pada saat itu kita belum tahu jenis kelamin anak kita.Jadi aku siapkan dua nama untuk anak laki-laki dan perempuan.Sekarang,nama untuk anak laki-laki akan kita gunakan untuk anak kita ini”ucap Alex menjelaskan.


“Kalau begitu apa namanya?”


“Chandra Putra Pratama”jawab Alex langsung.Ia mengucapkan nama anaknya dengan pasih dan yakin.


“Putra?”pekik Citra sedikit kaget,ia tidak suka dengan nama itu karena mengingat kan dirinya dengan mantannya itu.


“Ya kenapa?”tanya Alex langsung tanpa melihat ke arah Citra,ia masih dengan posisi nya menatap ke arah Sherly yang juga terlihat sedikit kaget.Apakah ada yang salah dengan nama itu?.

__ADS_1


Sebelum Citra sempat buka suara,Bella langsung mencegahnya.


'Jangan katakan apapun,itu terserah mereka yang menentukan'begitulah tatapan Bella pada citra.


“Tidak,itu nama yang bagus”jawab Citra sedikit cengengesan.


Sherly tahu apa yang dipikirkan Citra,tapi karena nama itu cukup bagus.Apalagi jika nama itu adalah nama pilihan Alex,jadi ia akan setuju dengan nama itu,karena ia tahu pasti Alex sudah lama memikirkan nama itu.Dan Sherly berharap jika anaknya tidak akan memiliki sifat seperti mantan dari sahabatnya itu,setidaknya anaknya harus memiliki sikap yang bisa menghargai seorang wanita.Itulah harapan Sherly.


“Kalau nama perempuan,memangnya apa namanya?”tanya Sherly yang merasa sedikit penasaran dengan nama yang di pilih Alex untuk anak perempuan.


“Salsabila Putri Pratama.Baguskan?”jawab Alex disertai pertanyaan yang seolah meminta pendapat Sherly.


“Nama yang cantik,kalau kita punya anak perempuan,nama itu saja yang akan kita gunakan.Khususnya kita akan panggil anak kita Bila atau Salsa,itu panggilan yang terdengar indah.Aku suka”ucap Sherly terdengar senang dengan nada yang semangat saat mengucapkan itu.


“Tidak.Kita tidak akan memiliki anak lagi”ucap Alex tiba-tiba.Ia berkata dengan nada sedikit tegas saat mengatakan itu.


“Maksud kamu apa?”tanya Sherly tidak mengerti.


“Aku tidak berencana memiliki anak lagi”jelas Alex singkat.


Mendengar hal itu Sherly sempat terkejut dengan jawaban Alex,karena tidak terima ia pun langsung protes.


“Tapi aku ingin memiliki anak perempuan”kekeh Sherly,memang apa salahnya jika ia memiliki anak lagi?,Sherly benar-benar tidak mengerti dengan jalan pikirannya Alex.


“Apakah kamu tidak ingat saat melahirkan tadi?,bukankah itu sangat menyakitkan.Kamu yakin masih ingin memiliki anak lagi?”tanya Alex mengingatkan.


Alex masih ingat dengan jelas bagaimana sulitnya Sherly saat melahirkan tadi.Hampir seharian Sherly menahan rasa sakit,ia dengan sekuat tenaga berusaha melahirkan anaknya secara normal.Tapi sayang karena Sherly tidak bisa mengeden,atau lebih tepatnya,ia tidak bisa mengejan dengan benar,akhirnya dilakukan operasi Cesar.Awalnya Sherly menolak dan bersikeras ingin melahirkan dengan normal,tapi karena sudah cukup lama menunggu akhirnya di lakukan operasi,itu semua tidak lepas dari usaha Alex yang terus membujuk Sherly agar mau di operasi.Dan kalau saja Alex tidak mengatakan jika itu demi anaknya,mungkin Sherly tidak akan pernah mau di operasi.


“Iya,aku ingat tapi aku masih ingin memiliki anak lagi”jawab Sherly masih dengan nada kekehnya.


Alex pun hanya diam untuk sejenak saat mendengar ucapan Sherly itu,ia pun menghela nada panjang untuk meredakan rasa frustasinya itu.


Apakah memang seperti itu seorang wanita?,baru saja mereka merasakan sakitnya melahirkan,dan itu bukan sakit biasa.Tapi mengapa mereka seolah tidak memiliki rasa takut apalagi kapok dengan rasa sakit itu.


“Kalau begitu kita akan adopsi bayi perempuan”putus Alex tegas dengan nada yang tidak ingin di bantah.


Bagi Alex yang terpenting adalah keselamatan istrinya.Bagaimana ia bisa membiarkan istrinya menderita lagi,sedangkan ia dengan mata kepalanya sendiri telah melihat bagaimana sulitnya melahirkan.Alex seolah bisa merasakan bagaimana kondisi Sherly yang berada di antar hidup dan mati.Dan saat itu,ia juga memiliki kekhawatiran luar biasa,dan itu baru Alex rasakan saat Sherly melahirkan.Alex benar-benar takut kehilangan Sherly,bagaimana ia akan bersikap pada anaknya nanti jika sampai Sherly meninggal.Oleh karena itu,ia tidak ingin Sherly merasakan hal itu lagi,dan Alex juga tidak ingin melihat Sherly berada di dalam kondisi seperti itu lagi.


“Baiklah,aku setuju”akhirnya Sherly pun menjawab itu dengan pasrah karena ia tahu dan bisa mengerti tentang kekhawatiran Alex.Dan Sherly harap anaknya itu akan membawa kebahagiaan yang berlimpah bagi siapa saja,terutama bagi orang-orang yang benar-benar menyayangi nya.


>


*Bahagia...


Kebahagiaan akan datang pada saat yang tepat...,


Dengan siapa dan kapan kita bahagia hanya tuhan yang tahu...


Setiap orang berhak untuk bahagia...


Kadang semakin sulit kita mendapatkan kebahagiaan yang kita dapatkan,justru kebahagiaan itulah yang nantinya akan sangat kita hargai...


*Tamat*.


Ini benar-benar episode terakhir.


Pertama-tama author ucapkan terimakasih untuk yang telah membaca cerita author ini, khususnya untuk pembaca yang masih setiap membaca novel ini.


Author tahu jika author sering up telat dan sering lama update nya.Oleh karena itu author ingin meminta maaf sebesar-besarnya karena telah membuat kalian menunggu.


~Salam manis dari author untuk kalian semuanya~.


Jangan lupa beri jempol setelah selesai membaca ya.


Sekian terima kasih.

__ADS_1


__ADS_2