
keesokan harinya.
Saat ini Sherly sedang berjalan keluar dari mall bersama Fani.
Mereka telah membeli beberapa hadiah yang Sherly beli untuk mengunjungi ibunya Alex.
Tapi secara tiba-tiba tangan Sherly di tarik oleh seseorang,dan Sherly pun menoleh,ia melihat siapa orang yang sedang menarik tangannya,yang ternyata adalah Andra.
“Tuan tolong lepaskan tangan anda dari tangan majikan saya”ucap Fani dengan tatapan tak suka menatap kearah Andra yang tengah memegang tangan sherly.
karena melihat Andra tidak juga melepaskan genggamannya di tangan Sherly,Fani pun langsung memukul tangan Andra yang sedang menggenggam tangan Sherly hingga terlepas.
Fani maju ke depan,ia pu membelakangi Sherly,untuk melindungi Sherly dari Andra.
“Saya ingin bicara sebentar dengan Sherly,
tolong izinkan saya untuk bicara secara pribadi dengannya”ucap Andra dengan nada memelas.
Sherly yang melihat itu pun maju ke depan.
“Sebentar Fani,ini urusan kami berdua, sepertinya memang ada sesuatu hal yang harus kami bicarakan”ucap Sherly,menengahi perdebatan mereka berdua.
Selesai mengatakan itu,Sherly dan Andra berjalan menuju restoran.
Setelah sampai mereka pun duduk di salah satu kursi yang kosong,dan sekarang posisi
Andra dan Sherly pun, duduk dengan saling berhadapan.
Sedangkan Fani hanya menunggu di luar,
karena Sherly yang meminta Fani untuk tetap di luar.
__ADS_1
Merasa telah lama hanya dalam keadaan hening,Andra pun mulai buka suara.
“Apakah kamu bahagia sher”tanya Andra kepada Sherly.
“Mungkin jika kamu dapat merelakan aku,aku akan bahagia,aku tau aku telah menyakiti kamu,tapi ndra sesuatu yang memang tidak bisa kamu dapatkan harus kamu relakan,
karena dengan begitu kamu tidak akan terlalu sakit lebih dalam lagi”ucap Sherly berharap Andra akan melepaskannya.
Karena Sherly hanya ingin fokus untuk bisa mencintai Alex,walaupun ia juga merasa bersalah kepada Andra,tapi setidaknya dengan ia mengatakan itu, Andra dapat melepaskannya.
“Oke kalau itu mau kamu,aku akan melepaskan kamu dan berusaha untuk melupakan kamu”ucap Andra dengan tegas.
“Maaf ya ndra,aku merasa bersalah banget sama kamu”ucap Sherly merasa bersalah.
“Gak apa-apa sher,aku tau kamu bukan jodohku, mungkin jika aku memaksa kamu untuk jadi milikku,itu adalah perbuatan salah,maka dari itu,setelah beberapa hari ini aku tidak bertemu kamu semenjak pertemuan kemaren,aku telah berpikir lebih jauh,dan akhirnya aku akan berusaha lupain kamu”jawab Andra.
“Aku selau berharap semoga kamu dapat pengganti yang lebih baik dari aku”ucap Sherly lagi,sambil menatap kearah Andra.
“Lalu kamu sekarang akan kemana?”tanya Sherly.
“Sepertinya aku akan pulang ke kampung halaman ku, dan menerima perjodohan yang telah di atur oleh orang tuaku, karena aku merasa bersalah telah menolak keinginan kedua orang tuaku,maka dari itu aku akan menebusnya dengan berusaha untuk menerima perjodohan yang telah di atur orang tuaku,dengan begitu aku akan bisa untuk melupakan kamu ”jawab Andra jujur.
“Semoga kamu bahagia ya,ndra”ucap Sherly,mendoakan kebahagiaan untuk Andra.
“Terima kasih sher,semoga kamu juga bahagia,dan ingat untuk tidak merasa bersalah kepadaku,aku tau bukan kamu yang salah dalam pernikahan ini”ucap Andra yakin.
“Kamu tahu dari siapa ndra?”tanya Sherly heran,setahunya ia tidak mengatakan kepada Andra tentang perjodohannya.
“Aku tau sher,karena aku pernah mengenal dan dekat dengan kamu,aku tau mungkin kamu melakukan ini karena terpaksa,entah siapa yang memaksa kamu, aku tidak tau,yang jelas aku tau, meskipun kamu tidak melakukan perbuatan yang salah,kamu selalu menyalahkan diri kamu,atas kesalahan yang tidak kamu perbuat,apa kamu lupa,waktu itu kamu kan pernah disakiti kakak kamu,tapi kamu sembunyiin ini semua dari aku,dan akhirnya aku tahu dengan sendirinya,mungkin juga sekarang ini sama,kamu melakukan pernikahan ini karena paksaan dari keluarga kamu”ucap Andra yang menebak jika Sherly tidak salah,karena ia sedikit memahami akan sifat Sherly.
Mereka pun diam sejenak menyelami pikiran mereka masing-masing.
__ADS_1
“Kalau begitu aku pergi dulu ya ,tolong jangan merasa meyalahkan diri kamu terus menerus,karena aku tau kamu tidak salah, dan juga kamu harus bahagia ya sher?,permisi”pamit Andra,setelah mengatakan itu,Andra pun pergi meninggalkan Sherly.
Sherly yang melihat kepergian Andra,ia pun berjalan keluar menuju Fani berada.
Saat Sherly datang ia melihat Fani tengah mematikan ponselnya,entah sudah menelepon dengan siapa Sherly pun tak tahu
“Fani”panggil Sherly
Fani yang melihat Sherly sedang ada di hadapannya itu,ia pun segera memasukan ponselnya ke dalam tas miliknya.
Mereka pun langsung berjalan ke arah mobil mereka,saat mereka telah masuk,mobil pun mulai berjalan.
Sementara itu,di tempat lain
Alex yang tengah duduk di kursi kebesarannya itu,tiba-tiba langsung bangkit,wajahnya terlihat gusar dan gelisah saat ia telah berbicara dengan Fani lewat handphone
Alex berniat menelepon Fani karena penasaran akan keadaan Sherly,tapi ternyata Fani mengatakan jika Sherly tidak bersama dengannya,karena Sherly sedang mengobrol dengan Andra yang sekarang notabenenya adalah mantan pacar sherly.
Alex yang mendengar ucapan Fani itu pun menjadi marah,entah kenapa hatinya tiba-tiba menjadi panas.
Alex pun memanggil Doni,dan tak lama Doni datang.
“Tuan,ada apa anda memanggil saya?”tanya Doni setelah sampai di hadapan tuannya.
“Saya ingin langsung pulang ke mansion”ucap Alex,dengan wajah gusar.
Dan Doni pun mengangguk tanda mengerti,mereka pun berjalan keluar dari ruangan Alex.
Tapi sebelum itu Doni mengatakan kepada salah satu sekertaris di perusaahan milik Alex, untuk melaporkan kepadanya, secara langsungjika terjadi masalah di perusaaan.
Setelah urusannya selesai,mereka pun berjalan keluar menuju mobil yang telah terpakir di depan gedung perusaahan.
__ADS_1
Doni pun membuka pintu mobil,dan Alex pun langsung masuk,dan setelah itu mobil pun melaju dengan cepat,untuk membelah jalanan.