
Sontak Sherly yang melihat hal itu,tiba-tiba tubuhnya lemas seketika.Tidak ada tenaga yang tersisa,hingga ia terduduk di tanah karena saking lemasnya.
Sementara Mira,ia yang melihat hal itu langsung berjalan ke arah ibunya dan memangku kepala Dewi yang bersimbah darah di pinggir jalan.
“Ibu,cobalah bertahan sebentar saja,aku dan Sherly akan mencoba untuk mencari bantuan”ungkap Mira dengan wajah ketakutan karena cemas.
Dewi yang mendengar hal itu,ia hanya tersenyum getir,yang terlihat lemah di wajahnya yang pias.
“Nggak ada waktu nak”ucap Dewi dengan suara yang terdengar sangat kecil.
“Ibu,jangan berkata seperti itu”ucap Sherly yang kini sudah berada di samping ibunya.Sherly sadar ia tadi terlalu larut dalam kesedihan,padahal Sherly masih memiliki kesempatan untuk membuat ibunya bisa bertahan.
“Mira,ibu minta tolong...agar kamu jangan membenci Sherly lagi.Selama ini ibu nggak pernah membeda-bedakan dalam menyayangi kalian,karena ibu sayang kalian berdua,jadi di saat terakhir ibu,ibu hanya ingin kalian berdua hidup bahagia,tanpa saling memusuhi dan membenci”ungkap Dewi dengan nafas tersengal-senggal.
Selesai mengatakan itu,Dewi mulai menutup matanya,seolah ia tidak memiliki tenaga untuk membuka matanya.Darahnya seakan terus berkurang hingga membuatnya tak sadarkan diri.
“Ibu”teriak Sherly dan Mira terdengar pilu.
“Mira sudah sadar akan kesalahan Mira Bu,Mira tahu Mira salah,jadi tolong ibu buka mata ibu,kita mulai menata hidup kita kembali bu”ucap Mira yang tiba-tiba merasa sadar akan kesalahannya.Seharusnya ia tidak menyetujui perintah Adam meski itu ia lakukan demi kebebasan Dewi dan dirinya.
Sherly dan Mira seakan tidak peduli dengan para anak buah Adam yang sedang mengejarnya.Karena kini mereka hanya fokus pada ibu mereka yang sudah tergeletak tak berdaya.Tapi yang mereka berdua herankan adalah suasana yang berubah sepi,seolah para anak buah Adam tidak sedang mengejar mereka.
“Kak,jantung ibu sudah berhenti berdetak”ucap Sherly yang tiba-tiba memeriksa kondisi ibunya,selesai mengatakan itu,Mira langsung menangis sedang kan Sherly pingsan seketika itu juga.
.....
Di sebuah kamar bercat biru,Sherly yang saat ini terlihat menutup matanya.Tiba-tiba terlihat sedikit gerakan halus di kedua kelopak matanya yang menandakan jika ia akan bangun.
Alex yang berada di samping Sherly,ia yang melihat hal itu langsung menggenggam tangan Sherly erat.
“Ehmm”gumam Sherly sambil memegang kepalanya karena pusing.
“Di mana ini?”tanya Sherly sambil melihat sekeliling.
“Dokter”ucap Doni yang berada di samping Alex,ia langsung memanggil dokter pribadi untuk Sherly.
“Kondisi nyonya baik-baik saja,ia hanya terlalu syok dan terkejut hingga tidak sadarkan diri seharian ini”ungkap dokter itu menjelaskan saat telah memeriksa keadaan Sherly.
“Bagaimana keadaan janinnya dok?”tanya Alex yang langsung mendapatkan tatapan heran dari Sherly.
“Untunglah janin nyonya sangat kuat,dan kondisi janinnya baik-baik saja”jawab dokter itu yang hanya di jawab anggukan mengerti dari Alex.
Selesai mengatakan itu,Doni membawa dokter itu keluar,dan hanya menyisakan Alex dan Sherly berdua di kamar.
“Apa maksudnya ini?,aku hamil?”tanya Sherly heran,dan hanya di jawab anggukan oleh Alex.
Saat Sherly pingsan,Alex datang tepat waktu dan langsung membawa Sherly ke tempat ini,ia juga sempat memerintahkan Doni memanggil dokter untuk memeriksa keadaan Sherly.Dan dokter mengatakan jika Sherly sedang hamil.
Meski dokter berkata jika Sherly hanya pingsan biasa karena syok,tapi tetap saja ia menunggu Sherly sadar dari pingsannya selama seharian.
Dan Sherly yang melihat anggukan dari Alex itu,ia merasa sedikit terkejut,tapi di saat bersamaan ia juga senang.Detik berikutnya, saat Sherly ingat tentang ibunya,ia berubah jadi murung.
“Ibu ada di mana?,ibu baik-baik saja kan?,ibu nggak meninggalkan?,kamu bisa bantu aku untuk selamatin ibu kan?”ucap Sherly bertanya secara beruntun.
Alex hanya diam saat mendengar pertanyaan dari Sherly.
“Apapun yang terjadi,ada aku yang akan lindungi kamu”ucap Alex yakin.
‘Dan aku nggak akan ulangi kesalahan yang sama’pikir Alex yang masih menyalahkan atas keteledoran nya itu.
“Bukan itu yang aku tanyakan!,aku tanya bagaimana keadaan ibu?!”ucap Sherly dengan nada yang terdengar sedih bercampur kesal.
“Biar saya yang jelaskan”ucap Mira yang tiba-tiba masuk ke dalam kamar.
“Sebelumnya,maaf atas ketidaksopanan saya ini,tapi saya tahu jika tuan akan kebingungan menjelaskan masalah ini pada Sherly,maka dari itu biar saya saja yang jelaskan”ucap Mira dengan nada yang masih terdengar segan pada Alex
__ADS_1
Alex pun setuju,dan memilih membiarkan Mira yang menjelaskan semuanya.
“Aku ada urusan sebentar,nggak akan lama,karena setelah selesai masalah ini,aku akan langsung kembali”ucap Alex sambil mencium pucuk kepala Sherly pelan.
Setelah kepergian Alex.Mira pun duduk tepat di samping Sherly.
“Kak,ibu di mana?,kenapa hanya ada kakak di sini?”tanya Sherly langsung.
Mira yang mendengar itu,ia hanya tersenyum getir.
“Kamu tahu sher,kenapa selama ini aku sering membenci kamu?”ucap Mira dengan nada yang terdengar lembut.
Sherly hanya menggeleng seakan tidak tahu jawaban dari pertanyaan Mira tadi.
“Ya,karena aku sebenarnya iri sama kamu.Dari kecil kamu itu sudah cantik,meski memakai baju seperti apapun,sedangkan aku?,aku harus memakai baju yang bagus baru bisa merasa cantik seperti kamu”ucap Mira lagi.
“Kak,aku lagi nggak ingin bahas masa lalu,aku hanya ingin tahu ibu di mana?”ucap Sherly yang ingin melupakan masa lalunya dan merasa enggan jika harus mengingat masa lalunya.
“Tolong dengarkan sebentar,aku hanya ingin mengungkapkan keluhanku selama ini”ucap Mira dengan nada memohon.
Dan akhirnya Sherly hanya bisa diam,ia tidak mengiyakan ataupun menolak permintaan Mira.
“Dari dulu orang-orang mudah sekali suka sama kamu,termasuk Dafa,orang yang aku sukai.Maka itu aku suka iri dengan kamu yang kadang bisa langsung di sukai orang-orang tanpa harus berbuat banyak,padahal aku harus berusaha untuk mendapatkan sesuatu yang aku sukai.Tidak seperti kamu,aku sebenarnya sering di benci oleh teman-teman saat kecil karena terlalu manja,ya memang itu salah aku juga yang terlalu manja,tapi setidaknya aku tidak pernah merugikan mereka”ucap Mira dengan nada terdengar sedang bercerita.
“Maka semenjak saat itu,aku berusaha untuk menghasut orang-orang agar benci dan jauhin kamu.Dengan segala cara aku coba agar itu semua terjadi,bahkan dari kecil aku rela meminta macam-macam pada ayah agar aku punya banyak teman,dan akhirnya itu berhasil.Hanya saja,kedua sahabat kamu,Bella dan Citra,mereka benar-benar sahabat yang setia,meski sudah di hasut,dan di iming-iming kan berbagai hal,mereka nggak tergoda.Kamu beruntung sher,aku iri sama kamu,bahkan sekarang aku sedikit iri sama kamu,tapi aku tahu jika rasa iri itu merugikan,jadi aku berusaha untuk menghilangkan rasa iri itu,dan ikut senang untuk kamu”ucap Mira di akhir sebuah senyum yang terlihat tulus.
“Iri untuk apa kak?,bukankah harusnya aku yang iri sama kakak?,kan hanya kakak yang selama ini di sayang oleh ayah?”tanya Sherly tak mengerti,Sherly ingat jika ia juga pernah iri pada kakaknya,tapi ia sadar jika ia tak berhak untuk iri.
“Dulu Ayah juga Sebenarnya sempat ingat dan tanya tentang kamu sama aku.Tapi karena selama ini aku sering ngadu yang nggak benar pada ayah,dan aku sering ngeluh jika semua orang yang sayang padaku pasti akan pindah sayang pada kamu.Maka sejak saat itu ayah hanya perhatian sama aku,karena ayah nggak ingin aku kesepian dan sedih,ia sampai rela abaikan kamu dan hanya pedulikan aku”ungkap Mira yang membuat Sherly yang mendengar hal itu antara percaya dan tidak percaya.
“Maaf untuk itu sher”lanjut Mira dengan nada penuh penyesalan.
“Iya kak,aku bisa mengerti.Tapi tolong katakan di mana ibu sekarang?”ucap Sherly berusaha mengerti,ia berkata dengan diakhiri pertanyaan.
“Pertama kamu nggak boleh stres atau pun marah saat mendengar hal ini,karena kakak takut jika ini akan berpengaruh pada janin kamu”ucap Mira yang langsung membuat Sherly bisa menebak hingga jantungnya serasa tak karuan.
“Ibu meninggal kak?..”tanya Sherly tak percaya dan hanya di jawab anggukan lemah dari Mira.
“Kita harus bisa terima ini sher”ucap Mira sambil memeluk dan mengusap punggung Sherly seolah sedang menguatkan.
Sherly pun hanya bisa menangis terisak karena sedih,meski ia sudah bisa menebak hal ini,tetap ia masih berharap jika ini cuman mimpi.
“Hiks..ka..lau be..gi..tu,dimana makam ibu?,Sherly ingin ke sana sekarang...”ucap Sherly sedikit terbata-bata karena terisak.
“Lebih baik kita izin dulu.Aku tahu jika kamu ingin segera ke makam ibu,tapi jika tidak izin tuan Alex pasti khawatir”ucap Mira menjelaskan.
Sherly yang mendengar itu,ia langsung mengangguk setuju.
.....
Di tempat Alex saat ini,ia terlihat sedang berbicara serius dengan Doni.
“Bagaimana?,apakah kamu sudah berhasil menangkap anak buah Adam tadi?”tanya Alex pada Doni.
Pada saat Sherly tidak memperhatikan kalau anak buah Adam tidak lagi mengejar mereka.Itu karena anak buah Adam takut dan langsung mundur saat melihat Alex dan beberapa anak buahnya.
“Sudah tuan.Berdasarkan informasi yang anda terima dari nona Amel,sekarang kami sedang berusaha menangkap Adam dan anaknya”ucap Doni menjawab pertanyaan Alex.Dan Alex hanya mengangguk tanda mengerti.
Alex pun hanya diam dengan pandangan lurus ke depan seolah sedang membayangkan kejadian di mana ia dan Amel bertemu.
Flashback.
Saat itu,Alex yang mendengar Amel menyuruhnya berhenti,ia pun hanya diam sambil menatap ke arah Amel.
Mereka berdua sama-sama diam untuk sejenak.
__ADS_1
“Kenapa hanya diam?,apakah tidak ada yang ingin kamu katakan?”tanya Alex langsung,ia merasa tidak bisa menunggu lagi.
“Alex sebelum kamu memenjarakan aku,aku ingin kamu menyampaikan permintaan maaf ku pada Sherly.Aku mohon”ucap Amel pelan dengan nada yang terdengar sedang memohon.
Amel sadar akan kesalahannya di masa lalu,ia ingin menebus kesalahannya itu walau harus di penjara.
“Baiklah,akan aku sampaikan.Langsung saja katakan apa yang ingin kamu bicarakan”jawab Alex dengan nada yang terdengar tidak sabaran.
“A..aku,aku tidak tahu harus memulai dari mana.Waktu itu aku kabur karena takut di penjara,aku sadar aku juga ikut terlibat dalam kejahatan itu walau hanya karena di perintah oleh ayah.Tapi pada saat aku hendak kabur,aku menemukan flashdisk ini,ini aku serahkan pada kamu”ucap Amel sambil menyerahkan flashdisk berisi kejahatan Adam,ia menyerahkan itu tepat pada saat Doni melepaskan tali yang mengikat kaki dan tangannya.
Alex dengan heran langsung menerima itu.
“Untuk apa ini?”tanya Alex tak mengerti.
“Di situ terdapat bukti-bukti kejahatan ayah,tuan Mark,dan si Adam itu.Aku tahu jika bukti tentang kejahatan ayah dan tuan Mark tidak di perlukan lagi karena mereka berdua telah mati.Tapi setidaknya itu berguna bila kamu ingin mencari bukti kejahatan adam.Dan karena bukti itulah ia ingin menghabisi dan melenyapkan aku,tapi tidak berani karena berfikir jika aku berguna untuk mengecoh kamu”ungkap Amel panjang lebar.
“Lalu apa yang telah di lakukan oleh si Adam itu hingga kamu menjadi seperti ini?”tanya Alex cukup penasaran.
“Kamu bisa tanyakan itu langsung pada orangnya,karena dengan begitu kamu akan tahu seberapa jahatnya orang itu”ucap Amel yang enggan untuk menjelaskan.
Alex yang mendengar hal itu,ia pun tidak bisa memaksa Amel untuk mengatakan sesuatu hal yang ingin ia ketahui
Flashback end
.....
Sore hari.
Saat telah mendapat izin dari Alex,Sherly dan Mira beserta Fani dan Bagas pergi ke makam
Dewi.
Mereka berdua terlihat sangat sedih dan masih merasa tak menyangka akan kejadian ini.
“Kak,apa selama ini kalian berada di bawah perintah si Adam itu”ucap Sherly yang terlihat kesal dan marah saat menyebutkan nama Adam.
“Ya,lebih tepatnya saat kamu di kirim ke sebuah desa terpencil,kami di sekap oleh sekumpulan orang,dan itu anak buah dari si Adam”ucap Mira yang ikut marah saat mengatakan nama Adam .
“Kenapa kalian tidak menghubungi aku,atau kalian bisa kan meminta tolong pada Alex,tapi kenapa tidak kalian lakukan?”tanya Sherly tak mengerti.
“Aku sudah mencoba untuk bujuk ibu agar menghubungi kamu,tapi ibu menolak itu, karena ibu tidak ingin membuat kamu terseret dalam masalah ini.Ibu nggak ingin membahayakan kamu,dan ibu nggak ingin kamu sampai mengkhawatirkannya.Tapi tanpa sepengetahuan ibu,aku terpaksa bekerja sama dengan si Adam agar ia mau membebaskan kami”ungkap Mira panjang lebar.
“Lalu kemana kak Dafa?,kenapa dia tidak ada di samping kakak?”tanya Sherly heran karena tidak melihat keberadaan Dafa.
“Kakak sadar jika dia nggak bahagia bersama kakak,maka itu kakak sudah melepaskan dia,dan tentang kehamilan kakak,itu semua kebohongan kakak,maafin kakak ya sher”ucap Mira yang berkata setelah menghela nafas panjang.Mira juga meminta maaf dengan tulus pada Sherly.
Sherly yang mendengar permintaan maaf dari kakaknya hanya mengangguk,seakan ia telah memaafkan kakaknya.
“Berarti kalian sudah bercerai?”tanya Sherly pada Mira.
“Iya..,seperti itulah.Mungkin sekarang dia sudah hidup bahagia dengan orang lain”ungkap Mira dengan tersenyum getir.
“Kakak memang pantas untuk menerima ini semua”lanjut Mira lagi seolah sadar jika ia adalah orang jahat yang pantas menerima itu semua.
“Nggak kak,kakak juga pantas bahagia,dan Sherly yakin kakak akan menemukan kebahagiaan kakak nantinya”ucap Sherly yakin dan berusaha menenangkan kakak nya.
Mira yang mendengar itu,ia hanya tersenyum saat mendengar nada menghibur dari Sherly
Selesai mengunjungi makam ayah dan ibunya yang bersebelahan.Mereka berdua pun berniat kembali ke mansion,tapi sebelum itu terdengar seseorang memanggil Sherly.
“Sherly”panggil orang itu dengan nada yang terdengar keras.
*****
Maaf baru bisa update.
__ADS_1