
Di sebuah Taman.
Sherly yang sedang duduk sendirian selepas pulang kerja itu,ia pun hanya diam termenung dengan wajah yang terlihat sedikit melamun.
Taman itu berada di sekitar sekolah Sherly mengajar,entah kenapa Sherly kini merasa tidak bersemangat untuk pulang.
Sudah seminggu yang lalu Clarisa pindah dan memiliki rumahnya sendiri.Tapi anehnya wanita itu tak kunjung menyerah untuk mendapatkan perhatian Alex,hal itu membuat Sherly selalu kesal.Padahal Alex sudah memerintahkan Clarisa untuk sedikit menjaga jarak darinya,tapi Clarisa seolah tak punya malu dan masih terus berusaha menempel pada Alex.
“Lama-lama kalau kayak gini aku bisa mati kesal”keluh Sherly
Puk puk puk
Tiba-tiba ada seseorang yang menepuk bahu Sherly dengan pelan.Ia yang merasakan itu langsung menoleh.
Saat menatap siapa yang menepuknya, Sherly sempat mematung sejenak.
“Kak Mira”ucap Sherly kaget saat sadar dari lamunannya itu.
“Apa kabar Sherly?”ucap Mira sambil tersenyum ke arah Sherly.
“Kakak ke mana aja?,padahal Sherly sama Alex sudah berusaha mencari kakak dan ibu,tapi kami belum juga menemukan kabar tentang keberadaan kakak dan ibu”ucap Sherly terkejut sekaligus senang.
Sebenarnya Alex sering mendapat kabar tentang keberadaan Mira,tapi jelas kabar yang di dapatnya itu tak menentu,karena Mira seolah berpindah-pindah tempat.Maka itu Alex tidak memberitahu kan informasi yang ia dapat,karena takut Sherly kecewa.
“Ha..ha..,maaf ya sudah buat kamu khawatir,karena kakak selama ini sedang berlibur bersama ibu dan suami kakak Dafa”ucap Mira dengan sedikit tertawaa hambar.
“Ibu?,oh iya,Ibu di mana kak? selama ini Sherly berusaha mencari ibu dan kakak,tapi meski begitu Sherly belum juga dapat kabar tentang keberadaan kalian.Apalagi selama ini Sherly tidak pernah lagi mendapatkan telepon,atau pun pesan dari ibu sama sekali,memangnya kalian kenapa?”tanya Sherly dengan banyak pertanyaan yang ia ungkapkan.
“Sebelumnya lebih baik kita bicara di tempat yang lebih nyaman dan lebih enak untuk ngobrol”ucap Mira yang tahu jika mereka sedang di perhatikan,lebih tepatnya Bagas sedang menjaga Sherly dari jarak jauh.
“Baiklah,kalau begitu akan Sherly tunjukan tempat yang nyaman untuk kita mengobrol”
ucap Sherly sambil bangkit dan berjalan lebih dulu menuju kantin yang waktu itu.
__ADS_1
Di kantin.
Saat ini Sherly dan Mira telah duduk di tempat mereka masing-masing.
Mereka duduk dengan tenang dan memesan minuman yang akan menemani mereka di sela mengobrol.
Sementara Bagas kala itu ia berada sedikit jauh dari jarak antara Sherly dan Mira,dan jika Sherly dan Mira mengobrol,maka ia tidak bisa mendengar apa yang sedang mereka bicarakan.Tapi setidaknya Bagas telah menjalankan tugasnya untuk memantau Sherly dari jarak yang cukup jauh,dan ia juga akan memastikan agar Sherly aman.
“Jadi bagaiman keadaan ibu kak?,dimana dia sekarang?”ucap Sherly dengan nada bertanya.Ia memulai pembicaraan lebih dulu.
“Ibu ada,dia bersamaku,dan keadaanya bisa dikatakan baik”jawab Mira berusaha berkata dengan tenang.
“Kakak beneran nggak bohongkan sama aku?”tanya Sherly entah kenapa dia sedikit curiga sekaligus penasaran.
“Masa kamu nggak percaya sama kakak kamu sendiri.Iya juga sih,wajar jika kamu tidak bisa langsung percaya dengan ucapan kakak,kan selama ini kita nggak pernah dekat.Apalagi kakak sering banget nyakitin kamu”ucap Mira dengan nada terdengar sedih dan bersalah.
“Bukan begitu kak,tapi Sherly cuman penasaran aja dengan keberadaan ibu”ucap Sherly menjelaskan,ia merasa tidak tega saat melihat kakaknya sedih dan merasa bersalah.
“Kalau kamu ingin ketemu ibu,nanti kakak akan ajak kamu untuk menemui ibu”ucap Mira yang terdengar memberi usul.
“Untuk sekarang tidak bisa.Dan kakak di sini ingin minta tolong sama kamu”ucap Mira berusaha mengalihkan topik.
“Yahh”ucap Sherly sedikit kecewa saat mendengar ucapan kakaknya itu,yang mengatakan jika ia tidak bisa bertemu dengan ibunya sekarang.
“Huff”sherly pun sedikit menghela nafas panjang untuk menghilangkan kekecewaannya itu.
“Terus memangnya apa yang bisa Sherly bantu?”lanjut Sherly langsung bertanya pada intinya.
“Kakak ingin kamu mengurus perusahaan ayah”jawab Mira mengungkapkan niatnya itu.
“Tapi kenapa harus Sherly kakak?,bukankah selama ini kakak yang mengurus perusahaan?”tanya Sherly tidak mengerti dengan maksud kakaknya itu.
“Ya!,selama ini kakak bisa menghandle semua pekerjaan kakak dengan baik,tapi sekarang kakak kesulitan,jadi terpaksa harus minta tolong kamu”ucap Mira dengan nada sedikit memohon.
__ADS_1
Sherly yang mendengar itu,ia sedikit iba dengan kakaknya.Tapi di sisi lain ia juga merasa kesal dengan kakaknya.Karena ternyata kakaknya datang di saat sedang membutuhkan bantuannya saja.
“Tapi kak,bukankah Sherly waktu itu sudah bilang kalau Sherly nggak akanmeminta sepeserpun aset milik ayah.Jadi orang yang berhak mengatur perusahaan itu hanya kakak”ucap Sherly berusaha menolak halus tawaran Mira.
Karena pada saat itu,Sherly telah berjanji pada kakaknya untuk tidak merebut sesuatu yang menurut kakaknya hanya miliknya saja.Sherly menyanggupi itu,karena ia tidak peduli dengan warisan,dan ia juga bukan orang yang serakah dengan kekayaan.Tetapi tiba-tiba kakaknya datang dan minta tolong untuk membantu perusahaan yang sudah ia serahkan sepenuhnya untuk kakaknya.
“Tapi kakak mohon Sherly,hanya kamu yang bisa bantu kakak,tolong..”ucap Mira dengan wajah yang terlihat memelas.
Sherly yang mendengar itu,ia sedikit terenyuh,tapi meski begitu masih ada keraguan dari dirinya.
“Biar nanti Sherly pikirkan lagi”ucap Sherly seolah meminta kesenggangan waktu untuk berfikir.
“Baiklah”ucap Mira pada akhirnya setuju dengan ucapan Sherly,karena ia tidak bisa memaksa Sherly.
Setelah itu mereka pun langsung pulang ke tempat mereka masing-masing.
.....
Sementara itu,kini Mira yang sudah sampai di tempat yang ia tuju.Ia pun langsung masuk ke dalam sebuah ruangan dengan cahaya cukup minim.
“Tuan”ucap Mira dengan sedikit gemetaran,karena merasa takut dengan aura orang yang ada di hadapannya itu.
Orang itu jelas laki-laki,wajahnya tidak di ketahui karena memakai topeng hitam yang cukup menyeramkan.
“Bagaimana?,apa sudah kamu lakukan apa yang saya perintahkan?”ucap orang itu langsung keintinya.
“Ya tuan,tapi saya perlu waktu untuk meyakinkan adik saya”ungkap Mira dengan sedikit menunduk karena takut.
“Saya beri kamu waktu tiga hari,tapi jika gagal,kamu akan tahu sendiri akibatnya”ancam orang itu.
Mira pun langsung mengangguk patuh saat mendengar itu.
“Kalau begitu saya permisi tuan”ucap Mira sambil membungkuk hormat saat merasa jika tidak ada yang perlu dikatakan lagi.
__ADS_1
“Pergilah”jawab orang itu acuh.
Mira yang mendengar itu,ia langsung pergi meninggalkan ruangan itu.