
Keesokan harinya.
Sherly yang awalnya sedang tertidur pulas tiba-tiba terbangun, saat ia merasakan jika nafasnya sedikit sesak,Sherly pun membuka matanya perlahan.
Hal pertama yang Sherly lihat adalah wajah Alex yang sangat dekat dengannya, yang hanya berjarak beberapa sentimeter dengan wajahnya,wajah Alex yang terlihat sangat tampan seolah terpahat sempurna,dengan kulit putih bersih,dan hidung yang mancung,
terlihat indah untuk siapapun yang melihatnya,tetapi bukan itu yang menjadi perhatian Sherly,karena Sherly sedang memperhatikan,kedua tangan Alex yang sedang melingkarkan di perutnya,atau lebih tepat memeluknya dengan erat.
Saat Sherly akan bergerak itu seakan sulit,karena Alex masih memeluk perutnya,jadi ia tidak bisa untuk menggerakkan badannya.
“Tuan”panggil Sherly pelan.
Tetapi Alex seperti tidak mendengarnya,
karena alex masih memejamkan matanya dengan rapat.
“Tuan”Panggil Sherly sedikit lebih keras.
Tetapi Alex belum juga membuka matanya,Sherly pun berusaha untuk melepaskan tangan Alex dari perutnya.
“Ishhh susah banget,ayo dong lepas!”ucap Sherly, saat ia berusaha untuk menarik kedua
tangan Alex menggunakan kedua tangannya,
tapi sepertinya kedua tangan alex malah semakin kuat mencengkram perutnya,hingga membuat Sherly harus memukul-mukul kedua tangan Alex yang berada di perutnya, tetapi tetap saja tidak terlepas juga.
Sedangkan Alex hanya tersenyum tanpa sepengetahuan Sherly,ia sebenarnya sudah bangun dari tadi,karena sebelum Sherly terbangun Alex sempat memandangi wajah Sherly tadi,tapi saat Alex melihat Sherly akan terbangun ia langsung berpura-pura tidur, sambil kedua tangan yang memeluk perut Sherly dengan erat.
Sherly yang merasa percuma,karena Alex tidak melepaskan pelukannya itu,ia pun menghentikan pukulannya itu.
__ADS_1
Sherly pun kembali menatap ke arah Alex.
“Tuan bangun!,ini sudah siang,ayo bangun!”ucap Sherly tepat di depan wajah Alex.
Tetap Alex tak merespon seolah dia benar-benar tidak mendengar ucapan Sherly.
Sherly pun memegang kedua pundak Alex dengan kedua tangannya,yang terbebas dari pelukan alex,sherly mencengkram pundak Alex dengan kuat.
“Tuan bangun!,bangun dong!,bangun!,ini sudah siang”ucap Sherly dengan keras,
sambil kedua tangan yang memegang pundak Alex itu,ia gerakan untuk menggoyang-goyangkan pelan tubuh alex,berharap dengan cara seperti itu Alex akan terbangun.
“Diam!! jangan berisik!!!”ucap Alex tanpa membuka matanya,sambil tangan yang masih memeluk erat perut Sherly.
Sherly yang mendengar itu pun terdiam,ia pun menarik kedua tangannya, dari pundak Alex dengan cepat,kemudian ia meletakan kedua tangannya di depan mulutnya,agar ia tidak berteriak,karena ucapan Alex itu membuatnya kaget,walaupun ucapan Alex terdengar pelan tetapi itu tepat di telinga Sherly,sehingga membuat Sherly sedikit merinding.
‘Kalau mau tidur,ya tidur aja,aku merasa gak masalah kok,tapi tolong lepaskan tangan anda dari perut saya!!!’ batin Sherly,Sherly tidak berani untuk mengucapkan kata-kata itu langsung,ia hanya dapat membatin sambil menatap ke arah Alex yang sedang memejamkan matanya.
‘Bisa-bisa aku mati rasa,kalau terus diam aja kayak gini,lagian ini orang tidur,atau apa sih?,masa tidur dari tadi gak gerak-gerak,mana posisinya kayak gini-gini aja lagi’
batu Sherly menahan marah.
“Tuan ayolah,lepaskan saya!,saya masih ada urusan lain,kalau terus dalam posisi yang seperti ini,saya gak bisa pergi untuk mengurusi urusan saya”ucap Sherly.
“Sebentar”jawab Alex tanpa membuka matanya.
‘Sebentar-sebentar apanya? ini sudah berapa menit berlalu?,lama banget lagi peluknya,kapan sih ni orang bangunnya?ayo dong bangun!gak kasihan apa sama aku?dari tadi tuh posisi kita kayak gini-gini aja gak pernah berubah, gimana aku gak marah coba?mana badan aku gatel banget lagi? ini pasti gara-gara belum mandi,apalagi setiap aku gerak sedikit aja,buat garuk badan aku yang gatel,dia malah suruh aku untuk diam!, diam! dan diam! ,di kira patung hidup kali aku ini’ batin Sherly yang hanya dapat diam seperti patung.
Tiba-tiba Alex membuka matanya,ia pun bangun dari tidurnya, Alex pun melepaskan pelukannya dari perut sherly,kemudian ia pun duduk sambil meregangkan ototnya sejenak agar lebih rileks.
__ADS_1
Alex pun menoleh dan menatap ke arah sherly“ayo sana kamu mandi!”ucap Alex tiba-tiba sambil menatap ke arah Sherly.
Sherly yang melihat perilaku Alex hanya diam tidak tahu harus merespon seperti apa.
“Kenapa diam aja? kamu kan tadi badannya gatel karena belum mandi kan?,ayo maka nya kamu tuh cepat mandi!, kamu itu bau apek,gak enak banget”ucap Alex lagi,sambil mengapit hidungnya dengan tangan kanannya.
Sherly yang mendengar itu,ia pun segera bangkit dari kasurnya dan bejalan ke arah kamar mandi,tapi saat ia berada tepat di pintu kamar mandi,Sherly pun sedikit menoleh ke arah Alex,ia menatap Alex sejenak,dengan tangan mengepal seakan sedang menahan marah.
Lalu Sherly pun membuang pandangannya dari Alex,dan masuk kedalam dan menutup pintu kamar mandi dengan kasar.
"Brakkk"suara pintu kamar mandi yang di tutup oleh Sherly dengan kasar.
Alex yang melihat itu hanya tertawa pelan,tanpa suara agar tidak ada orang yang mendengarnya,ia merasa lucu akan kelakuan Sherly,dan ia juga merasa senang telah berhasil menjahili sherly.
Sedangkan sherly yang sedang berada di kamar mandi,saat ini ia tengah berdiri di depan wastafel yang terdapat sebuah kaca di hadapannya,yang menempel di dinding tersebut.
Sherly pun menyalakan keran dan membasuh wajahnya di wastafel tersebut,ia pun mengambil tisu yang telah tersedia,dan mengelap tisu tersebut ke wajahnya ,setelah itu ia pun menatap dirinya di cermin yang ada di hadapannya .
“Dikira aku gak pernah mandi apa?sampai dia bilang aku bau apek, tadi memangnya siapa yang suruh aku untuk terus diam, saat dia peluk aku?padahal di kan tahu kalau aku belum mandi,terus kenapa di tetap peluk aku? dasar!!!!”batin Sherly marah sambil mencengkram erat tisu yang ia pakai tadi,setelah itu ia membuang tisu itu ke sebuah tempat, yang di siapkan untuk tisu kotor.
“Ayo cepat mandinya,memang kamu aja yang belum mandi saya juga belum mandi,maka nya cepetan!”ucap Alex dari luar.
“Iya tuan sebentar lagi saya selesai”ucap Sherly dari dalam sedikit berteriak,ia berusaha berkata dengan lembut,padahal didalam hatinya ia sedang menggerutu dengan sedikit mengumpat kesal.
Akhirnya Sherly pun selesai mandi,ia yang melihat ada pakaian untuknya,ia pun langsung memakai nya.
Saat sherly telah keluar dari kamar mandi,ia melihat Alex berjalan melewatinya,tanpa menatap ke arahnya sama sekali,pada ia kini sedang menatap Alex hingga Alex masuk ke kamar mandi.
*****
__ADS_1
Untuk sekarang segini dulu,karena jika sekalian nanti kalian lama nunggu up nya,mohon pengertiannya.