ISTRIKU TERSAYANG

ISTRIKU TERSAYANG
Season 2 (Eps.29)


__ADS_3

Sherly yang merasa tangannya seolah ditahan itu,ia pun langsung menatap Alex dengan tatapan rumit,dan Alex hanya diam juga ikut menatapnya.


“Aku belum dengar penjelasan kamu”ucap Alex sambil menatap Sherly.


“Untuk apa mendengar alasan aku jika kamu akan percaya pada dia”ucap Sherly yang merasa Alex akan membela Clarisa karena setiap omongan dan bualan Clarisa terdengar masuk akal dan meyakinkan.


“Aku tidak bilang akan langsung percaya pada ucapan Clarisa,maka itu aku juga butuh penjelasan kamu”ucap Alex tenang tanpa ada emosi sama sekali.


Sherly yang mendengar itu,ia pun langsung menarik nafas panjang lalu ia keluarkan secara perlahan.


“Aku tidak melamun karena tadi aku sangat fokus dalam membawa cangkir teh tadi,bukannya aku menuduh,tapi aku memang tak salah”ucap Sherly dengan tenang dan yakin.


Alex yang mendengar hal itu,ia pun menatap ke arah Clarisa untuk beberapa saat,lalu menatap ke arah Sherly lagi.


“Bukankah sudah jelas Clarisa,mungkin ini hanya kesalahan pahaman saja”ucap Alex yang merasa enggan untuk memperpanjang masalah ini.


“Tapi....”ucap Clarisa yang hendak protes.


“Kalau kamu masih tidak percaya,kita bisa lihat kamera pengawas yang ada di sekitar sini”ucap Alex yang langsung membuat Clarisa yang mendengar itu merasa sedikit ketakutan,karena ia sadar betul saat dirinya sengaja menabrak Sherly.


Sherly yang mendengar perkataan Alex,ia benar-benar tidak tahu jika mansion itu juga memiliki kamera pengawas.Bukan karena apa,tapi entah berapa kamera yang harus di gunakan dalam ruang makan yang sangat luas itu,belum lagi jika kamera pengawas itu ada di setiap ruangan,bisa dipastikan jika jumlahnya pasti banyak.Tapi meski begitu Sherly cukup tahu jika di kamar miliknya tidak ada kamera pengawas nya,karena Alex tidak ingin terlalu mengekang nya

__ADS_1


“Ingat Clarisa,saya menganggap ini kesalahan kamu untuk yang terakhir kalinya yang akan saya maafkan.Dan saya hanya bisa memberi kamu waktu hanya seminggu untuk tinggal di sini,jadi saya harap kamu secepatnya sudah menemukan rumah yang cocok dalam waktu dua hari ke depan nanti”ucap Alex tegas disertai nada yang tidak sedikit dingin.


Selesai mengatakan itu,Alex langsung mengajak Sherly ke kamarnya,dan meninggalkan Clarisa yang hanya diam mematung.


‘Sial,kenapa gagal terus sih,apa segitu percayanya dia pada Sherly itu’pikir Clarisa kesal sekaligus marah.


Di kamar.


Saat ini Sherly dan Alex sedang duduk di sofa yang ada di kamar.


“Aku penasaran,sebenarnya dia itu siapa sih?”tanya Sherly pada Alex.


Arnam yang mendengar pertanyaan Sherly,ia menarik nafas panjang sebelum menjelaskan.


“Jadi begitu,tapi kenapa kamu tidak langsung memilihkan rumah yang cocok untuknya,atau jangan-jangan kamu senang karena dia ada di sini”ucap Sherly dengan nada yang terdengar sedikit cemburu.


Alex yang tahu jika Sherly sedang cemburu padanya,tiba-tiba ia tersenyum.Bukan karena ucapan Sherly benar,tapi karena merasa lucu akan sikap Sherly saat sedang cemburu.


“Tuh kan kamu senang”ucap Sherly dengan wajah sedikit mengerucut.


Alex sangat suka saat Sherly marah apalagi saat cemburu,karena di saat seperti itu Sherly terlihat lucu dan imut baginya.Tapi ia tidak berniat untuk menggoda Sherly lebih jauh.

__ADS_1


“Karena ada sesuatu hal yang harus aku selidiki”ucap Alex dengan nada serius.


“Tentang dalang dari semua masalah ini,aku yakin jika Rendy dan Mark itu hanya pion,karena mereka bukan dalang yang sebenarnya”ucap Alex lagi dengan wajah yang berubah menjadi serius.


“Jadi kamu curiga pada om Adam gitu?”tanya Sherly memastikan.


“Tidak,aku selama ini tidak pernah curiga pada om Adam,tapi saat mendengar ucapan kamu itu,ternyata ada benarnya juga.


Mungkin aku tidak bisa sepenuhnya percaya pada orang lain seperti yang di lakukan ayahku dulu”ucap Alex tenang dengan wajah yang terlihat berfikir.


“Lalu apa hubungannya dengan Clarisa yang ada di sini?”tanya Sherly tak mengerti.


“Itu karena aku sedang mencari jejak keberadaan Amel,aku berniat untuk mencari dalang sebenarnya melalui Amel,tapi sayangnya ia hilang entah kemana”ucap Alex menjelaskan,ia menjeda sejenak ucapannya sambil menatap ke arah Sherly.


“Biasanya meskipun Clarisa dan Amel sering berperilaku seolah ingin mendapatkan perhatian dariku,tapi mereka lumayan dekat,jadi aku ingin bertanya langsung pada Clarisa,sayangnya dia bilang tidak tahu”ucap Alex lagi.


Itu salah satu alasan selama ini ia tidak pernah dekat dengan wanita,karena dulu Alex menganggap jika wanita itu merepotkan.


Tapi semenjak ke datangan Sherly di hidupnya,Alex merasa jika Sherly berbeda dengan para wanita yang suka mengerumuninya,oleh sebab itu ia mulai tertarik pada Sherly.


“Bukankah kalau dia tidak tahu kamu bisa langsung membiarkan dia pergi”ucap Sherly lagi yang terdengar seperti bertanya.

__ADS_1


“Aku merasa tidak yakin jika dia tidak tahu keberadaan Amel,karena walaupun ayah mereka berdua tidak dekat,tapi hubungan Clarisa dan Amel itu sangat baik hingga bisa berbagi rahasia”ucap Alex yang seolah tahu,entah ia tahu dari mana.Mungkin karena Alex melihat ke dekatan Clarisa dan Amel secara langsung.Dan selama ini Alex menyuruh anak buahnya untuk diam-diam mengamati pergerakan Clarisa salah satunya adalah Rani.


“Rencananya jika Clarisa tidak juga menemukan rumah,aku sudah meminta Doni untul memilihkan rumah yang cocok untuk Clarisa”ucap Alex,ia selama ini hanya berniat mengamati Clarisa diam-diam dengan jangka waktu seminggu.


__ADS_2