ISTRIKU TERSAYANG

ISTRIKU TERSAYANG
Extra part 4


__ADS_3

Tak terasa beberapa bulan kini telah berlalu,waktu seakan berjalan begitu cepat seperti air mengalir.


Hubungan Mira dan Dafa yang awalnya masih canggung karena Dafa yang merasa sangat bersalah itu,kini hubungan mereka menjadi lebih baik lagi.


“Apakah kamu akan pergi menemui Sherly?”tanya Dafa yang kala itu duduk di sisi ranjang.


“Ya,ada apa?”tanya Mira yang merasa sedikit heran dengan pertanyaan Dafa.


“Tidak.Kalau begitu pergilah!”ucap Dafa yang sebenarnya masih ingin bersama dengan Mira.Akhir-akhir ini Dafa entah kenapa ingin sering bersama Mira.Itu karena Mira lebih sering menghabiskan waktunya dengan Sherly di bandingkan dirinya yang sibuk bekerja.


Mira yang mendengar ucapan Dafa hanya mengangguk.


.....


Sementara itu di tempat Sherly saat ini.


Sherly yang kini terus saja menempel pada Alex,ia seolah enggan jauh dengan Alex.


“Sarapan dulu!,sekarang sudah waktunya sarapan”perintah Alex pada Sherly yang dari tadi terus memeluknya.


“Sebentar.Aku masih mau memeluk kamu”ucap Sherly sedikit manja.


“Kita bisa lanjut berpelukan saat sudah sarapan”ucap Alex yang berusaha membujuk Sherly.


“Nggak.Aku nggak mau!,bukankah setelah selesai sarapan kamu akan langsung berangkat kerja”kekeh Sherly yang ingin terus memeluk Alex.


“Kamu bisa memeluk aku sepuasnya saat aku pulang bekerja,hari ini aku ada meeting penting dengan klien”Alex berkata dengan nada yang semakin lembut seolah meminta pengertian Sherly.


“Jadi klien kamu itu lebih penting dari pada aku?”kesal Sherly


“Bukan.Kamu yang lebih penting,kan sudah kubilang aku ini meminta kamu untuk sarapan,memangnya kamu nggak lapar apa?”ucap Alex yang masih berkata dengan nada rendah,ia berusaha memaklumi sifat Sherly yang memang sering bersikap manja.


“Bilang aja kamu nggak mau aku peluk karena aku belum mandi”gerutu Sherly kesal,tapi meski begitu ia bangkit dari duduknya dengan di bantu oleh Alex.


Meski mendengar geruruan Sherly,Alex hanya diam dengan sedikit menggelengkan kepala.Bukan tanpa alasan Alex meminta Sherly untuk segera sarapan,karena hampir setengah jam Sherly terus memeluk Alex yang kala itu telah rapi dengan pakaian kerjanya.


“Hati-hati"ucap Alex pada Sherly yang sedang berjalan keluar dengan sedikit terburu-buru.Kandungan Sherly kini sudah berusia sekitar tujuh bulan.


Mendengar ucapan Alex Sherly pun mulai memperlambat langkahnya karena memang sedikit kesulitan,melihat hal itu Alex langsung membantu Sherly berjalan.


Sebenarnya Alex merasa kasihan dan khawatir pada Sherly,ia kasihan karena Sherly terlihat semakin kesulitan berjalan atau beraktivitas,itu karena semakin besarnya perut Sherly seiring berjalannya waktu.


Iya Alex sudah tahu jika itu hal yang wajar di alami setiap ibu hamil,tapi ia tetap merasa tidak tega hingga menimbulkan kekhawatiran berlebih jika dirinya harus sering meninggalkan Sherly karena urusan perusahaan.Dan hal itu membuatnya semakin menganggap tinggi pengorbanan seorang ibu.Terutama ibu dan istrinya sendiri.


Saat tiba di ruang makan,Alex pun membantu Sherly duduk,dan mereka pun mulai memakan sarapan yang telah di siapkan.


“Setelah ini kamu benar-benar akan langsung ke perusahaan?”tanya Sherly di sela makannya.


“Iya,bukankah kamu tahu kalau aku melakukan ini agar bisa menemani kamu di hari mendekatnya masa persalinan kamu nanti”ucap Alex lembut,nada suaranya terdengar masih membujuk Sherly.


Mendengar hal itu,Sherly hanya bisa diam.Memang benar Alex akhir-akhir ini lebih sering lembur,alasannya karena selain perusahaan yang telah semakin maju pesat, Sherly juga merupakan hal yang terpenting bagi Alex.Alex ingin jika tiga minggu sebelum Sherly melahirkan,ia sudah ada di rumah dan bisa menemani Sherly,tanpa harus sibuk dengan pekerjaan miliknya.Dan mungkin nanti Doni lah yang akan sibuk di perusahaan.


“Dan bukankah kamu memiliki janji temu dengan kakak kamu”lanjut Alex mengingatkan.


“Iya”jawab Sherly sedikit lesu,ia masih ingin bersama dan memeluk Alex.Tapi di sisi lain Sherly juga tidak ingin egois.


“Aku janji akan pulang lebih cepat”ucap Alex yang langsung membuat merasa Sherly senang.


“Oke.Pulang lebih cepat dari biasanya”ucap Sherly semangat dan hanya di jawab anggukan oleh Alex.


Mereka pun kembali memakan sarapan dengan fokus tanpa ada yang berbicara.


Selesai sarapan,Sherly pun bangkit bersaman dengan Alex.


“Mau ke mana?”tanya Alex saat melihat Sherly berdiri.


“Mau antar kamu sampai depan”jawab Sherly langsung.


“Tidak perlu”jawab Alex cepat,ia khawatir Sherly akan semakin kelelahan.Walau Sebenarnya Sherly sudah pernah Alex larang agar tidak sering jalan-jalan,itu semua Alex lakukan agar Sherly tidak terlalu capek.Tapi tetap saja Sherly masih kekeh ingin jalan-jalan hingga Alex hanya bisa pasrah.


“Nggak apa-apa,kamu nggak perlu khawatir,kan ada Fani yang bantu dan jaga aku”ucap Sherly menenangkan.Sejak tiga bulan lalu Alex telah meminta Fani untuk tinggal bersama di mansion,itu karena Alex ingin agar Fani bisa mengawasi dan menjaga Sherly seharian.


“Baiklah”akhirnya Alex pasrah karena tidak ingin Sherly kesal padanya.


Sherly pun berjalan menuju luar mansion dengan Alex yang sedikit memapahnya.


“Aku berangkat,jangan lupa jaga kesehatan,dan harus dengar nasihat Fani,karena itu demi kebaikan kamu”ucap Alex yang langsung di angguki oleh Sherly.


“Iya,semangat kerjanya!”ucap Sherly dengan semangat,sontak hal itu langsung membuat Alex tersenyum.


Seperti biasa,sebelum berangkat kerja Alex akan mencium pucuk kepala Sherly dan mengelus perut Sherly dengan lembut.


“Ayo nyonya”ajak Fani saat melihat Alex telah pergi,ia saat ini sedang berada di samping Sherly


Sherly yang mendengar itu pun langsung masuk dengan Fani yang memapahnya.


.....


Saat ini.

__ADS_1


Mira kini sedang duduk di sebuah restoran,ia tengah menunggu kedatangan Sherly.


“Kemana sih Sherly,kok lama banget”ucap Mira sedikit menggerutu.


Mira pun langsung mengambil ponselnya dan menelepon Sherly.


“Hallo”ucap Mira memulai pembicaraan.


“Iya kak ada apa?”tanya Sherly yang kala itu masih bermalas-malasan di kasurnya.


“Kamu di mana?”tanya Mira langsung.


“Di rumah”jawab Sherly polos.


“Kamu lupa ya,kamu kan ada janji dengan kakak.Katanya kamu ingin bertemu dan jalan-jalan bareng sama kakak”ucap Mira sedikit kesal.


“Oh iya,Sherly lupa kak”ucap Sherly kaget hingga membuat handpone miliknya hampir saja terjatuh.


Padahal belum lima menit berlalu saat Alex mengingatkan Sherly,tapi dengan cepat Sherly lupa akan hal itu.


“Kamu ini gimana sih,niat enggak sih pengen ketemu kakak.Kalau tahu kamu kayak gini,tahu gitu kakak lebih baik menghabiskan waktu dengan mas Dafa”gerutu Mira masih dengan nada kesalnya.


Bukannya merasa bersalah,justru saat mendengar ucapan Mira Sherly pun mulai ikut merasa kesal.


“Jadi kakak nggak ikhlas tungguin aku”ucap Sherly dengan nada kesalnya.


Mendengar hal itu Mira pun langsung sadar akan kesalahannya itu,karena tidak seharusnya ia mengungkapkan kekesalannya pada Sherly,sekalipun ia sangat marah dan kesal.Itu karena mood Sherly mudah sekali berubah.


“Duh,gimana ini?,harusnya aku tahan Saja kekesalan ku itu.Aku boleh kesal dan menggerutu,tapi tidak di depan orangnya langsung,apalagi mood Sherly gampang berubah”gumam Mira yang langsung menjauhkan telepon nya itu.Mira pun berpikir sejenak untuk mencari alasan yang tepat.


“E..enggga,bukan gitu.Kamu kan tahu jika mas Dafa sulit menghabiskan waktu dengan kakak,apalagi dia sangat sibuk dengan perusahaan nya.Maksud kakak itu,kalau kamu nggak ingin ketemu hari ini,kakak akan menghabiskan waktu dengan mas Dafa,kebetulan hari ini dia nggak kerja”ucap Mira sedikit terbata-bata,ia berusaha membujuk Sherly agar tidak marah padanya.


“Oh gitu”ucap Sherly dengan nada kesal yang mulai berkurang.


“I..iya”jawab Mira cepat dengan nada yang masih sedikit terbata.


“Kalau begitu maaf ya,kakak tunggu aku sebentar,aku akan siap-siap ke sana”jawab Sherly mengakhiri teleponnya


Beberapa saat kemudian.


Akhirnya setelah cukup lama menunggu, Sherly pun datang dengan Fani yang ikut berjalan di sampingnya.


“Maaf ya kak sudah buat kakak nunggu lama”ungkap Sherly yang merasa bersalah.


“Tidak masalah,kalau gitu kita makan dulu aja,kebetulan kakak sudah pesan makanan tadi”ucap Mira yang langsung di jawab dengan anggukan.


Mereka pun sarapan dengan sedikit mengobrol.


“Itu nggak perlu,biar nanti Alex yang belikan.Lagipula waktu itu aku sudah sempat ingin beli,tapi dia melarangnya”jawab Sherly menjelaskan.Sebenernya alasan Alex melarang Sherly membeli baju karena khawatir Sherly akan kelelahan.


“Tapi minima satu atau dua untuk coba-coba dulu,lagian kamu sudah tahu jenis kelaminnya belum?”ucap Mira di sertai pertanyaan.


“Kata Alex jenis kelamin laki-laki atau perempuan itu nggak jadi masalah,karena itu kan anak kami,jadi akan kami berdua sayangi”jawab Sherly terdengar menceritakan.


“Jadi kalian belum tahu jenis kelamin anak kalian?”tanya Mira memastikan.


“Awalnya aku ingin tahu jenis kelamin anak kami,berhubung Minggu depan jadwal kami untuk periksa,tapi kata Alex jangan,dia ingin itu menjadi suprise saat lahiran nanti”


Mendengar hal itu Mira hanya bisa mengangguk tanda mengerti.


.....


Waktu berlalu.


Di sore hari.


Sherly yang kala itu sedang duduk di sofa yang berada di kamarnya itu,ia kini sedang menonton televisi.


Pluk.


Tiba-tiba ada seseorang yang memeluk Sherly,merasakan hal itu Sherly pun langsung menoleh.


Dan ternyata orang itu adalah Alex.


“Kamu kayaknya asyik banget nonton televisinya”ucap Alex yang masih memeluk Sherly.


Kini giliran Alex yang terlihat ingin berdekatan dengan Sherly.


“Ishh apaan sih,mandi sana!.Bau tahu”keluh Sherly yang langsung membuat Alex terdiam.


Sherly tidak tahu betapa Alex berusaha agar pekerjaan yang bisa saja larut malam baru selesai.Tapi berkat usahanya Alex bisa menyelesaikan pekerjaan itu tepat sore hari.


Walaupun capek tapi saat melihat dan memeluk Sherly,rasanya rasa lelah dan letih Alex seolah sirna.Dan kini ia yang tiba-tiba mendapat penolakan dari istrinya itu tentu bingung.


“Siapa yang bau,aku masih wangi seperti sebelum berangkat kerja”ucap Alex yang beralih mencium ketiaknya.Walau memang letih tapi tubuhnya tidak bau,hanya saja mungkin terasa tak nyaman karena sedikit berkeringat.


“Tapi itu jorok,ayo sana mandi!”ungkap Sherly yang mulai kesal.


Entah apa kesalahannya,tapi meski begitu Alex menuruti kemauan Sherly.

__ADS_1


Alex pun langsung ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.


Tak lama saat Alex keluar dengan mengenakan handuk yang melilit setengah badan,ia pun langsung memeluk Sherly dari belakang.


Kebetulan saat itu Sherly sedang menyiapkan pakaian untuk Alex.


“Kamu nggak pakai sabun ya?”tanya Sherly yang membuat Alex sedikit terperangah.


“Kapan aku nggak pakai sabun,aku sering pakai sabun,bahkan dalam satu kali mandi aku akan mengulang hingga tiga kali dalam memakai sabun”ucap Alex dengan jujur.


“Tapi kok bau nya nggak enak”keluh Sherly tak suka.


“Ini sabun yang biasa aku pakai”jujur Alex.Dan biasanya Sherly sangat menyukai aroma sabun Alex,hingga setiap selesai mandi Sherly akan langsung memeluk Alex.


“Kalau begitu mandi lagi sana hingga bersih,jangan peluk aku sebelum bersih”ucap Sherly yang langsung mendorong Alex ke kamar mandi.


Dengan terpaksa Alex pun mandi sedikit lebih lama.


Dan Saat Alex keluar,Sherly tiba-tiba menjauh saat Alex berusaha mendekatinya.


“Masih bau,mandi lagi sana!”ucap Sherly sedikit memerintahkan.


Dengan kekesalan yang berusaha Alex tahan,ia pun kembali membersihkan badannya.


Dan itu terjadi hingga lima kali berturut-turut,Alex sampai harus menghabiskan waktu dua jam di kamar mandi jika di hitung waktu ia mandi selama lima kali.


Saat yang kelima kali Alex pun keluar,baru setelah itu Sherly berhenti protes.


“Pakai baju yang rapi,jangan sampai sakit”ucap Sherly sambil menyerahkan baju itu pada Alex.


Alex pun hanya bisa menerima itu,walau sebenarnya Alex masih merasa sedikit kesal,tapi saat melihat Sherly membantunya memakai baju,rasa kesalnya seolah sirna begitu saja.


“Padahal mandi kali ini aku nggak pakai sabun sama sekali,tahu gitu nggak usah pakai sabun aja sama sekali”gumam Alex pelan.


“Kamu ngomong apa tadi?”tanya Sherly yang kini sedang membantu Alex mengeringkan rambutnya.


“Ah bukan apa-apa,aku hanya bilang kalau aku akan ganti sabun jika kamu tidak suka dengan wangi sabun yang aku pakai”ucap Alex cepat.


Beruntungnya Sherly yang tidak mendengar gumaman Alex itu langsung percaya.


Di malam hari.


Saat itu Sherly yang terlelap di tidurnya tiba-tiba terbangun,ia terbangun saat merasakan suhu tubuh Alex yang terasa panas.


“Kamu demam?”tanya Sherly sedikit cemas.


“Hanya kelelahan”ucap Alex pelan,ia berusaha menahan rasa pusing di kepala nya.Walau Sebenarnya Alex merasa sedikit lemas,tapi ia berusaha bersikap normal agar Sherly tidak merasa khawatir.


“Bohong!”kesal Sherly yang tahu jika Alex berbohong padanya.


Sherly pun bangkit dan hendak keluar,tapi sebelum itu ia sempat di tahan agar tidak keluar.


“Mau ke mana?”tanya Alex yang langsung memegang tangan Sherly.


“Ambil air untuk kompres kamu”


“Biar Fani yang ambil”ucap Alex dengan nada sedikit tegas walau pelan.


Mendengar ucapan Alex yang tidak ingin di bantah,Sherly pun hanya bisa pasrah.


Setelah itu Fani pun langsung datang saat Alex menelepon.


Melihat Fani telah membawa apa yang di butuhkannya Sherly pun mulai mengopres Alex.


“Kalau begitu saya permisi”pamit Fani yang langsung di jawab dengan anggukan.


Tak lama ruangan menjadi sedikit sunyi setelah kepergian Fani


“Maaf,ini pasti gara-gara aku”sesal Sherly yang mulai menyadari kesalahannya.


Mendengar itu Alex hanya tersenyum.


“Tidak masalah,mungkin ini hanya karena aku memang sedikit lemah jika terkena air terlalu lama,dan itu sudah terjadi sejak aku kecil.Jadi kamu tidak perlu merasa bersalah”ucap Alex menenangkan.


“Tapi tetap aja aku salah,kalau saja aku bisa menahan keinginan dan kemauan aku,pasti kamu nggak seperti ini”ucap Sherly yang masih menyalahkan dirinya,ia seakan ingin menangis.


Sherly juga nggak tahu kenapa dirinya bisa seperti itu,ia juga kadang merasa aneh dengan kemauan dan keinginannya itu.Tapi setiap kali ia tahan atau keinginan nya dan kemauannya tidak terwujud,yang ada dia akan sering menangis dengan sesenggukan seolah hal itu sangat menyakitkan baginya.


“Aku belum mati,jadi jangan nangis”ucap Alex yang berniat menghibur Sherly.


Tapi yang ada Sherly malah kesal hingga tak sadar memukul pundak Alex.


“Aisssh”Alex sedikit meringis karena pukulan Sherly,entah kenapa ia mulai merasa sedikit sakit di pundaknya karena pukulan Sherly itu.Padahal biasanya ia tidak selemah itu.Mungkin itu di sebabkan karena ia benar-benar sakit.


“Makan nya kalau ngomong hati-hati,nggak lucu tahu”kesal Sherly yang langsung membuat Alex sedikit terkekeh.


“Oke maaf”jawab Alex sedikit tersenyum.


“Nggak akan aku maafin sebelum kamu sembuh”ucap Sherly dengan nada sedikit angkuh.

__ADS_1


Tentu Alex tahu jika hal itu hanya candaan agar dirinya cepat sembuh.


“Kalau begitu aku akan cepat sembuh”ucap Alex yang langsung di jawab anggukan puas dari Sherly dengan jawaban Alex itu.


__ADS_2