
Beberapa saat sebelumnya.
Alex yang sedang duduk itu,ia yang melihat Sherly langsung keluar melewati nya begitu saja.
Alex yang melihat itu,ia pun langsung bangkit dan hendak mengejar Sherly,tapi sebelum itu suara Adam menghentikan langkahnya.
“Nak Alex,ada apa?,apakah kamu ingin keluar?,tapi bukankah kita belum memulai acara makannya”ucap Adam dengan tenang.
Mereka memang belum memulai acara makannya sama sekali,itu dikarenakan oleh Adam yang terus saja berbicara tanpa henti.
“Sepertinya saya harus keluar dulu,mungkin lain kali jika sempat kita bisa makan bersama.Itu pun kalau istri saya mengizinkan”ucap Alex dengan datar disertai nada yang sedikit hormat pada Adam.
“Kalau begitu saya permisi”pamit Alex yang langsung keluar tanpa menunggu Adam bicara kembali.
Adam yang melihat Alex langsung keluar,ia pun hanya diam dan menatap Alex dengan tatapan rumit,entah bermaksud apa tatapan itu,hanya Adam yang tahu.
Sedangkan Clarisa yang mendengar ucapan Alex yang mengatakan'Itu pun jika istri saya mengizinkan'kata itulah yang menjadi perhatian Clarisa.Ia merasa kesal saat mendengar itu,hingga tangannya sedikit terkepal karena marah.
Ucapan Alex itu seolah mengatakan jika keputusan ada di tangan Sherly dan Sherly yang berhak menentukan akan mengizinkannya atau tidaknya.
Saat ini Alex yang berada di luar restoran,ia terlihat memandang sekeliling untuk mencari keberadaan Sherly.
Alex yakin jika Sherly belum pergi dari tempat itu,karena restoran yang mereka kunjungi ada lah restoran besar dengan banyaknya bangunan yang menyediakan makanan berbeda-beda,belum lagi taman yang memiliki keluasan yang cukup besar.
“Tuan Alex”sapa Bara saat melihat Alex.
“Anda adalah kekasih dari Bella bukan?”
tanya Alex datar sambil memandang ke arah Bara.
“Iya,saya kekasih Bella sekaligus calon suaminya”jawab Bara langsung.
“Lalu kenapa anda kemari sendirian?,di mana kekasih anda itu?”tanya Alex saat melihat jika Bara baru saja keluar dari restoran yang menjual berbagai kue dan es krim.Restoran itu persis berada di samping restoran yang Alex kunjungi,yaitu restoran yang menjual makanan.
“Itu...”ucap Bara yang tidak tahu harus mengatakan apa,ia hanya bisa menggaruk leher nya yang tidak gatal.
__ADS_1
Alex yang melihat itu,ia hanya diam dan memilih melanjutkan langkahnya untuk mencari Sherly.
“Saya sedang mencari kekasih saya tuan,kebetulan dia keluar dari restoran tanpa saya tahu di mana keberadaan nya”ucap Bara menjelaskan.
“Oh,kebetulan saya juga sedang mencari istri saya,kalau begitu kita cari bersama-sama”
ucap Alex seolah mengajak Bara untuk mencari wanita mereka secara bersama-sama.
“Baik”jawab Bara setuju.
Bara berjalan bersama dengan Alex secara beriringan.
“Saya mendengar perusahaan ayah anda sudah berkembang pesat di tangan anda, dalam beberapa tahun ke belakang ini”ucap Alex tiba-tiba,ia berkata dengan nada datar yang terdengar santai,sepertinya Alex berusaha untuk mengakrabkan diri agar tidak terlalu canggung di antara mereka.
Bara yang mendengar itu,hanya bisa tersenyum sopan,karena ia bukan tipe orang penjilat,yang akan memuji seseorang yang posisinya lebih tinggi darinya demi kesuksesan perusahaannya.Bara adalah tipe orang pekerja keras,ia akan bekerja dengan giat demi kejayaan perusahaannya itu.
“Lumayan”ucap Alex dengan datar.Tapi jelas Alex sedang memuji pencapaian Bara.
Meski suara dan nada bicaranya tidak terlalu menyanjung,tapi Bara tahu jika Alex sedang memuji dirinya.
Mereka terus saja berjalan entah kemana.Dan tiba-tiba Alex menghentikan langkahnya sejenak.
“Menurut anda kemungkinan di mana wanita anda berada?”tanya Alex pada Bara .
Bara yang mendengar itu,entah kenapa ia merasa kesal saat Alex menanyakan wanitanya,seolah ia kini sedang merasa cemburu karena ucapan Alex itu.
Bara tidak peduli sehebat apa Alex,karena baginya Bella itu sangat penting,hingga ia rela untuk melawan Alex.Walau ia tidak bisa memastikan jika ia akan menang dari Alex,tapi setidaknya Bara tidak akan menyerah begitu saja.
“Jangan salah paham?,saya hanya memastikan?”ucap Alex terdengar ambigu.
Tapi meski begitu,Bara tetap menjawab pertanyaan Alex.
“Biasanya wanita saya sering berada di sekitar taman jika sedang marah,dan ia juga sering berada di tempat yang damai dan sejuk”ucap Bara menekan kata 'wanita saya',
seakan Bella itu miliknya.
__ADS_1
“Bagus”ucap Alex yang langsung mendapatkan tatapan tak mengerti dari Bara.
“Maksud anda?”tanya Bara tidak paham.
“Anda lolos”ucap Alex yang membuat Bara bertambah kebingungan.
Bara seakan ingin berteriak marah saat mendengar kata-kata Alex yang tidak ia mengerti.
Tolonglah,dia itu hanya manusia biasa,bukan peramal yang bisa menebak isi pikiran seseorang.
“Tolong jelaskan tuan,saya tidak mengerti”ucap Bara yang ikut berjalan di samping Alex yang mulai melangkah kakinya.
“Pertama-tama jangan panggil saya tuan,karena kamu bukan bawahan saya.Kedua saya bertanya ke kamu karena saya ingin mengetes kamu”ucap Alex datar dan terus berjalan dengan kaki lebarnya.
“Mengetes untuk apa?”jawab Bara yang benar-benar merasa bodoh saat ia sedang berhadapan dengan Alex.Rasanya wibawa dan kepintarannya saat memimpin perusahaan ayahnya hingga maju pesat itu, hilang seketika.
‘Apa ini yang di namakan tertekan?'pikir Bara.
“Kamu lulus dari ujian saya,dan untuk kesan pertama,saya mengatakan kamu cocok untuk bersama Bella”ucap Alex yang tidak menjelaskan lebih lanjut.
Sedangkan Bara yang mendengar itu,ia mulai paham dengan maksud dari perkataan Alex.
Rupanya Alex ingin mengetes apa kah Bara benar-benar sayang dan cinta pada Bella, hingga ia sampai mengetes apakah Bara tahu apa yang di sukai Bella,mungkin itu hanya pemahaman dasar,tapi mendengar nada yang kesal yang cukup kentara dari ucapan bara saat menjawab pertanyaan nya itu,Alex yakin jika Bara benar-benar cemburu.
Mungkin Bara masih bersikap hormat padanya,tapi tetap Alex harus memberi nilai plus pada Bara karena berani mengungkapkan ketidaksukaannya itu secara jelas.
Dan sebenarnya,tanpa bertanya pada Bara Alex juga tahu di mana keberadaan Sherly,dan pastinya tempat kesukaan Sherly dan Bella hampir sama.
Alex sengaja mengetes Bara karena Bella merupakan salah satu orang yang berarti bagi Sherly,dan secara otomatis ia akan melindungi hal-hal yang penting bagi Sherly,itu saja maksud dan tujuan Alex.
Bara yang mulai sadar dari lamunannya itu,ia langsung menatap ke arah Alex.
“Kebetulan taman di sekitar sini berada di jarak lebih dari seratus meter,mungkin istri anda dan kekasih saya sudah ada di sana”ucap Bara memberi tahu.Ia sudah sering ke tempat itu,jadi wajar jika dia lumayan paham letak dengan cukup jelas.
“Ya saya tahu”jawab Alex tenang.
__ADS_1