ISTRIKU TERSAYANG

ISTRIKU TERSAYANG
EPISODE 100


__ADS_3

Dan saat ini Sherly telah sampai di depan universitas tempat ia kuliah.


Sherly pun langsung turun dari dalam mobil setelah pintu mobil dibukakan oleh Fani.


“Kalau begitu saya pamit,dan jika ada sesuatu yang anda butuhkan anda bisa langsung menelepon saya”ucap Fani kepada Sherly saat ia sedang berdiri dihadapan Sherly.


“Iya”Jawab Sherly singkat.


Setelah mendapat jawaban dari Sherly,Fani pun langsung masuk ke dalam mobil,dan tak lama mobil pun berjalan pergi.


Setelah kepergian Fani,Sherly pun langsung berbalik,dan saat ia hendak memasuki gedung tempat kuliah yang terlihat sangat sepi itu.


Tapi tiba-tiba langkahnya terhenti saat ia mendengar panggilan dari seseorang.


“Sherly”Panggil orang itu.


Sherly yang mendengar itu,ia pun langsung berbalik dan melihat siapa yang memanggilnya tadi.


“Loh citra,sama Bella juga,kalian berdua baru berangkat kuliah?”tanya Sherly yang tahu jika yang memanggilnya adalah Citra.


Citra dan Bella yang berada di sebrang jalan itu,ia pun mulai menyebrang dan berjalan mendekati Sherly


“Kalian juga terlambat kuliah?”tanya Sherly lagi,saat Bella dan citra ada dihadapannya.


“Belum sher,masih ada waktu lima menit sebelum masuk,jadi belum saatnya jika dikatakan terlambat”ucap citra mengingatkan jadwal mereka masuk kuliah.


“Huh kamu benar juga,aku juga tadi hampir terlambat untung aja aku bisa makan di mobil dan tidak membutuhkan waktu lama untuk sarapan deh”ucap Sherly dengan pelan.


“Hah,kamu ngomong apa sher,aku nggak terlalu jelas dengarnya?”tanya Citra.


“Udah-udah kamu nanya Sherly terus,ayo kita masuk,memangnya kamu mau kalau kita benar-benar terlambat ya”ucap Bella dengan nada mengingatkan.


Sontak Sherly dan citra pun tersadar,


kemudian setelah itu,mereka bertiga pun langsung berjalan masuk ke dalam gedung universitas tempat mereka kuliah.


Sementara itu di tempat lain.

__ADS_1


Saat ini Alex sedang duduk di kursi kebesaran miliknya,ia terlihat sedang mengerjakan banyak sekali berkas-berkas yang menumpuk.


Tiba-tiba Doni datang dan berjalan menghampiri Alex.


Kedatangan Doni sontak saja membuat Alex langsung menatap kearahnya.


“Bagaimana?,apakah kamu sudah mendapatkan lokasinya?”tanya Alex saat Doni telah berdiri di hadapannya.


“Belum tuan,sepertinya mereka sengaja mengirim lokasi palsu agar kita kesulitan mencari lokasi sebenarnya yang akan kita jadikan barang bukti”ucap doni memberitahu.


Alex yang mendengar itu,ia pun hanya diam untuk beberapa saat,seolah ia sedang berfikir.


“Terus cari lokasi mereka,saya tahu pasti kamu akan bisa tahu di mana lokasi mereka sebenarnya,karena saya percaya kamu pasti mampu untuk menyelesaikan ini,dan tentang kapan kita tahu lokasi itu hanya waktu yang akan menjawab”ucap Alex yakin.


Doni yang mendengar itu,ia sempat tertegun sejenak,ia tidak menyangka jika tuanya itu sangat percaya akan kemampuannya.


Memang benar jika Doni bisa menyelesaikan masalah ini,karena yang Doni perlukan hanya waktu.


Tapi Doni juga sedikit kecewa kepada dirinya sendiri,karena ia tidak bisa secepatnya mendapatkan lokasi itu.


“Terima kasih tuan”jawab Doni.


Setelah itu mereka pun membahas rencana apa yang akan mereka lakukan selanjutnya.


Dan saat ini di tempat lain.


Sherly dan kedua sahabatnya sedang berada di kantin.


Mereka telah menyelesaikan mata kuliah pertama yang di berikan oleh sang dosen.


“Gila,aku tadi memang sempat khawatir saat tadi kita hampir terlambat masuk ruangan,tapi untungnya kita lebih dulu masuk kedalam ruangan sebelum dosen masuk,uhh aku tadi sempat berfikir kita akan terlambat dan di hukum,apalagi dosen yang ngajar kita tadi itu adalah dosen killer,karena dia tidak akan menerima jika kita terlambat walau satu menit saja”Ucap Citra terus berceloteh.


Sedangkan Sherly dan Bella yang sedang memakan makanan yang telah mereka pesan itu,mereka hanya diam saat mendengar celotehan Citra yang seolah tidak ada habisnya.


“Kalian dengar enggak sih sama apa yang aku katakan?”tanya Citra kepada Sherly dan Bella.


“Kita berdua dengar kok apa yang kamu katakana,iya kan bel?”ucap Sherly saat ia telah selesai menghabiskan makanannya itu.

__ADS_1


“Terus kenapa kalian hanya diam saja pas tadi aku ngomong?”tanya Citra.


“Iya kan kita berdua lagi makan,jadi nggak boleh jawab dong”ucap Bella yang tidak berselera untuk adu mulut dengan Citra.


“Iya juga sih ya,He...he...,kenapa juga aku bisa lupa,dasar bodoh aku ini”ucap Citra dengan memaki dirinya sendiri.


“Baru sadar nih anak”ucap Bella dengan pelan.


“Apa yang tadi kamu bilang bel,aku nggak dengar”tanya Citra seperti penasaran akan ucapan Bella yang tidak terlalu terdengar dengan jelas.


“Nggak,nggak ada”jawab Bella cuek.


“Dih dasar”jawab citra mengumpat saat Bella tak menjawab sesuai keinginan yang ingin ia dengar.


Tiba-tiba Risma dan teman-temannya berjalan melewati Sherly dan kedua sahabatnya dengan kepala tertunduk.


Sontak perilaku Risma itu,menjadi pusat perhatian Sherly dan kedua sahabatnya, termasuk mahasiswa dan mahasiswi lain.


“Kenapa tuh anak?,nggak biasanya dia bersikap kayak begitu,karena biasanya mereka selalu mencari-cari cara agar bisa ribut sama kita,tapi kenapa sekarang mereka cuman diam aja,tumben banget”ucap Citra saat melihat Risma yang bersikap tidak seperti biasanya.


“Aku juga nggak tahu,tumben-tumben banget mereka pada diam,kayak kalem gitu,tapi ada bagus nya juga buat kita,kan dengan begitu kita tidak usah capek-capek ladenin mereka”ucap Bella sedikit cuek.


“Aku nggak tahu,Bella juga nggak tahu,terus kamu tahu sher kenapa mereka bisa berubah kayak gitu?”tanya citra lagi.


“Aku juga nggak tahu,tapi yang jelas apa yang dikatakan oleh Bella tadi ada benarnya,jadi ya sudahlah kita juga cuek aja”jawab Sherly.


“Kenapa tuh,nggak biasanya Risma nggak adu mulut dengan Sherly,Citra dan Bella,karena kan biasanya jika Risma ketemu mereka akan langsung adu mulut bahkan untuk masalah sekecil apa pun”tanya seorang mahasiswa berbaju kotak-kotak yang duduk lumayan dekat dengan meja Sherly dan sahabatnya duduk.


“Iya juga biasanya Risma selalu cari masalah duluan,bahkan untuk masalah tempat aja selalu dia permasalahanin”ucap mahasiswa lain yang merupakan teman dari sang mahasiswa berbaju kotak-kotak.


“Sudahlah nggak usah urusin masalah mereka”ucap teman satunya lagi yang bersikap cuek.


Dan sementara Sherly dan kedua sahabatnya hanya berusaha cuek,meski mereka dapat mendengar hampir setiap mahasiswa yang berbisik-bisik lumayan jelas di telinga Sherly dan kedua sahabatnya.


“Dasar mereka itu,suka banget ngomongin orang,nggak bisa apa ngomong nanti aja pas nggak ada orang yang sedang mereka omongin,apa mereka nggak tahu kalau mereka bisik-bisik itu masih kedengaran ke telinga kita ya”ucap Citra dengan nada menggerutu.


”Sama ajalah cit kalau kita diomongin di belakang atau secara langsung,sama-sama nggak enak,lagipula kita sebagai orang yang diomongin harusnya cuek aja,nanti juga masalahnya bakal reda dengan sendirinya”ucap Sherly panjang lebar.

__ADS_1


__ADS_2