
Sontak Risma yang langsung di cerca pertanyaan yang tak bersahabat itu,ia pun langsung angkat suara.
“Nggak,aku nggak bermaksud untuk mengajak ribut sama kalian”jawab Risma langsung.
“Terus kenapa kamu ingin beremu kita?”tanya Citra lagi.
“Aku tahu kalian pasti benci banget sama aku dan teman-teman aku,tapi aku kesini hanya ingin minta maaf ke kalian atas kesalahan kita dulu sama kalian”ucap Risma mewakili kedua temannya yang hanya diam.
“Meminta maaf tumben banget tuh,kamu pikir kami akan percaya dengan ucapan kamu itu,dan apa kamu nggak ingat kalau kemarin kamu sempat ajak kami adu mulut,dan sekarang tiba-tiba kamu minta maaf sama kami,apa itu adalah sesuatu yang benar-benar tulus kamu ucapkan?”ucap Bella dengan curiga.
“Terserah kalian mau bilang apa,tapi yang jelas aku udah minta maaf sama kalian”ucap Risma lagi.
‘Mana mungkin aku katakan kalau ada orang yang mengancam aku,dan dia juga sampai berkata jika aku terus mengganggu Sherly dan teman-temannya,maka aku akan mendapatkan nasib yang tidak aku inginkan,apalagi dia sempat ancam orang tua aku jika mereka akan membuat keluarga kami menderita,dan jika kami ingin selamat dari hal itu,maka aku harus minta maaf sama Sherly,aku sebenarnya kesal akan hal itu,tapi sepertinya Sherly memang orang yang tidak bisa aku singgung lagi,beruntung banget dia’.batin Risma dengan mengepal tangan erat.
“Nggak mungkinlah kalian langsung sadar dengan kesalahan kalian ini,karena kalian pasti melakukan itu karena dapat ancaman dari seseorang kan iya kan?”tanya Citra yang ikut curiga.
'Deg' jantung Risma seolah berdegup dengan kencang karena takut jika Sherly dan kedua sahabatnya tahu,kalau yang Citra katakan itu benar.
‘Ya aku memang diancam,dan lagi aku nggak tahu suruhan siapa orang itu hingga bisa membuat keluarga kami tak berkutik,tapi orang itu berkata jika aku harus meminta maaf dengan baik,dan jangan sampai Sherly dan teman-temannya tahu jika aku meminta maaf karena diancam,karena kalau mereka tahu pasti orang itu akan marah’.batin Risma gelisah.
“Ya sudahlah maafkan saja,jangan sampai kita berfikir yang tidak-tidak”Ucap Sherly yang ikut menimpali.
Bella dan citra yang mendengar itu,mereka hanya mengangguk setuju.
“Yang dikatakan Sherly benar ayo kita kembali ke ruangan kita,dan lagi kita jangan memperpanjang masalah ini”ucap Bella berubah menjadi cuek.
Setelah itu mereka bertiga pun langsung berjalan pergi meninggalkan Risma dan teman-temannya.
“Risma kita telah di perlakukan tidak adil,apa kita tidak akan marah atas perlakuan mereka itu”ucap salah satu temannya itu.
“Dia bukan orang yang dapat kita singgung sembarangan,jadi jangan sampai kita menyinggung mereka lagi”peringatan Sherly.
Sementara saat ini.
Alex sedang duduk di kursi kebesaran miliknya,dengan mata terlihat fokus mengerjakan dokumen yang harus ia tanda tangani.
Tapi meski begitu telinganya dapat mendengar dengan jelas apa yang sedang Fani ceritakan.
__ADS_1
“Jadi begitu tuan,semua yang anda perintahkan sudah saya lakukan,dan lagi apa yang kita lakukan tidak di ketahui oleh siapapun,karena saya tidak mengatakan jika itu adalah atas perintah anda”ucap Fani yang telah mengakhiri ceritanya.
Alex yang mendengar itu,ia hanya mengangguk tanda mengerti.
“Ya sudah kamu sekarang bisa pergi”perintah Alex.
Fani yang mendengar itu,ia pun mengangguk dan setelah itu ia pun keluar dari ruangan Alex.
Tak terasa waktu berjalan dengan cepat.
Dan saat ini Sherly dan kedua sahabatnya sedang duduk di tempat yang sering mereka gunakan saat kumpul-kumpul bareng.
“Suasananya masih kayak dulu,nggak ada yang berubah”ucap Sherly sambil melihat sekeliling.
“Iya jadi keinget jika kita sering belajar kelompok di tempat ini,jadi kangen ya masa-masa itu”ucap Bella ikut menimpali ucapan Sherly.
Dan tempat mereka kunjungi saat ini adalah sebuah rumah makan sederhana,yang di sekitarnya memiliki banyak
pepohonan hijau,sehingga membuat suasana menjadi sejuk dan nyaman.
“Neng Sherly,kenapa baru datang sekarang?, biasanya sering kumpul-kumpul bareng bareng neng Bella sama neng citra disini,tapi sekarang kok jarang melihat neng kesini”ucap seorang ibu-ibu itu saat ada di hadapan tempat Sherly duduk.
“Iya Bu maaf baru kesini,soalnya banyak hal yang harus diurus”jawab Sherly sambil tersenyum.
“Ayo makannya di dalam neng,kalian mau pesan makanan apa?”tanya ibu itu.
“Nggak Bu di sini aja,lagipula di sini tempatnya masih sejuk dan nyaman seperti dulu”jawab Sherly sambil tersenyum.
“Ya sudah ibu ke dalam dulu,dan juga pesanan neng Sherly masih sama seperti dulu iya kan?”tanya ibu itu ramah.
“Iya bu”jawab Sherly.
“Ibu juga pastinya sudah tahu tentang pesanan kita,jadi nggak usah di katakan lagi iya kan Bu?”ucap Citra ikut menimpali.
Si ibu itu hanya tersenyum saat mendengar ucapan Citra,setelah itu si ibu itu pun masuk ke dalam untuk mengambil makanan untuk Sherly dan kedua sahabatnya.
“Si ibu itu masih jualan kah?,kenapa nggak sama anaknya?”tanya Sherly kepada Citra.
__ADS_1
“Iya mungkin si ibu hanya berniat menyapa kita,tapi nanti anaknya yang akan mengantar makanan ke sini kok”jawab Citra.
“Terus kenapa kalian bisa terlambat ke sekolah tadi?”tanya Sherly
“He...he...,itu sih karena kita bangun kesiangan”jawab Citra cengengesan.
“Dasar kalian ini pasti pulangnya larut banget iya kan?”ucap Sherly sedikit menggerutu.
Dan saat Citra hendak angkat suara,tapi sebelum itu handphone Sherly berbunyi.
Sherly yang mendengar itu,ia pun langsung mengambil handphone miliknya itu,tapi saat ia melihat siapa orang yang meneleponnya,Sherly hanya diam tak juga mengangkatnya.
“Kenapa sher?,kok nggak diangkat?,memangnya siapa sih yang nelepon?”tanya Bella penasaran.
“Amel,dia yang telepon aku”jawab Sherly.
Sherly memang sudah menyimpan nomor Amel,jadi apabila Amel menelepon ia bisa tahu kalau yang sedang meneleponnya adalah Amel.
“Nggak usah diangkat sher,aku nggak suka sama orang itu”ucap Citra dengan nada tak suka.
“Dih kamu jangan begitu,takutnya dia itu memiliki urusan penting sama Sherly,kalau memang ia kamu angkat aja juga nggak apa-apa sher”jawab Bella ikut menimpali.
“Untuk sekarang aku nggak bisa angkat dulu”jawab Sherly langsung.
“Kenapa kamu lagi berusaha hindari dia ya?”tanya Bella.
Sherly yang mendengar itu,ia pun hanya diam,memang yang dikatakan Bella ada benarnya juga,karena saat ini Sherly sedang berusaha untuk menghindari Amel,Sherly juga tak tahu harus berperilaku seperti apa pada Amel,ia juga sebenarnya merasa sedikit curiga kepada sikap Amel,tapi karena ia tidak ingin berfikir buruk,makanya ia berusaha untuk menghindari Amel.
“Kalau ada masalah dihadapin dong Sher,jangan dihindari kayak gitu,kalau kamu terus menghindari masalah ini,nanti masalahnya nggak akan selesai-selesai jadinya”nasehat Bella,
sepertinya ia dapat menebak apa yang di pikirkan Sherly
“Iya nanti aku usahakan tapi untuk sekarang kita makan dulu aja”jawab Sherly saat melihat makan telah di sajikan oleh anak si ibu tadi.
Dan handphone Sherly juga tidak berbunyi lagi.
Jadi Setelah itu,mereka pun mulai memakan makanan itu dengan lahap.
__ADS_1