
Bagas yang mendengar suara tawa Alex yang terdengar sangat menyeramkan baginya itu,akhirnya Bagas pun angkat suara.
“Maa..f tuan jika saya telah kelewat batas,saya janji tidak akan berani bertanya lagi,dan jika anda tidak ingin menjawab pertanyaan saya itu,saya tidak masalah,sekali lagi maaf atas kelancangan saya tuan”ucap Bagas dengan sedikit terbata-bata.
“Ha...ha.. tenang saja saya tidak akan menghukum kamu karena hal itu,asalkan kamu berjanji untuk menjaga Sherly dengan baik,maka saya akan mengatakan kepada kamu alasan kenapa saya menyuruh kamu untuk mengawasi Sherly secara diam-diam”ucap Alex datar.
Sontak Bagas yang mendengar itu,ia pun menghela nafas lega,ia memang adalah tipe orang yang mudah sekali penasaran,jadi apabila ia ingin mengetahui sesuatu,maka ia akan bertanya secara langsung,meski pun sebenarnya ia takut di saat bertanya tadi,tapi karena rasa penasaran sudah menguasai dirinya maka ia pun berani untuk bertanya.
“Ya tuan,saya akan menjaga nyonya Sherly sekuat tenaga,meski pun nyawa saya taruhannya saya rela”ucap Bagas yakin.
Setelah itu,Alex pun mengatakan alasannya itu,dan tak lama panggilan telepon itu pun berakhir.
Dan setelah sambungan telepon itu berakhir,
Alex pun mulai mengutak-atik handphone miliknya itu,dan ia pun menelepon seseorang.
“Bawa dokter ke sini,tapi sebelum itu ambilkan makan dan minuman untuk saya”ucap Alex memulai pembicaraan di telepon.
“Baik tuan”jawab orang yang di telepon oleh Alex,yang ternyata adalah Rani.
Dan tanpa berkata apapun lagi Alex pun langsung mematikan sambungan telepon itu.
“Siapa?”ucap sebuah suara yang berhasil membuat Alex merasa sedikit kaget.
Tapi meski begitu,Alex tidak memperlihatkan ekspresi terkejutnya itu.
“Bukan siapa-siapa”jawab Alex sambil tersenyum.
Setelah mengatakan itu,Alex pun bangkit dari duduknya,ia berjalan ke arah Sherly yang sudah keluar dari kamar mandi.
“Aku kira siapa?,mungkin kamu masih memiliki sesuatu yang harus kamu urus,kalau memang iya kenapa kamu nggak langsung ke sana aja?”ucap Sherly saat Alex telah berada di hadapannya.
“Nggak itu bukan urusan penting juga”jawab Alex langsung.
Setelah itu,Alex pun langsung menuntun Sherly menuju sofa,mereka berdua berjalan dengan hati-hati.
Dan tak lama mereka pun sampai,Alex pun langsung membantu Sherly untuk duduk.
“Hati-hati”ucap Alex saat Sherly hendak duduk.
__ADS_1
“Iya aku tahu”jawab Sherly sambil tersenyum.
Setelah itu Sherly pun duduk,dan Alex pun ikut duduk di samping Sherly.
" Tok tok tok ". tiba-tiba saat mereka berdua sedang duduk,pintu kamar di ketuk dari luar.
“Masuk!”ucap Alex saat ia tahu siapa yang mengetuk pintu itu.
Dan Rani yang berada di luar kamar Alex,
dengan membawa nampan berisi makanan dan minuman itu,ia pun langsung masuk setelah mendapatkan ijin dari tuannya untuk masuk.
“Tuan,ini makanan dan minuman yang anda suruh saya bawa”ucap Rani sambil meletakan makanan dan minuman di hadapan Alex.
“Apakah ada makanan lain selain ini?”tanya Alex secara tiba-tiba.
“Makanan lain?,maaf tuan memangnya anda ingin saya buatkan apa?”ucap Rani sambil menunduk.
”Bubur,saya ingin kamu buatkan bubur”ucap Alex yang sontak membuat Sherly menoleh.
“Bubur?,memangnya untuk siapa kamu ingin Rani buatkan bubur itu?”tanya Sherly heran.
Rani yang mendengar itu,ia pun langsung pergi meninggalkan kamar Alex.
Sedangkan Sherly yang melihat Alex mengabaikan pertanyaannya itu,ia hanya diam dengan wajah yang sedikit kesal.
" Permisi "ucap sebuah suara di luar kamar Alex.
“Tuan saya adalah dokter yang di panggil oleh Rani”lanjut suara itu,yang ternyata adalah suara perempuan.
“Masuk!”ucap Alex singkat.
Dan dokter cantik yang berdiri di depan pintu itu,ia pun langsung masuk.
“Tuan saya ke sini untuk mengecek keadaan nona Sherly”ucap dokter itu yang bernama Tara.
“Silahkan!”izin Alex.
Tara yang sudah mendapat izin dari Alex,ia pun berjalan ke arah Sherly,dan saat mata dokter cantik itu tak sengaja melihat Alex,ia pun sempat tertegun sejenak.
__ADS_1
‘Sudah lama aku tak pernah bertemu tuan Alex,dan dia sekarang semakin tampan saja’.batin Tara
“Kenapa diam?,apakah kamu sudah tak ingin bekerja lagi”ucap Alex yang berhasil menyadarkan Tara dari lamunannya itu.
“Eh tidak tuan maaf kan saya”ucap Tara saat ia telah sadar dari lamunannya itu
Dan Tara pun kembali melangkah mendekati Sherly,ia berjalan dengan kepala yang sedikit tertunduk.
Setelah sampai Tara pun hendak berjongkok di depan Sherly,tapi sebelum itu tiba-tiba suara Sherly berhasil menghentikan Tara yang hendak berjongkok.
“Tunggu!”ucap Sherly.
Dan Tara yang mendengar itu,ia pun sontak langsung berdiri.
“Lexi kenapa ada dokter,bukannya aku sudah bilang ke kamu kalau aku tidak memerlukan dokter”ucap Sherly menatap Alex.
‘Lexi?,bukannya itu tuan Alex ya?,kenapa dia memanggil tuan Alex dengan sebutan Lexi?’. batin Tara heran,dan Tara pun hanya bisa diam.
“Aku sudah tahu kalau kamu akan menolak jika aku memberi tahu kamu kalau aku akan memanggil dokter ke sini,dan maka itu aku langsung memanggil dokter ke sini,karena aku yakin kamu nggak akan tega menolak dokter yang telah datang untuk mengobati kamu ini kan”ucap Alex dengan sedikit tersenyum penuh kemenangan.
‘Duh apaan sih dia pakai tersenyum segala,ini pasti dia udah punya rencana yang tidak ku ketahui,sial!! aku memang benar nggak tega menolak dokter yang akan mengobati aku ini,tapi aku takut jika harus di suntik’.batin Sherly sedikit kesal,bercampur rasa takut.
“Nona kalau begitu bisakah anda mengijinkan saya untuk mengobati anda”ucap Tara.
“He...he... iya boleh,tapi dok saya nggak akan di suntik kan?”tanya Sherly dengan nada pelan.
Sedangkan Alex yang mendengar itu,ia hanya dapat tersenyum,Alex berusaha untuk tidak tertawa saat mendengar ucapan Sherly tadi.
“Bukannya kamu sudah besar,terus kenapa kamu masih takut di suntik”ucap Alex dengan nada sedikit meledek.
Dan Sherly yang mendengar itu,ia pun langsung menoleh dan menatap ke arah Alex dengan tatapan tak suka.
“Tidak apa-apa dokter jika anda ingin menyuntik dia,asalkan itu demi kebaikan dia”ucap Alex yang memberi izin Tara untuk menyuntik Sherly.
‘Apa-apaan sih dia,kenapa juga dia yang ambil keputusan akan hal ini,sekarang aku jadi benar-benar yakin jika dia telah merencanakan sesuatu’.batin Sherly.
“Kalau begitu saya akan memulai untuk mengobati luka anda,mungkin ini akan sedikit perih karena saya akan menyuntik kaki anda yang sedikit bengkak itu”ucap Tara sambil berjongkok.
“Kenapa harus di suntik dok?,bukannya di kasih obat aja sudah cukup?”tanya Sherly sedikit takut.
__ADS_1