ISTRIKU TERSAYANG

ISTRIKU TERSAYANG
EPISODE 16


__ADS_3

Citra yang awalnya hanya fokus terhadap makanannya itu,ia pun tiba-tiba menoleh dan menatap ke arah Sherly yang sedang menatap ke arah samping.


Lalu setelah itu Citra juga menatap ke arah Bella yang sedang menunduk sambil memijit-mijit pangkal hidungnya.


“Kamu kenapa Bella? kamu sakit? atau kenapa?,kok nggak bilang sih kalau kamu lagi sakit”tanya Citra khawatir.


Sedangkan Bella hanya diam tanpa menjawab ucapan Citra.


Citra yang melihat itu,ia pun seakan tak mengerti dengan apa yang sedang terjadi.


‘apa yang sedang terjadi ?,kenapa suasananya jadi begini sih?,apa yang sudah aku lewatkan tadi hingga aku tak mengerti dengan situasi saat ini’ batin Citra yang merasa bingung dengan situasi saat ini.


“Ikuti aku!”ucap Bella kepada Sherly secara tiba-tiba.


Selesai mengatakan itu,Bella pun bangkit dari duduknya dan berjalan pergi keluar dari kantin.


Sherly yang melihat itu,ia pun ikut bangkit dari duduknya,dan berniat mengikuti Bella,tetapi sebelum itu.


“Citra,tolong bayarin makanan aku sama Bella!,ini uangnya,kalau ada lebih buat kamu aja”ucap Sherly sambil menyerahkan beberapa lembar seratus ribuan kepada Citra.


Citra yang awalnya ingin bertanya kepada Sherly tentang apa yang terjadi saat ini,tetapi sebelum Citra sempat bertanya Sherly pun sudah berjalan pergi mengikuti Bella.


‘*K*enapa sih?,aku nggak terlalu pintar seperti mereka,coba aja kalau aku sedikit pintar,mungkin aku akan mengerti dengan apa yang terjadi saat ini. ’batin Citra seakan mengejek kepada dirinya sendiri.


Sedangkan Bella yang saat ini sedang berjalan ke arah taman,dengan Sherly yang mengikuti dari belakang.


Saat telah sampai,Bella pun duduk di sebuah kursi bercat putih yang berada di taman tersebut,kursi tersebut juga dapat menampung maksimal tiga orang.


Sherly yang melihat itu,ia pun ikut duduk di kursi yang sama dengan Bella.


Suasana pun hanya hening tidak ada yang buka suara.


‘Ada apa ini?,kenapa Bella nggak ngomong apa-apa?,mana suasana taman saat ini sangat sepi lagi,karena hanya ada kita berdua’pikir Sherly.


Karena sudah tidak tahan dengan suasana hening itu,Sherly pun menoleh dan menghadap ke arah samping,tepat di mana Bella duduk.“kenapa?”tanya Sherly yang akhirnya memulai pembicaraan,ia berkata sambil menatap ke arah bella.


Bella yang tadi hanya diam pun menoleh,ia pun menghadap kearah Sherly,dan


menatap ke arah Sherly untuk beberapa saat,seolah sedang berfikir.


“Papah ku selingkuh sher,dan mamahku tahu akan hal itu,ia ingin minta pisah dari papahku,tapi yang jadi masalah adalah aku harus memilih antara mamah dan papahku,aku harus gimana sher?,aku nggak bisa memilih salah satu dari mereka, karena aku sayang mereka berdua”ucap Bella dengan menundukkan wajah tidak berani menatap ke arah Sherly.


Bella saat ini sedang berusaha untuk menahan tangis,dengan tubuh yang sedikit bergetar.


Sherly yang mendengar itu,ia pun ikut merasa sedih,ia menatap Bella dengan iba dan tidak tega.


kemudian Sherly pun memeluk Bella,seolah ingin memberikan rasa damai untuk Bella.


Bella yang di perlukan seperti itu,ia pun membalas pelukan Sherly dengan erat.


Tak lama air mata yang berusaha Bella tahan akhirnya jatuh,Bella pun menangis sejadi-jadinya di dalam pelukan Sherly.


“Ke..napa sh...er,ke..napa hal ini ha..rus terjadi”tanya Bella di dalam pelukan sherly,suara Bella terdengar bergetar saat mengatakan itu.


Sherly pun tidak bisa menjawab pertanyaan Bella,karena ia tidak tahu harus berkata apa.


Yang Sherly lakukan hanya dapat memeluk Bella sambil ikut menangis seolah ikut merasakan rasa sedih yang Bella rasakan,mereka menangis bersama-sama dengan suara tertahan,berharap tidak ada yang mendengar tangis mereka.


‘Aku merasa sedih jika melihat kamu sedih, bel,karena aku sayang kamu,aku sudah menganggap kamu seperti saudaraku sendiri, aku ingin kamu bahagia,tapi Tuhan seperti sedang memberi kamu cobaan,dan aku sebagai sahabat kamu hanya dapat berusaha untuk menguatkan kamu,dan aku akan selalu berusaha untuk ada di samping kamu terus,semoga kamu dapat melalui masalah ini dengan tabah’ batin Sherly,ia pun mengusap punggung Bella seolah sedang menyalurkan rasa sayangnya kepada Bella.

__ADS_1


Sherly tidak tahu harus berbuat apa selain berusaha untuk menguatkan Bella agar bersabar.


Saat Bella mulai merasa tenang,dan tangisnya mulai merasa reda,Sherly pun melepaskan pelukannya dari Bella.


“Sekarang apa yang aku bisa bantu?,aku tahu pasti kamu perlu bantuan,kalau memang iya,aku pasti akan berusaha sebisa mungkin untuk bantu kamu,jadi jangan sungkan-sungkan untuk minta tolong padaku.”ucap Sherly,ia berkata sambil menghapus air mata yang masih tersisa di pelupuk matanya sendiri,menggunakan punggung tangannya.


“Nggak usah sher,aku nggak perlu bantuan kamu,karena aku yakin aku bisa menghadapi masalah ini sendiri,tanpa harus merepotkan kamu” ucap Bella yang tidak ingin Sherly merasa kesulitan karenanya.


“Gak apa-apa,kita kan sahabat,jadi kalau


aku bisa bantu,kenapa engga?,lagi pula apa gunanya sahaba, jika tidak saling membantu satu sama lain?.”ucap Sherly sambil tersenyum.


“Aku sebenarnya juga nggak tahu sher?...,aku nggak tahu harus minta bantuan apa sama kamu”ucap Bella dengan kepala yang menunduk.


Sherly yang melihat itu,ia pun memegang pundak Bella agar Bella menatap ke arahnya,dan Bella pun akhirnya menatap ke arah Sherly dengan sisa-sisa air mata yang masih ada di pelupuk mata Bella.


Sherly yang melihat itu,ia pun menghapus air mata Bella di pelupuk matanya,menggunakan kedua tangannya dengan pelan dan lembut.


Dan mereka pun diam sambil saling menatap satu sama lain.


“Kamu nggak usah sedih bel,kamu masih punya sahabat yang bakal ada untuk kamu,tidak peduli di saat susah maupun senang,kita pasti akan selalu ada untuk dukung kamu dan semangatin kamu ”ucap Sherly berusaha menyemangati Bella,seakan mengatakan jika Bella tidak sendiri masih ada dirinya sebagai sahabat Bella yang siap membantu.


“Makasih sher,aku merasa senang karena tidak sendirian disaat aku sedang susah dan sedih,karena aku tahu masih ada kamu yang selalu ada di samping aku.”ucap Bella dengan tersenyum kepada sherly,Bella merasa senang karena di saat dirinya sedang sedih, masih ada orang yang peduli terhadapnya, dan menguatkan dirinya.


“Nah,kalau senyum kan cantik”ucap Sherly yang ikut tersenyum.


Mereka sama-sama diam dengan saling tersenyum untuk beberapa saat.


“Kamu ingin aku bantu apa?”tanya Sherly lagi,


mencoba menawarkan bantuan


karena aku ingin hidup mandiri,dan aku tidak akan memilih di antara mereka berdua”


ucap Bella sambil tersenyum berusaha untuk


kuat.


“Lalu kamu akan tinggal di mana?,gimana kalau kamu tinggal di rumah aku aja untuk sementara waktu”tanya Sherly mencoba menawarkan sahabatnya untuk tinggal di rumahnya,ia tidak tega jika sahabatnya menderita.


“Aku akan cari kontrakan untuk aku tempati,aku juga nggak mau terlalu bergantung sama kamu,bukannya kamu tadi sudah dengar jika aku ingin mandiri”ucap Bella dengan nada yakin,ia tidak ingin merepotkan orang lain,karena Bella tahu jika ia tidak boleh terus-menerus menyusahkan sahabatnya.


“Ya sudah kalau memang kamu gak mau tinggal sama aku,tapi kenapa kamu nggak tinggal bersama kakak kamu aja?”ucap Sherly mencoba mencari solusi.


Bella yang mendengar saran Sherly itu,ia pun hanya diam,seolah tidak ingin mengatakan alasan dirinya tidak tinggal bersama kakaknya yang sudah menikah.


Sherly yang tahu Bella tidak ingin bercerita kepadanya itu,ia pun paham kalau Bella juga butuh privasi,dan Sherly tidak ingin memaksa Bella untuk bercerita ke padanya terlalu jauh.


Kemudian Sherly pun mencoba untuk mengalihkan pembicaraan.


“Yaudah yuk!,kita kembali ke kantin aja,kamu nggak kasihan sama Citra yang ditinggal sendirian di sans”ucap Sherly saat ia sadar bahwa mereka telah meninggalkan Citra di kantin sendirian.


“Oh iya”ucap Bella seakan tersadar,ia berkata sambil menepuk pelan jidatnya seakan baru


menyadari akan keberadaan Citra.


Sherly dan Bella pun bangkit dari duduknya,mereka berniat kembali ke kantin dimana Citra berada.


Tak lama mereka pun sampai di tempat Citra duduk,mereka pun segera menghampiri Citra yang sedang melamun.

__ADS_1


“Hey”ucap Sherly dan Bella,yang berhasil mengagetkan Citra yang sedang melamun.


“Eh copot”celoteh Citra karena kaget.


Sedangkan Bella dan Sherly hanya tertawa, karena merasa lucu akan ucapan citra barusan di karena kaget.


Sementara Citra yang sudah tidak terlalu kaget lagi,ia pun langsung menatap ke arah Bella dan Sherly dengan mata memicing,Citra ingin marah tapi saat melihat mata Sherly dan Bella yang sedikit sembab itu ia pun merasa khawatir.


“Kalian kenapa?,habis bertengkar ya?,sama siapa?,kok sampai sembab gitu matanya?”tanya Citra dengan wajah terlihat khawatir.


Sedangkan Bella dan Sherly hanya saling menatap saat mendengar pertanyaan Citra.


Sherly tidak menjawab pertanyaan Citra, karena Sherly ingin Bella sendiri yang


mengatakan langsung masalahnya kepada Citra.


Setelah Sherly dan Bella lama saling menatap, kemudian mereka berdua pun tertawa bersama-sama,sebagai jawabandari


pertanyaan Citra itu yang bertubi-tubi.


Citra yang melihat itu,ia merasa heran dan bertanya-tanya.


'Bukannya di jawab pertanyaan aku tadi,eh malah ketawa,dasar aneh'pikir Citra saat melihat sahabatnya ketawa,dan bukan menjawab pertanyaannya.


“Ya ampun,apakah sahabat-sahabatku ini telah menjadi gila?,kalau memang iya,kapan mereka jadi gilanya,dan kenapa aku nggak tahu”ucap Citra tanpa pikir panjang ia berkata sambil mendrama.


Bella yang mendengar itu,ia seakan tidak terima dengan ucapan Citra,lalu tanpa pikir panjang ia pun mencubit lengan Citra dengan lumayan keras.


“Enak aja,aku sehat ya,nggak gila seperti yang kamu katakan ”ucap Bella seakan tidak terima dengan ucapan Citra tadi


“Aww,sakit tahu”ucap Citra mengaduh sambil mengusap pelan lengan yang di cubit oleh Bella.


“Apaan!,orang aku cubit pelan kok”elak Bella.


“Pelan kamu bilang?,kamu nggak ngerasain sih,sini kalau berani aku cubit balik”ucap Citra sambil bangkit dari duduknya berniat untuk mencubit balik.


Tapi Bella malah menghindar,dan lari menjauh dari Citra menuju ruangannya


“Eh,tunggu!”ucap Citra saat Bella telah lari sebelum ia mencubit lengan Bella.


“ Sherly lihat tuh Bella nyakitin aku”adu citra penuh drama seolah merasa tersakiti,sambil menatap ke arah Sherly dengan tatapan memelas.


Sedangkan Sherly hanya tersenyum menjawab ucapan Citra.


“Ih nyebelin,kenapa nggak ada yang belain aku sih”ucap Citra karena Sherly tidak membelanya.


Citra pun langsung berjalan pergi dengan menghentak-hentakkan kakinya,karena kesal.


Sherly yang melihat itu,ia hanya dapat mengeleng-gelengkan kepala.


Tapi didalam hatinya Sherly merasa senang karena setidaknya Bella bisa tertawa dan bercanda bersama mereka,tidak sedih seperti tadi saat berada ditaman karena masalah kedua orang tuanya.


‘Jujur saja aku juga merasa sedih atas masalah Bella tadi,aku ingin membantu dia, tapi aku sadar jika aku tidak dapat berbuat banyak,dan yang bisa aku lakukan hanya berusaha untuk ada di sampingnya dan menguatkannya’pikir Sherly


Sherly pun tersadar dari lamunanya itu,saat ia melihat kedua sahabatnya telah berjalan jauh darinya.


Tanpa menunggu lama,Sherly pun langsung berjalan menyusul kedua sahabatnya itu.


*******

__ADS_1


maaf jika ada kesalahan kata🙏🙏🙏,dan terima kasih yang sudah komentar dan maaf gak bisa balas satu-satu,tapi aku baca komentar kalian,dan sebagai jawaban aku hanya kasih jempol,makasih yang udah ngedukung,jangan lupa di like,rate,dan vote ya,oke terima kasih😊😊😊


__ADS_2