
Dan setelah cukup lama menunggu,akhirnya Alex pun keluar dengan menggunakan pakaian yang telah di beli langsung oleh Sherly.
Saat Sherly melihat Alex yang telah keluar dari ruangan tersebut,ia sempat tertegun untuk sejenak saat dirinya melihat penampilan Alex.
Sherly melihat pakaian yang ia beli sangat cocok dengan tubuh Alex.
Karena saat ini Alex telah memakai kaos oblong berwarna putih yang di balut dengan jaket hitam,dan di padukan dengan celana panjang berwarna hitam,semakin menambah aura Alex,ia terlihat sangat menawan saat memakai baju yang di belikan Sherly saat ini.
“Apakah aku sebegitu tampannya,sampai kamu terbengong seperti itu”ucap Alex berusaha menyadarkan lamunan Sherly.
“Ah,iya eh...enggak,maksud aku kamu tampan tapi gak terlalu tampan banget sih,cuman sedikit”ucap Sherly yang tidak ingin mengakui ketampanan Alex.
“Masa sih yakin?”ucap Alex seakan tak percaya dengan ucapan sherly.
Setelah itu,Alex pun mendekat kan wajahnya ke arah Sherly,hingga membuat wajah mereka saling berdekatan.
“Kok aku gak percaya ya,saat kamu bilang begitu,jangan-jangan kamu itu merasa gengsi kalau mengakui ketampanan aku ini”ucap Alex dengan mengangkat kedua alisnya,dan menggerakkan kedua alisnya ke bawah dan ke atas seolah sedang meledek Sherly.
“Enggak bukan gitu,emang kamu jelek kok,masih mending aku bilang sedikit tampan,harusnya kamu bersyukur bisa di puji sama aku”ucap Sherly mengelak.
“Masa sih,jangan bohong lah,akui saja kalau aku ini memang tampan,apa susahnya sih”ucap Alex tak mau kalah.
Setelah mengatakan itu,Alex pun berjalan mendekat ke arah Sherly,sedangkan Sherly yang melihat itu,ia pun berjalan mundur,tak lama setelah Sherly terus mundur,akhirnya Sherly pun berhenti, saat badannya telah mentok di dinding.
“Ayolah Sherly akui saja kalau aku ini tampan,tak usah merasa gengsi atau pun malu”ucap Alex memaksa,dengan kedua tangan yang menempel di tembok seakan menahan tubuh Sherly.
“Iya iya,kamu tampan,sangat tampan,
sekarang kamu sudah puas kan dengernya?”
Ucap Sherly dengan sedikit tidak rela.
“Puas,sangat puas,terima kasih pujiannya”
ucap Alex sambil tersenyum,karena merasa puas telah mengerjai Sherly.
Setelah itu,Alex pun sedikit menjauhkan tubuhnya itu.
__ADS_1
“Pemaksaan”gerutu Sherly pelan.
Alex yang mendengar hal itu hanya dapat tersenyum.
“Ya sudah ayo kita keluar!bukannya kita akan makan siang bersama,kasihan Doni telah menunggu kita dari tadi,dan untuk Fani biarkan dia pulang duluan,karena kamu akan naik mobil bareng sama aku”ucap Alex panjang.
Sherly yang mendengar itu,ia akhirnya tersadar jika saat ini,bukan hanya mereka berdua yang ada di dalam satu ruangan, tetapi ada juga Doni dan Fani yang berada di ruangan yang sama.
Sherly pun menoleh ke arah Doni dan Fani yang saat ini sedang menatap ke arahnya,
entah tatapan apa yang mereka berikan kepada Sherly,yang jelas mereka berdua hanya diam.
Sherly yang melihat itu,ia pun langsung berjalan ke arah Alex,ia bersembunyi dibalik punggung Alex,dan berharap rasa malu yang mendera dirinya saat ini dapat berkurang dengan bersembunyi dibalik punggung Alex.
“Kenapa?,ayo!,bukannya kita ingin makan siang?,terus kenapa kamu ngumpet di punggungku sih?”ucap Alex dengan sedikit menoleh ke arah Sherly.
“Shhh,diam aku malu,kamu tau nggak sih,saat ini Doni dan Fani menatap ke arah kita,kamu memangnya gak sadar akan hal itu? ”ucap Sherly dengan kepala yang menempel di punggung Alex.
“Masa sih?,itu sih alasan kamu aja,biar bisa dekat-dekat sama aku,dasar modus”ucap Alex tanpa beban.
“Modus?,siapa yang modus?,jangan mengada-ada ya,masa aku modus sih sama kamu,gak ada ya itu cuman perasaan kamu aja”ucap Sherly merasa sedikit kesal karena ucapan Alex tadi.
Alex yang melihat hal itu hanya tersenyum,
kemudian setelah itu,ia pun ikut berjalan di belakang Sherly.
Tak lama setelah mereka berjalan,akhirnya mereka sampai di luar perusahaan.
“Mau ke mana?”ucap Alex sambil menarik tangan Sherly dengan pelan.
Sherly yang merasa tangannya di tarik itu pun,
ia akhirnya menoleh dan menatap ke arah Alex.
”Mau makan siang lah,terus mau ke mana kalau bukan mau makan siang?”ucap Sherly cuek.
“Makan siangnya di kantin gitu?,kok kamu jalan nya ke arah kantin?”ucap Alex sedikit bergurau.
__ADS_1
“Bukan! enak aja,kan kamu sudah bilang kamu akan makan di tempat di mana aku pilih,bukan di kantin”ucap Sherly menatap tak suka ke arah Alex.
“Ha..ha...,oke aku cuman bercanda,gak usah marah gitu,memangnya kamu gak tahu,
katanya kalau orang yang suka marah itu bakal cepat tua”ucap Alex dengan wajah yang terlihat meyakinkan.
“Masa sih,kok aku gak tahu sih? i”ucap sherly sedikit tak percaya,tapi meski begitu ia merasa terpengaruh dengan ucapan Alex.
Kemudian Sherly pun merubah ekspresi,ia berusaha untuk menarik sudut bibirnya untuk membuat sebuah senyuman.
“Yah seperti itu,kalau begitu kan cantik,ya sudah ayo katanya akan makan siang”ajak Alex.
Kemudian setelah itu,mereka berdua pun masuk ke dalam mobil yang telah di buka kan oleh Alex.
Setelah mereka semua masuk,tak lama mobil tersebut pun berjalan untuk membelah jalanan.
Di dalam mobil.
“Kamu gak usah terus senyum begitu,nanti takutnya kamu di sangka orang gila kalau terus tersenyum begitu”ucap Alex sambil menatap ke arah Sherly yang terlihat sedang tersenyum.
“Tadi katanya gak boleh marah nanti cepat tua,terus sekarang giliran aku senyum takut di sangka orang gila,memangnya aku harus gimana sih?”ucap Sherly merasa serba salah.
“Maksud aku tuh ekspresi kamu harus terlihat biasa aja,jangan tersenyum terus,memangnya kamu gak merasa bibir kamu kram,karena terus tersenyum”ucap Alex menjelaskan.
“Oh,kenapa gak bilang dari tadi sih,jadi kram kan bibirnya”ucap Sherly sambil menyentuh bibirnya,dan menggerakkan bibirnya agar tidak merasa kram.
“Di kasih tahu salah,gak di kasih tahu juga salah,kenapa aku yang merasa serba salah sih”ucap Alex dengan pelan.
“Tuan sekarang kita akan ke mana?”ucap Doni secara tiba-tiba.
Sherly yang mendengar ucapan Doni itu pun,ia akhirnya tersadar akan tujuan mereka.
“Oh iya,aku hampir lupa,kamu sekarang lurus,dan setelah bertemu perempatan kita belok kanan,dan setelah itu kita bakal sampai ke tempat di mana akan kita tuju”ucap Sherly menjelaskan.
Doni yang mendengar hal itu,ia hanya dapat mengangguk tanda mengerti.
Dan setelah itu,ia pun mengendarai mobilnya sesuai dengan apa yang di ucapkan Sherly,
__ADS_1
dan tak lama setelah itu mereka pun akhirnya sampai di tempat tujuan.