ISTRIKU TERSAYANG

ISTRIKU TERSAYANG
EPISODE 18


__ADS_3

“Kak”panggil Sherly saat melihat kakaknya yang hanya diam,ia berkata sambil memegang pundak Mira berharap Mira sadar dari lamunannya.


Mira yang di tepuk pundaknya oleh Sherly,ia pun langsung sadar dari lamunannya itu.


Kemudian Mira pun menoleh dan melihat Sherly sedang memegang pundaknya.


Mira hanya diam untuk sesaat.


‘Andai saja kamu tak ada di dunia ini,mungkin orang yang di cintai Dafa itu adalah aku,kenapa sih?,kenapa kamu harus lahir di dunia ini dan merebut semua kebahagiaan yang harusnya hanya milikku’pikir Mira sambil menatap benci kearah Sherly.


“Kenapa kak?”tanya Sherly lagi tanpa merubah posisinya.


“Jangan sentuh aku”jawab Mira yang langsung menepis tangan Sherly dari pundaknya.


Sherly yang mendapatkan perlakuan seperti itu,ia pun tersentak kaget.


“Maaf kak”ucap Sherly dengan menundukkan kepala,saat sadar akan kesalahannya.


‘Bodoh kamu Sherly,kakak kan nggak pernah mau di sentuh sama kamu,dan kenapa kamu malah menyentuh pundak kakak'pikir Sherly.


“Dan satu lagi”ucap Mira secara tiba-tiba yang terdengar misterius.Ia pun berdiri dari kasurnya,dan sedikit melangkahkan kakinya ke depan.


“Aku sebenernya nggak pernah anggap kamu sebagi adikku”lanjut Mira,ia berkata setelah sampai dihadapan Sherly,sambil menatap Sherly tajam.


Sedangkan Sherly yang mendengar itu,ia hanya diam,sambil tangan terkepal erat.


‘Aku juga nggak mau terlahir di keluarga ini kalau akhirnya dianggap beban’pikir Sherly berusaha menahan amarahnya itu.


“Kamu tahu kenapa aku nggak pernah anggap kamu adikku?” ucap Mira seolah bertanya kepada Sherly.


Dan Sherly hanya diam tanpa berniat menjawab ucapan kakaknya itu.


“Karena kamu sudah merebut kebahagiaan milikku”lanjut Mira yang berkata tepat di telinga Sherly.


“Maksud kakak apa,Sherly gak pernah merebut apa pun dari kakak”jawab Sherly seakan ingin menegaskan bahwa dirinya tidak pernah merebut apapun dari kakaknya.


‘Seandainya aku dapat memilih,aku juga nggak mau terlahir di keluarga yang tidak mengharapkan kehadiran ku ini'pikir Sherly terlihat sedih dan marah.


“Siapa yang suruh kamu ngomong?”ucap Mira seakan mengatakan Sherly tidak boleh berbicara saat dirinya sedang berbicara.


Sherly yang mendengar itu,ia ingin marah,tapi sekuat tenaga ia tahan.


‘Jangan marah Sherly,kamu harus kuat,jangan sampai emosi kamu itu keluar,kamu kan tahu jika bukan hanya kamu yang terkena imbasnya jika ayah tahu masalah ini,karena ibulah yang akan merasa paling sedih dengan pertengkaran ini’pikir Sherly berusaha untuk tidak marah.


“Kamu tahu aku benci sama kamu,aku benci!!, sangat benci!!!”ucap Mira lagi dengan marah,dan berniat menampar Sherly.


Dan saat tangan nya sudah mulai berada di atas,Mira pun sadar dirinya tidak boleh menyakiti Sherly,karena jika Alex tahu ia akan terkena masalah,dan bahkan mungkin saja ayahnya tidak dapat menyelamatkannya.


Mira sebenarnya iri akan hal itu,kalau saja dirinya tidak mencintai Dafa,mungkin saja ia sudah merebut Alex dari Sherly,tetapi ia hanya mencintai Dafa.


Mira pun hanya dapat mengepalkan tangannya yang berada di atas,setelah itu ia turunkan tangannya itu ke bawah.


‘Kamu sangat beruntung sherly,seandainya kamu tidak seberuntung ini,pasti sudah ku buat kamu menderita saat ini’ batin mira,ia benci akan nasib Sherly yang terlalu beruntung menurutnya.


Mira pun hanya dapat menahan amarnya itu.

__ADS_1


Ia pun berbalik dan kembali duduk di kasur tersebut.


Mira duduk sambil melihat ke arah Sherly yang sedang menundukkan kepala,dengan mengepalkan kedua tangannya erat-erat.


Tapi Mira seolah tak peduli itu.


“Kenapa?kenapa kamu selalu sangat beruntung?kenapa bukan aku yang lebih beruntung dari kamu?”tanya Mira kepada Sherly.


Sedangkan Sherly hanya bisa mengangkat kepala dan menatap kearah mira tanpa ingin menjawab ucapan Mira.


“Kenapa,jawab aku Sherly!,jangan hanya diam saja!”ucap Mira yang melihat Sherly hanya diam.


‘Di jawab salah,nggak di jawab tambah salah,apa sih maunya,mungkin suatu saat jika aku terus tersakiti seperti ini,aku juga akan bisa berubah,dan bisa balik menyakitinya’ pikir Sherly,semakin mengepalkan tangannya erat-erat.


Sherly sangat berusaha agar emosinya tidak meluap-luap.


“Kenapa kamu hanya diam!,aku suruh kamu jawab!,apa kamu gak bisa dengar Sherly?!”


tanya Mira dengan marah.


“Gak tahu kak”jawab Sherly singkat sambil mengeratkan giginya menahan amarah.


“Ini semua tidak adil!”ucap Mira yang berteriak secara tiba-tiba,sambil mencengkram erat selimut yang berada tepat di sampingnya.


“kenapa?,kenapa kita harus terlahir menjadi adik dan kakak,kenapa?”ucap Mira yang seakan bertanya terhadap dirinya sendiri.


‘Mana aku tahu,namanya juga takdir,memangnya aku bisa apa' batin Sherly yang seakan sedikit menggerutu di dalamnya hatinya.


“Kenapa juga kita harus lahir dari rahim yang sama?,dan ayah yang sama juga?”tanya Mira lagi-lagi seakan bertanya kepada dirinya sendiri sambil mencengkram selimut lebih erat lagi.


‘Bukan!kita bukan terlahir dari rahim yang sama,kita itu terlahir dari ibu yang berbeda,dan hanya ayah kita yang sama,andai aku bisa mengatakan ini,tapi sayangnya ibu melarang ku untuk mengatakan ini,karena dia tahu jika aku mengatakan ini pasti kakak akan sedih’ batin Sherly.


Sherly ingin langsung mengatakan itu,tapi dia tidak ingin membuat kakaknya sedih.


‘Andai saja kakak tahu,di sini aku yang merasa tersakiti,kakak selalu nyalahin aku,ayah selalu tidak peduliin aku,sedangkan ibu selalu memikirkan perasaan kakak,lalu aku ini apa kak?,sebuah boneka yang tidak punya hati gitu,tapi aku sadar jika bukan hanya aku yang merasa tersakiti,tapi ibu juga pasti merasa sedih akan nasibku ini’pikir Sherly yang berusaha kuat.


Sherly selalu berusaha kuat,karena Sherly selalu berfikir bahwa ibunya lah yang lebih tersakiti disini,itulah yang membuat Sherly kuat saat ini.


“Kenapa?”ucap Mira bertanya dengan penuh amarah,lalu setelah mengatakan itu,ia pun langsung bangkit dari kasurnya dan menarik selimut,sambil mengacak-acak kasurnya


Kemudian Mira mengambil salah satu bantal dan melemparnya ke arah Sherly.


Sherly yang melihat itu,tiba-tiba tubuhnya secara refleks menghindar.


“Kenapa kamu menghindar?”tanya Mira saat melihat Sherly menghindar dari bantal yang di lempar oleh dirinya.


Sherly yang mendengar pertanyaan Mira,ia pun menarik nafas panjang secara pelan.


Berusaha menghilangkan emosinya yang selama ini ia tahan.


“Maaf kak”jawab Sherly,hanya itu yang dapat Sherly katakan.


“Kamu ingin membuat saya lebih marah?”ucap Mira sambil melotot kan matanya kearah Sherly.


Sherly yang mendengar itu hanya diam,tidak tahu harus berkata apa.

__ADS_1


“Dasar pembawa sial!”ucap Mira tiba-tiba, sambil berjalan mendekati Sherly.


Sherly yang mendengar itu,lagi-lagi hanya bisa diam untuk mengepal kan tangannya dengan erat,ucapan Mira tadi seakan sangat menusuk baginya.


‘Ibu jika suatu saat nanti aku akan berubah,dan tidak akan tinggal diam saat kakak menyakiti ku lagi,aku minta maaf,dan semoga ibu maafin Sherly karena Sherly tidak bisa seperti yang ibu inginkan,Sherly sadar bahwa Sherly tidak bisa sesabar dan sekuat seperti ibu’pikir Sherly yang sedang berusaha menahan emosinya secara mati-matian.


“Lagi pula aku heran kenapa kamu terlihat mirip dengan ibu?”tanya Mira yang sedang menatap wajah Sherly dengan dalam.


Sontak Sherly yang hanya diam itu,ia pun langsung menatap kearah Mira.


‘Karena aku adalah anak kandungnya ’ batin Sherly,ia hanya diam tanpa menjawab ucapan kakaknya itu.


“Oh iya,kamu kan anak ibu,ya pastilah kamu mirip ibu,sedangkan aku kan anak ayah,eh maksud nya aku anak kesayangan ayah,ya jadinya aku mirip ayah,benarkan Sherly”ucap Mira dengan nada mengejek.


“Tapi percuma saja,mau secantik apapun dirimu,Dafa tetap milik diriku seorang”lanjut Mira sambil menepuk bahu Sherly pelan,seolah sedang mengancam Sherly untuk tidak merebut dafa darinya.


“Kamu tahu nggak?,Dafa itu pernah bilang sama aku kalau dia itu cinta sama kamu,tapi kamu pasti tahu kalau aku bukanlah seseorang yang akan merelakan sesuatu yang aku inginkan,benarkan Sherly?” tanya Mira tiba-tiba sambil merapikan rambut Sherly dan mengaitkannya kebelakang telinga Sherly.


Sherly yang melihat perlakuan itu,ia pun hanya diam,dan tiba-tiba emosinya sedikit mereda karena perlakuan Mira tadi.


‘Kenapa kakak berperilaku seperti itu'pikir Sherly bertanya-tanya.


“Kamu tahukan jika aku bisa lakuin apa aja demi mendapatkan apa yang aku mau”ucap Mira lagi sambil tangannya mengusap kepala Sherly dengan pelan.


Selesai mengatakan itu,tiba-tiba Mira menunjuk tangannya kearah pintu.


“Keluar!!!”ucap Mira dengan marah,ia secara tiba-tiba mengusir Sherly.


Sherly yang mendengar itu,ia seakan kaget dan tertegun,tidak tahu harus merespon seperti apa.


“Apa kamu masih belum dengar,apa yang aku katakan,pergi!!!!!”ucap Mira dengan marah


“I...ya kak” ucap Sherly yang langsung berjalan ke arah pintu


‘Aneh banget sikap kakak,tadi marah-marah terus baik-baikin aku,sekarang marah-marah lagi’ batin Sherly tak.


Sherly sempat berfikir bahwa kakaknya sedang menunjuk kasih sayangnya yang selama ini kakaknya pendam.


Sherly sempat bahagia untuk sesaat karena itu,tapi ternyata dugaannya itu salah.


‘Sudahlah Sherly,dasar labil pikiran kamu ini,kakak nggak akan pernah berubah sampai kapanpun,kamu harus ingat itu’pikir Sherly yang sedang berusaha membuka pintu yang terkunci.


“Aku bilang pergi!!!!”ucap Mira yang menambah kebingungan Sherly saat ini


‘Iya,iya sabar kek,susah ini buka pintunya’ batin Sherly sambil terus berusaha untuk membuka pintu tersebut.


Tak lama Sherly pun berhasil-berhasil membuka pintu.


'Ceklek'suara pintu terbuka.


Sherly yang melihat itu,ia pun merasa senang akan hal itu,tapi tiba-tiba suara kakaknya lagi-lagi membuatnya tersentak kaget


“Cepetan!”ucap Mira dengan nada membentak.


‘Iya,iya sabar ’ batin Sherly sedikit mengerutu.

__ADS_1


Dan tanpa menunggu lama,Sherly pun keluar dari kamar Mira dengan langkah cepat dan terburu-buru.


__ADS_2