ISTRIKU TERSAYANG

ISTRIKU TERSAYANG
Season 2 (Eps.13)


__ADS_3

Di mansion.


Saat ini Sherly sedang duduk di sofa yang ada di dalam kamarnya.


Sherly terlihat santai dengan gelas teh yang kini sedang ia pegangan.


“Hangat dan manis”ucap Sherly berkomentar saat ia menyeruput teh yang dibuat oleh Rani.


Tidak biasanya pagi-pagi begini Sherly sudah terlihat senang dengan pakaian yang rapi.


Wajahnya yang cantik terlihat semakin menawan saat tersenyum.


“Sebentar lagi Lexi ulang tahun,dan aku juga sudah menyiapkan kado untuk nya,jadi tinggal menunggu hari itu tiba,maka aku akan langsung menyerahkan kado itu pada Lexi”ucap Sherly sedikit bergumam,rupanya hal itu yang membuat wajahnya berseri-seri di pagi hari.


Tiba-tiba di saat Sherly sedang dalam keadaan sedikit melamun dengan wajah yang sedikit tersenyum itu.


“Ceklek”bunyi pintu terbuka.


Sherly yang mendengar itu,ia pun menoleh,dan ternyata Alex yang datang.


“Kamu sudah pulang?”tanya Sherly heran karena tidak biasanya Alex pulang cepat,


apalagi hari ini bisa di katakan masih pagi.


“Ya,ada beberapa dokumen yang ingin aku ambil”jawab Alex.


Setelah mengatakan itu,Alex pun berjalan ke arah lemari kecil yang ada di pinggir kasur.


Saat sampai,Alex mengambil beberapa dokumen yang dibutuhkan.


Sherly yang melihat itu,ia hanya diam.


Alex memang menyimpan beberapa dokumen yang baginya penting,karena dokumen itu berisi tentang hal-hal yang berhubungan dengan perusahaan.


Kenapa tidak Doni yang memegang dokumen-dokumen itu secara langsung?.


Itu karena dokumen yang Alex pegang itu sangat penting.Doni juga memang memegang dokumen-dokumen penting,tapi tidak sepenting yang di pegang oleh Alex.Lagipula Doni juga akan kerepotan jika semua dokumen penting ia pegang,oleh karena itu ia serahkan dokumen paling penting itu kepada Alex,karena tidak ada orang yang berani mencuri dokumen di tangan Alex.


Saat melihat Alex berjalan menghampirinya, Sherly pun langsung bangkit dari duduknya.


“Kamu sedang apa?”tanya Alex pada Sherly.


“Aku?,oh aku sedang duduk”jawab Sherly sambil menatap ke arah Alex


Alex yang mendengar itu,ia hanya mengangguk tanda mengerti dengan maksud ucapan Sherly.


“Itu apa?”tanya Alex saat matanya tak sengajak melihat sebuah plastik hitam berukuran lumayan besar,yang Sherly taruh di samping sofa sofa.


Sherly yang mendengar itu,ia pun langsung menatap ke arah yang di tunjuk Alex.


Deg'Tiba-tiba jantung sherly seakan berdegup kencang.


“Itu kan kado yang berisi pakaian yang aku beli untuk Alex.Padahal aku sudah membungkus kado itu dengan plastik hitam, agar Alex tidak terlalu memperhatikan itu,tapi ternyata itu malah menarik perhatian Alex”gumam Sherly pelan,sangat pelan hingga terdengar seperti sebuah bisikan.

__ADS_1


“Honey”panggil Alex yang berhasil menyadarkan Sherly dari lamunannya.


“Eh?,iya”jawab Sherly cepat.


“Kamu tahu itu apa?”tanya Alex lagi.


“Itu,itu...”ucap Sherly terhenti karena tak tahu harus mengatakan apa.


‘Gimana ini?,apakah aku harus jujur?,tapi aku nggak mau kalau sampai rencana aku di ketahui Lexi.Dan kalau pun aku bohong,aku takut nanti Lexi akan marah’pikir Sherly terlihat bimbang.


Entah kenapa di keadaan seperti ini saja,Sherly tidak berani berbohong pada Alex,mungkin karena ia ingat jika Alex tidak menyukai orang yang berbohong.


Alex yang melihat Sherly hanya diam,ia juga hanya bisa diam dengan menatap ke arah Sherly dengan tatapan rumit.


Sontak tatapan Alex itu membuat Sherly semakin gugup.


Triling triling triling


Terdengar suara ponsel milik Sherly berbunyi.Sherly yang mendengar itu,ia pun langsung mengambil ponselnya.


“Huff”saat melihat siapa yang menelepon nya,Sherly langsung menghela nafas lega.


“Terima kasih Bella kamu telah menyelamatkan aku”gumam Sherly sangat pelan sambil menatap ponselnya.


Lalu Sherly pun melihat ke arah Alex.


“Aku angkat dulu teleponnya ya?”ucap Sherly seolah meminta izin pada Alex,nada suaranya terdengar semangat seakan ia telah bebas dari suatu masalah.


Alex yang mendengar itu hanya mengangguk pelan.


“Hallo bel,kenapa?”ucap Sherly memulai pembicaraan disertai pertanyaan.


“Sher,bisa ketemuan sebentar nggak,aku ingin ketemu sambil ngobrol bareng kamu”ucap Bella langsung mengungkapkan keinginannya.


“Ketemuan ya?,aku nggak tahu sih,soalnya aku kan harus minta izin sama suamiku dulu”ucap Sherly pada Bella.


“Begitu ya?,ya sudah kalau di izinkan kamu kabarin aku langsung,nanti kamu yang putus kan kapan dan di mana kita ketemuan”ucap Bella sedikit pasrah.


Setelah itu panggilan pun berakhir.


Dan Sherly yang melihat itu,ia pun langsung menatap ke arah Alex.Pada saat itulah,ia melihat Alex sedikit tersenyum entah karena apa.


“Kamu kenapa?”tanya Sherly heran.


Alex yang mendengar itu,ia pun sedikit membeku karena ketahuan tersenyum secara diam-diam.


“Ekhmm”Alex terbatuk sejenak untuk mengurangi rasa canggungnya.


“Tidak”ucap Alex cepat dengan wajah kembali normal.


Andai saja Sherly tahu,jika pada saat ia memanggil Alex dengan sebutan 'suamiku'.


Alex yang mendengar itu merasa sangat senang hingga rasanya seperti melayang.

__ADS_1


Mungkin ucapan Sherly itu memang sederhana dan terdengar biasa saja,tapi bagi Alex itu sangat spesial.


Mungkin karena Alex merasa malu jika harus mengatakan isi hatinya itu,maka ia hanya bisa bersikap biasa saja.


“Apa yang Bella katakan tadi?”ucap Alex mengalihkan topik,ia tahu jika tadi yang menelepon itu adalah Bella.


Sepertinya Alex tidak ingin memaksa Sherly untuk menjawab pertanyaan nya tadi.


“Dia ingin kita ketemuan sambil ngobrol,bolehkan?”ucap Sherly dengan nada sedikit memohon,tapi tak terlalu berharap karena Sherly tahu ia tidak bisa sering-sering keluar.


“Boleh”ucap Alex setelah diam sejenak,ia berkata disertai nafasnya yang ia hembuskan dengan pelan.


“Terima kasih”ucap Sherly yang langsung senang mendengar ucapan Alex itu.


“Kamu sudah makan?”tanya Alex tiba-tiba,ia memang tidak sempat sarapan bersama dengan Sherly karena pagi-pagi sekali dia sudah berangkat ke perusahaan.


“Be..lum”jawab Sherly sedikit terbata-bata.


“Kenapa belum makan?”tanya Alex langsung.


“A..ku?,aku belum makan karena aku sedang sarapan,kamu nggak lihat kalau aku ini sedang minum teh sambil makan biskuit?,jadi nggak usah makan karena aku masih kenyang”ucap Sherly disertai alasan.


“Makan atau tidak usah pergi sama sekali”ucap Alex tegas di sertai sedikit ancaman.


“Tapi...”ucapan Sherly yang terpotong karena Alex lebih dulu menyela.


“Tidak makan berarti tidak usah keluar”ucap Alex mutlak.


Alex sepertinya benar-benar khawatir akan kesehatan Sherly hingga nada suaranya terdengar memaksa padahal itu semua demi kebaikan Sherly.


“Baiklah aku akan makan,walau hanya sedikit nggak masalah kan?”ucap Sherly sedikit menawar.


Sherly tahu jika Alex sangat memperhatikan kesehatannya,ia juga tahu jika Alex tidak berniat untuk memaksanya,tapi saat ini Sherly benar-benar merasa sedikit kenyang,


jadi ia hanya bisa makan sedikit.


“Ya sudah nggak masalah,yang penting kamu makan”ucap Alex sambil menatap Sherly.


Sherly yang mendengar itu langsung mengangguk patuh dengan wajah sedikit tersenyum.


“Aku akan langsung ke kantor dan tidak bisa menemani kamu sarapan”ucap Alex pada Sherly saat ingat jika Doni sedang menunggunya di bawah atas perintah nya.


Sherly yang mendengar itu, lagi-lagi ia hanya mengangguk.


Dan sebelum pergi Alex mengusap rambut Sherly dengan sayang dan sedikit di tekan karena gemas hingga rambut Sherly sedikit acak-acakan.


“Ish,ini kan model rambut aku yang baru,jadi berantakan kan jadinya”ucap Sherly sedikit menggerutu saat melihat rambutnya terlihat acak-acakan.


Sherly mengatakan itu saat Alex telah keluar dari kamarnya karena ia tak berani menggerutu di depan Alex.


*****


Maaf ya baru bisa up.

__ADS_1


Mohon dukungannya.


__ADS_2