
Sesampainya di mansion.
Sherly yang kini sedang berjalan memasuki mansion,ia pun langsung berjalan ke arah kamar miliknya dengan wajah yang terlihat lesu dan tak bersemangat.
Di kamar.
Sherly langsung mendudukkan dirinya di sofa,ia terlihat seperti orang yang kebingungan.
“Aku yakin itu pasti ibu!,tapi bagaimana caranya agar aku bisa memastikan kalau itu benar-benar ibu?”ucap Sherly dengan wajah terlihat gelisah dan bingung.
"Ceklek"tiba-tiba pintu kamar yang tertutup itu terbuka,dan akhirnya masuklah Alex ke dalam kamar.
“Kamu sudah pulang?”tanya Sherly pada Alex dan hanya di balas dengan anggukan kecil.Sherly pun bangkit dari duduknya dan berjalan ke arah Alex.
Sherly membantu Alex melepaskan jas yang melekat di tubuh alex,ia memang tidak perlu mengambil tas atau menaruh tas kerja Alex,karena Alex tidak pernah membawa tas kerja saat ke perusahaan atau saat pulang.
Karena Doni yang akan menyiapkan semua kebutuhan Alex saat di perusahaan,
jadi Alex tidak usah ribet membawa tas.
Sedangkan Alex yang saat ini melihat perhatian kecil dari Sherly,ia diam-diam tersenyum senang.
Dan pada saat Sherly berbalik hendak melangkah menjauh dari Alex,tiba-tiba Alex langsung menghentikan Sherly dengan cara memeluk tubuh Sherly dengan cukup erat.
“Mau kemana?”tanya Alex pada Sherly.
“Aku mau langsung taruh jas kamu ke keranjang kotor”ucap Sherly memberitahu.
“Nggak usah,biar Rani saja”ucap Alex semakin memeluk Sherly dengan erat.
“Lexi,ini pekerjaan yang mudah,jadi biar aku saja yang kerjakan”ucap Sherly berkata dengan lembut,ia berusaha untuk memahami sikap Alex yang kadang sering bersikap manja padanya.
Dan tanpa di duga,Alex yang mendengar ucapan Sherly tadi,ia pun langsung memutar tubuh Sherly,hingga kini Sherly langsung menghadap ke arahnya.
Tanpa menunggu lama Alex langsung memeluk pinggang Sherly dengan erat, dagunya ia letakkan di salah satu pundak Sherly.
“Sebentar saja,aku ingin seperti ini walau hanya sebentar”ucap Alex sambil menghirup aroma tubuh Sherly melalui leher jenjangnya.
__ADS_1
Alex mencium aroma tubuh Sherly yang harum seperti bunga mawar yang menenangkan.Aroma bunga mawar yang sedikit samar karena bercampur dengan keringat di tubuh Sherly,tidak membuat alex mual atau jijik,justru itu terasa sangat nyaman bagi Alex.
“Mandi dulu sana!,kamu kan belum mandi,pasti letih karena bekerja seharian,tapi aku yakin jika kamu sudah mandi makan badan kamu akan terasa lebih nyaman”ucap Sherly memberi usul.
Alex yang mendengar itu,ia pun langsung melepaskan pelukannya itu,dan menatap ke arah wajah Sherly yang seakan menjadi penyemangat hidupnya.
Andai Sherly tahu,di saat Alex lelah dan suntuk dengan pekerjaannya yang menumpuk dan tidak ada habis-habisnya itu.Maka ketika pulang dan menatap wajah Sherly,rasa letih,suntuk,serta lelah yang dirasakan Alex seakan menghilangkan entah kemana.
“Baiklah aku akan mandi dulu”ucap Alex yang akhirnya setuju dengan usulan Sherly,ia berkata sambil mengusap rambut Sherly dengan sayang .
Setelah itu Alex pun langsung berjalan masuk menuju kamar mandi.
Sherly yang melihat Alex berjalan menjauh darinya,ia pun sedikit tersenyum.
“Dasar Lexi,sekarang dia sudah mulai bersikap menggemaskan saat bersamaku”
ucap Sherly dengan sedikit terkekeh.Yang Sherly maksud dengan kata menggemaskan, itu artinya Alex sudah mulai manja padanya,
dan menurut Sherly hal itu sangat lucu.
Saat melihat Alex telah keluar dari kamar mandi.
Sherly pun memilih untuk mandi dan membersihkan tubuhnya.
Tak lama setelah itu Sherly keluar dari kamar mandi,ia berjalan sedikit lambat ke arah kasur miliknya.
Alex yang kini sedang bersandar di kepala ranjang dengan ponsel yang tengah ia genggam itu,tiba-tiba ia langsung menaruh ponselnya itu saat melihat kedatangan Sherly.
“Kenapa?”tanya Alex saat melihat Sherly telah duduk di sampingnya.
Sherly yang tidak sadar jika ia sempat menunduk itu,ia pun langsung menatap ke arah Alex dengan kepala yang sedikit ia arahkan ke atas.
“Maksud kamu apa?”tanya Sherly dengan wajah yang terlihat bingung dan polos.
“Jangan mencoba untuk menyembunyikan masalah,karena aku akan dengan mudah mengetahui itu”ucap Alex dengan nada yang terdengar mengancam di telinga Sherly.
Sherly yang mendengar itu,ia pun langsung menghembuskan nafasnya dengan sedikit berat.
__ADS_1
“Tadi pada saat aku hendak menemui Bella,di jalan aku bertemu dengan seseorang yang mirip dengan ibuku”ucap Sherly dengan nada yang terdengar bercerita.
“Lalu?”tanya Alex yang mulai tertarik dengan cerita Sherly.
“Dan pada saat aku menghampiri orang itu, tiba-tiba dia menghilangkan.Tapi aku yakin jika itu adalah ibu aku”ucap Sherly dengan diakhiri kalimat yang terdengar yakin.
Alex yang mendengar itu,ia hanya diam, seolah sedang berfikir.
“Jika kamu yakin itu adalah ibu kamu,berarti kemungkinan besar ibu kamu ada di negara ini?”tanya Alex sambil menatap ke arah Sherly.
“Ya,bukannya kamu juga sedang mencari keberadaan ibuku?”tanya Sherly heran.
“Aku kira ibu kamu ada di luar negeri,jadi aku hanya memerintahkan anak buahku yang ada di luar negeri untuk mencari ibu kamu.Tapi sepertinya kemungkinan terbesar ibu kamu sudah kembali,jadi aku akan mengerahkan anak buahku yang ada di dalam negeri untuk mencari ibu kamu”ucap Alex yang setiap katanya terdengar bersungguh-sungguh dan yakin.
Alex yakin untuk berusaha melindungi orang-orang yang sangat berharga bagi istrinya,entah seberapa sulitnya itu,ia pasti akan berusaha semaksimal mungkin untuk membuat orang-orang itu tetap aman.Dan Alex melakukan itu agar Sherly bahagia.
“Terima kasih,terima kasih banyak”ucap Sherly tiba-tiba merasa senang dengan ucapan Alex,ia tidak tahu lagi harus berterima kasih dengan cara apa.
“Tidak perlu mengucapkan kata terima kasih,karena itu terdengar seperti kita memiliki jarak.Tapi jika kamu benar-benar ingin berterima kasih,kamu bisa menggunakan cara lain”ucap Alex yang menjeda sejenak ucapannya itu.
“Cara apa?”tanya Sherly penasaran,tapi di saat bersamaan ia juga senang karena bisa sedikit membalas kebaikan Alex.
Tiba-tiba Alex yang mendengar itu,ia langsung tersenyum,senyumannya terlihat lebar dan misterius.
Tapi Sherly yang melihat senyuman itu,ia merasa sedikit bergidik,entah karena apa.
Sherly tahu apa maksud dari senyum Alex,ia juga dapat melihat jika tatapan Alex padanya berubah tajam setajam elang,seolah ingin memakan Sherly hidup.
‘Sialan dasar mesum!'pikir Sherly yang hanya berani menggerutu di dalam pikirannya.
Dan tanpa menunggu lama Alex pun langsung mencium Sherly,hingga akhirnya terjadilah apa yang memang harus terjadi.
*****
Mohon maaf bila ada salah kata.
Mohon dukungannya.
__ADS_1