
Sedangkan Bella yang kini juga duduk di sekitar air mancur,tapi bedanya ia berada di sisi yang lain.
Bella terus saja menggerutu,dan sesekali mengumpat tak jelas.
“Sial sial sial,kenapa sih harus begini?”ucap Bella dengan sedikit memelintir kan tangannya.
Entah karena suara Bella yang terlalu keras,atau di sebabkan oleh pendengaran Sherly yang tajam.
Sherly yang mendengar sebuah suara yang sama seperti milik Bella itu,ia pun langsung berjalan mencari suara itu.
“Bella,kamu di sini?”ucap Sherly dengan nada yang terdengar sedikit terkejut.
“Sherly?!”ucap Bella yang juga ikut terkejut karena kedatangan Sherly.
“Ada apa?,kenapa kamu ada di sini?”tanya Sherly sambil duduk di samping Bella.
“Iya,begitulah”jawab Bella yang sepertinya enggan untuk bercerita.
Bella seolah merasa malu jika ia sampai bercerita pada Sherly,karena bagaimanapun ia biasanya selalu bersikap cuek dan abai,tapi kini dia kembali ke sifatnya yang dulu yang lumayan cemburuan.
“Ada masalah dengan Bara?”tanya Sherly sambil menatap ke arah Bella.
Bella yang di tatap seperti itu,ia merasa sedikit gugup.
“Nggak”ucap Bella cepat.
“Oh gitu,kirain ada masalah”ucap Sherly yang tidak bertanya lebih lanjut.
“Kalau kamu sih kenapa bisa ada di sini?,apa ada masalah?”akhirnya Bella bertanya tentang kenapa Sherly ada di tempat itu.
“Iya,bisa di katakan seperti itu”jawab Sherly jujur.
“Coba ceritakan masalah apa yang sedang kamu hadapi?”tanya Bella penasaran.
Sherly yang mendengar itu,ia pun mulai menarik nafas panjang,lalu ia keluarkan perlahan.
“Aku kesal”ucap Sherly dengan nada yang terdengar seperti seseorang yang memang benar-benar kesal.
Bella yang mendengar itu,ia hanya diam.Karena Bella merasa sedikit terpana dengan ucapan Sherly itu,entah karena apa mungkin hanya Bella yang tahu.
“Aku tahu pasti kamu merasa kaget saat mendengar ini,karena jika aku yang dulu mungkin akan selalu menyembunyikan perasaan ku,entah sedih atau pun senang.Tapi semenjak aku mengenal Alex,rasanya aku seperti bisa mengekspresikan emosi ku ini dengan bebas”ucap Sherly menjelaskan.
Bella yang mendengar itu,ia hanya diam menunggu kembali Sherly bercerita.
“Padahal kamu juga pasti tahu kalau aku sering memendam kesedihan aku sendiri.Mungkin karena dulu aku tidak terlalu mempedulikan perasaanku sendiri,hingga aku lupa untuk 'bahagia'.Rasanya dulu aku terlalu jahat pada diriku sendiri,aku tahu jika aku punya keinginan untuk bahagia,tapi karena aku selalu berfikir jika aku tidak pantas bahagia,maka tanpa sadar aku melukai perasaan aku sendiri,bahkan aku sampai lupa untuk memikirkan kebahagiaan aku sendiri”ucap Sherly lagi yang terdengar seperti sedang menceritakan masa lalunya.
__ADS_1
Lagi-lagi Bella yang mendengar itu,ia hanya diam dan mendengarkan cerita Sherly.
“Tapi sekarang itu berbeda bel.Karena semenjak aku mengenal Alex,dan mendapatkan perhatian lebih darinya,aku seolah mulai memikirkan perasaan aku sendiri.Aku ingin bahagia seperti orang pada umumnya,ingin bisa mengekspresikan suasana hatiku,sama seperti orang-orang mengekspresikan perasaan mereka”ucap Sherly sambil menatap ke arah Bella dan melihat respon Bella.
Bella yang mendengar itu,ia pun tersenyum.
“Syukurlah kalau kamu mulai memperhatikan kebahagiaan kamu”ungkap Bella sedikit terharu entah karena apa.
Mungkin Bella senang karena Sherly tidak lagi menyembunyikan perasaannya,hanya demi orang yang tidak peduli padanya.
“Walau begitu aku pernah berfikir jika aku egois karena ingin bahagia.Karena kadang di saat aku bahagia,tapi kenapa selalu ada orang yang merasa jika aku telah merebut kebahagiaannya itu?”ucap Sherly tidak mengerti.
“Itu bukan salah kamu jika ingin bahagia.Karena setidaknya kamu mencapai kebahagiaan kamu dengan cara baik-baik,dan tidak menggunakan hal kotor.Karena pastinya semua orang ingin bahagia,dan setiap orang berhak bahagia dengan kebahagiaan mereka masing-masing”ucap Bella dengan nada menenangkan.
Mungkin Sherly mengatakan hal itu,karena ia sempat berfikir jika kehadirannya dirinya memang telah membuat orang lain menderita,contohnya Mira yang merasa jika kehadiran Sherly seolah merebut semua kebahagiaannya.
“Gini aja deh sher,misalkan dulu ayah dan kakak kamu kan tidak mengharapkan kehadiran kamu?,iya kan?!”ucap Bella diakhiri pertanyaan untuk Sherly.
Sherly yang mendengar itu,sedikit menganggukkan kepala.Karena ucapan Bella ada benarnya juga.
“Kalau mereka memang tidak mengharapkan kehadiran kamu,tapi setidaknya ibu kamu masih mengharapkan kehadiran kamu,bahkan aku yang menjadi sahabat kamu merasa beruntung karena kehadiran kamu.Jadi intinya cukup kita melakukan hal terbaik untuk diri kita sendiri,dan jangan mendengarkan omongan orang yang membenci kita,karena itu tidak ada habisnya.Itu sih saran aku,maaf mungkin aku memberi saran tidak sebaik kamu”ucap Bella dengan panjang lebar.
“Kata siapa saran kamu tidak sebaik aku?, justru saran kamu itu lebih baik dari aku,dan aku yang mendengar saran kamu menjadi bisa berfikir lebih jernih lagi.Mungkin aku memang berhak bahagia,dan entah kebahagiaan aku itu akan membuat orang merasa menderita atau tidak,tapi setidaknya aku tidak bermaksud menyakiti mereka,karena aku hanya berusaha untuk mendapatkan kebahagiaan aku sendiri”ucap Sherly dengan nada yang terdengar sungguh-sungguh dan yakin.
“Iya baguslah kalau begitu”jawab Bella.
“Kenapa?,kok kamu natap aku kayak gitu banget sih!,ada yang aneh ya dengan penampilan aku?”ucap Bella heran.
“Nggak”jawab Sherly langsung.
“Ya terus kenapa kamu bisa natap aku segitunya?”tanya Bella lagi.
“Aku tahu kalau kamu sedang ada masalah,walau tidak terlalu penting sih, mungkin.Padahal aku bermaksd menceritakan ini,agar kamu juga mau berbagi cerita lagi dengan aku”ucap Sherly menjelaskan apa yang sedang di pikirkan nya.
“Ishh,kenapa mata kamu jeli banget sih sher, padahal ini kan bukan masalah penting”ucap Bella yang mulai gugup.
“Iya aku tahu,bukankah sudah aku katakan tadi”ucap Sherly santai yang membuat Bella semakin gugup.
“Aku...aku sedang marah”ucap Bella dengan pipi sedikit merona.
“Marah?,marah kenapa?”tanya Sherly semakin bergeser ke arah Bella.
“Kamu sedikit jauhan dikit dong sher!”ucap Bella entah kenapa merasa sedikit kesal saat Sherly bergeser semakin mendekat kearahnya,rasanya ia malu jika sampai Sherly melihat wajahnya yang mulai memanas.Dan Bella yakin jika wajahnya itu pasti mulai memerah karena merona.
“Kenapa sih?,aku kan cuman ingin duduk lebih dekat dengan kamu saja”ucap Sherly tetap kekeh duduk berdekatan dengan Bella.
__ADS_1
Bella yang melihat Sherly tidak menuruti ucapannya itu,ia pun hanya bisa mendengus kesal.
“Aku marah karena cemburu”ucap Bella kesal tapi menambah rona merah di wajahnya.
“Cemburu?,cemburu kenapa?”tanya Sherly terdengar mengejek di telinga Bella.
Meski kesal dengan ledekan Sherly,Bella tetap menjawab pertanyaan Sherly.
“Karena Bara dekat dengan wanita lain,ia sempat membentak aku demi wanita itu”ucap Bella dengan nada semakin pelan.
Bella yakin jika wajahnya benar-benar sudah memerah seperti tomat.
‘Sial,kenapa sih Sherly harus buat aku jujur dengan pertanyaan nya itu,kan aku jadi malu'batin Bella menahan malu dengan tangan terkepal berusaha untuk tidak berteriak.
“Ha?,serius?”tanya Sherly sedikit terkejut.
“Iya”jawab pelan,bahkan terdengar sangat pelan.
“Kira-kira kapan ya terakhir kali aku lihat kamu cemburu?,kalau nggak salah pada saat pertama kita masuk SMA deh,kan waktu itu kamu cemburu karena Bara yang merupakan gebetan sekaligus pacar kamu deket sama wanita lain,benar kan bel?”ucap Sherly dengan nada meledek ke arah Bella.
Sherly mengingat kan Bella akan masa lalunya itu,hal itu semakin membuat Bella malu dan ingin berteriak.
“Sherly!!”kesal Bella.
Sherly yang mendengar itu langsung tertawa dengan sedikit terkekeh karena lucu.
Biasanya di saat seperti ini,Citra yang akan meledek Bella,tapi sepertinya Sherly sudah mulai terbuka dan tidak sekaku dulu lagi.
“Sudahlah,lagi pula cerita kita sama”ucap Sherly yang menghentikan tawanya,tapi kekehannya itu masih sedikit terdengar.
“Maksud kamu?”tanya Bella tidak mengerti.
“Ya karena penyebab aku kesal tadi itu karena aku juga cemburu,lebih tepatnya cemburu karena ada wanita yang berusaha mendekati Alex”ucap Sherly entah kenapa tawanya hilang dan digantikan dengan nada yang terdengar kesal.
“Ha..ha..”kini giliran Bella yang tertawa mengejek pada Sherly.
“Serius sher?”tanya Bella dengan sedikit tertawa.
“Ya begitulah”jawab Sherly sedikit acuh, berusaha menahan rasa malunya itu.
“Berarti cerita kita itu tidak beda jauh dong”ucap Bella yang entah kenapa membuat mereka berdua tertawa bersamaan,mungkin karena merasa lucu akan cerita mereka yang kebetulan hampir sama.
*****
Maaf bila ada salah kata.
__ADS_1
Mohon dukungannya.