ISTRIKU TERSAYANG

ISTRIKU TERSAYANG
EPISODE 97


__ADS_3

Sherly yang melihat kedatangan wanita itu,ia pun menjadi bungkam.


“Nana sayang kamu kemana aja nak”tanya seorang ibu,setelah ia berada di hadapan anaknya itu.


“Mamah,mamah kemana aja?,tadi Nana cari mamah kemana-mana juga,tapi kok Nana nggak ketemu juga sama mamah”ucap Nana sambil memeluk ibunya itu.


“Maaf ya sayang mamah udah buat kamu takut,mamah juga sebenarnya khawatir banget sama kamu,mamah udah cari kamu kemana-mana tapi gak ketemu juga,untungnya ada orang yang lihat kamu masuk ke sini,jadi mamah tahu kalau kamu ada di sini”jawab ibu itu sambil memeluk anaknya dengan erat.


Bagas yang melihat tingkah sepasang ibu dan anak itu,ia pun berdehem untuk menyadarkan mereka yang seolah tidak mempedulikan tempat mereka berada saat ini.


" Ekhmm" Bagas pun berdehem dengan sangat keras.


Nana dan ibunya itu,mereka berdua pun langsung tersentak kaget saat mendengar deheman bagas.


Lola yang merupakan nama dari ibu Nana itu,ia pun menoleh untuk mencari tahu asal suara deheman itu,dan saat ia melihat Bagas ia pun akhirnya tersadar dengan tempat mereka berada saat ini.


“Ekhm maaf,saya tidak telalu memperdulikan keadaan sekitar karena saya merasa sangat senang telah bertemu dengan anak saya,sekali lagi saya minta maaf”ucap Lola sambil sedikit menundukkan kepalanya.


“Oh tidak apa-apa,saya juga dapat memakluminya kok”jawab Sherly sambil tersenyum.


“Terima kasih,dan maaf jika mungkin anak saya sudah merepotkan,saya benar-benar merasa tidak enak hati jika anak saya sudah mengganggu waktu dan kenyamanan anda”ucap Lola semakin menundukkan kepalanya.


“Tidak apa-apa,Nana adalah anak yang lucu,dan saya juga senang dengan kedatangan Nana,apalagi Nana bilang dia akan pergi ke luar negeri,jadi mungkin Nana hanya berniat pamit kepada saya,lalu katanya Nana akan berangkat besok apa itu benar Bu?”tanya Sherly kepada Lola


“Iya itu benar,karena ada hal yang harus kami urus makanya kami akan berangkat keluar negeri,dan oh iya perkenalkan nama saya Lola ibu dari Nana”ucap Lola secara refleks mengulurkan tangannya.


Bagas yang melihat itu,ia pun langsung menatap tajam ke arah Lola.


Lola yang sadar akan kesalahannya itu,ia pun hendak menarik kembali tangannya itu,tapi sebelum itu,Sherly lebih dulu memegang tangan Lola.


“Saya Sherly,senang berkenalan dengan anda”ucap Sherly sambil menjabat tangan Lola.

__ADS_1


Lola yang melihat Sherly menerima jabatan tangannya itu,ia pun segera menarik tangannya.


Setelah itu Lola pun langsung menunduk,


dan tidak berani menatap kearah Sherly,Lola juga merasa takut dengan tatapan yang diberikan Bagas kepadanya.


Lola benar-benar tidak bermaksud menjabat tangan Sherly,ia melakukan itu karena secara refleks tangannya langsung terangkat,mungkin saking senangnya ia bertemu dengan Sherly lagi,makanya ia tidak sadar jika tangannya terangkat.


“Kenapa hanya diam saja,ayo duduk kita ngobrol bareng”ajak Sherly kepada Lola.


Lola yang mendengar itu,ia pun langsung menatap kearah Bagas seolah sedang meminta persetujuan dari Bagas,dan tatapan yang diberikan Bagas kepada Lola seolah menyuruh Lola untuk mengikuti apa yang diinginkan Sherly.


“Ayo,kenapa hanya diam saja?,cepetan duduk”ucap Sherly dengan tersenyum ramah.


Lola yang mendengar ucapan Sherly itu,ia pun langsung tersadar,kemudian setelah itu,Lola pun berjalan mendekat ke arah salah satu kursi kosong,dan ia pun duduk dengan menghadap ke arah Sherly.


Dan Nana yang melihat itu ia pun langsung berjalan ke arah ibunya,setelah itu,ia pun duduk di pangkuan ibunya itu.


Alex yang sudah sampai di perusahaannya itu,ia saat ini sedang duduk di kursi kebesaran miliknya.


Tak lama Doni pun datang,ia berjalan ke arah tempat Alex.


“Tuan kenapa anda ada di sini?,saya sudah mengatakan kepada anda jika saya akan mengurus masalah ini dengan baik,jadi anda tidak perlu khawatir tentang masalah ini”ucap Doni saat ia telah berdiri dihadapan Alex.


Tadi saat di telepon Doni memang memberi tahukan jika ada sedikit masalah di perusahaan,ia berkata seperti itu bukan karena ia ingin Alex datang dan menyelesaikan masalah yang ada di perusahaan,tetapi ia berkata seperti itu hanya bermaksud memberi tahu saja,karena apapun yang terjadi di perusahaan Alex harus tahu.


“Sudahlah,bagaimana sekarang apa masalahnya sudah selesai?”tanya Alex langsung.


“Sudah tuan,saya sudah menyelesaikan masalah itu dengan sebaik mungkin,dan tadi sepertinya ada seseorang yang hampir menyadap komputer yang ada di perusahaan, beruntungnya saya datang cepat waktu,jadi apa yang tersimpan di dalam komputer itu bisa aman tanpa ada masalah”ucap Doni menjelaskan.


“Bagus tetap awasi itu,dan jangan lupa lacak kembali siapa orang yang berani berniat untuk menyadap komputer yang ada di perusahaan,tapi meski begitu kamu pasti tahu siapa dalangnya tanpa harus melacak orang itu kan?”ucap Alex dengan nada bertanya kearah Doni.

__ADS_1


“Iya tuan,walau begitu kami tetap melacak keberadaan orang itu agar bisa dijadikan sebagai barang bukti”ucap doni menjelaskan


Alex yang mendengar itu,ia pun hanya mengangguk tanda setuju


“Ya sudah sekarang kamu bisa pergi”ucap Alex dengan nada perintah.


Doni yang mendengar itu,ia pun langsung menunduk dan setelah itu,ia pun berjalan pergi meninggalkan Alex.


“Sepertinya aku tahu siapa orang yang berniat menyadap komputer yang ada di perusahaanku ini,tapi untunglah hal itu tidak terjadi,mungkin sekarang saatnya agar aku fokus terhadap perusahaanku ini,karena sepertinya orang itu sudah tak sabar untuk memulai persaingan denganku”ucap Alex sambil tersenyum sinis.


Dan Di sisi lain.


Saat ini Rendi yang sedang duduk di kursi kebesaran miliknya itu,ia saat ini sedang menunggu informasi yang ia inginkan dari sang asisten.


Tiba-tiba sang asisten yang telah ia tunggu cukup lama itu pun datang,Remon yang merupakan asisten Rendi itu berjalan menghampiri tempat di mana Rendi duduk.


“Bagaimana?”tanya Rendi langsung,saat ia melihat kedatangan Remon.


sontak Sang asisten yang awalnya hendak berjalan menghampiri tuannya itu,ia pun sempat berhenti sejenak karena pertanyaan tuannya itu.


“Tuan”ucap Remon pelan.


Sepertinya Remon merasa takut akan apa yang ingin ia beritahukan pada tuannya itu.


“Katakanlah apa yang ingin kamu katakan”ucap Rendi dengan nada mutlak.


Remon yang mendengar itu,ia pun kembali berjalan dan mendekati Rendi.


“Maafkan saya tuan,sepertinya rencana yang telah kita susun itu gagal,karena kita tidak berhasil menyadap komputer yang ada di perusahaan itu,dan lagi mereka berniat melacak keberadaan kita tuan”ucap Remon menjelaskan.


“Sialan! dasar bodoh!,lalu sekarang bagaiman,apakah mereka berhasil melacak keberadaan kita?”tanya Rendi dengan marah.

__ADS_1


__ADS_2