ISTRIKU TERSAYANG

ISTRIKU TERSAYANG
Exstra part 1


__ADS_3

Di pagi hari yang cerah,secerah senyum Sherly yang terlihat mekar.Ia terlihat berseri-seri,hingga Alex yang berada tak jauh darinya pun merasa heran.


“Kenapa?,kamu terlihat sangat senang,apa ada sesuatu yang membuat kamu bahagia?”tanya Alex yang kala itu baru saja selesai mandi.


“Iya.. seperti itulah”jawab Sherly yang terdengar misterius.


Alex yang mendengar hal itu,ia berusaha memaklumi sikap Sherly itu,karena memang Sherly lebih sering membuat Alex merasa penasaran hingga akhirnya Alex pun harus menyelidikinya.


“Kamu sekarang akan kemana?,ke tempat teman baik kamu atau hanya diam di rumah?”tanya Alex pada Sherly,karena semenjak mengetahui jika Sherly hamil,Alex dengan tegas telah melarang Sherly bekerja.


“Tidak tahu,belum ada rencana”jawab Sherly cepat dengan nada yang terdengar santai.


“Tapi kenapa suasana hati kamu terlihat senang sekali,ku kira ada sesuatu hal yang membuat kamu senang”ucap Alex yang merasa sedikit aneh dengan sikap Sherly, akhir-akhir ini Sherly sering terlihat senang,sedih,atau pun marah.Dan suasana hatinya itu sering berubah-ubah tanpa alasan yang jelas.


“Kenapa kamu bicara seperti itu sih?,kamu nggak senang jika aku terlihat bahagia..”ucap Sherly dengan nada yang terdengar mulai sedih.


Alex yang melihat hal itu,ia dengan cepat menghampiri Sherly dan berusaha untuk menenangkan Sherly.


“Bukan seperti itu,hanya penasaran saja”ungkap Alex berusaha membujuk Sherly agar tidak sedih.


“Tapi kamu bicaranya seperti terdengar tidak senang dengan kebahagiaanku..”jawab Sherly tampak murung.


Alex pun menghela nafas panjang,ia berusaha sabar menghadapi perubahan sikap Sherly yang menurutnya sedikit aneh.


Walau begitu Alex semakin sayang dan ingin terus bersama dengan Sherly,tapi sayangnya ia harus sibuk dengan pekerjaannya karena perusahaannya yang telah berkembang lebih pesat lagi.


“Bukan seperti itu,mungkin itu hanya perasaan kamu saja”ucap Alex lembut dengan tangan yang merapikan rambut Sherly yang sedikit berantakan.


“Begitu ya?”tanya Sherly memastikan dan hanya di jawab anggukan pelan oleh Alex.


“Kalau begitu aku langsung berangkat.Dan kalau ada apa-apa,kamu bisa langsung telepon aku”pamit Alex yang langsung mengecup pucuk kepala Sherly.


Alex sedikit menundukkan kepalanya,ia mendekatkan wajahnya ke perut Sherly yang masih rata.


“Ayah berangkat kerja dulu ya nak”pamit Alex sambil mengelus perut Sherly.


Sherly yang di perlakukan seperti itu,ia langsung terkekeh geli karena malu.


“Jangan seperti itu”ucap Sherly pelan.


Alex yang mendengar itu,ia langsung mendongkak kan wajahnya ke atas seolah sedang menatap ke arah Sherly.


“Kenapa?”tanya Alex polos.


“Aku malu”cicit Sherly pelan sambil menggigit bibirnya.Biar pun Alex sering berusaha untuk bersikap romantis padanya,tapi entah mengapa ia sering merasa malu,mungkin itu bawaan bayinya.


Alex hanya tersenyum kecil,dan merasa lucu pada sikap Sherly.


“Kalau begitu aku langsung berangkat”pamit Alex pada Sherly dan hanya di jawab anggukan.


Melihat Alex telah keluar dari kamarnya, Sherly pun memilih untuk ke kamar mandi.


Beberapa saat kemudian Sherly pun keluar dengan memakai pakaian lengkap.


Saat Sherly sedang mengeringkan rambutnya menggunakan handuk,tiba-tiba ponselnya berbunyi.


“Hallo”ucap Sherly saat mengangkat telepon.


“Sherly,kamu ada waktu luang tidak?”tanya orang yang menelepon,dan ternyata orang itu adalah Mira.


“Sherly sih memiliki banyak waktu luang,memang kenapa kak?”jawab Sherly diakhiri pertanyaan.


“Oh bagus kalau begitu.Kebetulan kakak sedang berada di sebuah restoran,kakak ingin makan bersama kamu,lagipula kita sudah lama nggak ketemu karena kesibukan kakak.Kamu bisa datang ke sini kan?”

__ADS_1


“Iya,Sherly bisa,kalau begitu kakak kirim aja lokasinya,nanti akan Sherly susul ke sana”jawab Sherly,dan tak lama panggilan itu pun berakhir.


.....


Di sebuah restoran ternama.


Saat ini Sherly dan Mira sedang berada di sebuah restoran yang berada di dekat perusahaan Roy.


“Maaf ya sher,aku sampai meminta kamu datang ke sini.Padahal aku yang ingin bertemu dengan kamu,tapi malah kamu yang repot”ucap Mira dengan nada terdengar bersalah.


“Tidak masalah kak,lagipula aku bisa ngerti kok,sekarang kan perusahaan sedang sibuk-sibuknya,dan itu semua berkat kakak.Kakak hebat!”ungakap Sherly di akhiri sebuah pujian.


“Aku nggak sehebat kamu,malah kamu yang lebih hebat dari aku”jawab Mira yang balik memuji Sherly.


“Hebat apa?,aku kan hanya memimpin perusahaan sementara,lagipula perusahaan berkembang lebih cepat di tangan kakak”ungkap Sherly.


“Kamu hebat bisa memaafkan kakak dengan mudah”ucap Mira di sertai nada bersalah yang terdengar sangat menyesal,entah kenapa semenjak kematian Dewi,Mira selalu merasa bersalah dan menyesal,mungkin ini yang di namakan penyesalan selalu datang diakhir.Andai Mira bisa melakukan sesuatu untuk Sherly,mungkin ia akan merasa senang meski hal itu tidak ia sukai.


“Lebih baik jangan bahas itu lagi,aku sudah tidak ingin membahasnya lagi”ucap Sherly pelan yang hanya diangguki tanda mengerti dari Mira.


“Kalau begitu kita langsung pesan makanan saja”ucap Mira berusaha mengalihkan topik.


Mereka berdua pun memesan makanan dengan menu makan yang berbeda.


Di tengah-tengah acara makannya,Sherly yang terlihat sangat lahap memakan makanannya itu,ia terus saja menambah sambal ke makanan nya karena selalu merasa kurang.


“Jangan makan sambal terlalu banyak, bisa-bisa kamu terkena diare”ucap Mira mengingatkan.


“Tidak masalah kak,aku akan baik-baik saja”jawab Sherly berusaha menenangkan.


“Tapi..”ucap Mira yang masih khawatir akan kesehatan Sherly,tapi ia bingung harus melarangnya dengan cara seperti apa.


“Kalau begitu kamu juga tuangkan sambal ke makanan kakak”ucap Mira menawarkan dengan nada yang terdengar sedikit ragu saat mengatakan itu.Masalahnya Mira jarang memakan sambal,bahkan bisa di katakan tidak pernah makan sambal karena Mira tidak terlalu suka pedas.


“Beneran kak?,kakak nggak masalah makan sambal?,bukankah kakak tidak pernah makan sambal semenjak sakit waktu itu?”tanya Sherly memastikan dengan nada yang terdengar tak yakin.


“Yakin?”tanya Sherly memastikan lagi,dan hanya di jawab anggukan yakin dari Mira.


“Baiklah kalau kakak memaksa”ucap Sherly yang langsung menuangkan sambal.


Satu sendok...dua sendok...hingga tiga sendok...


“Segini?”tanya Sherly pada Mira.


“Iya”jawab Mira cepat.


Saat Mira memakan kembali makanan nya itu,ia mulai merasa lidah dan bibirnya terasa panas,tapi meski begitu ia tetap memakan makanannya itu dan berusaha terlihat lahap.


Sedangkan Sherly yang sepertinya memang hanya ingin menuangkan sambal ke arah makanannya dan sesekali ia memakan makanannya itu.Sherly seolah masih merasa kurang pedas.


“Tambah lagi sambalnya,sepertinya kurang pedas”ucap Mira yang tiba-tiba menyodorkan makanannya ke arah Sherly,ia merasa tak tega saat Sherly terus menambah dan memakan makanan yang semakin pedas saja menurutnya.


“Kakak yakin?,memangnya itu nggak ke pedesan?,padahal aku sengaja ambil cukup banyak karena aku pikir itu sudah cukup untuk kakak”ucap Sherly dengan tatapan tak percaya.


Hingga akhirnya Sherly pun kembali menambah kan sambal ke makanan Mira hingga sambal di mangkuk kecil habis tak tersisa.


“Sepertinya sudah habis sambalnya Kak”ucap Sherly dengan nada yang terdengar sedikit lesu.


Mira yang baru menyelesaikan acara makannya itu,ia hanya tersenyum dengan bibir yang terlihat sangat merah karena kepedesan.


‘Pedas!,sangat pedas,aku butuh air!'pikir Mira yang langsung mengambil air di hadapannya dan menegaknya hingga habis.


‘Kurang!!'pikir Mira lagi.Bukannya mengurangi rasa pedasnya,justru air itu malah menambah rasa panas dan pedas di lidahnya.

__ADS_1


“Kenapa kak?,pedas ya?”tanya Sherly polos.


Mira yang mendengar itu,ia hanya bisa menelan ludahnya dengan cepat.


“Kalau begitu kakak bisa minum milik Sherly,tapi kalau kakak mau biar Sherly pesankan lagi”ucap Sherly menawarkan.


“Kakak minum punya kamu saja”ucap Mira yang merasa sudah sangat kepedasan.


Beberapa saat kemudian,Sherly dan Mira keluar dari restoran dengan Mira yang terlihat sangat kekenyangan karena terlalu banyak minum.


“Kakak kalau nggak bisa makan pedas jangan terlalu di paksakan”ucap Sherly dengan nada sedikit khawatir,ia berbicara saat telah duduk di samping kakaknya.


Mira yang telah duduk di kursi kemudi itu,ia hanya melirik ke arah Sherly tanpa berkata apapun.


‘Ini kan demi kamu’pikir Mira yang tidak ingin mengungkapkan isi pikirannya itu.Meski Mira pernah mendengar jika ibu hamil memang sering ngidam yang aneh-aneh,dan itu aman untuk ibu hamil selagi tidak berbahaya untuk bayinya.Tapi tetap saja Mira masih khawatir pada kesehatan adiknya itu.


Kemudian mobil pun berjalan pergi meninggalkan restoran dengan Mira yang mengemudikan mobilnya.


.....


Setelah mengantar Sherly pulang,akhirnya Mira sampai di rumahnya.Ia pun berhenti melangkah saat seseorang bertanya padanya.


“Nona,apa ada yang ingin nona makan?”tanya asisten rumah tangga nya,ia telah bekerja sangat lama semenjak Sherly dan Mira kecil,jadi bisa di bilang ia cukup dekat dengan Sherly dan Mira.


“Seperti...”belum sempat Mira menyelesaikan ucapannya,tiba-tiba ia merasa perutnya sangat mulas.


Dengan langkah cepat dan terburu-buru,Mira pun berlari menuju kamar mandi terdekat.


Tak lama Mira pun keluar dari kamar mandi dengan nafas yang terlihat sedikit lega.


“Non Mira kenapa?”tanya asisten tadi yang umurnya tidak muda lagi,ia berkata dengan nada yang terdengar khawatir.


“Bi..”belum sempat Mira berkata,lagi-lagi ia merasa perutnya mulas dan terpaksa kembali ke kamar mandi.


“Non Mira,jika ada masalah non bisa langsung katakan ke bibi”


Tak berapa lama Mira pun keluar lagi dari kamar.


“Nggak bi,Mira..”lagi-lagi Mira langsung masuk ke kamar mandi karena perutnya terus saja merasa mulas.


Entah berapa kali Mira buang air besar,yang jelas tubuhnya kini terasa lemas tak bertenaga.


Untungnya asisten rumah tangganya yang peka langsung merawat Mira.


“Non Mira pasti makan pedas kan?,udah sering bibi bilang jangan makan pedas!,non kan nggak bisa makan pedas”


Mira yang mendengar itu,ia hanya diam dengan wajah sedikit tersenyum.Setidaknya asisten rumah tangga yang sudah ia anggap seperti keluarga nya masih bekerja dengannya,dan itu sudah cukup karena masih ada yang peduli padanya selain Sherly.


“Tidak apa-apa bi,sebentar lagi juga sembuh”ungkap Mira menenangkan.


Sebenarnya selain ke Sherly,Mira dulu cukup baik ke siapa saja,hanya saja pada saat itu ia terlalu di butakan oleh rasa iri dan benci pada Sherly.


“Lagipula ini bukan masalah besar,jadi bibi nggak usah cerita sama Sherly,takutnya dia akan khawatir”lanjut Mira yang hanya di jawab anggukan tanda mengerti.


Mira tahu jika Sherly sebenarnya tidak bermaksud untuk menyakiti nya,hanya saja Sherly terlalu polos dan kadang bisa tidak peka pada keadaan.Lagipula jika dibandingkan dengan penderita Sherly selama ini,mungkin ini tidak ada apa-apanya.


Mungkin Sherly bisa dengan mudah memaafkannya,tapi Mira tahu jika Sherly tidak akan bisa melupakan masa lalunya itu,meski kini Sherly ia sedang berusaha untuk melupakan itu semua.Dan karena Sherly yang terlalu polos dan sangat baik,hingga ia terlihat seperti orang bodoh,tapi sebenarnya Sherly melakukan itu karena ia tidak tahu caranya melampiaskan amarahnya,karena Dewi selama ini sudah mendidik Sherly untuk memaafkan setiap kesalahan yang dilakukan Mira padanya.Mungkin Dewi melakukan itu agar Sherly dan Mira bisa hidup damai.


Sherly dulu juga memang pernah melampiaskan amarahnya pada Mira.Tapi hampir terus menerus ia memikirkan amarahnya yang sempat ia keluarkan itu,enatah karena apa.


*****


Maaf baru bisa up sekarang.

__ADS_1


Sesuai permintaan author akan buat ekstra part mungkin sekitar 3 bab atau lebih.


Nanti akan di ceritakan secara singkat sampai proses Sherly melahirkan,dan akan di ceritakan tentang keberadaan Dafa juga.


__ADS_2