
Keesokan harinya.
Saat Sherly membolak-balikkan badannya,ia merasa jika ia berada di tempat yang sangat empuk.Sherly pun mengerjapkan matanya pelan,lalu ia pun bangkit dari tidurnya.
Sherly duduk di kasurnya,ia sedang mengumpulkan roh nya setelah mimpi panjang.
“Loh,bukannya aku tadi tidur di sofa?,kenapa sekarang ada di sini?”ucap Sherly,ia bertanya-tanya dalam hatinya.
Sherly pun melihat ke arah jam yang ada di dinding
“Hah,udah siang kok gak ada yang bangunin aku sih”.
Sherly bangkit dari kasurnya,ia berjalan ke arah kamar mandi dengan terburu-buru.
Setelah beberapa saat,Sherly pun keluar dari kamar mandi dengan memakai handuk,ia berjalan ke arah lemari,yang ada pakaian untuknya,Sherly memilih pakaian yang akan ia pakai untuk kuliah dengan terburu-buru.
Selesai memakai pakaian,tiba-tiba Sherly sadar jika hari ini ia memiliki jadwal kuliah yang agak siang, adi ia bisa tenang sejenak tanpa harus takut telat kuliah.
“Eh,bukannya aku ada kuliah agak siang yah,hah untung gak terlambat jadi bisa sedikit santai.” ucap Sherly pada dirinya sendiri.
Sherly pun berjalan keluar dari kamar hotel,saat Sherly sudah keluar dari kamar hotel,sudah ada Fani yang telah menunggu sherly di depan kamar hotel miliknya.
“Selamat pagi nyonya”ucap Fani yang mengganti nama panggilannya, kepada sherly.
“Selamat pagi,loh bukannya kamu itu namanya Fani?, yang waktu itu jemput aku kan? ”ucap Sherly saat melihat Fani.
“Iya nyonya,saya Fani yang waktu itu mengantar anda ke restoran, untuk bertemu dengan tuan alex”jawab Fani.
“Oh,kenapa kamu ada di sini?”tanya Sherly
“Saya telah menunggu anda dari tadi”ucap Fani yang keceplosan.
“Kenapa gak langsung masuk aja dan bangunin saya aja”tanya Sherly.
‘Karena tuan melarangnya’ batin Fani yang tidak bisa di katakan secara langsung.
“Oh,karena saya merasa tidak enak nyonya”ucap Fani beralasan,“mari nyonya saya antar anda ke sebuah restoran anda pasti sudah lapar”lanjut Fani menyela pembicaraan Sherly,ia berkata agar dapat mengalihkan topik.
Mereka berdua pun berjalan ke sebuah restoran yang ada di hotel tersebut,dengan Fani yang berjalan didepan,sebagai penunjuk jalan,sedangkan Sherly hanya berjalan di belakang Fani,ia mengikuti kemana Fani melangkah.
__ADS_1
Tiba di sebuah restoran,Fani membukakan pintu masuk restoran dan mempersilahkan Sherly masuk.
“Terima kasih”ucap Sherly saat akan masuk ke restoran.
Sherly pun melangkah ke sebuah meja yang telah di sediakan untuknya,sebelum Fani menggeser kursi untuk Sherly.Tetapi kursi tersebut sudah di geser duluan oleh Sherly,karena ia merasa tidak enak jika selalu di perlakukan seperti ratu oleh Fan.Sherly pun duduk di kursi tersebut,dan tak lama pelayan pun datang membawakan makanan.
Sherly yang awalnya merasa heran,melihat makanan itu,tetapi Sherly tak mempermasalahkan akan hal itu,karena Sherly tahu itu telah di persiapkan oleh alex.
Sherly menawarkan Fani untuk makan bersama dengan dirinya, tetapi Fani menolak,dengan alasan dirinya sudah sarapan.
Sherly pun memakan makanan tersebut dengan lahap,tak lama setelah itu,makanan tersebut habis,setelah selesai sarapan.
Sherly berdiri dari duduknya,dan mereka berdua berjalan ke luar restoran.
“Nyonya,anda akan kemana sekarang,biar saya antarkan.”tanya Fani saat mereka berjalan keluar, dari restoran tersebut.
“Panggil saja sherly,kalau nyonya itu terlalu tua menurut aku”ucap Sherly mencari alasan agar tidak di panggil nyonya oleh Fani
“Baik,saya akan memanggil anda dengan menyebut nama anda langsung”ucap Fani menyetujui keinginan Sherly tanpa membantah, karena Alex sudah berpesan kepada Fani agar menuruti apapun yang Sherly inginkan.
“Ok,sekarang aku ingin berangkat kuliah,kalau kamu yang anterin aku,aku merasa gak masalah”ucap Sherly,terlihat senang saat Fani menyetujui langsung keinginannya.
Mereka pun berjalan menuju kearah parkiran mobil,saat sampai mereka pun langsung masuk dan menyalakan mesin mobil,dengan Fani yang sebagai pengemudinya.
Saat di dalam mobil.
“Alex kemana eh, maksudnya tuan Alex kemana?”tanya Sherly sempat salah bicara,ia bertanya kepada fani yang sedang mengemudikan mobilnya.
Fani yang mendengar pertanyaan Sherly tersenyum sejenak,entah apa yang ada di fikiran Fani,hanya Fani yang tahu.
“Kenapa Sherly?,sudah kangen ya?,kalau saya sih maklum, namanya juga pengantin baru,pasti pengennya dekat aja kaya perangko”ucap Fani,ia berbicara dengan ceplas ceplos,karena ia berfikir Alex dan Sherly menikah karena cinta.
“Bukan maksud aku...”sebelum sherly melanjutkan Fani telah menyela duluan.
“Saya mengerti kok,gak usah di jelasin, saya juga sudah paham”ucap Fani dengan sok tahu.
Sherly hanya tersenyum, menanggapi ucapan Fani yang sok tahu,itu terlihat lucu bagi sherly.
“Kamu ternyata orangnya asik juga ya,suka becanda,gak kaya waktu aku bertemu pertama kali dengan kamu,tanpa ekspresi”ucap Sherly jujur.
__ADS_1
“Yah,waktu itu saya enggak tahu kalau anda adalah calon majikan saya,makanya saya bersikap begitu,maafin atas sikap saya yang waktu itu karena, ketidaktahuan saya,jadi bersikap kurang sopan kepada anda”ucap Fani meminta maaf dengan formal.
“Ah,kamu gak usah formal kaya gitu kali santai aja,gak masalah”balas Sherly.
“Iya,tadi kamu tanya tuan Alex kan,sebenarnya ia ada urusan di kantor, jadi langsung pergi”ucap Fani.
“Oh”jawab Sherly singkat.
Cukup lama mobil tersebut berjalan,akhirnya mereka sampai juga di mana tempat Sherly kuliah.
“Sudah,di sini saja,terima kasih ya”ucap Sherly yang langsung membuka pintu mobil,karena ia sempat menolak saat Fani ingin membukakan pintu mobil untuknya.
Sherly pun berjalan melewati gerbang universitas tempat dirinya kuliah.Ia berhenti di depan ruangan miliknya untuk mengatur nafasnya yang tidak beraturan,merasa nafasnya sudah mulai stabil,Sherly pun masuk ke dalam ruangan tersebut,ia berjalan menuju bangku tempatnya duduk.
Tiba di tempat nya, lSherly pun menggeser kursi dan duduk.
“Kemana aja kamu kemarin sher?”tanya citra yang duduk di belakang Sherly.
Sherly pun menoleh kebelakang,ia melihat citra sedang menatap dirinya dengan memicingkan mata,seolah menatap Sherly dengan curiga.
Saat Sherly ingin berkata,Bella yang duduk di sebelahnya pun berjalan melangkah dan mendekati Sherly dan menyela ucapan sherly.
“Iya,ini anak kenapa gak berangkat,waktu itu kamu kan cuti,kemarin cuti lagi,ada apa sih,kalau ada apa-apa cerita dong ke kita”ucap Bella setelah berada tepat di samping Sherly.
“Kalian kepo banget sih, pengen tahu aja urusan orang,itu tuh rahasia”ucap sherly becanda,Sherly berkata begitu,agar mereka tidak curiga kepadanya.
“Ih ok,kita juga punya rahasia?,iya kan bell?, kamu jangan kasih tahu dia tentang rahasia kita!”ucap citra sambil menatap ke arah Bella,seperti memberi kode kepada Bella agar tidak memberi tahukan sesuatu yang di anggap citra sebagai rahasia.
“Aku juga udah tahu,masalah Bella sebelum kamu Citra”ucap Sherly sambil mengejek Citra,tetapi Sherly hanya berniat bercanda.
“Ini gak adil,kenapa harus Sherly yang di kasih tahu duluan sih,gak adil banget aku gak terima”ucap citra dengan menekuk kan wajah dan menatap ke arah Bella,seolah sedang marah.
“Ah kasian, yang sabar ya cit,orang sabar nanti dapat pacarnya banyak”ucap Sherly bercanda sambil mencubit kedua pipi citra pelan.
“Ih,lepasin”ucap citra sambil melepaskan pipinya dari cubitan Sherly.
“Tapi bener kan nanti aku kalau sabar dapat pacar banyak”ucap citra yang sedikit percaya akan candaan Sherly.
“Ya enggaklah,itu cuman becanda cit,lagian kamu punya pacar banyak buat apa?”ucap Bella dengan malas menjawab pertanyaan citra.
__ADS_1
“Buat koleksi lah,lumayan kan kalau buat di pamerin ke orang-orang”ucap citra ngawur.
Saat mereka sedang sibuk becanda,tiba-tiba dosen datang.Mereka yang melihat itu, langsung duduk dengan rapi di tempat duduk masing-masing,dan mendengarkan materi dari sang dosen.