ISTRIKU TERSAYANG

ISTRIKU TERSAYANG
EPISODE 74


__ADS_3

Keesokan harinya.


Sherly bangun dari tidurnya,ia duduk sejenak untuk meregangkan otot-otot nya agar lebih rilexs.


Kemudian setelah rilexs,Sherly mengucek kedua kelopak matanya,ia pun membuka matanya secara perlahan.


Sherly melihat ke sisi tempat tidurnya,ia melihat ke tempat di mana Alex biasanya tidur,tapi ternyata tempat tidur itu telah kosong.


“Ke mana dia,kok nggak ada sih,apa jangan-jangan dia udah berangkat kerja ya?”ucap Sherly pada dirinya sendiri.


Kemudian setelah itu,Sherly pun menatap ke arah jam yang ada di dinding,dan ternyata jam sudah menunjukkan pukul setengah delapan.


“Yah ternyata udah siang banget,pantesan dia sudah berangkat kerja,kok bisa ya aku tidur pulas banget,biasanya kalau lagi datang bulan,aku nggak akan bisa tidur,karena malam-malam aku akan bangun” ucap Sherly pada dirinya sendiri sambil terlihat sedang berfikir.


Setelah itu,Sherly pun langsung bangkit dari kasurnya,ia berjalan ke arah kamar mandi,


setelah sampai Sherly pun masuk,untuk membersihkan tubuhnya.


Tak lama setelah itu,Sherly keluar dengan mengenakan pakaian lengkap.


Sherly berjalan keluar dari kamar miliknya,ia pun berjalan menuruni beberapa anak tangga.


“Nyona makanan untuk anda telah saya siapkan”ucap Rani,saat melihat Sherly telah berada di lantai dasar.


“Iya,kamu mau ke mana?,kok bawa keranjang belanjaan,atau jangan-jangan kamu mau belanja ya?”tanya Sherly saat melihat Rani telah rapi dengan membawa keranjang belanjaan di tangannya itu.


“Iya nyonya,saya akan belanja kebutuhan bulanan di mansion ini,kalau begitu saya permisi dulu”ucap Rani sambil menunduk.


“Eh tunggu,aku boleh ikut nggak?,soalnya hari ini aku memiliki jadwal kuliah siang hari,jadi aku nggak tahu harus ke mana,kalau aku di mansion terus,aku suka bosen kalau sendirian”ucap Sherly panjang lebar.


“Boleh nyonya,tapi anda harus makan dulu,takutnya kalau anda tidak makan,perut anda akan sakit”jawab Rani,karena ia tahu, kalau ia harus bisa untuk menyenangkan majikannya itu.


“Ya sudah aku makan dulu ya”ucap Sherly.


Setelah itu,Sherly pun langsung berjalan menuju meja makan.


Di sana sudah tertata rapi makanan yang sudah di siapkan untuk Sherly.


Sherly pun menggeser salah satu kursi kosong,kemudian ia pun duduk.


Dan pada saat Sherly hendak mengambil nasi,tiba-tiba perhatian Sherly teralihkan pada selembar kertas.

__ADS_1


Sherly pun mengambil kertas tersebut,dan membacanya.


Lili aku tahu kamu pasti akan baca surat ini,aku cuman mau ingatkan kamu untuk makan yang banyak,dan jangan **lupa untuk jaga kesehatan.


salam manis dari: Lexi mu tersayang**.


Itulah isi surat tersebut.


Sherly yang melihat dan membaca itu,ia sampai tak sadar jika ia sempat tersenyum,


saat ia membaca surat tersebut.


“Rani,kamu tahu dia saat ini ada di mana?”tanya Sherly,saat ia sadar dari lamunannya.


Sherly bertanya kepada Rani yang ada di sampingnya.


“Iya saya tahu nyonya,tuan Alex saat ini sudah berangkat ke perusahaan pagi-pagi sekali,dan dia juga memerintahkan saya untuk menyiapkan sarapan untuk anda,dan lagi tuan berpesan jika ia akan pulang larut malam,tuan juga memerintahkan saya agar menjaga anda dengan baik selama ia bekerja”ucap Rani menjelaskan panjang lebar.


“Dia suruh kamu untuk jaga saya?”tanya Sherly memastikan.


“Iya”jawab Rani pelan sambil tertunduk.


“Memangnya aku anak kecil pakai suruh Rani untuk jaga aku segala”gerutu Sherly pelan.


Sedangkan Rani yang mendengar Sherly menggerutu,ia sebenarnya penasaran tentang ucapan Sherly yang menggerutu itu,tapi karena merasa tak berani untuk bertanya,


akhirnya ia memilih untuk diam.


Setelah selesai memakan sarapan nya,Sherly pun langsung bangkit dari duduknya itu.


“Ya sudah ayo kita ke pasar!”ajak Sherly.


Rani yang mendengar itu,ia pun mengangguk.


Setelah itu,Sherly dan Rani pun berjalan keluar dari mansion.


Tak lama setelah mereka berjalan cukup jauh,akhirnya mereka sampai di luar mansion.


Dan saat Sherly telah berada di luar mansion,ia melihat Fani sedang menunggunya di samping mobil.


Sherly dan Rani pun berjalan ke arah Fani.

__ADS_1


“Sudah lama kamu nunggu nya fan?”tanya Sherly sedikit berbasa-basi.


“Tidak,aku baru nunggu sebentar”jawab Fani sopan.


“Silahkan masuk”Lanjut Fani mengalihkan topik.


Sherly yang mendengar itu,ia pun hanya mengangguk sebagai jawabannya.


Setelah itu,Sherly pun berbalik dan menatap ke arah Rani yang ada di sampingnya.


“Rani,kita belanjanya naik mobil ini aja ya”ucap Sherly menjelaskan.


“Baik nyonya”jawab Rani.


Setelah itu,Sherly pun masuk ke dalam mobil,dan di susul oleh Rani yang juga ikut duduk di kursi belakang.


Tak lama setelah Sherly dan Rani masuk,Fani pun berjalan ke depan,dan kemudian ia pun duduk di kursi kemudi.


Mobil tersebut pun berjalan meninggalkan mansion,setelah cukup jauh menempuh perjalanan,akhirnya mereka sampai di sebuah toko swalayan yang menjual berbagai macam kebutuhan bulanan.


“Fani kamu bisa pulang terlebih dahulu,soalnya aku sama Rani bakal belanja kebutuhan bulanan,dan mungkin itu akan memakan waktu yang cukup lama”ucap Sherly menerangkan.


“Tidak masalah,aku nunggu di dalam mobil”jawab Fani,yang menolak secara halus perintah dari Sherly


“Ya sudah kalau begitu,ayo Rani kita turun!”ajak Sherly.


Sherly pun turun dari dalam mobil saat Fani telah membukakan pintu untuknya turun.


Setelah itu Rani pun ikut turun,kemudian Sherly dan Rani pun berjalan masuk ke dalam toko swalayan.


Dan saat Sherly dan Rani telah masuk,Rani pun mengambil salah satu troli yang besar,


kemudian ia pun mendorongnya.


Sherly pun ikut berjalan di samping Rani,dan memilih beberapa daging dan sayuran yang akan mereka beli.


“Kayak nya ini sudah cukup banyak deh,atau jangan-jangan ini masih kurang,tapi aku merasa kasihan sama kamu yang bawa troli sendirian,kalau gitu sini gantian sama aku”ucap Sherly,ia pun berniat untuk mendorong troli tersebut,tapi sebelum Sherly sempat menyentuh troli itu,Rani pun angkat suara.


“Jangan nyonya,biar saya aja,lagipula ini sudah biasa bagi saya,karena ini merupakan rutinitas bulanan saya nyonya”ucap Rani beralasan,ia berusaha menolak halus kebaikan Sherly.


Setelah itu Rani dan Sherly pun berjalan menuju kasir,dengan Rani yang mendorong troli yang sudah terisi dengan bahan-bahan yang di perlukan untuk keperluan sebulan ke depan.

__ADS_1


Tak lama mereka pun sampai,dan kasir tersebut pun mulai menghitung belanjaan itu.


“Semuanya jadi 10 juta,ini di bayar langsung atau pakai kartu ATM ya?”ucap penjaga kasir dengan sopan


__ADS_2