ISTRIKU TERSAYANG

ISTRIKU TERSAYANG
EPISODE 124


__ADS_3

Sementara saat ini Sherly yang sudah ada di tepat di samping makam ayahnya itu,ia saat ini sedang berjongkok sambil menatap kearah makam ayahnya itu.


Sedangkan Alex hanya diam sambil berdiri tepat di samping Sherly.


“Ayah,maafin Sherly karena nggak bisa bertemu dengan ayah untuk yang terakhir kalinya,Sherly tahu Sherly nggak boleh menyesali sesuatu yang telah terjadi dan berlalu,tapi ayah,kalau Sherly boleh jujur, Sherly merasa sangat sedih...”ucap Sherly terhenti karena air mata yang mengalir deras dari pelupuk matanya.


Padahal Sherly tidak ingin Alex melihatnya menangis,karena ia ingin menunjukkan kepada Alex jika ia bisa kuat dan tegar menghadapi kenyataan itu,tapi tetap saja air matanya keluar begitu saja,bersamaan dengan hatinya yang sakit bagai teriris dengan pisau.


“Akan hal ini”lanjut Sherly saat ia telah menghapus air mata yang mengalir di pelupuk matanya itu.


Setelah itu,Sherly pun hanya diam sambil menatap kearah makam ayahnya dengan tatapan kosong.


“Ayah,Ayah di sana jangan sedih,karena Sherly sudah memaafkan semua kesalahan ayah,Sherly tahu jika semua kesalahan ayah di masa lalu bukan kesalahan ayah sepenuhnya,karena Sherly akhirnya mengerti jika ayah tidak begitu mempedulikan Sherly,karena ayah hanya memikirkan untuk membahagiakan kak Mira,dan itu semua ayah lakukan di sebabkan oleh rasa bersalah ayah di masa lalu,pada ibu kandungnya kak Mira”ucap Sherly yang berusaha berkata dengan tegar.


Alex yang saat ini hanya diam,tepat di samping Sherly itu,ia pun mulai berjongkok tepat di samping Sherly.


Setelah itu,Alex pun mengusap punggung Sherly seolah ingin memberikan rasa aman kepada Sherly.


Tapi meskipun ia bersikap peduli kepada Sherly,saat ini pikirannya terlihat sedang bergelut.


‘Apa itu sebabnya Roy bersikap tidak adil pada Lili di masa lalu?,kalau memang benar seperti itu,maka aku merasa bersalah dan menyesal akan perlakuaan ku saat itu pada Roy,aku kira dia hanya berniat memanfaatkan Lili,maka dari itu aku bersikap tegas dan dingin padanya'.pikir Alex yang saat ini hanya diam sambil mengusap punggung Sherly.


‘Andai saja,aku tahu akan penyebab Roy yang bersikap tidak adil kepada Lili karena masalalunya itu lebih awal,mungkin aku akan sedikit bersikap baik padanya,tapi tetap saja dia juga bersalah karena telah mengabaikan Sherly,demi kebahagiaan Mira'.batin Alex lagi.


Alex benar-benar tidak menyelidiki alasan kenapa Roy bersikap tidak peduli pada Sherly,karena ia pikir itu tidak perlu.


“Ayah,maafin Sherly karena Sherly belum bisa bahagiain ayah,tapi asal ayah tahu kalau Sherly sangat sayang sama ayah,Sherly tidak peduli kesalahan ayah di masa lalu,karena hal itu tidak akan menggoyahkan rasa sayang Sherly pada ayah”ucap Sherly dengan tangan terkepal erat,berusaha untuk tetap tegar,dan tidak menangis lagi.


Sherly tahu jika tangisnya itu tidak akan mengubah kenyataan,maka itu ia akan berusaha untuk menerima kenyataan yang menyakitkan ini.

__ADS_1


Tiba-tiba suasana awan yang awalnya cerah itu berubah menjadi mendung,dan tak lama setelah itu,hujan pun turun.


"Tik tik tik"hujan pun turus sedikit demi sediki,dan lama kelamaan air hujan pun semakin deras.


Doni yang berada di samping Alex itu,ia pun langsung mengambil payung,dan memayungi Alex dan Sherly agar tidak kehujanan.


“Lili ayo kita pulang!,kelihatannya hujan ini akan semakin deras”ucap Alex dengan sedikit mengeraskan suaranya itu karena derasnya guyuran hujan.


Sherly yang mendengar ucapan Alex itu,ia pun langsung menatap kearah Alex.


“Sebentar lagi,aku masih ingin di sini,dan kalau kamu ingin pulang,kamu bisa pulang lebih dulu”ucap Sherly.


Alex yang mendengar ucapan Sherly itu,ia hanya dapat menghela nafas panjang.


Dan setelah itu,Alex pun memilih diam,dan menemani Sherly.


“Ayah,dulu ibu pernah berkata jika ayah sayang sama Sherly,dan waktu itu Sherly pikir itu hanya omong kosong saja,karena Sherly melihat jika ibu menangis setelah mengatakan itu,Sherly juga berfikir ibu melakukan itu karena ibu tidak ingin Sherly sedih jika sebenarnya ayah tak sayang sama Sherly tapi...”lagi-lagi ucapan Sherly terhenti dengan derasnya air mata yang keluar dari pelupuk matanya.


“Siapa yang tahu hati ayah itu,dan akhirnya Sherly tahu jika ayah sebenarnya sayang Sherly,terima kasih ayah,terima kasih karena sudah mau sayang sama Sherly,meski Sherly tahu jika ayah sayang Sherly,dan itu melalui sebuah surat,tapi tetap saja Sherly merasa senang dan bahagia akan hal itu”ucap Sherly sambil menghapus air mata yang ada di pelupuk matanya itu,tapi sayangnya air matanya tak berhenti juga.


“Ayo kita pulang!”ajak Alex lagi,ia merasa tak tega melihat Sherly terus menangis.


Dan Sherly yang mendengar ucapan Alex itu,ia pun akhirnya mengangguk dan setuju untuk pulang,karena Sherly tahu jika ia terus berada di sana,tangisnya tidak akan mereda.


Setelah itu Sherly dan Alex pun pergi meninggalkan tempat itu.


Dan tak lama mereka semua sampai di dalam mobil.


Setelah itu mobil pun berjalan menuju mansion milik Alex.

__ADS_1


Tak terasa hari berlalu begitu cepat,sudah lewat beberapa hari dari hari itu,tapi nyatanya


Sherly yang masih merasa sedih akan kepergian ayahnya itu,ia sering melamun dan menyendiri di kamarnya.


Dan saat Sherly sedang duduk di sofa yang ada di kamarnya itu,tak lama Alex pun datang dan menghampiri Sherly.


“Bukankah sudah saatnya untuk kamu bangkit”ucap Alex,saat ia telah duduk di sofa dengan posisi saling berhadapan.


Sherly yang mendengar ucapan Alex itu,ia pun langsung menatap kearah Alex,dan setelah itu ia pun diam tanpa menjawab ucapan Alex.


“Lili hidupmu masih panjang,jangan jadikan kepergian ayahmu itu sebagai akhir dari segalanya”ucap Alex berusaha menguatkan Sherly.


Sherly yang mendengar itu,ia pun lagi-lagi hanya diam.


Sherly tahu ucapan Alex itu benar,dan ia juga merasa sangat senang karena Alex selalu ada untuknya dan berusaha untuk menguatkannya di saat ia terpuruk.


“Oke begini aja,aku akan mengajak kamu ke suatu tempat,anggap saja ini sebagai liburan,tapi tolong setelah ini kamu harus bangkit dan terima kenyataan ini”ucap Alex dengan nada lemah.


Benar!,Sherly akui ucapan Alex itu ada benarnya,selama ini ia berusaha untuk menerima kenyataan ini,tapi apa?, justru ia malah masih terpuruk akan kesedihannya itu.


“Baiklah,aku akan berusaha untuk bangkit”ucap Sherly yang membuat Alex senang akan jawaban Sherly.


Sherly tahu inilah saatnya ia untuk bangkit,dan ia berjanji ia tidak akan sedih lagi,karena ia benar-benar ingin bangkit.


“Benar?,kamu yakin kamu ingin bangkit dari kesedihan ini?”tanya Alex memastikan.


Sherly yang mendengar pertanyaan Alex,ia pun langsung menjawabnya dengan anggukan.


Alex yang melihat itu,ia pun mengulurkan tangannya kearah kepala Sherly.

__ADS_1


“Itu baru anak pintar"ucap Alex mengusap rambut Sherly sambil tersenyum kearah Sherly.


__ADS_2