ISTRIKU TERSAYANG

ISTRIKU TERSAYANG
Season 2 (Eps.32)


__ADS_3

Setelah sampai di mansion.


Sherly yang kini berjalan memasuki mansion,ia langsung menoleh ke arah Rani yang ada di sampingnya.


“Kemana Lexi?”tanya Sherly yang langsung mencari keberadaan Alex.


“Tuan belum pulang nyonya”jawab Rani langsung.


“Ya sudah,kalau begitu aku ke kamar dulu”ucap Sherly yang langsung mendapat anggukan dari Rani.


Sherly pun langsung menaiki tangga dan berjalan menuju kamarnya,ia ingin membersihkan tubuhnya yang cukup lengket karena berkeringat.


Waktu berlalu,di saat Sherly keluar dari kamar mandi,ia melihat Alex yang sedang duduk di sofa,matanya terlihat seolah tak sadar akan kehadiran Sherly.


“Lexi kamu sudah pulang?”tanya Sherly saat berada di hadapan Alex.


Alex yang mendengar itu,ia pun langsung mengangguk kecil.


Sherly duduk di sofa yang menghadap langsung ke arah Alex,ia diam sejenak sambil menatap ke arah Alex dengan tatapan rumit.


“Kamu sibuk ya selama ini?”tanya Sherly sambil menatap ke arah Alex dengan pandangan seolah meminta penjelasan.


“Tidak terlalu”jawab Alex singkat.


“Oh”ucap Sherly singkat saat mendengar jawaban Alex tadi.


Mereka berdua pun hanya diam,dan suasana berubah menjadi hening untuk sejenak.


“Aku Sebenarnya sudah bertemu dengan kakak”ucap Sherly tiba-tiba,ia memberitahu akan pertemuan nya dengan kakaknya itu.


“Ya aku tahu,karena Bagas sudah mengatakan itu lebih dulu”ucap Alex tenang seolah ia sudah menebak itu.


“Selama ini aku juga sering mendapat kabar tentang keberadaan kakak kamu,tapi itu tidak jelas,karena kakak kamu seolah berpindah-pindah tempat.Jadi karena tidak ingin membuat kamu kecewa,maka aku tidak mengatakan itu ke kamu”lanjut Alex menjelaskan.


Sherly yang mendengar itu,ia tidak marah,karena Sherly lumayan mengerti akan kekhawatiran Alex padanya.Lagipula sekarang dia sudah bertemu dengan kakaknya.


“Sebenarnya,ada sesuatu hal yang ingin aku katakan?”ucap Sherly lagi dengan nada yang terdengar sedikit ragu.


“Apa itu?”tanya Alex yang berkata dengan nada lembut dan menatap langsung ke arah Sherly dengan tatapan penasaran.


“Aku..,aku sebenarnya berencana untuk bekerja di perusahaan ayah”ucap Sherly langsung mengungkapkan keinginannya dengan sedikit terbata-bata.


“Kenapa?,apa ada masalah?”ucap Alex dengan nada bertanya.


“Kak Mira sedang hamil,jadi dia tidak bisa mengurus perusahaan dengan benar,dan dia ingin aku bekerja di perusahaan untuk sementara waktu”ucap Sherly menjelaskan.


Alex yang mendengar itu hanya diam seolah sedang mendengarkan cerita Sherly.

__ADS_1


“Jadi gimana kamu izinkan atau tidak?”tanya Sherly yang langsung meminta pendapat Alex.


Alex yang mendengar itu,ia lagi-lagi hanya diam dan memandang Sherly dengan tatapan rumit.


“Kalau kamu nggak izinkan aku,aku bisa mengerti kok”ucap Sherly yang berfikir Alex akan melarang nya.


“Baiklah aku izinkan”ucap Alex pada akhirnya yang langsung membuat Sherly kaget.


“Ha?”sherly tak menyangka jika Alex akan mengizinkan nya begitu saja.


Alex yang melihat Sherly kaget akan ucapannya itu,ia pun hanya tersenyum kecil dan mengusap rambut Sherly.


“Kalau begitu aku mandi dulu”ucap Alex yang langsung bangkit dari duduknya,dan hanya di balas dengan anggukan.


.....


Keesokan harinya.


Sherly yang kini sedang berjalan bersama dengan Fani di salah satu pusat perbelanjaan,ia sengaja membeli baju yang akan ia gunakan nanti saat kerja di kantor ayahnya.Padahal Alex hendak memerintahkan Fani untuk membelikan semua keperluan Sherly tapi Sherly menolaknya.


“Nona apa ada yang perlu anda beli lagi?”tanya Fani yang berada di samping Sherly.


Sherly pun hanya diam untuk sejenak, dengan wajah yang terlihat seolah sedang berfikir.


“Sebentar,sepertinya aku ingin jalan-jalan di sekitar sini dulu,mungkin nanti ada sesuatu yang cocok yang akan aku beli”ucap Sherly dengan memandang ke arah sekelilingnya.


“Kenapa?”tanya Sherly bingung saat melihat Fani berhenti melangkah.


“Saya..”ucap Fani yang merasa bingung untuk mengatakan niatnya.


“Katakan saja”ucap Sherly dengan nada menenangkan.


“Saya permisi ke toilet dulu sebentar nona”ucap Fani sedikit membungkuk hormat.


Sherly hanya mengangguk mengerti saat mendengar itu.


“Silahkan”ucap Sherly seolah memberi izin untuk Fani


Setelah kepergian Fani,Sherly pun hanya diam untuk beberapa saat.Tapi tak lama datang seorang wanita menghampiri Sherly.


“Clarisa!”ucap Sherly kaget saat melihat Clarisa menghampiri nya.


“Apa kabar Sherly?”tanya Clarisa dengan tersenyum sinis.


Sherly yang melihat itu,ia hanya diam sambil menatap ke arah Clarisa dengan tatapan tak suka.


“Baik”jawab Sherly sedikit mendengus kesal.

__ADS_1


“Untuk apa kamu datang ke sini?”tanya Sherly sedikit curiga,entah kenapa ia merasa jika Clarisa mengikutinya diam-diam.


“Untuk apa aku ke sini?,hallo,ini kan tempat belanja,ya aku datang untuk belanja lah”ucap Clarisa sedikit acuh.


“Oh”ucap Sherly singkat,seakan tak peduli dengan jawaban Clarisa.


Saat Sherly hendak berjalan meninggalkan Clarisa,tapi Clarisa menahannya.


“Tunggu!”ucap Clarisa yang langsung membuat Sherly menoleh ke arahnya.


“Ada sesuatu hal yang ingin aku katakan pada kamu”lanjut Clarisa sambil menatap ke arah Sherly.


“Apa?”tanya Sherly sedikit cuek karena malas jika harus meladeni Clarisa.


“Kamu tahu kenapa Alex akhir-akhir ini sering pulang terlambat hingga larut malam?”tanya Clarisa ambigu yang membuat Sherly mulai penasaran.


“Memang apa hubungannya jika Alex pulang larut malam?,bukankah Alex sibuk dengan perusahaannya”ucap Sherly berusaha abai dengan rasa penasarannya itu.


“Kamu yakin jika itu hanya karena Alex sibuk dengan perusahaannya?”tanya Clarisa dengan nada yang terdengar mengejek di telinga Sherly.


Hal itu membuat Sherly kesal,karena ia sebagai istri merasa bersalah karena tidak tahu apa-apa.


“Langsung saja katakan apa maksud ucapan kamu itu!”ucap Sherly yang mulai kesal pada Clarisa.


“O,ok sabar,tenang dulu,aku akan langsung katakan itu”ucap Clarisa dengan sedikit tersenyum karena puas telah membuat Sherly marah.


‘Sialan’rutuk Sherly menahan rasa kesalnya itu.


“Sebenernya Alex sangat sibuk karena surat wasiat”ucap Clarisa menjelaskan.


“Surat wasiat?,maksud kamu apa?”tanya Sherly langsung dengan nada yang terdengar penasaran.


“Surat wasiat yang di temukan oleh ayahku,di sana tercantum tulisan yang di tulis ayah Alex untuk Alex”ucap Clarisa tenang ia berkata diakhiri senyum yang terlihat puas,entah karena apa.


Sherly yang mendengar ucapan Clarisa ia hanya diam dan menatap Clarisa curiga.


“Kenapa kamu nggak percaya?,kalau nggak percaya aku nggak masalah.Dan di sini justru aku yakin,saat kamu tahu apa yang tertulis di sana,kamu pasti akan lebih tidak percaya itu”ucap Clarisa yang sengaja menjeda ucapannya itu.


“Memangnya apa yang tertulis di sana?”tanya Sherly langsung dengan nada tak sabaran.


Clarisa benar-benar sudah memancing emosi Sherly.


“Surat itu berisi bahwa ayah dari Alex menginginkan jika anaknya menikah dengan anak dari ayah aku.Dan tentu saja akulah yang harusnya menikah dengan Alex,karena aku anak dari Adam yang merupakan teman sekaligus rekan bisnis ayah dari Alex”ucap Clarisa dengan nada yang terdengar sedikit di tekan di setiap kalimat.


Sherly yang mendengar itu langsung mematung.


Dan Clarisa langsung pergi meninggalkan Sherly yang mematung.

__ADS_1


__ADS_2