
1 Bulan kemudian.
Semenjak kembalinya Sherly ke mansion Alex,ini sudah 1 bulan berlalu sejak kepulangannya.
“Sudah lama aku di sini,tapi aku masih nggak memiliki rutinitas apa-apa,dan hanya bisa berdiam diri dengan bosan”ucap Sherly pada dirinya sendiri.
Sherly saat ini sedang duduk di pinggir kolam renang,dengan kedua kaki yang ia celupkan ke dalam air kolam.Ia hanya bisa merenung dengan bosan.
“Kapan ya Lexi pulang?”tanya Sherly pada dirinya sendiri.
Sherly merasa kangen dan rindu dengan kehadiran Alex,karena hampir seminggu Alex selalu pulang larut malam.Mungkin karena sudah terbiasa dan selalu berada di dekat Alex,jadi ia sudah mulai merindukan Alex disaat Alex tidak ada disampingnya.
Biasanya Alex akan ikut berdiam diri dengan Sherly di mansion.Tapi entah kenapa akhir-akhir ini Alex sibuk bekerja.
Tiba-tiba Sherly teringat dengan rutinitasnya dulu saat Alex mengirimnya ke sebuah desa waktu itu.Ia juga rindu dengan anak-anak didiknya di desa itu.
“Apa kabar ya mereka sekarang?,apa mereka juga kangen denganku?.Pasti mereka marah karena ibu guru yang mereka sayangi tidak mengajar lagi di sekolah.Apalagi waktu itu aku pergi tanpa pamit kepada anak-anak,pasti mereka merasa kaget dan sedih akan hal itu”ucap Sherly lagi dengan wajah terlihat sedih dan bersalah.
Tiba-tiba di saat Sherly sedang termenung dengan kepala tertunduk karena sedih.Ia merasa ada lengan kokoh yang memegang pinggangnya dan mengangkatnya tinggi-tinggi.
“Ahh”ucap Sherly refleks karena terkejut.
Sontak Sherly yang di perlakuan seperti itu,ia langsung menoleh kebelakang.Dan saat itu juga Sherly tahu jika Alexlah orang yang saat ini sedang mengangkat tubuhnya dengan sangat mudah.
Alex pun langsung tersenyum saat melihat Sherly kaget.
“Lexi!!”pekik Sherly saat melihat Alex tersenyum kearahnya.
Sherly pun langsung memukul salah satu tangan Alex yang sedang memegang pinggangnya itu dengan keras karena kesal.
“Lexi!,kenapa kamu bisa datang tiba-tiba sih”ucap Sherly sambil berbalik dan menatap ke arah saat Alex telah menurunkannya.Tapi meski begitu,Alex masih tetap memegang pinggang Sherly dengan lembut.
“Kenapa hmm?,kamu seperti tidak senang jika aku pulang”ucap Alex sambil mengeratkan pelukannya,dan memotong jarak diantara mereka.
__ADS_1
Mereka saat ini terlihat sedang berpelukan,dengan tangan Alex yang melingkar indah dipinggang ramping milik Sherly,sedangkan Sherly hanya diam sambil menatap ke arah Alex dengan tatapan kesal.
“Dari arah mana aku terlihat tidak senang”ucap Sherly sedikit mencebik tak suka saat mendengar ucapan Alex.
Alex yang mendengar itu,ia hanya menghela nafas panjang,lalu Alex pun menuntun Sherly untuk berjalan ke arah kursi yang ada di pinggir kolam.
Alex mempersilahkan Sherly untuk duduk di kursi bercat coklat yang terlihat elegan itu.
Sherly yang diperlakukan seperti itu,ia pun langsung mendudukkan dirinya di kursi yang empuk itu.
Sementara Alex yang melihat Sherly telah duduk,ia pun berjalan ke arah kursi yang ada di samping Sherly.Itu merupakan sepasang kursi yang di tengah-tengahnya terdapat meja kaca bundar yang menjadi pembatas diantara mereka.
“Aku akhir-akhir ini sangat sibuk,banyak sekali pekerjaan yang harus aku urus,jadi tidak bisa menemani kamu seperti biasa”ucap Alex memulai pembicaraan saat ia telah duduk.
Sherly yang mendengar itu,ia hanya mengangguk mengerti.Toh Sherly tahu meskipun Alex sangat sibuk,ia selalu mengingatkan Sherly untuk makan tepat waktu dan tidur tepat waktu.Walaupun itu hanya melalui chat,Sherly sudah cukup senang akan hal itu.
“Lalu apakah kamu masih sibuk sekarang?.Kalau memang iya,kamu bisa kerjakan pekerjaan kamu itu kembali,aku nggak masalah akan hal itu.Karena aku akan berusaha untuk mengerti keadaan kamu saat ini”ucap Sherly panjang lebar sambil tersenyum menenangkan.
“Bukan masalah,hanya tinggal sedikit pekerjaan lagi.Dan itu bisa diwakilkan oleh Doni”ucap Alex lagi sambil menatap kearah Sherly.
Lagipula disini Alex juga sedikit bersalah,
karena ia melarang Sherly untuk tidak bekerja,dan tetap di mansion.Dan jika pun Sherly ingin keluar dari mansion itu juga bisa dihitung dengan jari,dan itu pun harus ada Fani yang menemani.
“Memangnya kamu sedang mengerjakan urusan apa hingga sangat sibuk”ucap Sherly penasaran.
Tapi setelah beberapa saat ia sadar jika ia tidak berhak untuk ikut campur masalah Alex.
“Maaf,harusnya aku tidak bertanya tentang sesuatu hal yang memang bukan urusanku”ucap Sherly lagi.
Meskipun Sherly dan Alex sudah akrab dan tidak memiliki kecanggungan lagi diantara mereka.Tapi meski begitu,Sherly ingat jika ia harusnya tidak ikut campur dalam masalah pekerjaan Alex.
“Tidak masalah,aku tidak menganggap serius akan hal itu”ucap Alex sambil menatap kearah Sherly lekat-lekat.
__ADS_1
“Hufft”terdengar helaan nafas panjang yang keluar dari mulut Alex,lalu setelah itu Alex tersenyum sambil menatap kearah Sherly yang terlihat merasa gugup sekaligus bersalah.
“Aku hanya sedang sibuk untuk mengakuisi perusahaan milik Rendy.Perusahan itu dulu merupakan perusahaan milik ayahku,dan aku akan kembali merebut perusahaan itu,dan mengatasnamakan atas namaku.Tapi masalah itu hampir selesai sebentar lagi”ucap Alex menjelaskan.
Sherly yang mendengar itu,ia hanya mengangguk mengerti.
“Selain itu aku juga sedang menyelidiki perusahaan milik Mark.Dan ternyata ia banyak sekali berkecimpung di dunia gelap,dan untuk masalah itu sudah selesai lebih awal”lanjut Alex lagi.
Bukan tanpa sebab Alex memerintahkan Sherly untuk tetap di mansion,karena setelah kematian Mark,ia juga harus memastikan siapa saja orang-orang yang bekerja sama dengan Mark,takutnya orang-orang itu akan mengincar Sherly untuk balas dendam kematian partner nya.
Seperti yang Alex ketahui di dalam dunia gelap,jika salah seorang dari mereka tertangkap,maka rekan-rekannya pun akan dengan mudah tertangkap.
Tapi untunglah,meski pun Alex terkenal kejam dan bengis pada musuh-musuhnya,tetapi ia tidak pernah berkecimpung dengan dunia gelap.Karena musuh-musuh Alex akan takut dengan Alex karena kehebatan dan kecerdikan Alex yang tidak pernah meremehkan musuh-musuhnya.
“Oh ya,sepertinya kamu terlihat bosan dan jenuh karena terlalu lama di mansion”ucap Alex sambil menatap ke arah Sherly yang dari tadi menjadi pendengar yang baik untuknya.
“Bagaiman aku tidak bosan!,setiap hari pekerjaan aku ini cuman makan,tidur,dan mandi.Lalu setelah itu,makan,tidur,dan mandi lagi,itu sudah menjadi rutinitas ku setiap hari.Sudah lengakap sudah sebulan ini aku jadi pengangguran”ucap Sherly terdengar sedikit menggerutu.
“Bukannya aku mengizinkan kamu untuk keluar jalan-jalan,asalkan bersama dengan Fani”ucap Alex yang entah kenapa terdengar sarkas di telinga Sherly.Padahal Sherly tahu jika Alex berkata dengan santai dan biasa saja.
“Ya memang sih aku juga kadang sering keluar bersama Fani,tapi itu terasa berbeda”ucap Sherly yang berkata dengan nada yang bertambah pelan diakhiri kalimat.
“Berbeda?,atau jangan-jangan kamu tidak bisa berjauhan denganku.Karena itu setiap aku tidak ada didekat kamu,maka kamu akan merasa berbeda”ucap Alex yang langsung membuat Sherly tertunduk karena malu.
Alex yang melihat itu hanya terkekeh saat melihat Sherly malu dengan pipi sedikit bersemu merah.
*********
Hai semuanya bagaimana kabar kalian,semoga kalian dalam keadaan baik-baik saja.
Author kembali melanjutkan cerita ini,dan untuk hari ini mungkin hanya bisa buat satu chapter untuk pembukaan,tapi nanti akan author usahakan untuk bisa update setiap hari.
Dan author juga sudah baca komentar kalian,tapi maaf tidak bisa balas satu persatu.
__ADS_1
Author juga telah baca komentar kalian,semoga di season ini author bisa memperbaiki cerita ini dengan lebih baik lagi.
Mohon dukungannya.