
Manda yang mendengar ucapan Sherly itu,ia pun langsung mengangguk tanda mengerti.
Setelah itu Manda pun berjalan melangkah dan mendekati Sherly.
“Oh iya ngomong-ngomong apa kamu melihat Lexi,ah..maksud saya Alex apa kamu melihat dia”tanya Sherly kepada Manda.
“Tadi saya meliihat tuan Alex keluar dari kamar ini,tapi saya tidak tahu beliau ingin kemana”ucap Manda sambil membuka kotak yang berisi alat-alat untuk merias.
“Oh mungkin dia masih memiliki urusan penting”ucap Sherly berusaha untuk mengerti.
“Apa kamu sudah lama di bidang ini?,sepertinya kamu terlihat sangat mahir dalam merias”ucap Sherly mengalihkan topik.
Sherly berusaha untuk membuat Manda nyaman saat berbicara dengannya,ia juga berusaha untuk mengalihkan topik agar Manda tidak merasa canggung saat berbicara dengannya.
“Terima kasih atas pujiannya nyonya,saya bekerja di bidang ini cukup lama,sekitar lima tahun lebih,kebetulan saya suka sekali merias wajah saya,jadi saya terinspirasi untuk mencari uang dengan cara merias wajah orang”ucap Manda sambil merias wajah Sherly dengan hati-hati.
“Oh bagus dong kalau begitu,kan dengan begitu kamu bisa punya kesibukan sendiri,lagipula jika pekerjaan ini berawal dari hobi kamu,dengan begitu kamu akan merasa senang dan nyaman dengan pekerjaan kamu ini iya kan?”tanya Sherly lagi,ia berkata sambil memejamkan matanya dan membiarkan Manda untuk merias wajahnya itu.
“Yah seperti yang anda katakan itu benar,saya sangat menyukai pekerjaan ini,dan dengan bekerja seperti ini saya juga bisa membantu ekonomi keluarga saya,tapi...”ucap Manda menjeda sejenak ucapanya, nada bicara yang awalnya terdengar semangat berubah menjadi nada sedih.
“Tapi kenapa?apa ada masalah?,dan kenapa nada bicara kamu terdengar sedih?,apa ada sesuatu yang ingin kamu ceritakan?,dan kalau iya kamu tinggal katakan langsung kepada saya,barangkali saya bisa bantu”tanya Sherly berusaha bersikap ramah.
Sherly seperti tahu jika Manda butuh teman untuk curhat.
Sheryly juga sangat peka akan keadaan Manda,meskipun matanya terpejam,tapi telinganya dapat mendengar nada sedih dalam ucapan Manda.
“Sebenarnya ibu sayang tidak senang dengan pekerjaan saya ini,dia ingin saya menjadi anak yang pandai dalam bidang memasak,tapi saya sangat suka dengan pekerjaan ini”curhat Manda.
“Oh mungkin ibu kamu memiliki alasan lain,dan itu mungkin demi kebaikan kamu,tapi jika memang kamu nyaman dengan pekerjaan itu,tetaplah berjuang dan berusaha di pekerjaan yang kamu sukai ini,pasti suatu saat nanti ibu kamu akan ngertiin kamu”ucap Sherly dengan nada menyemangati.
“Iya sepertinya saya juga harus tetap berjuang dan semangat dalam menjalani pekerjaan ini,dan mungkin saja suatu saat nanti ibu saya akan setuju dengan keinginan saya”ucap Manda sambil tersenyum,ia seperti merasa lega memiliki teman curhat.
Meskipun Manda baru mengenal Sherly,ia seolah nyaman saat berbicara dengan Sherly,karena menurut Manda Sherly adalah orang yang mudah akrab,dan pengertian,itulah kesan Manda pada Sherly saat ini.
__ADS_1
“Atau kalau tidak kamu bisa mempelajari dua-duanya,kan dengan begitu kamu bisa membahagiakan diri kamu dan ibu kamu”ucap Sherly memberi usul.
“Oh maaf ya,sepertinya aku telalu ikut campur,tapi semua keputusan ada di tangan kamu sih,kan kamu yang akan jalanin jadi kamu yang akan mengambil keputusan untuk diri kamu sendiri”lanjut Sherly dengan nada yang merasa tak enak hati.
“Oh iya,saya tidak merasa anda ikut campur,saya juga senang ada yang mendengar curhatan saya,dan dengan saran yang anda berikan itu juga akan saya pikirkan, lagipula meski sulit saya akan berusaha untuk mencobanya”ucap Manda dengan sopan.
Dan tak lama acara merias wajah Sherly pun selesai.
“Sudah selesai nyonya,anda terlihat sangat cantik dan anggun”ucap Manda sambil menatap wajah Sherly.
“Sudah selesai kah?”ucap Sherly tak yakin.
Tapi setelah mengatakan itu,Sherly pun membuka matanya secara perlahan.
Dan saat Sherly telah membuka matanya,ia terlihat sangat terpukau akan penampilannya itu.
“Ini beneran aku?,tapi aku terlihat beda ya?”ucap Sherly dengan tak yakin.
Penampilan Sherly saat ini terlihat natural,tapi meski begitu aura anggun dan kharisma nya seolah keluar dari penampilannya itu.
“Iya nyonya ini anda,dan apakah anda ingin saya untuk merapikan rambut anda,agar lebih indah”ucap Manda menawarkan.
“Boleh”jawab Sherly setuju.
Dan setelah mendengar ucapan Sherly itu,Manda pun mulai menata rambut Sherly,ia menggeraikan rambut Sherly,dan merapikan sisi rambut Sherly agar lebih rapi,tak lupa Manda menambahkan pernak-pernik berupa jepit rambut.
“Sudah selesai semuanya”ucap Manda sambil tersenyum puas saat melihat hasil karyanya itu.
“Oh iya terima kasih”ucap Sherly sambil tersenyum.
“Ternyata kamu hebat juga dalam menata rambut”puji Sherly.
“Terima kasih,kebetulan pemilik tempat saya bekerja adalah teman saya,dan ia jugalah yang mempekerjakan saya ditempatnya itu,karena ia merasa jika saya sangat berbakat dalam bidang ini,makannya dia mempekerjakan saya dengan gaji yang lumayan tinggi”ucap Manda memberi tahu.
__ADS_1
Sherly yang mendengar itu,ia hanya mengangguk tanda mengerti.
Dan pada saat Sherly dan Manda sedang mengobrol,tiba-tiba pintu kamar di ketuk dari luar.
" Tok tok tok " Terdengar ketukan pintu yang cukup keras.
“Nyonya saya Rani,saya ingin memberi tahu jika tuan Alex sedang menunggu anda”ucap Rani dari luar.
“Oh iya baiklah saya akan menyusul,tunggu sebentar lagi saya akan ke sana”ucap Sherly dengan sedikit berteriak.
“Baik nyonya akan saya sampaikan”jawab Rani,dan setelah itu ia pun berjalan pergi meninggalkan kamar Alex.
Sedangkan Sherly yang tidak mendengar lagi suara Rani,ia pun bangkit dari duduknya itu.
“Kalau begitu ayo kita keluar!”ajak Sherly kepada Manda.
Manda yang mendengar itu,ia pun hanya mengangguk patuh tanda mengerti.
Setelah itu Sherly dan Manda pun berjalan keluar dari kamar tersebut.
Sementara saat ini Alex yang sedang duduk di dalam mobil,ia sedang menunggu kedatangan Sherly.
Tiba-tiba Doni mengetuk pintu mobil,tepat dimana ia duduk.
" Tok tok tok"
“Tuan”panggil Doni.
Dan Alex yang mendengar itu,ia pun menurunkan sedikit kaca mobil itu,dan Alex pun hanya diam sambil menatap ke arah Doni.
“Tuan maaf kan saya,sepertinya saya tidak bisa mengantar anda,saat ini perusahaan sedang ada sedikit masalah,jadi saya akan memeriksa perusahaan dulu,apakah anda mengizinkan tuan”ucap Doni panjang lebar.
“Ya sudah kamu bisa pergi untuk mengurus perusahaan”ucap Alex memberi Izin.
__ADS_1