
“Baik tuan saya akan berhati-hati agar nyonya Sherly tidak sadar akan kehadiran saya”jawab Fani.
Setelah itu,Fani pun kembali menyalakan mobilnya menuju perusahaan.
Dan saat mobil Fani telah berjarak lumayan cukup dekat dengan jarak Sherly dan Amel yang sedang berbicara itu,ia pun langsung menghentikan mobilnya itu.
“Ternyata benar apa yang tuan Alex katakan,karena orang yang bernama Amel itu benar-benar datang untuk menemui nona Sherly”ucap Fani saat melihat jika Sherly dan Amel telah masuk ke dalam perusahaan.
Sementara di tempat Alex saat ini.
“Tuan apa yang anda katakan sudah saya laksanakan”ucap Doni memberi tahu.
“Bagus”jawab Alex singkat.
Tak lama Alex yang sedang duduk di kursi milik Doni itu,ia tiba-tiba saja mendapat telepon lagi dari Fani.
“Ia ada apa?”tanya Alex langsung saat ia telah mengangkat sambungan telepon itu.
“Tuan saya melihat nyonya Sherly dan orang yang bernama Amel itu telah masuk ke dalam perusahaan”ucap Fani memberi tahu.
“Oke”jawab Alex singkat.
Setelah itu,Alex pun melihat apa yang sedang terjadi di ruangannya itu melalui sebuah layar komputer yang langsung menyambung dari arah ruangan Alex.
Dan saat ini Alex yang sedang bersama dengan Doni diruangan milik Doni itu,mereka pun hanya diam dengan memerhatikan apa yang sedang terjadi diruangan Alex.
Dan tiba-tiba saat Alex memerhatikan ruangannya melalui layar komputer yang ada dihadapannya itu.
Alex pun tiba-tiba merasa khawatir saat melihat wajah Sherly terlihat seperti kesakitan,itulah menurut penglihatan Alex.
Alex yang melihat itu,ia pun terlihat sangat khawatir dan dengan refleks ia pun langsung bangkit dari kursi.
Doni yang sedang berdiri disamping Alex itu,ia pun langsung angkat suara.
“Tuan anda hendak kemana?”tanya Doni yang membuat Alex hendak melangkah,tetapi langkahnya terhenti oleh ucapan Doni.
“Apa kamu tidak melihat jika Lili sedang kesakitan,karena itu aku ingin langsung menemuinya”ucap Alex dengan wajah yang terlihat gelisah.
“jangan tuan!,biarkan saja nyonya Sherly seperti itu, karena ia tidak akan kenapa-napa”ucap Doni melarang Alex menemui Sherly.
“Apa maksud kamu?,apa kamu nggak melihat jika dia terlihat sedang kesakitan?!”tanya Alex dengan marah kearah Doni.
Dan tiba-tiba saat mata Alex melihat dari layar komputer jika Sherly berlari keluar dari ruangannya itu,ia pun langsung panik,dan tanpa pikir panjang Alex pun langsung melangkah untuk keluar dari ruangan Doni itu.
“Tuan apakah anda ingin jika rencana yang telah kita buat itu gagal hanya karena masalah ini?”ucap Doni.
__ADS_1
Alex yang sedang berdiri di depan pintu,ia juga hendak membuka pintu itu untuk keluar,tapi perkataan Doni membuat langkahnya terhenti.
Setelah itu,Alex pun langsung berbalik dan menatap kearah Doni.
“Maksud kamu apa?”tanya Alex.
Dan setelah mengatakan itu,Alex pun langsung berjalan mendekat kearah Doni.
“Kamu kan orang yang telah membuat lili kesakitan seperti itu?”tanya Alex sambil menatap kearah Doni dengan tajam.
“Tuan...”ucapan Doni terhenti karena Alex langsung menarik kerah bajunya.
“Apa yang kamu berikan?!,apa yang kamu berikan kepada Sherly sehingg dia menjadi kesakitan seperti ini?”tanya Alex lagi.
“Saya memberi nyonya Sherly obat pencahar”jawab Doni.
“Apa kamu bilang?!”ucap Alex dengan marah.
Setelah itu,Alex pun melepaskan pegangan tangannya dari kerah baju Doni,dan ia pun langsung memukul pundak Doni dengan keras hingga doni sedikit mundur kearah belakang.
Tapi untungnya Doni memiliki refleks yang kuat hingga ia hanya mundur sedikit.
“Kamu bilang kamu beri Sherly obat pencahar,terus kenapa kamu lakukan itu?”tanya Alex.
“Tuan bukannya anda bilang jika anda ingin agar rencana kita berjalan dengan lancar?”tanya Doni.
“Maksud kamu apa?”tanya Alex dengan emosi yang menggebu.
‘Meskipun aku sangat ingin agar rencana ini berjalan lancar,tapi tetap saja aku tidak pernah mau jika Liliku sampai terluka’.batin Alex marah akan ucapan Doni tadi.
“Tuan saya akan mengatakan apa rencana saya kepada anda,tapi sebelum itu,saya ingin agar anda menenangkan diri anda terlebih dahulu”ucap Doni sambil menatap kearah Alex.
Alex yang mendengar itu,ia pun mulai menghela nafas panjang agar emosinya lebih reda.
“Jika apa yang kamu katakan tidak sesuai dengan apa yang saya ingin dengar,maka kamu harus menerima amarah saya ini”ucap Alex setelah ia lumayan tenang.
Setelah itu,Alex pun berjalan ke arah kursi milik Doni,dan ia pun duduk di sana.
“Katakanlah!”perintah Alex.
“Saya memberi nyonya Sherly obat pencahar,tapi meski begitu saya hanya memberi nyonya sedikit saja obat pencahar”ucap Doni menjelaskan.
Alex yang mendengar itu,ia pun langsung menatap tajam kearah Doni,Alex hanya diam menunggu kelanjutan cerita dari Doni.
“Saya tahu jika saya mengatakan rencana ini pasti anda akan marah terhadap saya dan pastinya anda juga akan melarang rencana ini,tapi saya melakukan ini karena memang sudah saya pikirkan baik-baik,lagipula saya yakin jika nyonya sherly tidak akan mengalami masalah yang serius”Lanjut Doni lagi.
__ADS_1
“Tapi jika sampai terjadi sesuatu dengan Lili,maka kamu harus merasakan sepuluh kali lipat apa yang telah kamu lakukan kepada Liliku ini”ucap Alex dengan nada penuh ancaman.
“Baik tuan”jawab Doni langsung.
Sementara itu,Sherly yang saat ini telah keluar dari toilet itu.
Sherly pun langsung menghela nafas panjang karena merasa lega.
“Huhh lega banget udah buang air besar,kebetulan banget beberapa hari yang lalu aku susah banget BAB,dan setiap kali ingin beli obat pencahar aku selalu lupa akan hal itu,tapi entah aku makan apa sehingga aku bisa merasa lega seperti ini”ucap Sherly pada dirinya sendiri.
“Oh iya aku hampir lupa jika Amel tadi ada di ruangan Lexi,apa dia udah pulang ya?,tapi coba aku cek dulu mungkin ia belum pulang”ucap Sherly lagi pada dirinya sendiri.
Setelah itu,Sherly pun berjalan menuju ruangan Alex,tapi tiba-tiba langkahnya terhenti saat ia mendengar suara Amel di sebuah ruangan.
Sherly yang mendengar itu,ia pun langsung mendekat kearah ruangan itu,dan saat Sherly hendak masuk,tapi lagi-lagi langkahnya terhenti di karenakan oleh perkataan Amel.
Saat Sherly mendengar ucapan Amel itu,ia sempat tidak percaya dengan apa yang dikatakan Amel
Ya! sekarang Sherly ada diruang pengawas,ia sedang mendengarkan apa yang sedang Amel bicarakan dengan Arjun.
Dan tanpa sepengetahuan Amel,sebenarnya Sherly sedang mendengarkan percakapan antara Amel dan Arjun.
“Aku akan jadikan ini sebagai bukti,karena dengan ini Amel tidak akan bisa untuk mengelak lagi”ucap Sherly yang langsung merekam percakapan Amel dan Arjun.
Dan saat Sherly telah mereka itu,tiba-tiba mulut Sherly di bekap oleh seseorang,ia pun langsung di bawa masuk ke ruangan yang ada tepat di sebelah ruang pengawas.
Sherly yang tidak tahu siapa yang membekapnya itu,Sherly sempat kaget bahkan ia meronta-ronta untuk di lepaskan dari bekapan itu,tapi ternyata tenaganya tidak cukup kuat,hingga ia hanya bisa pasrah saat di bawa masuk ke dalam ruangan itu.
Setelah mereka masuk,orang yang membekap mulut Sherly itu,ia pun mulai menjauhkan tangannya dari mulut Sherly.
Sherly yang telah di lepaskan bekapannya itu,ia pun langsung menatap kearah orang yang telah berani membekap mulutnya.
“Fani”ucap Sherly terkejut.
Ya! ternyata orang yang membekap mulut Sherly adalaha Fani.
“Maafkan saya,saya benar-benar tidak berniat memperlakukan Anda seperti ini,tapi saya melakukan ini karena terpaksa,saya tahu sebentar lagi orang yang bernama Amel itu akan keluar,jadi saya membawa anda ke sini agar tidak ketahuan”ucap Amel menjelaskan.
“Kenapa saya harus menghindar,biarkan saja Amel tahu jika saya sudah melihat apa yang ia lakukan tadi,kalau perlu saya akan menunjukkan rekaman percakapan Amel dan Arjun tadi”ucap Sherly yang berkata sesuai dengan apa yang ingin ia lakukan.
Setelah itu,Sherly pun langsung keluar dari ruangan itu,tapi saat ia telah keluar,ia melihat Amel sudah berjalan keluar dari perusahaan Alex.
Fani yang melihat perilaku Sherly itu,ia pun langsung menghampiri Sherly.
“Lebih baik anda ketempat tuan Alex dulu, sepertinya tuan Alex harus tau tentang kejadian ini”ucap Fani mengajak Sherly untuk bertemu Alex.
__ADS_1
Sherly yang terlihat marah dengan apa yang telah ia lihat tadi,ia pun hanya dapat menghela nafas untuk meredakan emosinya itu.
Setelah itu,Sherly pun mengikuti Fani yang membawanya untuk menemui Alex.