
Keesokan harinya.
Saat ini Alex dan Sherly sedang duduk di kursi penumpang,dengan Doni yang duduk di kursi kemudi.
Tak lama mobil yang mereka tumpangi berjalan meninggalkan mansion.
“Lili kenapa kamu tadi sarapannya sedikit?”tanya Alex sambil menatap kearah Sherly yang wajahnya terlihat lesu.
Alex awalnya menyuruh Sherly untuk makan lebih banyak saat tadi sarapan,tapi Sherly hanya menggelengkan kepala seakan menolak tawaran Alex.
Dan sekarang Alex penasaran kenapa Sherly tidak memakan makanannya dengan lahap seperti biasanya.
“Aku juga nggak tahu,rasanya aku nggak berselera untuk makan”jawab Sherly lesu.
Entah kenapa Sherly selalu merasa gelisah,dan Sherly tak mengerti akan hal itu.
“Ya walau begitu harusnya kamu makan lebih banyak lagi,agar nanti pada saat kita sudah sampai di sana,kamu punya tenaga untuk berkeliling atau jalan-jalan”ucap Alex panjang lebar dengan nada lembut penuh perhatian.
Sedangkan Doni yang mendengar ucapan Alex itu,ia pun sedikit melirik kearah Alex.
Dan pada waktu yang sama,Alex juga melihat jika Doni sedang melirik kearahnya,ia pun langsung angkat suara.
“Fokus lah menyetir,dan perhatikan keselamatan,apa kamu tidak ingat jika saat ini kamu sedang berada di dalam mobil,dan itu tidak sendiri,jika hanya kamu sendiri yang ada di dalam mobil itu tidak masalah”ucap Alex dengan nada datarnya.
Doni yang mendengar itu,ia pun hanya sedikit tersenyum datar.
Doni tahu dibalik sifat dan perkataan Alex yang datar itu mengandung perhatian yang tidak diungkapkan oleh Alex untuknya.
Dan Yah memang begitulah sifat Alex,Sherly pun sudah terbiasa akan sifat Alex itu,karena Alex hanya akan berbicara lembut hanya untuk Sherly dan ibu dari Alex,sedangkan jika Alex berkata dengan orang lain,ia akan berkata dengan nada datar miliknya
“Baik tuan”jawab Doni dengan patuh.
setelah itu,Doni pun hanya fokus mengemudi.
“Doni cari restoran yang dekat dari sini!”ucap Alex dengan nada perintah.
Sherly yang mendengar itu,ia pun langsung menatap kearah Alex dengan heran.
“Buat apa?,bukannya tadi kamu sudah makan lumayan banyak ya?,atau jangan-jangan kamu masih belum kenyang juga”ucap Sherly dengan heran.
__ADS_1
“Iya,tapi kan kamu hanya memakan sedikit sarapanmu,jadi aku merasa tak tenang akan hal itu,maka dari itu kita lebih baik berhenti di sebuah restoran agar kamu bisa makan dengan benar".ucap Alex dengan nada mutlak.
“Makan yang benar?,dikira aku anak kecil kali di suruh makan yang benar”ucap Sherly sedikit menggerutu.
“Aku dengar ya apa yang kamu katakan”ucap Alex yang langsung membuat Sherly kaget.
“Eh enggak,aku nggak ngomong apa-apa kok”jawab Sherly sambil sedikit cengengesan.
Dan Alex yang mendengar itu,ia pun langsung menatap kearah Sherly dalam diam.
‘Duh mampus aku ini,kenapa juga harus keceplosan sampai mengatakan itu,apalagi dia kan punya pendengaran yang tajam,ya jelas lah dia dengar apa yang aku katakan tadi,padahal dia melakukan itu hanya agar aku tidak jatuh sakit,tapi malah aku menggerutu tak jelas,dan apa dia marah ya akan gerutuan aku tadi’’.batin Sherly dengan gelisah dan cemas.
Sherly merasa takut jika Alex marah kepadanya.
Alex yang melihat itu,ia pun mengerti akan kekhawatiran Sherly.
“Oh”jawab Alex singkat,sambil memalingkan wajahnya kearah lain.
Dan tanpa Sherly tahu,Alex sempat terkekeh.
‘Aku tahu jika kamu sebenarnya mulai menyukai ku,tapi mungkin kamu nggak sadar akan perasaan kamu itu,aneh bukannya kamu pernah punya kekasih,dan itu artinya kamu pernah merasakan yang namanya cinta,tapi kenapa kamu seperti anak labil yang tak mengenal cinta,itu membuat aku jadi penasaran akan kisah percintaan kamu'.batin Alex sambil tersenyum.
Dan tak lama mobil pun berhenti di sebuah restoran.
Alex dan Sherly pun masuk kedalam restoran dengan Doni yang mengikuti di belakang mereka.
Setelah masuk Doni pun mempersilahkan Alex dan Sherly duduk,sedangkan ia pergi untuk memesan makanan.
“Kenapa?,kok kamu diam aja?,wajah kamu juga terlihat gelisah gitu?,ada apa?”tanya Alex.
Sherly yang mendengar ucapan Alex itu,ia pun langsung menatap Alex.
“Nggak tahu”jawab Sherly langsung.
Alex yang mendengar itu,ia sontak menatap heran kearah Sherly.
Dan Sherly yang melihat tatapan heran dari Alex,ia pun berkata kembali.
“Mungkin aku lagi pikirin tentang masalah kuliah”ucap Sherly yang akhirnya memberikan sebuah alasan agar Alex tak khawatir.
__ADS_1
“Tenang saja,masalah kuliah kamu tak perlu memikirkannya,karena Doni telah mengurusnya”ucap Alex menjelaskan.
Dan tak lama di tengah obrolan mereka,Doni datang bersama beberapa pelayan yang berjalan di belakangnya dengan membawa beberapa makan.
Setelah itu,pelayan itu pun menaruh makanan itu tepat di hadapan Sherly.
“Kamu yakin ini buat aku semua?”tanya Sherly tak yakin.
“Ya”jawab Alex dengan wajah serius.
“Sekarang kamu makan agar kamu tidak sakit”lanjut Alex sambil menopang dagu dan menatap kearah Sherly
“Tapi ini nggak akan habis”ucap Sherly mengeluh.
“Coba makan se kenyang kamu saja,asal kamu makan lumayan banyak itu sudah membuatku tenang"ucap Alex menjelaskan.
Sherly yang mendengar itu,ia pun langsung memakan makanan yang ada dihadapannya itu.
Tapi saat baru beberapa suap Sherly memakan makanannya itu,ia pun menghentikan aktifitas makannya dan menatap kearah Alex.
Dan Alex yang melihat itu,ia pun menatap heran kearah Sherly.
“Kenapa?”tanya Alex yang sedang menopang dagu dan menatap kearah Sherly,ia bertanya dengan nada heran miliknya.
“Kamu nggak makan?,masa aku aja yang makan sendirian?”ucap Sherly langsung mengucapkan apa yang ingin ia katakan.
“Nggak,cukup melihat kamu makan aja aku udah kenyang kok”jawab Alex sambil tersenyum.
"Deg"jantung Sherly seakan berdegup kencang saat melihat senyum indah Alex.
Padahal setiap dulu,Alex tersenyum ia akan merasa biasa saja,tapi entah kenapa jantungnya sering berdegup kencang saat bersama dengan Alex.
“Kenapa melamun?,aku tampan ya?,iya aku tahu aku itu tampan”ucap Alex dengan nada pedenya.
“Apaan sih”ucap Sherly sambil menunduk, dan kembali memakan makanannya dengan berpura-pura lahap.
Alex yang melihat itu,ia pun langsung terkekeh lucu.
“Makannya pelan-pelan,nanti kamu tersedak”ucap Alex dengan nada penuh peringatan.
__ADS_1
Sherly yang mendengar itu,ia pun merubah cara makannya menjadi pelan-pelan.