
Alex yang dari tadi hanya diam mendengarkan Sherly bercerita,tetapi sepanjang Sherly bercerita tangan Alex terkepal erat.
Alex memang sudah tahu tentang kisah hidup Sherly sebelum mereka menikah,walaupun hanya sedikit yang Alex tahu waktu itu, tetap saja Alex sangat marah saat mengetahui akan hal itu.
Apalagi saat ini,ia telah mendengar dari Sherly secara langsung,lengkap dan detail,tidak tahu seberapa marah Alex saat ini,tidak bisa Alex ungkapkan dengan kata-kata,nafas Alex juga seakan memburu, seakan ia sangat sangat marah kepada roy,dan ingin langsung membunuh Roy saat ini juga,agar ia dapat meluapkan emosi dan rasa marahnya itu.
Tetapi saat ini Alex sedang bersama sherly,Alex juga tidak ingin membuat Sherly takut kepadanya,dengan sekuat tenaga Alex pun menahan amarahnya yang menggebu-gebu.
Selain itu,Alex juga seolah dapat merasakan penderitaan Sherly,hatinya seakan sangat sakit,seakan ia telah tertusuk seribu pedang yang tak kasat mata,yang langsung membuat hatinya hancur berkeping-keping.
“Kenapa kamu tidak pergi saja dari rumah”ucap Alex pelan,dengan tangan terkepal erat menahan amarah.
“Sherly enggak bisa pergi dari rumah,karena jika Sherly pergi,Sherly takut ibu akan sedih”ucap Sherly pelan,dan menundukkan kepalanya.
“Lalu kenapa kamu tidak langsung pergi bersama ibumu saja,setidaknya jika kalian pergi,mungkin kalian tidak akan menderita”ucap Alex lagi,ia berkata sambil menoleh kearah samping kanan tempat dimana sherly duduk,ia hanya diam sambil menatap ke arah Sherly yang sedang menundukkan kepala.
“Sherly juga udah pernah ajak ibu untuk pergi dari rumah, tapi ibu menolak”jawab Sherly,ia pun mengangkat kepalanya dan menatap ke samping kiri di mana Alex duduk tepat disampingnya,mereka pun saling menatap untuk sejenak.
“Kenapa?”tanya Alex singkat,seakan mengatakan kenapa ibunya menolak untuk pergi.
“Waktu itu,saat Sherly berusia lima tahun,kedua orang tua ibu,atau lebih tepatnya nenek dan kakek Sherly itu tiba-tiba mengalami kecelakaan,dan sebelum mereka meninggal,mereka telah berpesan kepada ibu untuk tetap menjaga pernikahan antara ibu dan ayah,jangan sampai bercerai,karena jika sampai ibu bercerai dengan ayah,ayah bisa saja membuat hidup ibu menderita,karena jika ibu pergi, kak Mira pasti akan sedih,dan ayah tidak mungkin membiarkan hal itu terjadi.”ucap sherly.
__ADS_1
“Tapi tetap saja kan,meski kamu tinggal bersama mereka,itu justru membuat kamu lebih menderita,karena pasti bukan hanya ibu kamu yang menderita,kamu juga ikut menderita,dan merasa terkekang karena tidak bisa hidup dengan bebas”ucap Alex,sambil menatap Sherly lekat-lekat.
”Terkekang?”tanya Sherly menegaskan,karena kata itu yang menjadi perhatian Sherly.
Dan Alex justru hanya diam,tidak berniat untuk menjawab ucapan Sherly, posisi mereka saat ini saling menatap satu sama lain.
“Itu sudah pasti,karena sejak kecil Sherly sudah tahu,kalau Sherly harus berfikir lebih dewasa,dibandingkan anak lain seusia Sherly,
Sherly juga gak boleh egois,karena Sherly harus lebih mementingkan kebahagiaan kak Mira di bandingkan kebahagiaan Sherly sendiri ”ucap Sherly,ia pun mengalihkan pandangannya ke depan dengan tatapan kosong
“Sejak kecil Sherly itu harus selalu mengalah untuk kak mira,kadang Sherly juga selalu merasa jika Sherly itu bagai seorang kakak yang selalu mengalah untuk adiknya,padahal Sherly itu adalah seorang adik,dan kak Mira itu seorang kakak”ucap Sherly,diakhiri dengan sebuah senyum pahit.
“Kenapa kamu tidak benci,dan dendam sama mereka”tanya Alex.
“Karena Sherly sangat sayang sama mereka,mungkin itu salah satu penyebab Sherly gak benci dan dendam sama mereka”ucap Sherly dengan menggenggam tangannya erat-erat,berusaha agar dirinya tidak menangis.
“Kadang Sherly juga selalu berharap untuk menjadi seseorang pelupa,karena dengan begitu Sherly bisa melupakan perlakuan tidak adil mereka kepada Sherly,tapi takdir berkata lain Sherly dilahirkan dengan daya ingat yang kuat,dan Sherly selalu ingat dengan perlakuan mereka,maka cara satu-satunya agar Sherly tidak merasa sakit hati akan perlakuan mereka, adalah dengan sherly memaafkan mereka,mungkin dengan begini hati Sherly, tidak akan terlalu sakit lagi,karena dendam dan rasa benci justru akan membuat sherly terjerumus kedalam sebuah dosa dan penyesalan,dan sherly tidak ingin hal itu terjadi,Sherly juga selalu menguatkan diri Sherly sendiri,bahwa di luar sana masih banyak orang yang lebih menderita daripada Sherly,karena itu Sherly harus lebih bersyukur lagi kepada Tuhan,itu juga menjadi salah satu motivasi Sherly,untuk tidak dendam dan membenci ke kak mira”lanjut Sherly panjang lebar,ia pun menundukkan kepalanya
Mereka pun diam sejenak untuk beberapa saat,dengan Alex yang sedang bergulat dengan pikirannya,dan Sherly yang hanya diam,sambil menundukkan kepalanya
“Oke kalau begitu kamu istirahat,saya masih ada urusan”ucap Alex tiba-tiba.
__ADS_1
Alex pun bangkit ia mengusap kepala Sherly pelan,sebelum ia berjalan pergi,setelah itu Alex pun keluar dari kamar miliknya
Sherly yang di perlakukan seperti itu hanya diam,ia pun berbaring dan tidur sesuai yang di perintahkan Alex.
Keesokan harinya
Saat ini di sebuah ruangan terdapat seorang laki-laki yang sedang berkutat dengan berkas-berkasnya yang menumpuk.
Orang tersebut adalah Alex,ia saat ini sedang berada di perusahaan miliknya,tak lama setelah itu,pintu ruangannya terbuka,dan masuklah Doni yang berjalan menghampirinya.
“Tuan di luar ada Roy yang sedang menunggu anda”ucap Doni,setelah berada di hadapan Alex,Doni menyebut nama Roy secara langsung,di karena kan ia tidak pernah hormat dan kepada orang lain,selain tuannya,dan ibu dari Alex yang ia anggap sebagai penyelamat.
Alex yang mendengarkan itu,ia pun mengalihkan pandangannya dari berkas-berkas nya dan menatap Doni.
“Saya tidak ingin menemuinya,karena saya tahu dia ke sini karena perusahaanya saat ini,yang hampir bangkrut dalam satu malam,tapi...”ucap Alex menjeda sejenak.
Sebenarnya Alex ingin membuat Roy menderita,tetapi saat ia tahu jika Sherly sangat sayang dengan keluarganya,ia pun hanya dapat menjauhkan Sherly dari keluarganya,agar Sherly tidak akan menderita lagi.
“Kata kan kepadanya,saya akan membatunya,asalkan dia dan keluarganya tidak akan mengganggu Sherly lagi”ucap Alex ,setelah itu ia pun kembali fokus pada berkas-berkasnya.
Dan pun mengangguk,ia pun menunduk hormat,setelah itu Doni pun keluar,untuk melaksanakan perintah sesuai yang Alex katakan dan inginkan.
__ADS_1