ISTRIKU TERSAYANG

ISTRIKU TERSAYANG
EPISODE 48


__ADS_3

Hari ini Alex dan Sherly mereka berdua telah selesai memakan sarapan mereka.


Alex dan Sherly berjalan ke luar dari mansion,setelah lama berjalan akhirnya mereka pun sampai di depan mobil, yang sering digunakan Doni untuk mengantar jemput Alex.


Alex dan Sherly berhenti tepat di samping mobil tersebut.


“Sebentar,sepertinya ada sesuatu yang kurang yang harus kamu pakai”ucap Sherly,yang saat ini sedang berhadapan dengan Alex.


Sherly melihat penampilan Alex dari atas hingga bawah,Alex yang hari ini memakai baju kasual,dengan di balut sebuah jaket hitam dan di padukan dengan celana panjang yang sangat cocok di tubuh Alex.


Tak lupa dengan topi hitam yang melekat di kepala Alex,topi tersebut sama dengan topi yang ia pakai,hanya berbeda dari tulisan yang terdapat di topi tersebut,karena topi yang ia pakai bertuliskan 'Girl' sedangkan yang Alex pakai bertuliskan 'boy'.


Sherly mengambil sebuah kain penutup wajah, untuk menutupi wajah Alex,agar mereka bisa jalan-jalan dengan tenang tanpa di kerumuni banyak orang,karena Alex sangat terkenal dikalangan masyarakat.


“Kamu,bisa menunduk sedikit,biar aku pasangan penutup wajah,agar kita bisa jalan-jalan dengan tenang”ucap Sherly menatap kearah Alex yang jauh lebih tinggi darinya.


Alex yang mendengar itu pun langsung menundukkan kepalanya.


Sedangkan Sherly yang melihat itu,ia sedikit berjinjit keatas,setelah itu Sherly langsung memakaikan kain penutup wajah itu di wajah Alex.


Saat Sherly telah memakaikan penutup wajah itu,Sherly sempat tertegun untuk sejenak menatap kearah wajah Alex yang lumayan dekat dengan wajahnya.


“Cuma kelihatan mata sama alisnya doang tetap aja tampan,gak adil banget sih, orang-orang yang lihat juga pasti bakalan bisa tahu, kalau dia itu tampan, walau hanya melihat mata dan alisnya saja”ucap Sherly menggerutu pelan.


“Kamu sudah selesai melamunnya”ucap Alex menyadarkan lamunan Sherly.


“Eh,iya maaf aku tadi melamun”ucap Sherly yang langsung menjauhkan wajahnya dari wajah Alex.


Dan Sherly langsung menundukkan kepalanya, karena merasa sedikit malu akan ucapannya tadi.


‘Dia dengar gak ya,ucapan aku tadi,semoga aja dia gak dengar ucapan aku tadi’batin Sherly.


Alex yang mendengar itu hanya tersenyum sekilas.

__ADS_1


“Ya udah ayo masuk!”ucap Alex,ia tahu Sherly merasa canggung dan malu akan ucapannya tadi,oleh karena itu,Alex tak ingin membuat Sherly merasa tak nyaman,maka dari itu ia lebih memilih untuk mengalihkan topik.


Sherly yang mendengar itu pun langsung masuk kedalam mobil,yang pintunya telah di buka oleh Alex,setelah Sherly masuk,Alex pun ikut masuk.


Sedangkan Doni yang melihat perlakuan tuannya kepada sherly itu,ia hanya dapat diam,karena itu merupakan perintah Alex.


Tak lama mobil itu pun berjalan membelah jalanan.


Di dalam mobil.


“Hari ini kita akan kemana?”tanya Sherly membuka suara,ia seperti nya lupa akan janji Alex kepadanya.


“Kamu lupa apa yang aku janjikan ke kamu kemarin?”tanya Alex sambil menatap kearah Sherly yang duduk di sampingnya.


“Memangnya kita mau kemana? saya benar-benar lupa.”tanya Sherly penasaran.


“Masa kamu lupa sih,kita akan melakukan kencan pertama kita,seperti apa yang kamu minta kemarin”ucap Alex mengingatkan.


“Oh iya aku lupa,kamu kan janji bakal bawa aku jalan-jalan”ucap Sherly,dan saat ia hendak memukul jidatnya mengunakan telapak tangannya sendiri.


“Kalau kamu lupa ya gak apa-apa,tapi gak usah sampai memukul jidat kamu sendiri,nanti bisa-bisa kamu jadi lupa ingatan”ucap Alex dengan nada bercanda diakhir kalimatnya.


“He...he..,iya aku lupa, soalnya aku lagi pusing banget,karena aku mikirin tugas kuliah yang belum sempat aku kerjakan”ucap Sherly cengengesan.


“Oke,nanti kalau ada tugas yang tidak kamu mengerti,kamu bisa tanyakan langsung sama aku,kamu juga gak usah malu-malu jika ingin bertanya sama aku”ucap Alex sambil mengusap kepala Sherly dengan sayang.


Tak lama mobil yang mereka kendarai pun sampai di tempat yang mereka tuju.


Doni pun turun dari dalam mobil,ia pun membukakan pintu mobil untuk tuannya keluar.


Alex pun keluar dan disusul dengan Sherly yang ikut keluar.


“Tuan kalau begitu saya pamit undur diri,semoga kencan Anda berjalan dengan lancar”ucap Doni.

__ADS_1


Dan Alex hanya menganggukkan kepala,


Doni yang melihat itu,ia pun langsung masuk,dan tak lama mobil itu pun berjalan menuju perusahaan.


Alex dan Sherly yang saat ini tengah berdiri di trotoar.


Alex sengaja menyuruh Doni untuk mengerjakan tugas yang menumpuk di perusahaanya,karena tanpa sepengetahuan Sherly,Alex telah memerintah Doni untuk menugaskan beberapa pengawal khusus,untuk menjaga mereka berdua dari jarak yang cukup jauh,agar kencan pertama mereka tidak ada yang mengganggu.


“Ayo”ajak Alex.


Alex dan Sherly pun mulai berjalan-jalan di trotoar,disamping kanan mereka terdapat jalan raya,sedangkan di samping kiri mereka terdapat sebuah taman.


Alex secara tiba-tiba meraih tangan Sherly,ia menautkan jari-jari Sherly yang lentik,dengan tangannya,dan Alex pun menggenggam tangan Sherly dengan lembut.


Sedangkan Sherly yang di perlakukan seperti itu,ia pun langsung menatap kearah tangannya yang di genggam oleh tangan Alex, yang lebih besar dari tangannya,dan tangan alex itu menggenggam tangannya dengan 'sangat erat' dan'lembut'.


Dan perlakuan Alex itu mempunyai kesan tersendiri bagi Sherly.


Sherly merasa 'hangat' dan 'nyaman', saat tangan Alex menggenggam tangannya,karena ia merasa tenang saat tangan Alex menggenggam tangannya.


Sherly kemudian mengalihkan pandangannya ke depan,ia dapat melihat punggung Alex yang lebar dan kokoh sedang berdiri tegap dan berjalan di depannya dan menuntunnya,dan itu terlihat indah.


Sherly merasa juga sedikit kagum akan Tinggi badan Alex yang rupawan bagai seorang model,ia juga sering merasa kalau dirinya pendek, jika ia sedang berdiri di samping Alex.


Padahal tinggi badannya merupakan ukuran rata-rata dengan teman-teman kuliahnya,tapi jika ia berdiri dan berdampingan dengan Alex,maka tinggi hanya setinggi dada Alex.


Setelah cukup lama berjalan,mereka akhirnya sampai di sebuah pohon yang di bawahnya terdapat sebuah kursi panjang,


yang terbuat dari besi dan bercat putih


“Kita duduk di sini dulu,pasti kamu merasa lelah kan,setelah kita lama berjalan-jalan”ucap Alex.


“Ya udah kita istirahat dulu sebentar di sini,aku juga sebenarnya sedikit telah”ucap Sherly menyetujui ucapan Alex

__ADS_1


Kemudian mereka berdua langsung duduk di kursi tersebut.


__ADS_2