ISTRIKU TERSAYANG

ISTRIKU TERSAYANG
EPISODE 127


__ADS_3

Saat ini Sherly yang telah sampai tepat di mansion milik Alex itu,Sherly pun mulai memasuki mansion dengan Fani yang membawa koper pakaian milik Sherly.


Dan setelah memasuki kamarnya itu,Fani pun menaruh koper Sherly di ruang ganti khusus milik Sherly.


Setelah itu,Fani pun menunduk,dan ia pun pergi meninggalkan Sherly yang sedang duduk di kasur.


“Huhh akhirnya sampai juga,walaupun sebenarnya aku sudah beristirahat cukup lama di pesawat,tapi tetap saja ini sudah larut malam,jadi aku harus tidur agar saat besok kuliah,aku tidak mengantuk”ucap Sherly berbicara pada dirinya sendiri.


Setelah itu,Sherly pun membaringkan tubuhnya,dan setelah cukup lama mencari posisi yang aman,akhirnya Sherly pun tertidur.


Keesokan harinya.


Saat ini Sherly yang telah sampai tepat di depan gerbang universitas tempatnya kuliahnya itu,ia pun langsung turun dari mobil saat Fani mempersilahkannya turun.


“Kalau anda memerlukan sesuatu,anda langsung saja berkata pada saya”ucap Fani yang mendapat anggukan dari Sherly.


“Kalau begitu saya pamit”ucap Fani.


Sherly yang mendengar itu,ia lagi-lagi hanya menjawab ucapan Fani dengan anggukan kepala.


Setelah mendapatkan izin dari Sherly,Fani pun masuk ke dalam mobil,dan ia pun berjalan pergi meninggalkan gedung universitas itu.


Sementara Sherly yang melihat Fani telah pergi itu,ia pun langsung berbalik dan berjalan masuk.


Meski banyak pasang mata yang menatap kearahnya secara diam-diam,Sherly seolah abai akan hal itu.


Tapi saat Sherly baru melangkah beberap langkah,tiba-tiba terdengar suara yang ia rindukan memanggil namanya.


“Sherly”panggil Citra dan Bella kompak.


Sontak Sherly yang mendengar itu,ia pun langsung berbalik,dan hendak menyapa kedua sahabatnya itu.


Tapi sebelum itu,Citra langsung memeluk Sherly dengan erat.


“Bagaimana kabar kamu Sherly?,maaf karena kami baru tahu tentang kabar ayah kamu meninggal”ucap Citra sambil meneteskan setetes air mata.

__ADS_1


Citra tahu jika Sherly sangat menyayangi ayahnya itu,ia juga tahu Sherly tidak pernah membenci ayahnya meski telah bersikap tidak adil,oleh itu,Citra menangis karena tidak bisa membayangkan seberapa sedihnya Sherly.


“Hey jangan menangis seperti itu dong,aku nggak apa-apa,lihat nih aku bisa senyumkan?”ucap Sherly sambil menunjukkan senyum seceria mungkin.


Meskipun Sherly merasa sedikit sedih akan ucapan Citra tadi,karena ia teringat akan kematian ayahnya itu,tapi tetap saja,ia saat ini telah benar-benar yakin untuk tegar,karena ia telah berjanji pada Alex untuk bangkit dari keterpurukannya.


“Ya sudah kalau begitu,kita lebih baik ke kantin dulu,mumpung masih ada waktu sebelum dosen mengajar”lanjut Sherly mengajak Citra dan Bella.


Citra dan Bella yang mendengar itu,mereka berdua pun mengangguk kompak,seolah setuju akan usulan Sherly tadi.


Setelah itu,mereka bertiga pun melangkah menuju kantin.


Tak lama mereka pun sampai,dan setelah mereka bertiga duduk di tempat mereka masing-masing,Citra pun kembali angkat suara.


“Maaf ya Sher,waktu itu kami berdua tidak ada di saat masa-masa terpuruk kamu,dan hal itu membuat kami berdua sangat menyesal akan hal itu”ucap Citra dengan wajah sungguh-sungguh,disertai nada penyesalan miliknya.


“Iya nggak apa-apa santai aja,lagipula pada saat kematian ayahku waktu itu,aku juga baru tahu saat ayahku telah di makamkan”ucap Sherly yang menceritakan tentang kejadian sebenarnya.


“Masa sih sher,pasti kamu sedih banget karena nggak bisa melihat wajah ayah kamu untuk terakhir kalinya”ucap Citra dengan nada yang terdengar semakin sedih.


“Kami awalnya ingin menghibur kamu saat mendengar berita kematian ayah kamu,tapi saat itu kami mendapatkan informasi jika kamu sedang pergi ke suatu tempat dengan tuan Alex,jadi aku hanya bisa menunggu kedatangan kamu saja”ucap Citra menjelaskan.


“Iya nggak apa-apa,santai aja kali,dan dengan mendengar niat kalian untuk hibur aku saja,aku udah senang kok”jawab Sherly.


Citra yang awalnya ingin angkat suara lagi,tapi tiba-tiba ia sadar jika Bella hanya diam tanpa menimpali ucapan mereka berdua.


Citra pun langsung menatap kearah Bella,dan saat ia telah menoleh Citra melihat Bella yang hanya diam saja.


“Kok kamu diam saja sih Bel?,


memangnya kamu nggak sedih gitu akan keadaan Sherly saat ini”ucap Citra menatap kearah Bella,dengan tatapan penasaran.


“Apaan sih kamu ini,lebay banget”ucap Bella cuek.


Sherly yang mendengar itu,ia pun hanya tersenyum mendengar ucapan Bella,karena Sherly tahu Bella berkata seperti itu,bukan karena Bella tidak peduli,melainkan cara peduli Bella kepada Sherly itu berbeda.

__ADS_1


Sherly juga dapat melihat jika Bella peduli padanya,tapi Sherly tahu jika bella tidak tahu cara mengungkapkan kepeduliannya kepadanya,dan lagi dibalik sikap cuek Bella,ia dapat menyimpulkan maksud dan tujuan Bella yang berkata seperti itu,agar Citra tidak membahas tentang kematian ayahnya lagi,dengan begitu dirinya tidak berlalut dalam kesedihan,itulah yang Sherly tahu karena mereka sudah mengenal cukup lama.


“Jahat kamu bel,nggak peka,pantesan kamu belum dapat pacar,orang kamunya aja cuek”ucap Citra yang mulai mendrama menurut Bella.


“Apaan sih”ucap Bella abai.


“Oh iya aku dengar kamu di ajak ke suatu tempat oleh tuan Alex,pasti kamu liburan kan?,kalau begitu kamu juga pasti beli oleh-oleh buat kami berdua”ucap Bella mengalihkan topik.


Sherly yang mendengar itu,ia pun langsung mengambil oleh-oleh yang ia bawa untuk kedua sahabatnya itu.


Sedangkan Citra hanya diam,dengan tatapan tak mengerti menatap kearah Bella.


“Nih,kebetulan selera kita bertiga sama,jadi aku bawakan macam-macam coklat untuk kamu,ini ada coklat bulat,coklat batang,dan coklat cair untuk kalian berdua,sedangkan sisanya untuk aku nanti”ucap Sherly sambil menyerahkan tiga pack coklat kepada Bella.


“Oh makasih banyak ya sher”ucap Bella.


Setelah mengatakan itu,Bella pun langsung menoleh dan menghadap kearah Citra.


Bella pun meraih salah satu telapak tangan citra.


“Nih dua pack coklat buat kamu,aku satu pack saja,karena aku tahu diantara kami bertiga kamulah yang pantas di sebut rajanya coklat”ucap Bella sambil menyerahkan dua pack Coklat di telapak tangan Citra.


Sedangkan Citra yang melihat itu,ia hanya diam mematung.


“Kalau begitu ayo kita ke kelas Sher"ajak Bella sambil bangkit dari duduknya.


Setelah itu,Sherly dan Bella pun langsung keluar kantin meninggalkan Citra yang sedang bengong.


“Ha...ha...,lucu banget sih ekspresi Citra tadi"ucap Sherly pada Bella.


Sedangkan Bella hanya menjawab dengan anggukan.


Sedangkan Citra yang sadar jika ia ditinggalkan oleh Sherly dan Bella itu,ia pun langsung bangkit dan mengambil tas yang ia taruh secara terburu-buru.


‘Sialan,aku ditinggalin lagi'.batin Citra menggerutu kesal.

__ADS_1


Setelah itu,Citra pun berlari mengejar Sherly dan Bella yang berjarak cukup jauh darinya.


__ADS_2