
Sore harinya
Sherly terbangun dari tidurnya,ia mengerjakan matanya dengan perlahan,kemudian ia bangkit dari tidurnya,ia pun berjalan menuju kamar mandi.
Beberapa saat kemudian,Sherly pun keluar,dengan handuk yang melilit ditubuhnya.Sherly berjalan menuju lemari tempat pakaian miliknya berada,ia mengambil sebuah baju tidur dan memakainya,karena hari sudah sore dan sebentar lagi akan malam,jadi sherly lebih memilih untuk memakai baju tidur miliknya.
Tiba-tiba Sherly merasa lapar,dan ia juga sudah mulai mengingat jika dirinya belum sempat makan,karena ia langsung ke kamar miliknya tanpa makan terlebih dahulu.
Sherly pun berniat untu keluar dari kamarny,a untuk makan karena perutnya sudah berbunyi,menandakan waktunya untuk dirinya makan,dan saat ia membuka pintu,ia melihat Rani sedang membawa sebuah nampan yang berisi sebuah makanan dan minuman,sedang berjalan kearahnya.
“Nyonya apakah anda merasa lapar? saya kesini membawa makanan untuk anda,karena saya tahu bahwa anda belum sempat makan, semenjak pulang kuliah,kalau begitu boleh saya masuk untuk membawa nampan ini kedalam?”ucap Rani saat telah sampai di hadapan Sherly,ia bertanya diakhir kalimat meminta izin kepada Sherly untuk masuk dan meletakan nampan itu,agar Sherly bisa makan di dalam kamar.
“Silahkan!,padahal baru saja aku mau masakan buat diriku sendiri,tapi sudah kamu buatkan terimakasih ya”setelah mengatakan itu Sherly masuk kedalam terlebih dahulu,kemudian Rani juga masuk.
Rani mengambil sebuah piring yang berisi makanan,dan gelas berisi air minum, yang di letakkan di meja dekat dengan sofa.
“Sudah nyonya,silahkan di makan,kalau begitu saya permisi”pamit Rani,saat telah menaruh makanan dan minuman,dan Sherly hanya mengangguk.
Rani pun keluar dari kamar tersebut sambil membawa sebuah nampan.Sherly yang melihat Rani telah keluar dari kamarnya,ia pun berjalan menuju sofa,dan duduk dengan menghadap ke arah makanannya,tanpa menunggu waktu lama, ia pun langsung memakannya.
Tak lama makan tersebut habis,Sherly pun mengambil barang bekas makan dan minum miliknya,ia pun bangkit dan berjalan menuju pintu kamar,Sherly berniat untuk mencuci piring itu sendiri,tapi saat ia membuka pintu kamar miliknya,ternyata Rani sedang berdiri di depan kamarnya dengan membawa nampan.
“Nyonya,biar saya yang mencucinya,jika tuan tahu,jika saya tidak melayani anda dengan baik,maka tuan akan marah ke saya,tolong pengertian anda nyonya”ucap Rani saat ia melihat Sherly ingin berkata,karena Rani tahu jika dia tidak berkata duluan pasti Sherly akan menolaknya.
Sherly pun menyerahkan piring kotor itu kepada Rani,karena ia tahu jika ia menolaknya,berarti dirinya telah membuat Rani dalam masalah.
__ADS_1
“Terima kasih banyak”ucap sherly sambil tersenyum,setelah dirinya memberikan piring tersebut kepada Rani,dan Rani hanya mengangguk,setelah itu Rani pamit dan berjalan pergi meninggalkan Sherly.
Sherly pun masuk ke dalam kamarnya,ia pun berjalan ke kasur dan duduk di kasur tersebut.
Sherly mengambil handphone miliknya yang ia letakan di atas lemari kecil,di samping tempat tidurnya.
Sherly memainkan ponselnya,jari-jari lentik miliknya berselancar indah di layar ponsel tersebut,tak lama Sherly melihat sebuah notifikasi panggilan tak terjawab dari ibunya.
Sherly pun kemudian menelepon ibunya,untuk menanyakan apa maksud ibunya menelepon dirinya,dan tak lama panggilan pun tersambung.
“Hallo,Sherly kamu kemana aja nak,ibu udah telepon kamu beberapa kali,kok gak dijawab”tanya sebuah suara yang keluar dari telepon milik Sherly,yang merupakan suara Dewi.
“Sherly ada di mansion milik suami Sherly,mungkin tadi sherly ketiduran,jadi gak dengar kalau ponsel Sherly bunyi,maaf ya bu”jawab Sherly,saat ia telah meletakan ponselnya,di telinga kanannya,dengan tangan kanan, yang menggenggam benda pipih tersebut agar tidak terjatuh.
“Oh,gak apa-apa,ibu cuman mau kasih tahu ada sesuatu yang ingin ibu bicarakan sama kamu,kamu besok bisa kan datang ke rumah kita?”ucap dewi lagi,ia bertanya di akhir kalimat.
”Oke,kalau begitu ibu tunggu,ibu matikan teleponya ya?,ibu masih ada urusan yang harus di kerjakan”ucap Dewi,setelah itu ia pun mematikan sambungan telepon tersebut.
Tak lama sambungan telepon itu pun berakhir.Sherly pun menjauhkan ponselnya dari telinganya,ia pun menaruh kembali ponselnya di atas lemari tadi.
Sherly berbaring di kasur miliknya,ia bertanya-tanya kenapa ibunya menyuruh ia, untuk datang ke rumah yang menjadi tempat dirinya tinggalnya dulu,sebelum menikah dengan Alex.
Tetapi Sherly mencoba untuk tidak ambil pusing,karena ia sudah merasa mengantuk lagi,padahal ia baru bangun tidur,mungkin karena ia belum puas tidur,sebab ia terbangun karena rasa laparnya.
Sherly pun membaringkan tubuhnya,ia pun menutup matanya,dan tak lama Sherly tertidur pulas,masuk ke alam mimpinya.
__ADS_1
Sementara itu,Alex yang baru datang setelah ia pulang dari perusahaanya,ia turun dari mobilnya dan berjalan masuk ke arah mansion,dengan Doni yang mengikutinya dari belakang.
Tiba di depan pintu mansion,doni pun maju dan mengetuk pintunya,hingga tak lama pintu terbuka oleh Rani.
“Tuan kalau begitu saya pamit ”ucap Doni,di saat Alex akan masuki Mansion.
Alex berbalik dan menatap Doni kemudian ia mengangguk pelan,mengiyakan ucapan Doni.
Doni yang mendapat izin dari tuannya,ia pun langsung berjalan pergi menuju mobil tadi,dan mulai mengendarainya.
Alex yang melihat Doni telah meninggalkan mansionnya itu,ia pun berbalik dan berjalan masuk,saat Alex telah masuk Rani pun menutup pintu mansion.
Rani pun berjalan mengikuti Alex dari belakang.
“Bagaimana?,apakah dia sudah makan?”tanya Alex,ia berhenti saat ia berada di depan tangga yang menuju ke arah kamarnya kamarnya,ia pun berbalik dan menatap ke arah Rani yang menunduk.
“Sudah tuan, nyonya sudah makan,saat saya berniat untuk mengantar makanannya ke kamar nyonya,ternyata ia telah bangun,saya benar-benar tidak mengganggu nyonya istirahat tuan,mungkin nyonya terbangun karena rasa laparnya”jawab Rani sambil menunduk.
“Oke”ucap Alex.
Selesai mengatakan itu Alex berbalik,ia pun berjalan menaiki tangga,tak lama setelah ia berjalan melewati beberapa anak tangga,ia pun sampai.
Alex membuka pintu kamarnya pelan,yang ternyata tidak di kunci oleh Sherly,ia pun masuk dan melihat Sherly sedang tertidur pulas,Alex pun menutup pintu kamarnya dan mengunci kamarnya dengan hati-hati agar tidak menimbulkan bunyi yang akan membuat Sherly terbangun.
Alex berjalan ke kamar mandi untuk mandi,tak lama Alex keluar dengan memakai pakaian lengkap.
__ADS_1
Alex berjalan menuju ke kasur miliknya,
tempat di mana sherly tidur,ia pun tidur di samping Sherly dan menyelimuti dirinya dan Sherly,tak lupa ia mengusap kepala Sherly dengan yang sepertinya akan menjadi rutinitas nya mulai saat itu.