
Saat ini Sherly telah berada di depan rumahnya,ia pulang lebih lama,karena memiliki jadwal yang lebih padat.
Tanpa menunggu lama Sherly pun membuka pintu rumahnya,ia berjalan masuk melewati beberapa ruangan.
Saat sampai di depan kamar miliknya,ia pun berniat untuk membuka pintu kamar miliknya,tapi tiba-tiba seseorang menarik tangannya.
“Eh siapa?”teriak Sherly kaget.Dan saat ia melihat jika itu adalah kakaknya,ia pun langsung bertanya.
“Kak Mira ada apa?,kenapa tarik-tarik tangan Sherly”tanya Sherly.
“Sudah diam jangan banyak tanya,yang harus kamu lakukan cukup patuh dan jangan membantah”ucap Mira sedikit berteriak.ia pun langsung berjalan menaiki tangga dengan tangan yang mencengkram erat lengan Sherly.
Mereka pun menaiki beberapa anak tangga,dan tak lama mereka pun sampai di kamar milik Mira.
“Ayo masuk!”ucap Mira mendorong tubuh Sherly masuk ke dalam kamarnya,saat ia membuka pintu.
Sherly yang di perlukan seperti itu,ia pun akhirnya terdorong masuk ke dalam kamar.Baru setelah itu Mira pun masuk,dan mengunci dengan rapat kamarnya.
Mira pun berjalan melewati Sherly,untuk sampai ke kasur miliknya,kemudian ia pun duduk di kasur tersebut.
“Sini kamu! ”ucap Mira, menyuruh Sherly untuk mendekat ke arahnya.
Sherly yang mendengar itu,ia pun hanya diam, seolah enggan mendekat ke arah Mira.
“Kamu nggak dengar apa yang aku katakan,sini!”ucao Mira lagi.
Sherly yang mendengar itu,ia pun akhirnya menurut dan berjalan mendekat ke arah Mira.
Karena Sherly tahu ia tak bisa lari dari tempat itu.
Saat sampai di tempat mira,Sherly pun hanya diam sambil berdiri.
Sedangkan Mira yang melihat itu,ia pun mengangkat kepala dan menatap Sherly dengan dalam,seakan tatapan itu mengandung rasa kebencian yang mendalam.
Mira pun membayangkan pertemuannya dengan Dafa waktu itu.
Flashback.
Saat itu Mira yang melihat Dafa sedang duduk di kantin sambil memakan sarapannya itu,ia pun langsung menghampiri tempat dimana Dafa duduk.
“Sayang”panggil Mira setelah sampai di tempat duduk Dafa.
Dan tanpa di duga Mira pun langsung merangkul tangan dafa sambil menyenderkan kepalanya ke pundak Dafa.
Dafa yang mendapat perlakuan seperti itu,ia pun sempat kaget.
“Mira”ucap Dafa reflek karena kaget.
Lalu Dafa pun menoleh ke arah Mira,dan dafa yang awalnya sedang memegang sendok makan itu,ia pun melepaskan sendok tersebut.
“Mira,lepasin!,nggak enak dilihat banyak orang,kamu nggak lihat apa kalau kita itu sedang di perhatiin sama orang-orang.”ucap Dafa sambil menarik tangan Mira yang sedang merangkul tangannya,dafa berusaha melepaskan rangkulan Mira dari tangannya.
“Kenapa harus malu?,kan kita sebentar lagi kita akan menikah,lagian memang mereka bisa apa? toh mereka juga sudah tahu kalau kita sebentar akan jadi suami istri”ucap Mira kekeh dengan posisinya,tanpa mendengar ucapan Dafa.
“Mira”ucap Dafa sedikit membentak,seakan
__ADS_1
mengatakan agar Mira segera melepaskan
rangkulannya itu.
Mira yang mendengar itu,ia seakan paham akan bentakan Dafa itu.
Dan tanpa menunggu waktu lama,Mira pun langsung melepaskan rangkulannya itu dengan tak rela.
Tak habis ide,Mira pun mulai berjalan ke arah kursi yang ada di hadapan Dafa,ia duduk di kursi tersebut dengan posisi mereka saat ini yang saling berhadapan,dan hanya di batasi oleh sebuah meja.
“Kenapa sih sayang?,kenapa harus malu? mereka juga pasti bakal ngertiin kok,jadi kenapa harus di permasalahin sih”tanya Mira saat ia duduk.ia pun mulai menekuk wajahnya seakan sedang marah pada dafa,berharap dafa yang melihat itu akan membujuk dirinya agar tidak marah.
Tetapi bukan nya bujuk kan yang Mira dapat kan,melainkan ketidakpedulian yang Mira dapat,karena Dafa hanya cuek dan melanjutkan sarapannya,tanpa mendengar ucapan Mira.
Mira yang melihat Dafa cuek dan tidak berniat membujuknya ia pun hanya dapat mengepalkan tangannya di bawah meja,berharap dirinya dapat menahan amarahnya di depan dafa.
‘Awas saja kamu daf,suatu saat kamu juga akan jatuh cinta dan bertekuk lutut di hadapan ku,kita lihat saja nanti’pikir Mira.
Cukup lama dalam keadaan hening,Mira pun kembali angkat suara.
“Sayang aku punya berita buat kamu”ucap Mira,ia berkata agar Dafa akan mendengarkan ucapan dan menatap ke arahnya.
Tapi Dafa hanya tetap fokus terhadap makanannya itu,tanpa menoleh sedikit pun.
Mira yang melihat itu,ia pun tersenyum sinis sesaat tanpa sepengetahuan Dafa,entah apa maksud dari senyum itu,hanya Mira yang tahu.
“Sherly akan menikah”ucapan Mira yang sontak membuat sendok yang di pegang dafa jatuh ke lantai,karena kaget.
Dafa yang mendengar itu,ia pun menatap ke arah Mira sejenak,kemudian setelah itu,ia langsung mengambil sendok yang jatuh di lantai,seolah Dafa tak percaya akan perkataan Mira tadi.
Dafa pun meletakkan sendok tersebut di atas meja,ia berkata seperti itu,karena menganggap ucapan Mira sebagai candaan.
“Aku gak bercanda!,yang aku katakan tadi itu fakta,Sherly memang akan menikah,tapi kalau kamu nggak percaya ya sudah,aku juga nggak akan memaksa kamu untuk percaya,tapi yang jelas aku sudah bicara jujur sama kamu.”ucap Mira sambil menatap Dafa seakan ia berkata dengan serius.
Dafa yang mendengar ucapan Mira itu,ia pun langsung menatap ke arah Mira,seolah berharap ucapan Mira tadi hanya sebuah candaan.
Tetapi yang Dafa lihat malah tatapan Mira yang penuh akan keyakinan,seakan Mira mengatakan bahwa itu adalah sebuah kenyataan.
Dafa yang melihat tatapan Mira itu,ia pun langsung mengepalkan kedua tangannya di bawah meja.
‘Ini tidak mungkin!,aku yakin ini tidak benar!!’ batin Dafa yang seakan tidak menerima kenyataan tersebut.
“Bohong!! ini semua pasti gak benarkan!”ucap Dafa seakan tidak ingin menerima kenyataan itu,Dafa pun berdiri dari duduknya.
kemudian ia meletakan uang di atasi meja untuk membayar makanan yang ia makan tadi.
Dafa pun langsung berjalan pergi dari kantin dengan langkah lebarnya.
Mira yang melihat itu,ia pun berdiri dari duduknya dan berusaha untuk mengejar langkah Dafa.
“Sayang tunggu!,tungguin aku”teriak Mira
Sedangkan Dafa ia masih tetap berjalan dengan langkah yang cepat,seolah tak mendengar ucapan Mira.
Cukup lama Dafa melangkah,ia pun akhirnya berhenti di sebuah tempat yaitu taman.
__ADS_1
Dafa pun duduk di kursi yang ada di taman tersebut.
Tak lama kemudian Mira pun datang,ia berjalan menghampiri Dafa yang sedang duduk,dan ia pun ikut duduk di samping Dafa.
“Sayang kamu kenapa?kok ninggalin aku sendirian di kantin?,padahal aku udah teriak-teriak manggil kamu juga”ucap Mira setelah duduk dan menghadap ke arah dafa.
“Mira”ucap Dafa tanpa menjawab perkataan Mira tadi.
“Iya”jawab Mira menunggu apa yang akan Dafa katakan selanjutnya.
“Kamu tahu kan kalau aku cinta sama Sherly,bukan sama kamu”ucap Dafa berkata Sambil menatap ke arah Mira,ini
bukan pertama kali nya Dafa jujur akan perasaan nya terhadap Mira.
Mira yang mendengar itu,ia pun hanya tersenyum untuk menutupi amarahnya.
“Aku tahu!”ucap Mira,ia berusaha berkata dengan lembut.Ia mulai menundukkan kepala agar terlihat kasihan di mata Dafa,berharap jika Dafa melihat itu,ia akan merasa bersalah dan iba terhadapnya.
“Terus kenapa kamu masih ingin menikah sama aku?”tanya Dafa,ia berkata tanpa merasa bersalah,walau melihat Mira yang terlihat iba di hadapannya.
Mira yang mendengar itu,ia pun mengangkat kepala dan menatap kearah Dafa dengan tatapan dalam.
“Karena aku hanya cinta sama kamu!,dan hanya kamu yang aku inginkan!,dan yang terpenting asalkan aku bisa bersama kamu,aku yakin jika kamu pasti akan bisa mencintai aku”jawab mira tanpa mengalihkan pandangan matanya dari Dafa.
“Tapi aku gak cinta sama kamu,lalu kenapa kamu masih memaksakan pernikahan ini,kamu kan tahu aku hanya cinta sama Sherly,kamu jangan egois,cinta itu gak bisa di paksakan Mira”ucap Dafa panjang lebar,ia berkata seperti itu,karena berharap agar Mira dapat membatalkan pernikahan ini,dan karena hanya Mira lah yang bisa membatalkan pernikahan antara dafa dan Mira.
Mira yang mendengar perkataan Dafa yang terasa sangat menusuk kedalam hatinya itu,ia pun berdiri dari duduknya,dan menatap dafa dengan tajam.
“Ia,aku akui kalau aku itu egois,lalu kenapa?,toh semua keputusan ada di tangan ku,memangnya kamu bisa apa?”ucap Mira dengan meluap kan amarahnya yang telah ia tahan tadi.
Dafa yang melihat itu,ia pun ikut berdiri,dan menatap ke arah Mira dengan diam.
“Kenapa daf?,kenapa?,kenapa kamu nggak bisa cinta sama aku?,apa karena Sherly lebih cantik dari pada aku?,tapi menurut aku,aku itu nggak kalah cantik sama dia.”ucap Mira dengan lirih dan menatap ke arah Dafa dengan berlinang air mata.
Dafa yang mendengar perkataan Mira itu,ia pun hanya diam untuk beberapa saat.
“Kamu pasti tahu dengan jelas alasannya”ucap Dafa sarkas.
Sontak Mira yang mendengar itu,ia pun langsung termenung.
‘Alasan?,alasan apa?,apa Dafa sudah tahu akan perbuatan aku yang selama ini selalu menyiksa Sherly,tapi bukannya aku selalu melakukan itu diam-diam,lagipula Sherly nggak bakal mungkin berani mengadu pada Dafa jika aku sering menyiksanya'pikir Mira dengan wajah sedikit gelisah.
“Maksud kamu apa daf?,aku nggak ngerti,coba kalau ada sesuatu yang kurang dari ku kamu tinggal katakan saja, karena aku pasti akan berusaha untuk berubah menjadi lebih baik lagi”ungkap Mira panjang lebar.
Dafa yang mendengar itu,ia langsung tersenyum sinis untuk sejenak.
“Kamu pasti sudah tahu alasannya”ucap Dafa yang langsung meninggalkan Mira sendirian di taman.
Mira yang melihat itu,ia berusaha memanggil nama dafa berkali-kali,tapi tidak di gubris oleh Dafa.
‘Sherly kenapa kamu selalu merebut kebahagiaan milikku!!!’batin Mira dengan marah sambil mengepalkan kedua tangannya dengan erat,ia seolah menyalahkan Sherly untuk kejadian itu.
Mira pun langsung pulang ke rumah nya,dan menunggu ke datangan Sherly,karena Mira seolah tidak peduli akan urusan kuliahnya.
flash back end.
__ADS_1