
Sherly yang mendengar harga yang harus mereka bayar itu,ia sempat tertegun sejenak.
“Bayar pakai kartu ATM saja”jawab Rani yang berhasil menyadarkan Sherly dari lamunannya itu.
Setelah Rani selesai membayar belanjaannya itu,Sherly dan Rani pun keluar dari toko swalayan yang besar itu.
Dan saat mereka telah keluar,akhirnya Sherly angkat suara
“Kamu yakin belanjaan kita harganya segitu,
aku aja nggak pernah belanja kebutuhan perbulan segitu banyaknya”ungkap Sherly,
sambil menatap ke arah Rani,yang sedang membawa belanjaan cukup banyak.
“Tidak apa-apa nyonya,kebetulan keperluan yang kita beli merupakan kualitas yang paling bagus,jadi mungkin sedikit mahal”jawab Rani menjelaskan.
“Oh ya sudah,ayo kita pulang!”ajak Sherly.
Setelah itu,mereka berdua pun berjalan ke tempat mobil Fani berada.
Dan pada saat mereka telah sampai,tiba-tiba Fani pun turun dari dalam mobilnya,dan membuka kan pintu untuk Sherly masuk.
Setelah itu mereka berdua pun masuk,dan disusul oleh Fani yang ikut masuk.
Sementara itu saat ini Alex sedang berada di ruangannya,ia duduk di kursi kebesaran miliknya itu.
Alex terlihat sangat fokus membacanya berkas-berkas yang akan ia tanda tangani.
Dan tak lama Doni pun datang,ia berjalan mendekat ke arah Alex.
“Tuan sebentar lagi kita akan meeting”ucap Doni memberi tahu.
“Apa kah benar yang kamu katakan tadi pagi,kamu bilang kalau saya akan pulang di malam hari,karena saat ini saya akan memiliki banyak kerjaan?”tanya Alex menatap ke arah Doni.
“Iya tuan sepertinya begitu,karena hari ini jadwal meeting kita sangat padat”jawab Doni yakin.
“Apakah tidak bisa di undur untuk sekarang?”tanya Alex memastikan.
__ADS_1
Alex benar-benar ingin bertemu dengan Sherly,dan ia ingin pulang cepat,sebenarnya ia tak ingin pulang telalu larut,karena jika ia pulang malam hari,mungkin saja Sherly sudah tidur,dan ia tidak bisa mengobrol dengan Sherly.
“Tidak bisa tuan,tapi jika anda ingin saya bisa mewakili anda untuk menghadiri pertemuan meeting”jawab Doni sambil melihat berkas-berkas,yang merupakan jadwal kerja Alex.
“Tidak usah kalau seperti itu,bukan nya kamu sudah tahu,kalau saya orang yang paling benci untuk memberikan tanggung jawab saya kepada orang lain,kalau memang tidak bisa di undur ya sudah,kita kerjakan hari ini,tapi persingkat waktu meeting,agar kita tidak pulang terlalu malam”akhirnya Alex membuat keputusan.
Memang benar Alex telah memberitahu Rani jika ia akan pulang larut malam,tapi Alex akan sebisa mungkin untuk mempercepat pekerjaannya,agar ia tidak pulang terlalu malam pulangnya nanti
Sementara itu,saat ini Sherly telah sampai di mansion,ia telah membantu Rani menata bahan-bahan makanan yang mereka beli tadi.
“Ya sudah beres semua Ran,kalau begitu saya ke atas dulu ya”ucap Sherly memberitahu akan niatnya itu.
“iya nyonya silahkan”jawab Rani sopan.
Setelah itu,Sherly pun langsung berjalan meninggalkan Rani,ia pun berjalan menaiki beberapa anak tangga,dan tak lama Sherly pun sampai di depan kamarnya
Sherly pun masuk,ia pun mengambil tas miliknya,yang akan ia gunakan untuk kuliah
Setelah mengambil tas nya itu,Sherly pun mengecek kondisi tas nya yang sudah terisi dengan kebutuhan yang perlu ia bawa.
Setelah itu,Sherly pun langsung keluar dari kamarnya,dan saat Sherly sedang menuruni tangga,tiba-tiba suara Rani menghentikan langkahnya.
Dan saat Rani telah sadar akan posisinya itu,ia pun menunduk tidak berani menatap ke arah Sherly.
“Maaf”ucap Rani sambil menunduk.
Sherly yang melihat Rani menunduk seakan takut jika ia marah,Sherly pun segera turun dari tangga,dan setelah ia sampai di lantai dasar,Sherly pun memegang pundak Rani seolah ia sedang berusaha menenangkan Rani.
“Tidak apa Rani,kamu tidak salah,wajar kok kalau kamu bertanya,lagipula aku nggak akan marah,oh ya kebetulan kamu kan di sini,
sekalian aja aku mau pamit ke kamu,karena hari ini aku akan kuliah”ucap Sherly menjelaskan.
“Eh bukannya tadi aku juga sudah bilang ke kamu,kalau aku hari ini aku ada kuliah siang ya,masa kamu sudah lupa sih,padahal kamu masih muda loh”lanjut Sherly,dengan sedikit bercanda.
“Maaf nyonya saya lupa”ucap Rani sambil menggaruk tengkuk lehernya,seakan ia merasa sedikit malu saat mengatakan itu.
“Ya sudah nggak apa-apa,kalau begitu aku pamit dulu ya”pamit Sherly.
__ADS_1
Setelah itu,Sherly pun berjalan pergi keluar dari mansion,setelah sampai di luar,ia pun langsung masuk ke dalam mobil yang telah di buka oleh Fani.
Dan tak lama mobil tersebut pun berjalan meninggalkan mansion.
Di dalam mobil.
Tiba-tiba handphone Sherly berdering,Sherly yang mendengar itu,ia pun langsung mengangkatnya.
“Hallo,iya ada apa cit?”tanya Sherly,saat ia telah mengangkat sambungan telepon.
“Sherly,kami berdua sedang menunggu kamu di perempatan jalan yang jaraknya cukup dekat dengan universitas kita,nanti kamu berhenti di situ ya,karena kita akan berangkat bareng ke tempat kuliahnya,oke sher?”ucap citra menerangkan panjang lebar,melalui sambungan telepon itu.
“Hmm gimana ya?,ya udah deh kalau begitu aku akan berhenti,sebentar lagi aku juga akan sampai di perempatan jalan itu”ucap Sherly setuju.
Setelah itu,sambungan pun di putus oleh Sherly,karena mereka telah menyelesaikan pembicaraan mereka.
“Kita berhenti di perempatan jalan ya fan”ucap Sherly terdengar seperti sebuah perintah bagi Fani
Setelah sampai di perempatan jalan,mobil itu pun berhenti.
Seperti biasa,Fani turun terlebih dahulu,dan membuka kan pintu untuk Sherly.
Dan saat Sherly telah turun,tiba-tiba citra bertanya secara beruntun kepada Sherly.
“Sher dia itu siapa?,kenapa dia bisa semobil sama kamu?,dan kenapa juga dia bisa perlakukan kamu dengan hormat seperti itu?”ucap citra tanpa menjeda ucapannya.
“Satu-satu dulu dong tanya nya cit,dia itu Fani,orang yang di suruh sama Lexi atau lebih tepatnya Alex,untuk jaga dan antar aku ke mana-mana”jelas Sherly pelan,berusaha menahan rasa gemasnya akan kelakuan citra.
“Ya ampun,kenapa orang yang di suruh buat nganter kamu itu orangnya cantik banget,
kamu beruntung banget sih Sher”ucap citra dengan nada lebaynya.
“Mbak,kok mbak cantik banget sih?,
rahasianya apa sih,bagi-bagi dong mbak?”ucap citra sok akrab kepada Fani.
Sedangkan Sherly yang melihat itu,ia pun hanya dapat menggeleng-gelengkan kepala.
__ADS_1
Dan Fani yang di tanya seperti itu,ia hanya diam sambil tersenyum,ia benar-benar tidak tahu harus berkata seperti apa.
“Sudahlah cit diam,aku tahu rahasia Fani bisa secantik itu karena apa?”ucap Sherly,yang merupakan kasihan saat Fani kesulitan untuk menjawab pertanyaan citra.