
Hari ini Sherly dan Alex sudah selesai sarapan bersama,mereka juga sudah mengenakan pakaian dengan rapi,hari ini entah kemana Alex akan mengajak Sherly,dan Sherly juga tak tahu ia akan di bawa kemana oleh alex.
Setelah mereka sampai di depan mobil, mereka pun masuk kedalam mobil yang telah di buka oleh Doni.
Sherly pun masuk terlebih dahulu,kemudian Alex pun ikut masuk dari pintu mobil yang sama dengan sherly.
Dan tak lama mobil pun berjalan.
Suasana di dalam mobil.
“Tuan kita ingin kemana?”tanya Sherly.
Alex yang mendengar itu pun menoleh, dan menatap kearah Sherly, ia diam untuk sejenak,karena ia sedang memikirkan bagaiman cara Sherly memanggil namanya, agar terlihat lebih akrab, mungkin saja karena Sherly selalu memanggil namanya dengan sebutan 'tuan' jadi Sherly sedikit canggung jika harus memanggil namanya secara langsung.
“Kamu jangan panggil Tuan lagi,udah aku bilangin juga, panggil saja nama aku langsung,atau kalau kamu gak terbiasa karena canggung, panggil saja namaku dengan sebutan Lexi”ucap Alex
“Lexi?,siapa itu Lexi?”tanya Sherly menatap kearah Alex.
“Lexi itu panggilan sayang kamu ke aku,tapi itu juga nama panggilan sayang keluarga ku ke aku waktu kecil dulu”ucap Alex lembut,karena sekarang Alex dan Sherly telah sepakat untuk tidak berkata formal.
“Oh Lexi,baik aku akan memanggil nama kamu dengan sebutan Lexi” jawab Sherly yakin.
“Terus gimana panggilan aku ke kamu?”tanya Alex menatap Sherly dengan tatapan sayang.
Sherly yang melihat itu pun, memalingkan mukanya kearah samping,ia sedang menghindari dari tatapan Alex,karena ia akan menyebutkan sebuah nama yang menurutnya terdengar imut.
Sherly pun menimang-nimang antara ia akan mengatakan itu atau tidak.
“Lili”akhirnya Sherly memilih untuk berkata jujur,dengan wajah yang sedikit malu.
“Apa? aku gak dengar dengan jelas, kamu bisa bicara sedikit keras,engga?”tanya Alex sambil memegang kepala Sherly, agar menghadap kearahnya.
“Dulu waktu kecil,aku ingin di panggil dengan sebutan lili,entah kenapa aku ingin di panggil dengan sebutan itu,karena menurut aku panggilan itu terdengar imut”ucap Sherly sedikit menunduk karena malu.
“Lili,oke aku panggil nama kamu Lili”ucap Alex pelan dengan suara tegas.
Sherly yang mendengar itu,tiba-tiba wajahnya sedikit merona, mungkin karena sedikit malu,karena ucapan Alex tadi,apalagi saat Alex mengatakan itu,ucapannya terdengar imut di telinganya.
__ADS_1
“Tapi ada enggak yang pernah panggil nama kamu dengan sebutan lili?”tanya Alex lagi.
“Enggak ada sih!”jawab Sherly langsung.
“Berarti aku orang yang istimewa dong”ucap Alex sambil menggerakkan kedua alisnya,seolah tengah menggoda Sherly.
“Hmm gimana ya?”tanya Sherly sambil mengetuk dagunya,seolah balas menggoda Alex.
Alex yang melihat itu pun langsung mengusap kepala Sherly,dan tak lama mereka pun tertawa bersama,dengan saling menatap satu sama lain, dengan tangan Alex yang masih berada di atas kepala sherly,mengusap kepala Sherly dengan sayang.
Tak lama mereka pun sampai di depan mansion milik ibunya Alex.
“Kok kita kesini? ini di mana?”tanya Sherly
“Kita sekarang ada di rumah ibu,tenang aja,kamu juga jangan takut atau gugup,karena ada aku di sini !”ucap Alex sambil meraih salah satu tangan Sherly,dan kemudian ia genggam dengan erat
Mereka pun turun dari mobil,dan berjalan masuk ke dalam mansion.
Tak lama mereka pun berhenti di sebuah kamar utama,yang pintunya bercat coklat.
Alex pun membuka pintu tersebut, ia pun masuk ke dalam, dengan tangannya yang menggenggam tangan Sherly dengan erat.
“Katanya kamu bakal bawa menantu ibu,kok gak di ajak”ucap Santi menatap kearah samping,seolah ia tak ingin menatap kearah Alex.
Alex yang mendengar itu,otomatis menatap ke arah belakang.
Dan Alex akhirnya tau permasalahanya,
rupanya Sherly tidak terlihat karena terhalang oleh punggungnya yang lebar,dan Sherly juga sedikit bersembunyi di punggungnya karena merasa gugup.
“Gak apa-apa,ibu juga gak bakal jahat ke kamu kok”ucap Alex menenangkan.
Alex pun sedikit bergeser ke arah samping,dan Santi dapat melihat di mana Sherly berada.
“Eh,ini yang namanya Sherly?,ke sini sayang!,duduk di samping ibu,ibu ingin dekat dan ngomong sama kamu”ucap Santi dengan senang.
Sherly yang mendengar itu,langsung pun maju, mendekati Santi dengan sedikit ragu-ragu karena malu,tapi pada akhirnya ia pun duduk di kasur,tepat di samping Santi
__ADS_1
“Aduh, ternyata anak ibu enggak salah pilih ya,orang istrinya aja cantik begini”ucap Santi memuji Sherly.
Sedangkan Sherly hanya bisa tersenyum sebagai jawabannya.
“Alex kamu keluar dulu sana!,ibu mau bicara berdua dengan sherly”usir Santi kepada Alex.
Sedangkan Sherly hanya menatap Alex,
dengan tatapan memohon agar Alex tidak pergi.
Tapi Alex hanya mengangguk,seakan menjawab tidak akan terjadi apa-apa,kepada Sherly jika ia keluar.
“Gak apa-apa sayang,ibu hanya ingin bicara berdua dengan kamu,gak ada yang lain kok”ucap Santi sambil mengusap kepala Sherly dengan sayang.
Tak lama,Alex pun berjalan keluar menuju pintu.
“Gimana kabar kamu sayang?”tanya Santi dengan suara lembut.
“Baik tante”jawab Sherly yang tidak tahu harus memanggil Santi seperti apa
“Kok Tante sih,panggil aja ibu”ucap Santi kemudian ia pun meraih tangan Sherly dan mengusapnya pelan.
“Kamu betah tinggal sama alex?,Alex juga perlakukan kamu dengan baik kan?,dia juga gak berbuat jahat ke kamu kan?”ucap Santi menatap Sherly dengan sayang.
“Enggak Bu,aku di perlakukan dengan baik”jawab Sherly sambil tersenyum.
“Baguslah kalau begitu,ibu cuman ingin lebih akrab dengan kamu,bagaimana jika ibu cerita tentang masa lalu Alex,dan masa kecil alex, agar kamu lebih tahu dan mengenal alex.”ucap Santi,sambil membelai lembut Sherly dengan sayang,seperti seorang ibu yang menyayangi anaknya.
“Alex itu dulu anak yang cengeng,dia juga manja,suka banget cemburu kalau Tante perhatian sama kakaknya, dia itu dulu gak seperti sekarang ”ungkap Santi.
Santi juga menceritakan masa lalu Alex dan juga keburukan-keburukan Alex saat kecil, yang pernah Alex lakukan,dan mereka pun saling berbicara dan terlihat akrab.
Sedangkan Alex ternyata sedang menguping di depan pintu,hanya dapat menahan emosinya karena kesal ibunya menjelek-jelekan dirinya di depan istrinya sendiri.
‘Inilah alasan ku, kenapa aku gak ingin ajak Sherly ke sini, sebelum ia mencintai ku,karena aku takut dia tidak akan suka padaku setelah tahu keburukan ku di masa lalu ’. batin Alex menahan rasa gemasnya kepada ibunya,yang telah memanfaatkan masa lalu dan keburukannya,agar akrab dengan Sherly.
“ Sudah puas belum kamu nguping pembicaraan kami”ucap Santi yang tahu jika Alex dari tadi menguping pembicaraan mereka,di balik pintu yang sedikit terbuka.
__ADS_1
*****