ISTRIKU TERSAYANG

ISTRIKU TERSAYANG
EPISODE 51


__ADS_3

Sherly yang merasa kaget karena Alex langsung berlari sambil menggenggam tangannya erat itu.


Sherly pun hanya dapat ikut melangkah, berusaha mensejajarkan dengan langkahnya yang kecil, dengan langkah Alex yang besar.


“Lexi tunggu ada apa si?,kenapa harus berlari ada apa?”ucap Sherly sambil berlari.


“Aku gak bisa jelasin ke kamu sekarang,yang terpenting untuk sekarang kita harus bisa lari secepatnya”jawab Alex yang berlari di depan Sherly,menarik dan memegang tangan Sherly dengan erat.


“Iya tapikan aku susah buat menyeimbangkan langkah ku yang kecil,sama langkah kamu yang besar”ucap Sherly mengungkapkan kesusahan yang ia hadapi.


Alex yang mendengar itu pun langsung berhenti secara mendadak,dan seketika itu Sherly pun langsung menabrak punggung Alex yang lebar,di karena kan ia belum siap saat Alex berhenti secara mendadak.


“Kamu apa-apaan sih,kalau mau berhenti bilang-bilang dong,kan jadi sakit hidung aku yang langsung menubruk punggung kamu”ucap Sherly menggerutu,sambil mengusap hidungnya pelan.


“Maaf aku gak sengaja,tapi kamu gak apa-apa kan?”tanya Alex lagi sambil mengusap hidung Sherly pelan.


“Yah aku gak apa-apa,cuman sedikit sakit aja”ucap Sherly.


“Maaf ya”ucap Alex meminta maaf,setelah itu Alex langsung mengangkat tubuh Sherly dengan kedua tangannya,dan Alex pun langsung berlari sambil mengangkat tubuh Sherly itu.


Sherly yang awalnya sangat kaget akan perlakukan Alex itu,ia pun sempat berteriak karena kaget.


“Lexi apaan sih,ini tuh di depan umum malu tau dilihatin banyak orang,kamu langsung angkat tubuh aku sambil berlari memangnya kamu gak takut di sangka penculik”ucap Sherly yang langsung menyembunyikan wajahnya di dada bidang Alex,dan kedua tangan yang melingkar di leher Alex dengan erat,karena Sherly merasa takut jika sampai ia terjatuh ke bawah.


“Ya enggaklah,mereka itu pasti lihat pas kita lari bersama,mungkin mereka pikir kita lagi kawin lari”ucap Alex dengan nada bercanda,


berharap Sherly tidak merasa takut dan tegang dengan suasana mereka saat ini,


tapi meski begitu kakinya tetap melangkah dengan cepat.


Setelah lama berlari,akhirnya Alex pun berhenti di depan sebuah restoran yang sepi,Alex kemudian menurunkan tubuh Sherly dengan hati-hati.


“Tadi apa sih kenapa kita harus berlari?”tanya Sherly lagi.

__ADS_1


Tanpa menjawab Alex pun mendorong tubuh Sherly ke dinding restoran ia pun menahan tubuh Sherly,dengan tangan kanan Alex yang menempel di dinding.


“Hushh,jangan berisik!,nanti kita ketahuan”ucap Alex pelan.


Mereka pun hanya diam untuk sejenak dengan saling berhadapan.


Sherly pun hanya ikut diam, dan ia pu mendongak menatap kearah wajah Alex yang lebih tinggi dengannya.


Sedangkan Alex ia hanya menunduk dan menatap kearah wajah Sherly.


Pandangan mata mereka saling bertemu,dan mereka hanya diam saling memandang,wajah Alex dan Sherly hanya berjarak beberapa cm,dan hampir saja bibir mereka bersentuhan,tapi sayangnya wajah Alex tertutup oleh kain penutup.


“Tuan dan nyonya apakah anda tidak apa-apa?”ucap salah satu bawahan Alex yang menghampiri mereka.


Alex dan Sherly yang awalnya hanya diam saja itu,mereka pun akhirnya sadar.


Alex kemudian menjauhkan wajahnya dari wajah Sherly,ia pun melangkah mendekati bawahannya itu.


“Apa kah orang tua itu mengirim bawahannya untuk memata-matai saya?”ucap Alex pelan,berharap Sherly tidak mendengar pembicaraan mereka.


“Kamu bawa Sherly pulang,saya akan berangkat ke perusahaan, sepertinya memang ada sesuatu hal yang harus saya urus”ucap Alex.


“Baik tuan!”jawab Didi.


Secara tiba-tiba Sherly pun menghampiri Alex dan Didi yang tengah berbicara.


“Ada apa Lexi?”tanya Sherly setelah sampai di samping Alex.


“Kamu pulang terlebih dahulu dengan Didi,aku masih ada urusan”ucap Alex mengusap kepala Sherly dengan sayang.


‘ Tenang saja aku pasti akan lindungi kamu,dan aku gak akan biarkan hal buruk terjadi sama kamu ’. batin Alex yakin sambil menatap Sherly dengan sayang.


“ Terus kamu pulang sama siapa?”tanya Sherly lagi.

__ADS_1


“Tenang aja,aku hanya akan ke perusahaan ada sesuatu yang harus aku urus”jawab Alex


Setelah itu Sherly dan Didi langsung pergi meninggalkan Alex sendirian.


Sedangkan Alex yang melihat kepergian Sherly,ia pun berjalan dengan arah yang berbeda dengan Sherly,tak lama Alex pun sampai di pinggir jalan raya


Kemudian datanglah sebuah mobil hitam yang menghampiri Alex.


Doni pun turun dari mobil itu,ia pun langsung membukakan pintu mobil untuk Alex.


Setelah mereka semua masuk,tak lama mobil tersebut pun berjalan menuju kearah perusahaan.


Tak lama mereka pun sampai,Doni turun dari mobil dan membukakan pintu mobil untuk Alex.


Alex pun langsung turun,kemudian mereka pun berjalan masuk ke dalam perusahaan.


Para karyawan yang melihat kedatangan Alex dan Doni hanya diam dan menunduk hormat.


Setelah lama melangkah akhirnya mereka berdua pun sampai di ruangan milik Alex.


Doni pun membukakan langsung membukakan pintu,dan mempersilahkan Alex untuk masuk terlebih dahulu.


Setelah itu Alex pun duduk di kursi kebesaran miliknya,dengan Doni yang berdiri menghadap kearahnya


Mereka pun hanya diam sejenak,sambil menyelami pikiran mereka masing-masing.


“Apa kah orang tua itu benar-benar datang,tadi sepertinya aku melihat salah satu bawahannya saat aku sedang berjalan-jalan,dengan sherly”ucap Alex datar.


“Sepertinya begitu tuan,orang itu mungkin sedang berniat mencari kelemahan Anda,dan sepertinya orang itu berniat menghancurkan anda”ucap Doni


“He...he...,mencari kelemahan ku,meski pun orang itu tahu akan kelemahan ku,aku juga tak akan membiarkan dia menyakiti orang yang menjadi kelemahanku”ucap Alex sambil tertawa dingin.


“Doni kamu siapkan pengawal untuk menjaga Sherly secara diam-diam,lawan kita saat ini bukan lah lawan yang main-main”ucap Alex.

__ADS_1


“Baik tuan,akan saya laksanakan”ucap Alex patuh


__ADS_2