ISTRIKU TERSAYANG

ISTRIKU TERSAYANG
EPISODE 82


__ADS_3

Dan Alex yang mendengar itu,ia pun menatap ke arah Tara,seakan Alex sedang memberi aba-aba kepada Tara melalui tatapannya itu.


“Karena jika tidak di suntik maka luka anda akan infeksi,dan itu akan membuat luka anda sulit untuk sembuh”ucap Tara mencari alasan,ia mengerti akan maksud tatapan Alex itu.


Setelah itu,Tara pun berjongkok,ia pun menaruh kotak obat yang ia bawa.


Dan Sherly yang melihat itu,ia pun semakin bergeser mendekat ke arah Alex.


“Mau ke mana?”tanya Sherly,saat melihat Alex hendak bangkit.


“Aku ingin keluar,mungkin kamu tidak ingin aku ada di sini,jadi aku akan keluar dulu”ucap Alex,dengan menyunggingkan senyum secara diam-diam tanpa sepengetahuan Sherly.


“Jangan,kamu di sini aja”ucap Sherly dengan wajah sedikit memelas.


“Kenapa?,apakah kamu takut karena akan suntik?”tanya Alex,yang lagi-lagi terdengar seperti ledekan bagi Sherly.


“Nggak,siapa juga yang takut,aku nggak takut ya,dan kenapa juga aku harus takut ini kan cuman di suntik doang,palingan ini hanya serasa di gigit semut doang”ucap Sherly percaya diri.


Mana mungkin Sherly berani jujur jika ia takut di suntik dari sejak ia masih kecil,karena Sherly merasa sedikit gengsi dan malu untuk mengatakan itu.


“Oh gitu”ucap Alex sambil tersenyum,dan entah apa maksud dari senyum Alex itu,karena hanya ia yang tahu.


Setelah itu,Alex pun kembali duduk di samping Sherly.


Dan saat Alex bergeser ke arah samping,


untuk duduk sedikit menjauh dari Sherly,ia berniat menjahili Sherly dengan duduk sedikit menjauh dari Sherly,tapi sebelum Alex sempat bergeser,Sherly telah menarik tangan Alex lebih dulu.


“Jangan jauh-jauh,kamu di sini aja,kamu juga duduknya jangan bergeser ke samping terus dong,harusnya kamu bergeser ke tengah aja”ucap Sherly lagi.


“Kenapa?,jangan-jangan kamu ingin dekat-dekat dengan aku ya”ledek Alex.


Dan Sherly yang mendengar itu,ia pun hanya bisa diam,karena ia tak tahu harus berkata apa.


“Sudah dok anda bisa menyuntik saya”ucap Sherly tanpa menatap ke arah Tara.


Dan Tara yang mendengar itu,ia pun membuka kotak obat yang ia bawa,dan ia pun mengambil alat-alat yang ia butuhkan.


Tara pun meraih kaki Sherly yang sedikit memar dan bengkak itu,pada saat Tara mengoles kaki Sherly menggunakan kapas yang telah di beri alkohol.


Tiba-tiba Sherly sedikit menjerit karena kaget,dan tanpa di duga Sherly langsung memeluk Alex dengan erat.


Jari-jari lentik milik Sherly melingkar erat di leher Alex,sedangkan kepalanya ia tempel kan di dada bidang Alex.

__ADS_1


Dan Alex yang melihat itu,ia pun hanya tersenyum sambil membelai dan mengusap rambut Sherly dengan sayang,seolah ia sedang menenangkan Sherly yang merasa kesakitan.


“Nggak apa-apa ini nggak akan sakit kok”ucap Alex dengan menenangkan di telinga sherly.


“Iya”jawab Sherly singkat.


Dan setelah beberapa saat berlalu,Sherly tidak merasa kan rasa sakit di kakinya itu.


“Kenapa lama banget,apakah kamu sudah selesai atau belum sih”ucap Sherly tanpa melepaskan pelukannya itu,malahan Sherly semakin mempererat pelukannya itu,dan semakin merapatkan tubuhnya mendekat ke arah Alex.


“Belum”bukan Tara yang menjawab,melainkan Alex.


Setelah mengatakan itu,Alex pun menatap ke arah Tara seakan ia sedang memerintahkan Tara untuk diam saat Tara telah selesai mengobati luka Sherly itu.


“Kenapa belum sih,ayo dong cepetan”ucap Sherly dengan suara yang sedikit bergetar karena takut.


“Sudah nona”ucap Tara setelah beberapa saat Alex dan Sherly hanya diam dengan saling berpelukan.


Sontak Sherly yang mendengar itu,ia pun langsung menoleh.


“Kok sudah,terus kenapa nggak sakit”tanya Sherly heran.


“Karena saya tidak jadi menyuntik anda nona,itu pun karena tuan Alex melarangnnya,


Dan Sherly yang mendengar itu,ia pun langsung menatap ke arah Alex,sedangkan Alex hanya tersenyum di saat Sherly melihatnya.


“Kalau begitu saya pamit undur diri”ucap Tara saat urusannya telah selesai.


Alex yang mendengar itu ia hanya mengangguk sebagai jawaban.


‘Sepertinya nona itu adalah orang spesial bagi tuan alex'.batin Tara sambil menatap kearah Sherly untuk sejenak.


Dan setelah itu,Tara pun pergi meninggalkan kamar Alex.


“Kamu!,kamu sengaja kan lakuin ini,kamu juga kan yang sudah atur ini semua”ucap Sherly sedikit menggerutu karena kesal.


Alex yang mendengar ucapan Sherly itu,ia lagi-lagi hanya tersenyum sebagai jawabannya.


“Dasar”umpat Sherly


" Tok tok tok "


“Tuan bubur yang anda pesan sudah jadi”ucap Rani yang berada di luar kamar Alex.

__ADS_1


“Langsung masuk saja!”ucap Alex dengan nada perintah.


Rani pun masuk,ia pun meletakan bubur itu beserta dengan air putih yang ia bawa.


“Kalau gitu kamu bawa makanan tadi,tapi untuk bubur ini biarkan di sini saja”perintah Alex.


Rani pun mengangguk,ia pun mengambil kembali makanan yang tadi ia bawa.


Dan setelah itu,Rani pun pergi meninggalkan kamar Alex itu.


“Oh iya itu bubur buat siapa?”tanya Sherly heran saat Rani telah keluar.


“Untuk kamu”jawab Alex singkat.


Setelah itu,Alex pun langsung mengambil mangkuk berisi bubur itu.


Alex pun mengambil bubur itu menggunakan sendok,kemudian ia arahkan sendok berisi bubur itu ke mulutnya,Setelah sampai di depan mulutnya,Alex pun meniupnya dengan pelan,dan ia juga sedikit mencicipinya untuk memastikan bahwa sendok yang berisi bubur itu aman untuk Sherly makan,karena Alex ingin memastikan jika suhu bubur itu tidak terlalu panas saat di makan oleh Sherly.


“Ayo sekarang kamu makan,ini juga sudah nggak terlalu panas”ucap Alex yang langsung mengarahkan sendok berisi bubur itu ke depan mulut Sherly.


“Tapi bubur itu rasanya nggak enak,dan juga rasanya hambar dan aku nggak suka itu,


pokoknya aku nggak mau,lagian kenapa nggak makan nasi biasa aja sih,kenapa juga harus pakai bubur segala”ucap Sherly dengan nada sedikit menggerutu.


“Kamu nggak lihat tadi aku sudah cicipi bubur ini,dan ini rasanya enak kok,jadi sekarang ayo kamu cicipi buburnya ini”ucap Alex lagi,dan ia pun semakin mendekat kan sendok itu ke


mulut Sherly.


Sherly yang melihat itu,ia pun terpaksa membuka mulutnya,dan Alex pun mulai menyuapi Sherly dengan bubur.


“Anak pintar”puji Alex saat satu sendok bubur berhasil masuk ke dalam mulut sherly.


Setelah mengatakan itu Alex pun mengusap pipi Sherly dengan lembut.


Sedangkan Sherly yang di perlakukan seperti itu,ia hanya diam.


‘Hmm ternyata enak banget ya buburnya'. batin Sherly sambil sedikit mengunyah bubur itu.


Setelah itu Sherly pun kembali membuka mulut,dan Alex pun kembali menyuapi Sherly


“Tadi kamu bilang kalau Amel telah meminta maaf,dan ia juga telah berubah menjadi lebih baik terhadap kamu iya kan?”tanya Alex memulai pembicaraan.


“Hmm iya emangnya kenapa?”tanya Sherly sambil terus memakan bubur itu dengan lahap.

__ADS_1


__ADS_2